Fiqih
Bersilaturahmi Dan Tidak Memutuskannya

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 15, 2023•2 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang → Selama enam tahun kakak tertua saya bertengkar dengan adiknya: tidak saling salam, tidak saling tegur selama itu. Adapun penyebab pertengkaran adalah permasalahan duniawi. Yang paling mendasar adalah si adik ingin membangun kamar di samping rumah dan ladang kecil peninggalan ayah kami Rahimahullahu Ta'ala tetapi kakak terbesar saya mengatakan: "Yang harus kita lakukan adalah merobohkan rumah dan membangun gedung baru dengan enam flat sebagaimana jumlah keluarga."
Namun, si adik menolak dan beralasan bahwa jika rumah dirobohkan, maka di mana ibu dan saudara-saudara yang lebih kecil (termasuk saya) tinggal. Lalu muncullah perbedaan pendapat, yang dipertajam oleh perseteruan lama antara kakak tertua dan anggota keluarga sepeninggal ayah rahimahullahu Ta'ala.
Kesimpulannya, keduanya sama-sama menghadap ibu dan mengatakan kepadanya bahwa ia hanya menginginkan kebaikan untuk kami semua sedangkan saudaranya hanya mementingkan kepentingan pribadinya (masing-masing mengatakan seperti ini). Setelah kami besar, kami telah mencoba mendamaikan tetapi gagal.
Masing-masing menginginkan saudaranya datang menemuinya dan meminta maaf. Celakanya, pertengkaran ini menjalar ke keluarga. Anak-anak tidak saling melihat. Bahkan anak-anak dari kakak tertua tidak berbicara dengan pamannya dengan alasan ayahnya bertengkar dengannya.
Terakhir, Syekh, apa solusinya dan apa nasihat Anda kepada mereka sehingga mereka bersedia berdamai? Barangkali dengan membaca nasihat Anda perasaan mereka tergerak dan Allah pun memberi mereka hidayah.