puasa

Amalan Yang Dianjurkan Untuk Dilakukan Oleh Anak-anak Orang Yang Sakit

Fatwa Ulama
Fatwa Ulamaby al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-'Ilmiah wal Ifta'
May 10, 20233 min read
Amalan Yang Dianjurkan Untuk Dilakukan Oleh Anak-anak Orang Yang Sakit

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →
Kami memiliki seorang ayah yang sudah lanjut usia. Allah mencobanya dengan penyakit stroke sejak 1,5 tahun lalu. Dia terbaring di atas kasurnya, tidak berbicara dan tidak pula dapat bergerak, melainkan hanya memandang kami dengan kedua matanya. Kami pun tidak tahu apakah dia masih mengenali kali atau tidak. Selama ini dia hanya terbaring di rumah sakit. Dia ditemani seorang perawat pria yang kami minta dan kami sendiri pun selalu menemaninya. Kami senantiasa merawatnya dan membalik tubuhnya setiap dua jam. Alhamdulillah, penampilannya memancarkan cahaya dan menyiratkan kebahagiaan. Ayah kami, semoga Allah menyembuhkan penyakitnya, selama hidupnya merupakan seorang yang baik dan taat beragama. Dia rajin membaca al-Quran dan dikenal tidak pernah berbuat kemungkaran. Semua orang mengetahui hal itu. Dia juga mengajarkan agama kepada kami, dan ini alhamdulillah, sehingga agama ini lebih berharga bagi kami dibandingkan jiwa dan anak-anak kami serta dibandingkan segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini. Kami melakukan segala upaya untuk mengobatinya, namun tidak membawa hasil. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Pertanyaannya: 1. Adakah ayat al-Quran dan hadis yang membahas tentang cobaan semacam yang diderita seorang hamba yang mukmin yang lemah dan taat beribadah sepanjang hayatnya ini, yang menyebabkannya sama sekali tidak bisa beribadah selama masa sakitnya? 2. Adakah yang dapat kami lakukan untuk kami persembahkan kepadanya selama dia masih hidup, baik itu salat, doa dan membaca al-Quran? Dan amalan apa yang bisa kami persembahkan untuk ayah dan ibu kami yang telah wafat 30 tahun silam? Kami berhadap jawabannya meyakinkan dan bermanfaat. Semoga Allah membalas Anda dengan sebaik-baik balasan. 3. Kami mengajukan permohonan mendapat seorang perawat pria yang muslim, namun yang datang kepada kami adalah seorang perawat pria non-muslim. Kami sebenarnya ingin mengembalikannya, namun kami melihatnya begitu baik dan telaten merawat ayah kami, sehingga kami mempertahankannya untuk terus merawat ayah dan kami berusaha mengislamkannya. Apakah boleh tetap menggunakan jasanya, dan apa nasihat Anda mengenai hal ini? 4. Pada bulan suci Ramadan yang lalu, kami bertanya kepada beberapa syekh tentang apa yang harus kami lakukan untuk ayah kami, namun kami tidak mendapatkan fatwa yang betul-betul didasarkan dalil-dalil yang sahih. Akhirnya kami memberikan makanan kepada seorang miskin untuk setiap harinya. Kami membagikan beras dan kurma, kira-kira 1 kg beras dan sedikit kurma, untuk setiap harinya kepada beberapa orang miskin yang berbeda-beda. Apa yang wajib kami lakukan? Mengingat bahwa ayah kami tidak melakukan amalan ibadah sama sekali, karena dia tidak mampu melakukannya dan akalnya tidak jalan. Dia hanya memandang kami saja. Kami takut kalau dia mengenal kami atau tahu apa yang wajib untuknya, lalu dia tidak senang dan tidak rela dengan kondisinya ini. Allahu a`lam. Hanya saja para dokter mengatakan bahwa dia kehilangan kesadaran. Begitu juga kami membiarkan jenggotnya seperti yang menjadi kebiasaannya tanpa kami potong sedikitpun. Apakah kami perlu menipiskan jenggotnya atau membiarkannya sebagaimana adanya? 5. Ketika kami merenungi kondisinya saat kami salat, tidur, di rumah, kerja, atau di manapun, kami menyalahkan diri kami dan berkata, "Apa yang harus kami perbuat? Musibah apa yang telah menimpa ayah kami dan menimpa kami ini? Apa yang telah terjadi? Apakah karena dosa kami terlalu banyak sehingga ayah kami mengalami musibah ini, ataukah ini akibat dosa-dosanya? Hanya saja kami tahu dan orang-orang juga tahu bahwa dia adalah seorang yang baik sepanjang hidupnya. Kami berharap Anda berkenan menjelaskan masalah-masalah ini Semoga Allah memberikan pahala kepada Anda. Wassalamu`alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
HomeRadioArtikelPodcast