Fiqih
Batasan-batasan Menaati Orang Tua

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
February 12, 2023•2 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Syekh yang saya muliakan. Allah 'Azza wa Jalla telah mewasiatkan kepada kita di dalam kitab Suci-Nya agar menaati kedua orang tua dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memperingatkan dengan keras untuk tidak mendurhakai kedua orang tua. Apa batas-batas menaati kedua orang tua? Ibu saya adalah perempuan Muslimah dari kalangan masyarakat awam yang tidak mengetahui banyak hal.
Allah telah menganugerahkan harta yang banyak kepada kami, alhamdulillah. Kami ingin melakukan usaha dagang dan jual beli. Namun, ibu saya mencegah kami untuk tidak melakukan beberapa hal seraya berpesan, misalnya, bergabunglah dengan si anu dan jangan bergabung dengan si anu. Padahal dia tidak paham masalah urusan jual beli, masalah orang, dan cara berinteraksi dengan mereka.
Apakah kami harus menaati ibu kami atau bolehkah kami tidak mengikuti perkataannya? Apabila kami tidak mengikuti perkataannya, apakah kami dianggap durhaka? Dia juga ingin menikahkan kami dengan orang yang disetujuinya, padahal menurut pandangan kami menikah dengan orang yang bukan pilihannya jauh lebih baik bagi agama dan dunia kami.
Kami selalu berhasrat untuk mencari perempuan yang taat agama dari putri sahabat-sahabat kami yang mulia dan baik. Apakah kami wajib menaati ibu kami atau kami boleh menyalahi perkataannya? Apakah kami dianggap durhaka kepadanya atau tidak?