Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Pertanyaan: Sebagian orang memiliki tanda hitam bekas sujud, bagaimana hukum mengenai hal itu, adakah riwayat yang sahih? Apakah harus dihilangkan bagi perempuan karena dianggap mengurangi kecantikan? Jawaban: Wallahu a’lam, kami rasa adalah suatu hal yang wajar adanya bekas hitam di dahi seseorang disebabkan sujud. Terlebih lagi manakala tempat yang biasa untuk sujud tidak halus. Baca […]

Pendahuluan Kesimpulan masalah qunut witir kami rangkum sebagai berikut. Hukumnya sunnah, tidak hanya di separuh terakhir Ramadhan, tetapi disunnahkan dilakukan sepanjang tahun; tidak secara terus-menerus setiap kali witir, tetapi terkadang qunut dan terkadang tidak. Ini menurut pendapat yang rajih. Dilakukan di rakaat terakhir, bisa sebelum rukuk (setelah membaca surat) atau setelah rukuk (seusai baca zikir […]


Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullahu ta’ala mengatakan : ?”Dahulu para Salaf memiliki perhatian khusus pada bulan yang agung ini (bulan Ramadhan), diantaranya : ?Memfokuskan untuk membaca Al-Qur’an ?Memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala ?Dan menahan dari berbuat maksiat, karena sesungguhnya puasa mengharuskan hal ini”. ? (Al-Majmu’ 15/883) ➖➖➖➖➖➖➖➖➖▪️▪️▪️➖➖➖➖➖➖➖➖ قالَ الشيخُ ربيعُ بنُ هادِي المدخلِي حفظَه […]


Ibnu Rajab rahimahullah ta’ala mengatan : “Kesabaran ada tiga macam : ?Kesabaran diatas ketaatan kepada Allah ?Kesabaran dari menjauhi perkara-perkara yang Allah haramkan ?Dan kesabaran diatas taqdir Allah yang menyakitkan Tiga macam kesabaran ini terkumpul pada puasa karena sesungguhnya padanya ada : ?Kesabaran diatas ketaatan kepada Allah ?Ada kesabaran dari Menjauhi perkara yang Allah haramkan […]


✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ❓ Pertanyaan: Apa sebab terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, dan terbelenggunya setan-setan pada bulan Ramadhan? ? Jawaban: Sesungguhnya terbukanya pintu-pintu surga di bulan Ramadhan ini disebabkan banyaknya amalan saleh dan sebagai motivasi bagi yang mengamalkannya. Tertutupnya pintu-pintu neraka disebabkan sedikitnya kemaksiatan yang dilakukan orang beriman. Setan-setan terbelenggu dan terikat, […]

Pertanyaan: Pada zikir setelah shalat, disunnahkan untuk membaca surah al-Ikhlas, an-Nas, dan al-Falaq masing-masing tiga kali. Membaca tiga kali ini, hukumnya afdal atau harus? Jawaban: Riwayat hadits yang berkaitan dengan membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas bersifat umum atau mutlak, tanpa menyebutkan jumlah bilangan bacaan masing-masing. Sahabat Uqbah bin Amir radhiallahu anhu berkata, أَمَرَنِي رَسُولُ […]


🔈💽 Sebuah Kaedah Agung Yang Diajarkan Nabi Bagi Menghadapi Orang Yang Tidak Baik Sikapnya 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Muat turun audio rakaman di bawah (1.1MB) …

Pertanyaan: Orang tua saya bekerja di salah satu bank konvensional, sementara saya masih kuliah. Artinya, saya masih ditanggung oleh orang tua. Apakah boleh saya mencari pekerjaan agar terlepas dari memakan harta yang haram, sementara orang tua belum mengizinkan? Jawaban: Keinginan seseorang untuk bekerja karena ingin mendapatkan penghasilan yang baik lagi halal, dan terlepas dari harta […]

