Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Pertanyaan: Kita safar dan naik beberapa jenis kendaraan yang berbeda dalam safar tersebut. Apakah setiap kali naik kendaraan kita membaca doa naik kendaraan? Ataukah cukup satu kali saja berdoa pada saat naik kendaraan yang pertama? Mohon bimbingannya. Jawaban: Syaikkh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Apakah ketika naik tunggangan (kendaraan), seseorang membaca doa naik kendaraan setiap […]

Jangan Minder ! Pagi tadi selepas matahari merangkak naik, ketika bersama beberapa teman membaca Syarah al Baiquniyyah karya as Syaikh al Bukhari hafidzahullah, ada keterangan beliau yang sangat menarik. Sedang membahas hadits Musalsal, as Syaikh al Bukhari memberi beberapa contoh. Antara lain . sanad sebuah hadits yang perawi nya orang-orang yang memiliki cacat fisik. Penasaran. Saya coba mencari referensi. Terdekat al Jami' li akhlaqir Raawi karya al Khatib al Baghdadi. Di sana disebutkan riwayat orang pincang dari orang buta dari orang pincang dari orang buta. Siapakah mereka? Orang pincang pertama : Said bin Abi Arubah Orang buta pertama : Qatadah Orang pincang kedua : Abu Hassan Orang buta kedua : sahabat Ibnu Abbas Subhanallah! Cacat fisik bukanlah penghalang. Kekurangan pada anggota badan bukan alasan. Mereka teladan bahwa ilmu adalah harta berharga yang bisa dimiliki siapa saja. Kemauan dan kesungguhan. Selagi ada kemauan dan selagi memiliki kesungguhan, niscaya Allah tidak mensia-siakan hamba Nya. Sayang, mereka yang fisiknya disebut orang sempurna, tubuh dan anggota badan yang hebat,justru disalahgunakan untuk dosa dan maksiat. Ahh...mau bilang apa? Bahkan saya tercengang ketika ada referensi yang menyebutkan 11 (sebelas) perawi yang punya cacat fisik. Dalam Akhbar Qazuwin disebutkan hadits Nabi yang dimulai dari Abu Ali as Shauli sampai sahabat Ibnu Abbas. 1.Influenza kronis : Abu Ali as Shauli 2.Lemah fisik menahun : Ahmad bin Muhammad bin Sulaiman 3.Lumpuh : Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman 4.Gigi ompong sejak kecil : Al Hasan bin Mihran 5.Bongkok : Abdullah bin Al Husain 6.Tuli : Abdullah bin Nashr 7.Buta : Abu Muawiyah 8.Mata rabun senja : Al A'masy 9.Buta sebelah : Ibrahim an Nakha'i 10.Pincang : Al Hakam bin Mihran 11.Buta : sahabat Ibnu Abbas Masya Allah! Sebelas orang meriwayatkan hadits Nabi secara berturutan. Oleh seorang murid dari gurunya, dari gurunya, dari gurunya dan seterusnya. Masing-masing memiliki kekurangan fisik. Tiap-tiapnya ada cacat. Tamparan keras buatmu, Dek! Oh, bukan untukmu saja. Untuk kita semua! Memang, yang menentukan bukanlah sempurna atau tidaknya fisik. Lengkap atau tidaknya anggota badan. Berfungsi atau tidaknya panca indera. Harta pun tidak jadi patokan. Jabatan dan kedudukan pun demikian. Nasab dan garis keturunan juga tidak. Kembalinya kepada kemauan dan kesungguhan! Dek, jika engkau sudah tidak memiliki kemauan. Apabila engkau tidak lagi ada kesungguhan. Maka, saya ucapkan : selamat datang di lembah kebodohan. Tinggal lah di perkampungan kehinaan. Jika engkau, Dek...ingin berada di derajat yang tinggi, tinggal di istana kedamaian, ayolah....bangkitkan kemauan dan jagalah bara kesungguhan agar tidak padam. Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah jadikan dirinya orang yang faham agama. Dhuha dan Cor. Di Lendah. 18 Feb 2021 t.me/anakmudadansalaf

Pertanyaan: Kalau kita bekerja kepada orang yang usahanya lebih banyak haramnya daripada yang halal, apakah gaji yang kita terima itu haram, halal, atau setengah haram setengah halal? Jawaban: Gaji yang diterima dari bekerja kepada orang yang usahanya lebih banyak haramnya daripada yang halal, insya Allah tetap halal, selama pekerjaan tersebut halal dan tidak terlibat langsung […]


🔈💽 Berawal Dari Banyak Bicara Akan Berakhir Dengan Matinya Qalbu 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Muat turun audio rakaman di bawah (1.8MB) – durasi [07:50] at…

Pertanyaan: Saya mau bertanya tentang penyakit ain. Apakah penyakit ain bisa mengenai orang dewasa juga? Sebab, yang saya tahu, penyakit itu akan mudah mengenai anak-anak. Jawaban: Penyakit ain tidak hanya menimpa anak-anak. Dengan izin Allah, ia terkadang juga menimpa orang dewasa. Hal ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Suatu ketika Amir […]


🔊💽 Muhadharah Riyadush Shalihin (Pertemuan Ke-37 – 39) 💺 Al-Ustadz Abdush Shomad Bawazer حفظه الله 📅 Muhadharah Telelink ll Kitab Riyadush Shalihin ll Malaysia ll…

Pertanyaan: Orang tua (ibu) meminta anaknya agar membantu dirinya mengoreksi bacaan Al-Qur’an yang dia baca, tetapi anaknya tahu bahwa dia membaca Al-Qur’an agar sampai kepada orang yang sudah wafat. (1) Bolehkah seorang anak menolak permintaannya (dengan dalil ayat 2 Surah al-Ma’idah)? Sebab, anak itu meyakini bahwa bacaan Al-Qur’an tak akan sampai kepada mayit. (2) Apakah […]


🔈💽 Kaedah Penting Yang Diajarkan Al-Imam Bukhari 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Muat turun audio rakaman di bawah (0.5MB) – durasi [02:15] atau dari pautan b…

Pertanyaan: Bagaimana hukum saudara seayah atau seibu yang orang tuanya ini bercerai? Apakah anaknya masih mahram dengan anak yang lain, terutama yang laki-laki? Jawaban: Perceraian antara ayah dan ibu tidak mengubah status mahram antara saudara, baik yang seayah dan seibu, yang seayah saja, maupun yang seibu saja. Baca juga: Siapa Saja Mahram Itu? Allah subhanahu […]

Ribuan Lembar Berbicara produktifitas menulis, rasa-rasanya belum menemukan cerita yang lebih mencengangkan dibanding at Thabari. Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at Thabari nama lengkapnya. Andai jumlah lembar kertas yang pernah ditulis dibagi dengan total hari sejak lahir sampai wafat, boleh …