Jual Beli

Asuransi Dalam Perspektif Syariat Islam

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
August 1, 20221 min read
Asuransi Dalam Perspektif Syariat Islam

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Akad asuransi modern yang datang dari Barat, praktiknya telah menyebar luas di negeri kami. Transaksi tersebut telah banyak dilakukan oleh kaum Muslimin. Telah banyak didirikan perusahaan dan kantor asuransi. Banyak kalangan pebisnis dan pengusaha Muslim yang menggunakan jasa asuransi ini, sebagai langkah untuk menjamin barang-barang impor mereka, dan pengganti nilainya jika terjadi kerusakan, dicuri, atau kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di tengah pembangunan, perusahaan, dan para pekerja, seperti roboh, rugi, terbunuh, atau sakit. Atau untuk mengganti harga mobil karena tabrakan, dicuri, atau rusak. Atau untuk menjamin karena kejadian yang tidak dinginkan seperti ambruk saat menggali sumur atau tambang demi berlepas diri dari tanggung jawab finansial. Atau untuk menjamin kehidupan pelaku asuransi sendiri, karena berkeinginan untuk memberikan ganti rugi berupa harta kepada para ahli warisnya jika ia meninggal dunia, atau perkara-perkara lainnya yang jumlah cukup banyak sekali. Perusahaan asuransi telah mengatur semuanya dan memberikan aturan dan syarat-syarat tertentu. Mereka juga telah menentukan cicilan/iuran tahunan yang harus dibayar oleh orang yang ingin berasuransi kepada perusahaan tersebut sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati. Pemerintah telah mengakui dan melegalkan aturan-aturan yang telah disepakati tersebut. Kami mohon jawaban mengenai pertanyaan seputar akad asuransi dalam perspektif syariat Islam, dan hukum bekerja di perusahaan-perusahaan asuransi tersebut.
HomeRadioArtikelPodcast