Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menyatakan, “كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه و سلم أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ.” “Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah manusia paling dermawan dalam hal kebaikan dan kedermawanan beliau mencapai puncaknya pada bulan Ramadhan pada saat berjumpa dengan Jibril.” [HR. Bukhari Muslim]


Al-Khattab bin al-Mu’alimiy rahimahullah menyatakan, المرء يعرف بقرينه وإياك وإخوان السوء فإنهم يخونون من رافقهم ويحزنون من صادقهم وقربهم أعدى من الجرب ورفضهم من استكمال الإيمان “Seseorang akan dikenal dengan teman dekatnya. Maka hati-hatilah dari saudara yang buruk (akhlaknya). Karena sungguh mereka akan mengkhianati dan membuat sedih siapa saja yang berteman dengan mereka. Dekat dengan […]


Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah menyatakan, إذا أردتَ أن ينقطعَ عنك الوسواسُ، فأيُّ وقت أحسست به فافرح، فإنَّك إذا فرحت به انقطع عنك، لأنَّهُ ليس شيءٌ أبغضَ إلى الشّيْطان من سرور المؤمن، وإن اغتممت به زادك. “Jika anda ingin was-was terputus pada diri anda. Kapanpun anda merasakan munculnya was-was itu, maka bergembiralah. Jika anda gembira, akan […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ﻭﺻﺢ ﻋﻨﻪ – صلى الله عليه وسلم – ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﺎﻙ ﻭﻫﻮ ﺻﺎﺋﻢ . “Telah shahih hadits dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu pernah bersiwak ketika sedang berpuasa.” [Zaadul Ma’aad 2/58]


Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin rahimahullah. Pertanyaan: ما هي مفسدات الصوم ؟ ‘Apa saja perusak-perusak ibadah puasa ?’. Jawaban مفسدات الصوم هي المفطرات. وهي: ١. الجماع ٢. الأكل ٣. الشرب ٤. إنزال المني بشهوة ٥. ما كان بمعنى الأكل و الشرب ٦. القيء عمدا ٧. خروج الدم الحجامة ٨. خروج دم الحيض والنفساء “Perusak-perusak puasa […]


Di antara keutamaan-keutamaan dalam agama Islam, ada sebuah amalan yang seringkali dilakukan oleh umat muslim ketika menjalankan ibadah puasa, yaitu sahur. Sahur adalah waktu di mana seorang muslim menyiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan memakan makanan atau minuman di waktu dini hari sebelum fajar menyingsing. Nabi Muhammad ﷺ selaku utusan Allah ﷻ, menyebutkan bahwa […]


Sebagian ulama terdahulu ditanya tentang hikmah disyariatkannya ibadah puasa. Dia pun menjawab “ليذوق الغنيّ طعم الجوع فلا ينسى الجائع.” “Agar orang kaya merasakan bagaimana rasanya lapar sehingga dia tidak lupa orang yang lapar.” [Lathoiful Ma’arif 183]


Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah menegaskan, من مر عليه هذا الشهر ولم يستفد منه مغفرة ذنوبه وتكفير خطاياه فهو عبد شقي بعيد من الله “Siapa saja yang melewati bulan Ramadhan ini dan dia tidak bisa meraih pengampunan terhadap dosa dan kesalahannya, maka dia adalah hamba yang celaka dan jauh dari Allah Ta’ala.” [Al-Khutab al-Mimbariyah fil Munasabah […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ﻭﺿﻊ اﻟﻠﻪ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻭاﻟﺒﻼﻳﺎ ﻭاﻟﻤﺤﻦ ﺭﺣﻤﺔ ﺑﻴﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﻳﻜﻔﺮ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺧﻄﺎﻳﺎﻫﻢ ، ﻓﻬﻲ ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﻧﻌﻤﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﺇﻥ ﻛﺮﻫﺘﻬﺎ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ “Allah Ta’ala menimpakan berbagai musibah, ujian dan cobaan sebagai bentuk kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya. Allah melebur dosa-dosa hamba-Nya dengan musibah itu. Maka musibah termasuk nikmat terbesar bagi para hamba […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “فَالْهَمُّ وَالْحَزَنُ لَا يَنْفَعَانِ الْعَبْدَ الْبَتَّةَ، بَلْ مَضَرَّتُهُمَا أَكْثَرُ مِنْ مَنْفَعَتِهِمَا، فَإِنَّهُمَا يُضْعِفَانِ الْعَزْمَ، وَيُوهِنَانِ الْقَلْبَ، وَيَحُولَانِ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الِاجْتِهَادِ.” “Kesedihan dan kegundahan tidak berguna bagi hamba sedikitpun. Bahkan kerugian yang ditimbulkan keduanya lebih banyak daripada manfaatnya. Karena keduanya akan melemahkan tekad dan kalbu serta menghalangi hamba untuk bersungguh-sungguh […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “وأفرض الجهاد جهاد النفس, وجهاد الهوى, وجهاد الشيطان, وجهاد الدنيا فمن جاهد هذه الأربعة في الله هداه الله سبل رضاه الموصلة إلى جنته.” “Jihad yang paling diwajibkan adalah, – Jihad melawan jiwa (yang selalu mengajak kepada kejelekan) – Jihad melawan hawa nafsu – Jihad melawan syaithan – Dan jihad melawan […]


Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, الصواب أن الإبر المغذية تفطر الصائم إذا تعمد استعمالها أما الإبر العادية فلا يفطر الصائم “Pendapat yang benar adalah bahwa infus dapat membatalkan puasa jika seseorang memakainya dengan sengaja. Adapun suntikan biasa, maka tidak membatalkan puasa.” [Majmu’Fatawa wa Maqolat Mutanawwiah 15/258]