Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Pertanyaan: Apakah benar hadits yang menyebutkan bahwa orang yang selalu membaca Al-Qur’an termasuk keluarga Allah? Jawaban: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ لِلهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ “Sesungguhnya, Allah memiliki ahli (keluarga) dari kalangan manusia.” قِيلَ: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ Kemudian, beliau ditanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ […]

Terusik Musik, Al Quran Ditinggalkan Musik dianggap sebagai hiburan. Menenangkan dan menentramkan. Bahkan, musik dinilai sebagai bentuk terapi emosional, mental, dan sosial. Benarkah demikian? Hampir tidak ada yang bisa selamat dari musik di zaman ini. Tak dicari, ia datang menghampiri. Berusaha dihindari, malah mengiringi. Kawan, mari kita bicara tentang sabda Nabi Muhammad. Beliau mewartakan . لَيَكونَنَّ من أُمَّتي أقوامٌ يستحِلُّون الحِرَ والحَرير، والخمرَ والمعازِف "Sungguh! Akan muncul sejumlah orang dari ummatku yang menghalalkan zina, sutera, khamer dan alat-alat musik" (HR Bukhari no.5590 secara mu'allaq dan disambung oleh at Thabrani dan al Baihaqi) Hadits di atas bukan satu-satunya yang menerangkan haramnya musik. Ibnul Qayyim (Ighatasul Lahafan) menyebut 13 sahabat yang meriwayatkan hadits haramnya musik dari Nabi Muhammad. Imam madzhab yang 4 pun mengharamkan musik. Kitab-kitab madzhab Hanafi menyatakan bahwa mendengarkan musik adalah kefasikan. Imam Malik ketika ditanya tentang musik, menjawab : "Di tempat kami (di Madinah), hanya orang-orang fasik yang melakukan" Imam Syafi'i menyebut alat musik dapat menghalangi untuk mentadaburi al Quran. Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan, " Aku tidak senang musik. Hal itu bisa menumbuhkan kemunafikan" Jelas dan ringkasnya, musik dan al Quran tak mungkin disatukan. Ibnul Qayyim (Bada'iu Tafsir 2/143) membedakan ; "Suara al Quran akan menenangkan jiwa, menentramkan dan mendamaikan nya. Sementara suara musik akan membuat jiwa resah, gelisah dan cemas" ooo___ooo Adz Dzahabi (Siyar A'lam 4/280-281) menceritakan masa lalu Zaa-dzan dan kisah taubatnya. Sebagai anak muda yang gandrung dengan musik dan nyanyian, Zaa-dzan sering diminta menghibur teman-temannya. Suaranya memang bagus dan merdu. Bukan hanya bernyanyi, Zaa-dzan pun pandai bermain alat musik. Sampai suatu hari ada yang menegurnya, "Anak muda, andai suara merdumu itu digunakan untuk membaca al Quran, dirimu adalah anak muda yang hebat" Setelah orang itu berlalu, teman-temannya memberitahu bahwa orang itu adalah Abdullah bin Mas'ud, seorang sahabat Nabi. Bergegas Zaa-dzan menyusul Ibnu Mas'ud untuk menyatakan taubat. Musik ditinggalkannya. Nyanyian dibuangnya. Berikutnya, Zaa-dzan pun berthalabul ilmi hingga menjadi ulama tabi'in. Al Hafidz Ibnu Rajab (Dzail Thabaqat Hanabilah 3/330) menggambarkan Abdurrahman bin an Nafis sebagai ahli fikih dan ulama qiraah al Quran. Siapa beliau sebelumnya? Bersuara emas dan merdu, Abdurrahman senang musik dan bernyanyi. Setelah bertaubat, beliau giat belajar al Quran, fikih dan ilmu agama lainnya. Kemampuan hafalnya dalam satu hari sebanding dengan satu bulan murid yang lain. Berbeda dengan.... Ismail bin Jami'. Ibnu Katsir (al Bidayah 10/215) menceritakan tentangnya sebagai seorang penyanyi terkenal. Bahkan, lagu-lagu nya memiliki branding sendiri ; aliran musik Bin Jami'. Padahal... Sebelum itu, Ismail bin Jami' adalah hafiz al Quran. Allahul musta'an. Kawan, sadarilah bahwa musik dan al Quran tak mungkin disatukan. Mustahil bergabung di satu hati. Kata Ibnul Qayyim (Ighatsatul Lahafan 1/248) : "Al Quran dan nyanyian tak mungkin disatukan dalam hati selama-lamanya. Ada kontradiksi antara keduanya" Kawan, memang tak mudah untuk meninggalkan musik. Terkadang kaki terhentak otomatis. Nada mengalir dari bibir tanpa direncana. Namun, bulatkan tekadmu! Mohonlah sepenuh jiwa kepada Allah agar membantumu! Dan...makmurkan hari-harimu dengan membaca al Quran. Selat antara Bali-Banyuwangi. 07 Juni 2021. Bakda Isya t.me/anakmudadansalaf

