shalat
Bolehkah Mengucapkan Takbir Bersama-sama?

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
April 12, 2023•8 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Saya pernah tinggal di kota kecil di Amerika Serikat. Lebih dari seratus lima puluh kaum Muslimin dan Muslimat berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Hampir terjadi pertikaian antar para jamaah karena berbeda pendapat tentang boleh dan tidaknya mengucapkan takbir bersama-sama?
Kalau bukan karena kasih sayang Allah, niscaya Hari Raya kaum Muslimin akan menjadi bahan ejekan orang-orang liberal dan non-Muslim. Mereka yang berpendapat tidak boleh mengucapkan takbir secara bersama-sama berdalil bahwa para salaf salih tidak pernah melakukannya, hukum asal membaca doa dan zikir ialah sendiri-sendiri, dan tidak ada dalil secara jelas yang membolehkan takbir bersama-sama baik itu hadits marfu' (sampai kepada Nabi) ataupun mauquf (sampai kepada sahabat).
Adapun yang berpendapat takbir bersama-sama itu diperintahkan, bukan sekedar dibolehkan, mereka berdalil dengan beberapa teks dari Al-Quran dan As-Sunnah yang dijadikan dalil oleh kelompok pertama, namun dengan penafsiran yang berbeda:
1 - Pendapat yang mengatakan bahwa hukum asal membaca doa ialah sendiri-sendiri bukan berarti tidak dibolehkan berdoa bersama-sama, karena mengucapkan amin di belakang orang yang berdoa merupakan salah satu bentuk doa bersama-sama.
2 - Dua hadits yang menyebutkan takbir menjelaskan bahwa ada orang yang mengucapkan takbir kemudian orang-orang mengikuti takbirnya yakni bersamanya atau setelahnya.
Redaksi hadits pertama menyebutkan, bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma pergi ke pasar pada 10 hari bulan Zulhijah dan mengucapkan takbir, lantas orang-orang mengucapkan takbir bersamanya". (Diriwayatkan oleh al-Bukhari kitab "Idain", bab "Fadhlul 'Amal fii Ayyam at-Tasyriik" dan bab "Takbir Ayyami Mina").
Adapun redaksi hadits kedua menyebutkan, bahwa Umar radhiyallahu 'anhu pernah mengucapkan takbir di kubahnya di Mina. Orang-orang yang ada di sekitar masjid mendengar takbirnya, lantas mereka dan orang-orang yang berada di pasar mengucapkan takbir sehingga Mina ramai dengan suara takbir.
Para wanita dahulu juga mengucapkan takbir mengikuti takbir Aban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz selama hari Tasyrik. Imam al-'Asqalani dalam kitabnya jilid 2, hal 535, berkata, golongan ini berpendapat, sudah jelas dari kedua riwayat tersebut bahwa mereka mengucapkan takbir bersama-sama karena beberapa sebab di antaranya: Sifat takbir tersebut terjadi ketika melaksanakan shalat malam berjamaah seperti dalam hadits,
كان النبي يصلي من الليل.. فقام أناس يصلون بصلاته
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat malam, kemudian para sahabat bangun dan shalat di belakang beliau" (Diriwayatkan oleh al-Bukhari kitab "al-Aazaan, Idzaa Kaana Bayna al-Imaam wa Bayna al-Qawm Haaith aw Sutrah").
Dalam redaksi hadits lain,
فصلى فيها ليالي فصلى بصلاته ناس من أصحابه
"Lantas beliau shalat (tarawih) di belakang tabir itu selama beberapa malam, maka beberapa orang dari sahabat mengikuti shalat beliau". (Al-Bukhari kitab "Al-Aadzaan", bab "Shalah al-Layl")