Fiqih

Doa Istikharah

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 8, 20232 min read
Doa Istikharah

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Dalam surat ini saya mengajukan pertanyaan yang membingungkan saya kepada Anda. Saya mengharapkan agar Anda berkenan memberikan penjelasan kepada saya, yaitu berkaitan dengan doa istikharah. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, ia berkata,
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة.. ثم ليقل: اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك، وأسألك من فضلك العظيم، فإنك تقدر ولا أقدر، وتعلم ولا أعلم وأنت علام الغيوب، اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر... وأقدر لي الخير حيث كان ثم رضني به
" Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengajari kami istikharah (meminta kepada Allah agar diberi pilihan yang terbaik) ... kemudian berdoalah, "Ya Allah, aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu. Aku memohon karunia-Mu yang Agung. Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak memiliki kekuasaan. Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui hal gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa hal ini ... maka takdirkanlah untukku hal baik saja di manapun. Jadikanlah aku rida dengan ketetapan-Mu itu." Yang membingungkan saya adalah lafal (Ya Allah Tuhanku, jika Engkau mengetahui), padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui segala urusan sekarang, di masa lalu, dan yang akan datang. Lafal tersebut berbunyi (jika Engkau mengetahui), artinya 'menganggap/mengira' dan lafal ini bermakna bahwa (pengetahuan Allah) terbatas sehingga seolah-olah kita menafikan ilmu Allah Subhanahu wa Ta'ala.
HomeRadioArtikelPodcast