Karena Tidur Pagi Bukan Jalan Kesuksesan Tidur pagi memang sangat menggoda. Suasananya seakan mendukung. Situasinya seolah bersahabat. Mereka yang gemar, menganggap tidur pagi sebagai sebuah kenikmatan. Sayang untuk dilewatkan. . Benarkah demikian? Fenomena tidur pagi bagi remaja dan anak-anak muda sangat menyedihkan. Rasanya jengkel dan kesal. Namun, hendak ditumpahkan ke siapa kekesalan ini? Siapa yang siap menampung kejengkelan ini? Ada beberapa faktor yang menumbuh-suburkan kebiasaan tidur pagi. Antara lain ; begadang hingga larut malam, bimbingan tidur dari Nabi Muhammad yang tidak dilaksanakan, ketidakpahaman tentang dampak buruk tidur pagi, dan perhatian orangtua atau pendidik yang masih kurang maksimal, barangkali perlu dibahas lebih spesifik di lain tulisan. Kaum Salaf, menurut Ibnul Qayyim (Madarijus Salikin 1/457), tidak suka tidur pagi, terutama antara shalat subuh hingga matahari terbit. Kenapa? Saat-saat itu adalah kesempatan emas untuk panen pahala. Kunci dan penentu rangkaian hari terletak di pagi nya. Waktu tersebut merupakan waktu turunnya rezeki, pembagian rezeki, dan tersebarnya berkah. Tidak ada cerita orang sukses yang senang tidur pagi. Sukses apapun itu. Mereka yang terbiasa tidur pagi adalah orang-orang gagal. Orang-orang yang terbuang dan dibuang. Orang-orang yang hidup tanpa harapan dan tidak diharapkan. Gemar tidur pagi merupakan aktivitas yang melekat pada sosok pemalas. Jadi, jangan marah kalau dipanggil pemalas! Jangan sakit hati bila dibilang sampah kehidupan! Sebab, engkau memang pantas disebut seperti itu. Engkau selalu tidur pagi. Ibnul Qayyim (Zaadul Ma'ad) menyebut teguran sahabat Ibnu Abbas yang melihat anaknya tidur di waktu pagi, “Bangunlah kamu! Apakah kamu tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rezeki?” Urwah bin Zubair, seorang ulama tabi'in, melarang anak-anaknya tidur pagi dan berkata, "Sungguh! Jika aku mendengar seseorang itu tidur waktu pagi, maka aku pun merasa tidak suka dengannya" Mohon maaf, kawan. Saya pun tidak suka denganmu. Kurang respek kepadamu. Tidak hormat padamu. Susah menghargaimu. Tolong jangan salahkan saya! Kebiasaanmu itu lah penyebabnya. ooo___ooo Sakhr bin Wada'ah al Ghamidi termasuk sahabat Nabi yang kaya raya. Sebagai seorang saudagar, beliau mengaplikasikan pesan Nabi Muhammad. Secara langsung, Sakhr mendengar Nabi Muhammad bersabda ; اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا “ Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi hari" (HR Tirmidzi dan dishahihkan al Albani) Sejak mendengar itu, Sakhr selalu menggerakkan usaha dan mengelolanya mulai dari pagi-pagi benar. Begitulah gunanya mengikuti sunnah Nabi Muhammad! Keberkahan Allah berikan. Meskipun tentu bukan sekadar laba duniawi yang engkau kejar. Bukan sebatas untung materi yang engkau cari. Tidak tidur pagi bukan semata-mata untuk menjadi orang yang kaya raya. Mestinya berkah dari Allah yang diharapkan. Kesuksesan akhirat yang ingin dicapai. Tidak tidur pagi akan sangat membantu dalam beribadah. Pagi hari bukan hanya berkah untuk mereka yang hendak sukses berusaha. Pagi hari juga dipilih oleh Nabi Muhammad untuk memberangkatkan pasukan perang. Melepas kekuatan militer di pagi hari dilakukan oleh Nabi Muhammad karena berkahnya. Contohnya adalah perang Khaibar. Al Bukhari (3374) meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad menyerang penduduk Khaibar pada pagi buta. Saat itu, mereka sedang berangkat untuk berladang dengan membawa sekop dan alat-alat lainnya. Akhirnya, Khaibar pun dapat ditaklukan. Untuk menjadi seorang jenderal perang mumpuni dan panglima besar yang disegani, tidak mungkin dengan senang tidur pagi. Semuanya dilalui dengan latihan-latihan keras dan pendidikan yang ketat. Jangankan di pagi hari, bahkan saat dini hari pun latihan-latihan dilakukan. Tidak mengenal lelah. Tidak berpikir dapat istirahat. Tak mungkin seorang prajurit hebat dan ksatria perwira terlahir dari orang-orang yang suka tidur pagi! Sama juga dengan ulama, pewaris para nabi. Mereka menjadi ahli agama, ahli fikih, ahli hadits dan ahli ilmu lainnya bukan dengan tidur pagi. Sejak sebelum fajar menyingsing, mereka telah berpacu dengan waktu dan berlomba dengan nafas untuk mendatangi majlis-majlis ilmu. Tak ingin terlambat. Tak mau duduk di shaf belakang. Menjadi orang pintar agama, hafiz al Qur'an, ahli fikih dan pewaris ilmu para Nabi, tidak mungkin berlaku bagi engkau yang suka tidur pagi. Kamu suka tidur pagi terus berharap digolongkan dalam barisan para ulama di hari kiamat kelak? Kamu senang tidur pagi lalu bercita-cita membela Islam? Kamu selalu tidur pagi kemudian ingin hidup mulia? Tolonglah bercermin pada diri sendiri. Ibnul Qayyim (Zaadul Ma'ad 4/222) menukil bait syair seorang pujangga : أَلَا إِنَّ نَوْمَاتِ الضُّحَى تُورِثُ الْفَتَى ... خَبَالًا وَنَوْمَاتُ الْعُصَيْرِ جُنُونُ Sadarilah! Sungguh, tidur pagi mewariskan kebodohan untuk pemuda Adapun tidur sore hari membuatnya seperti orang gila Baca juga tentang Hukum Tidur Pagi Setelah Shubuh Malam Sabtu 04.Juni.2021 di Lendah. t.me/anakmudadansalaf