Pertanyaan: Adakah amalan atau doa supaya terlepas dari jeratan fitnah hati selain bersabar? Hati ada kecenderungan kepada orang yang ingin nikahi, tetapi tidak sampai. Jawaban: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيًۡٔا وَهُوَ خَيۡرٌ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيًۡٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, […]

SIKAP SEORANG MUKMIN BERKAITAN DENGAN VAKSINASI COVID-19 Pertanyaan: Bismillah. . Apa hukumnya menolak untuk divaksin? Soalnya vaksin ini dari negeri kafir. Jawaban: Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah. Vaksin yang telah diteliti oleh pemerintah kita d…


🔈💽 Bersedekah & Memberi Makan Ketika Ramadhan Itu Mempunyai Fadhilat Besar 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (03:43): https://drive.google.com/file/d/125TrApf5fI-jm-bErJKoj4OLNYuK7Gvz/view?usp=drivesdk…

Semaikanlah Mereka! Ibarat benih, anak-anak haruslah disemaikan. Agar tumbuh, berbunga, berbuah dan terus selalu berbuah, anak-anak harus dipilihkan lahan belajar yang baik. Mereka mesti dirawat dan diperhatikan. Perlakukanlah anak-anak sebagai manusia yang punya hati, keinginan, pikiran dan perasaan. Sebab, anak-anak kita bukan sebatang kayu atau sepotong ranting tak bernyawa. Mendidik anak perlu cara dan langkahnya. Mereka jelas berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak memiliki alam dan hawa hidup sendiri. Sebagai pendidik, tidak ada pilihan selain bersabar sambil berusaha memahami. Sehingga, seorang pendidik bisa maksimal mengarahkan dan membentuk mereka. Tugas ini sangat berat! Tidak bisa dipikul oleh seorang-seorang. Bisa dikata tugas ini begitu komplek, sehingga harus dipikirkan dan dikerjakan bersama. Tahapan paling mendasar adalah sadar sepenuhnya bahwa berkecimpung di dunia pendidikan anak adalah kesempatan emas untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Ingat, pendidikan anak yang saya maksud adalah pendidikan agama. Terkhusus al Quran dan hadits Nabi beserta seluruh perangkatnya. Bukan pendidikan duniawi! Mendidik anak belajar agama adalah jihad fi sabilillah. Nabi Muhammad bersabda : مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ لِيُعَلِّمَهُ كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ "Barangsiapa masuk masjid kami ini untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, ibaratnya ia adalah seorang mujahid fi sabilillah" (HR Abu Dawud) Anda wahai, saudaraku! Selalulah menghadirkan niat bahwa ketika mempersiapkan materi pelajaran, Anda sedang berjihad. Saat berangkat ke lokasi belajar, Anda sedang berjihad. Apabila Anda menyapa dan berbicara dengan anak-anak didik, Anda sedang berjihad. Sewaktu Anda membantu mereka menulis atau melafalkan huruf-huruf hijaiyyah, Anda sedang berjihad. Waktu dan hidup yang Anda habiskan untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar, artinya Anda sedang melaksanakan jihad fi sabilillah. Saudaraku, jangan lewatkan momentum indah dalam hidupmu! Momentum paling berkesan saat mendampingi anak-anak kecil itu untuk menapaki kehidupan dan menatap masa depan. Anda menjadi bagian terbaik dalam hidup mereka. Dan jangan lupa, mereka juga bagian terindah dalam hidup Anda. Semestinya satu sabda Nabi Muhammad sudah cukup bagi Anda untuk mengambil keputusan tanpa sedikitpun ragu. Tiada bimbang tersisa. Yakin memutuskan dan memilih jalan hidup, yakni mendidik anak-anak kaum