shalat
Hukum Makmum Membaca al-Fatihah setelah Mengamini Bacaan al-Fatihah Imam

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
March 2, 2022•1 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:
إنما جعل الإمام ليؤتم به، فإذا كبر فكبروا، وإذا قرأ فأنصتوا
Seseorang dijadikan imam semata-mata untuk diikuti. Jika dia bertakbir maka bertakbirlah, dan jika dia membaca ayat Al-Quran maka diam dan dengarkanlah.
Beliau juga bersabda:
من كان له إمام فقراءته له قراءة
Barangsiapa bermakmum salat kepada seorang imam, maka bacaan imam adalah bacaannya juga.
Dan Allah Jalla Sya'nuhu berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan apabila al-Quran dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:
لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب
Tidaklah sah salat orang yang tidak membaca surat al-Fatihah.
Yang Mulia Syaikh Mufti, kami mengharapkan penjelasan Anda tentang penggabungan antara dalil-dalil ini.
Karena sebagian orang mengatakan bahwa dalam salat jahriyyah (yang bacaannya dibaca keras), setelah mengamini bacaan al-Fatihah imam, para makmum boleh membaca surat al-Fatihah walaupun imam sedang membaca surat lain dengan jahr (keras), apakah ini benar?
Semoga Allah memberi taufik kepada Anda. Jika imam boleh diam setelah para makmum mengamini bacaan al-Fatihahnya agar mereka membaca surat al-Fatihah, maka apa ini artinya bagi bacaan amiin mereka? Kami dapati di sebagian buku bahwa bacaan "amin" para makmum terhadap bacaan al-Fatihah imam dapat menggantikan bacaan al-Fatihah mereka.
Semoga Allah memberi taufik kepada Anda.