✍? Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata : Ghibah ada tiga gambaran, seluruhnya ada dalam kitabullah ta’ala: Ghibah ifk buhtan. Adapun ghibah adalah : Engkau membicarakan tentang saudaramu pada perkara yang memang ada padanya. Adapun ifk adalah : Engkau membicarakannya pada berita yang sampai padamu tentangnya. Adapun Buhtan adalah : Engkau membicarakannya pada perkara yang […]


Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Perbuatan homoseks terdapat padanya berbagai kerusakan yang tidak terbatas dan tidak dapat dihitung. Sungguh jika objek dari pelaku perbuatan ini dibunuh maka hal itu lebih baik baginya daripada dijadikan sasaran homo. Karena perbuatan ini menimbulkan kerusakan yang tidak diharapkan kebaikan setelahnya selamanya!! Juga dia akan melenyapkan seluruh kebaikannya. Dan bumi akan […]

Pertanyaan: Seseorang harus mandi wajib karena suci dari haid. Namun, ia sedang sakit. Apakah ada rukhsah baginya untuk menunda mandinya? Lalu bagaimana dengan shalatnya? Jawaban: Apabila seseorang harus mandi wajib karena suci dari haid, tetapi sedang sakit, tetap ada rukhsah (keringanan) baginya untuk menunda mandi wajib. Sebab, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ […]

Pertanyaan: Apa hukum wudhu seseorang yang memakai minyak rambut di kepalanya? Jawaban: Seseorang yang memakai minyak rambut tidaklah menghalanginya untuk berwudhu, baik minyak rambut itu berbentuk cair maupun krim. Sebab, yang diwajibkan ketika berwudhu hanya mengusap kepala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ “Dan usaplah kepala-kepalamu.” (al-Maidah: 6) Baca juga: Tata Cara Wudhu (bagian […]

Syarat tobat ada tiga: Menyesal Berhenti Bertekad tidak akan mengulangi Jika berkaitan dengan hak orang lain, selain tiga syarat ada tambahan syarat keempat: mengembalikan hak orang lain tersebut. Tiga Syarat Tobat Dalam kitab Riyadhush Shalihin, Imam Nawawi rahimahullah berkata, قَالَ الْعُلَمَاءُ: التَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَإِنْ كَانَتِ الْمَعْصِيَةُ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ اللهِ تَعَالَى لَا […]

Pertanyaan: Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi, yang khawatirkan adalah dunia akan dibentangkan atas kalian…., dst.” Apakah maknanya kita dilarang menjadi kaya? Jawaban: Hadis tersebut tidak menunjukkan tidak boleh menjadi kaya, tetapi menunjukkan: keutamaan wara’ dan zuhud dalam urusan dunia, anjuran untuk bersabar dalam kesederhanaan, tidak […]

Pertanyaan: Apabila seseorang buang angin saat mendengarkan khotbah kedua Jumat, haruskah dia melaksanakan shalat Zuhur? Jawaban: Ketika seseorang mendapatkan satu rakaat dari shalat Jumat, berarti dia telah mendapatkan shalat Jumat. Jadi, yang harus dia kerjakan dan sempurnakan adalah shalat Jumat, bukan shalat Zuhur. Lebih-lebih lagi ketika dia mendapatkan dua rakaat dari shalat tersebut walaupun tidak […]