Fiqih
Ihram Umrah Dari Tanah Halal Dan Dalilnya

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
May 9, 2022•2 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →a. Jika dalil orang-orang yang mengatakan bahwa penduduk Makkah harus keluar ke Tanah Halal yang terdekat ketika melakukan umrah adalah perintah Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam kepada Aisyah dan Abdurrahman, dua anak Abu Bakar radhiyallahu `anhum, apakah Aisyah dan Abdurrahman radhiyallahu `anhum termasuk penduduk Makkah, sehingga keharusan penduduk Makkah untuk keluar dari Tanah Haram dapat diqiyaskan kepada keluarnya mereka berdua?
b. Jika ini benar -dan orang yang mensahihkan hadis Aisyah tersebut harus menyebutkan dalil argumennya-, mengapa Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengqashar salatnya ketika tinggal di Makkah selama 19 hari sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang sahih?
c. Begitu juga mengapa Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam memerintahkan orang-orang Muhajirin untuk tidak menetap di Makkah selama lebih dari tiga hari setelah mereka melakukan ibadah haji, sebagaimana disebutkan dalam hadis Al-`Ala' bin Al-Hadhrami yang diriwayatkan oleh Bukhari,
ثلاث للمهاجرين بعد الصدر
"(Diperbolehkan tinggal di Makkah) tiga hari saja bagi kaum Muhajirin setelah mereka keluar dari mabit di Mina."
Padahal bukankah Abdurrahman dan Aisyah radhiyallahu `anhuma termasuk dari kaum Muhajirin?