jihad
Apakah Melakukan Amar Ma’ruf Merupakan Kewajiban Setiap Orang Atau Hanya Kelompok Tertentu?

Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
June 17, 2022•4 min read

Ringkasan Artikel
Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.
Login sekarang →Allah Ta'ala berfirman,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
" Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar." (QS. Ali-'Imran : 110)
Ayat ini dan hadis yang berhubungan dengannya menunjukkan bahwa khitab ditujukan kepada setiap individu. Artinya, jika seorang individu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia berusaha mengubahnya. Jika dia melihat seseorang lalai dalam berbuat baik, maka hendaklah dia memotivasinya. Allah Ta'ala berfirman,
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
"Dan hendaklah ada di antaramu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar" (QS. Ali-'Imran : 104)
Sesungguhnya ayat ini mengisyaratkan untuk mendirikan dan membentuk jamaah. Namun, siapa yang harus bertanggung jawab, apakah kewajibannya kembali kepada ulil amri (pemegang tapuk kekuasaan) sebagaimana yang terdapat dalam Alquran, ataukah kepada individu?
Ada yang bertanya: jika seseorang mendirikan jamaah, maka apakah boleh bagi yang lain untuk mendirikannya pula, dan begitu seterusnya?
Jika seseorang tidak boleh membuat jamaah baru apabila sudah ada yang mendirikan jamaah sebelumnya, maka bagaimana syariat Islam memandang jika terbukti jamaah yang pertama menyimpang dari jalan yang lurus dan melenceng dari tujuannya?
Bagaimana caranya berkomitmen dengan hukum syariat dan apakah ketika itu boleh bagi individu lain untuk mendirikan jamaah yang baru?