Asy Syariah Edisi 014

Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi

Asysyariah
Asysyariah
April 27, 20201 min read
Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi

Ringkasan Artikel

Anda harus login untuk membuat ringkasan otomatis menggunakan AI.

Login sekarang →

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

“Sederhana dalam as-Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam bid’ah.”

(Ibnu Nashr, 30, al-Lalikai 1/88 no. 114, dan al-Ibanah 1/320 no. 161)

 

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

“Tetaplah kamu beristiqamah dan berpegang dengan atsar serta jauhilah bid’ah.”

(al-I’tisham, 1/112)

 

Imam az-Zuhri rahimahullah berkata bahwa ulama kita yang terdahulu selalu mengatakan,

“Berpegang dengan as-Sunnah adalah keselamatan. Ilmu itu tercabut dengan segera, maka tegaknya ilmu adalah kekokohan Islam sedangkan dengan perginya para ulama akan hilang pula semua itu (ilmu dan agama).”

(al-Lalikai 1/94 no. 136 dan ad-Darimi, 1/58 no. 16)

 

Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata,

“Berhati-hatilah kamu, jangan sampai menulis masalah apa pun dari ahli ahwa’ (penyeru bid’ah), sedikit ataupun banyak. Berpeganglah dengan Ahlul Atsar dan Ahlus Sunnah.”

(as-Siyar, 11/231)

 

Al-Imam al-Auza’i rahimahullah berkata,

“Berpeganglah dengan atsar Salafus Saleh meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapat orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu.”

(asy-Syari’ah hlm. 63)

 

(Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi)

HomeRadioArtikelPodcast