muslimin. Resapi dan hayati sabda Nabi di bawah ini! Jangan bilang Anda punya hati jika tidak tergetar. Usah Anda bilang punya hati bila tak terguncang. "Sungguh! Allah Ta'ala, malaikat-malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi semuanya, bahkan semut di sarangnya ,juga ikan-ikan, mereka menyampaikan doa-doa kebaikan untuk para pengajar kebaikan untuk umat manusia" Tidakkah Anda inginkan? Apakah Anda tak maukan? Hidup dalam naungan doa-doa kebaikan. Hidup dipenuhi doa-doa dari yang tidak pernah mampu kita ketahui seberapa banyak yang mendoakan. Indah dan damai nian hidup! Dalam doa-doa kebaikan. Saudaraku, tak seharusnya Anda menunggu diajak agar beranjak. Menanti diundang supaya temandang. Mengharap disertakan sehingga berjalan. Jangan! Jangan demikian! Mulailah dari diri Anda! Lahirkan sebuah kesadaran bahwa mendidik anak-anak adalah perjuangan suci. Mendidik anak-anak merupakan tugas mulia. Jangan bosan! Jangan jenuh! Jangan mudah mengeluh! Nabi Muhammad pernah menjelaskan bahwa sebaik-baik orang adalah yang belajar dan mengajarkan al Quran. Hadits di atas adalah motivasi bagi Abu Abdurrahman as Sulami untuk menghabiskan umur mengajarkan al Quran. Ketahuilah bahwa al Quran yang kita baca saat ini sampai kepada kita melalui jalur beliau. Beliau sepanjang umur mengajar al Quran di masjid Kufah dan berkata, "Hadits di atas lah yang membuat saya senang hati berada di sini" Nafi' bin Abdurrahman al Madani selama 70 tahun mengajarkan al Quran. Membimbing umat agar bisa membacanya. Abu Manshur al Khayyath bersabar menjadi pendidik. Beliau dipuji oleh adz Dzahabi, "Duduk mengajarkan al Quran sepanjang umur. Sudah banyak orang membaca al Quran dengan beliau" Abu Manshur adalah figur pendidik yang penyabar. Buktinya? Beliau menuntun orang-orang buta sampai bisa mengkhatamkan al Quran. Jumlah orang buta yang dituntun mencapai 70.Adz Dzahabi memuji, "Orang yang mentalqin / menuntun 70 orang buta, maka telah banyak berbuat baik" Saudaraku, marilah bersabar menjadi pengajar! Ayolah berlapang dada saat mendampingi anak-anak didik. Lemah lembut lah! Sayangi dan kasihi mereka! Jangan kasari mereka! . Jauhkan dari sikap kaku! Jangan membuat mereka lari dari belajar! Jangan menjadikan mereka benci untuk belajar! Semoga tiba saatnya ketika : Anak-anak yang kini dianggap nakal, dibilang usil, dikata jail, dan susah diatur... Anak-anak yang pernah ngompol di kelas, tertidur di atas meja dan berbaju penuh keringat... Anak-anak yang sekarang ini kadang menangis, senang teriak-teriak dan melompat-lompat... Anak-anak yang kadang terlambat datang, tidak mengerjakan PR dan susah mengerjakan soal ujian.... Anak-anak yang cadel lidahnya, hafalannya lambat dan lemah dalam mengingat... Insya Allah akan tiba saatnya ketika ; mereka dinyatakan selesai menempuh pendidikan, menjadi imam shalat dengan fasih, mengajarkan kitab-kitab ulama...anak-anak kecil kini, esok hari menjadi pelita umat, mercusuar ilmu dan penuntun dalam gelapnya kehidupan. Saat mereka telah menjadi pejuang dakwah, di sana Anda bisa berharap pahala yang terus mengalir walau Anda telah berkalang tanah. Sebab, Anda telah menebar bibit kebaikan, menyemai benih ilmu yang bermanfaat. Maka, semaikanlah mereka! Anak-anak kita. Jika Anda bisa mengajar, kenapa Anda berpikir yang lain! Baarakallahu fiikum Kaki Gunung Gede 04 April 2021 Sumber : https://t.me/anakmudadansalaf/120