pernikahan
Jika Hendak Bepergian Dengan Salah Seorang Isteri, Harus Lewat Undian

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
January 4, 2023•2 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Saya menikah sejak 15 tahun yang lalu namun belum dikaruniai anak, karena itulah saya menikah lagi dan syukur alhamdulillah saya dikaruniai anak. Bukan ini masalahnya, akan tetapi masalahnya adalah, bahwa kebutuhan sehari-hari dalam satu rumah yang terbagi menjadi dua bagian dan makan juga bergabung jadi satu tanpa ada masalah alhamdulillah.
Akan tetapi hati saya condong kepada istri pertama, seperti hati Rasulullah shallallahu 'Alihi wa sallam condong kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha. Perasaan cemburu sudah menjadi tabiat antara kedua istri namun tidak terlalu nampak kecuali sedikit.
Saya tidak mampu menguasai hati mereka dan saya tidak mampu melakukan apa yang dilakukan Nabi Muhammad kepada para istri beliau, begitu juga istri-istri saya bukanlah seperti istri-istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Saya berargumentasi bahwa adil adalah menyamakan perihal nafkah, bermalam dan tempat tinggal. Adapun perihal lain yang tidak diperintahkan dalam Islam, maka saya tidak mampu memberikannya secara adil melainkan hanya sedikit.
Saya berharap semoga Anda mendapatkan pahala dari jawaban pertanyaan berikut:
1. Apakah saya berdosa jika tidak berlaku adil perihal tersebut?
2. Jika saya berdosa lantas adakah batasan untuk berlaku adil?
3. Perbuatan apakah yang dibolehkan untuk condong kepada salah satu istri?
4. Apa nasehat Anda untuk saya dan istri-istri saya? Saya dan istri pertama telah menunaikan haji tahun ini, dengan harta kami berdua. Untuk biaya haji ini harta dari istri lebih dari setengahnya.
Istri kedua tidak mempermasalahkan hal ini, karena dia tidak memiliki biaya untuk pergi bersama kami. Lantas bagaimana solusinya?
1. Apakah saya berhutang kepada istri kedua untuk menghajikan dia?
2. Apakah saya harus bermalam di rumah istri kedua sebagai ganti saat bepergian?