Aqidah

Kisah Palsu

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 27, 20232 min read
Kisah Palsu

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Syaikh Muhammad Zakaria rahimahullah adalah termasuk syekh terkenal di India dan Pakistan, terutama di kalangan Jamaah Tabligh. Dia mempunyai beberapa karangan, seperti kitab "Keutamaan-Keutamaan Amal" yang dibaca pada pengajian-pengajian di Jamaah Tabligh. Anggota jamaah ini menganggap kitab tersebut seperti Sahih Bukhari dan kitab lainnya. Saat membaca buku ini saya menemukan cerita-cerita yang sulit dipahami dan diyakini. Oleh karena itu, saya mengirimkan surat kepada Anda untuk mencari solusi atas problem yang saya hadapi. Di antaranya adalah kisah yang diceritakan oleh Ahmad ar-Rifa'i. Dia berkata, "Setelah melaksanakan ibadah haji, dia mengunjungi makam Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan membacar bait-bait syair berikut sambil berdiri di depan makam Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Dia berkata, "Dari kejauhan jiwaku kukirimkan Bumi menerimaku dan dia adalah wakilku ini adalah negeri para hantu telah datang ulurkanlah tanganmu agar mulut saya beruntung" Setelah membaca bait-bait syair tersebut tangan kanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam keluar lantas saya pun menciumnya. Kitab "al-Hawi" karya Suyuthi. Dia mengabarkan bahwa ketika itu ada sembilan puluh ribu Muslim yang menyaksikan peristiwa besar ini dan mereka mendapat kehormatan karena mempunyai kesempatan mengunjungi tangan berkah. Di antara mereka adalah syekh Abdul Qadir al-Jilani rahimahullah yang berada di tempat itu di Masjid Nabawi." Mengenai kisah ini saya ingin menanyakan kepada Anda tentang hal-hal berikut: 1. Apakah kisah ini mempunyai nilai kebenaran atau tidak? 2. Apa pandangan Anda tentang kitab "al-Hawi" karya Suyuthi karena dia meriwayatkan kisah ini di dalam kitabnya tersebut? 3. Apabila kisah ini tidak benar, apakah salat bermakmum kepada imam yang meriwayatkan kisah ini dan meyakini kebenaran kisah tersebut diperbolehkan? Apakah menjadikannya imam sah atau tidak? 4. Apakah buku-buku seperti ini boleh dibaca pada pengajian-pengajian agama di masjid-masjid karena kitab ini dibacakan di masjid-masjid Inggris kepunyaan Jamaah Tabligh dan kitab ini masyhur di Kerajaan Arab Saudi, terutama di Madinah Munawwarah karena pengarang kitab ini hidup dalam waktu lama di Madinah Munawwarah. Saya mengharapkan agar Syekh berkenan untuk memberikan penjelasan secara lengkap dan terperinci supaya saya dapat menerjemahkannya ke bahasa kami dan membagikannya kepada teman-teman dan rekan-rekan saya dan seluruh kaum muslimin.
HomeRadioArtikelPodcast