Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, 《لا يَنْبَغِي لِأَحَدِ أَنْ يَحْمِلَهُ تَحَنُّنُهُ لِشَخْصِ وَمُوَالَاتُهُ لَهُ عَلَى أَنْ يَتَعَصَّبَ مَعَهُ بِالْبَاطِلِ أَوْ يُعَطِّلَ لِأَجْلِهِ حُدُودَ اللهِ تَعَالَى》 “Tidak sepantasnya seseorang terbawa oleh rasa kasih sayang dan loyalitas kepada pribadi tertentu untuk berfanatik terhadapnya dalam kebatilan atau membuatnya mengabaikan hukum-hukum Allah Ta’ala karena orang tersebut.” [Majmu’ul Fataawa […]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “الذي أهلك الناس اليوم التنافس في الدنيا وكونهم كأنما خلقوا لها لا أنها خلقت لهم.” “Yang membinasakan manusia sekarang ini adalah perlombaan mereka untuk mengejar dunia. Seolah-olah mereka diciptakan untuk dunia bukan dunia yang diciptakan untuk kemaslahatan mereka.” [Syarah Riyadhis Shalihin 1/110]


Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menyatakan, أن ابن آدم في الدُّنْيَا لا بُدَّ له من أهل يعاشرهم، ومال يعيش به، فهذان صاحبان يفارقانه ويفارقهما، فالسعيدُ من اتخذ من ذلك ما يعينه عَلَى ذكر الله تعالى، وينفعه في الآخرة؛ “Sesungguhnya manusia di dunia pasti punya keluarga yang dia berinteraksi dengan mereka atau harta yang dia hidup […]


Fadholah bin Ubaid al-Anshari radhiyallahu’anhu mengatakan, مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ فَقَدْ قَارَفَ الشِّرْكَ. “Siapa saja yang Thiyarah¹ membuatnya tertahan untuk melakukan sesuatu, maka sungguh dia telah melakukan kesyirikan.” ¹Thiyarah adalah merasa bernasib sial karena melihat atau mendengar sesuatu [Al-Jami’ libni Wahb 657]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Istri al-Aziz mengatakan, فَذٰلِكُنَّ الَّذِيْ لُمْتُنَّنِيْ فِيْهِ ‘Itulah orangnya (Yusuf) yang menyebabkan kalian mencela aku karena (aku tertarik)’. QS. Yusuf : 32. فأرتهن حسنه وجماله Maka Istri al-Aziz memperlihatkan keindahan dan ketampanan Nabi Yusuf kepada para wanita tersebut. Kemudian dia mengatakan, وَلَقَدْ رَاوَدْتُّهٗ عَنْ نَّفْسِهٖ فَاسْتَعْصَمَ ‘Dan sungguh, aku telah […]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, أنصح الآباء والأولياء أن يتحسسوا وينظروا ببصر ثاقب: كيف تستعمل الشابة هذا الجوال، وكيف يستعمله الشاب؟ وقلت لكم: إن الله قد يبتلي العباد بتيسير أسباب المعاصي ليمتحنهم عز وجل “Saya nasehatkan kepada para bapak dan wali agar mengawasi dan memperhatikan dengan teliti, bagaimana putra putri mereka menggunakan hp? […]


Ibnul Jauzi rahimahullah menyatakan, ينبغي للإنسان أن يعلم أن أعزّ الأشياء شيئان قلبه ووقته، فإذا أهمل وقته وضيّع قلبه ذهبت منه الفوائد. “Semestinya setiap orang menyadari bahwa perkara yang paling mulia baginya ada dua, yaitu kalbunya dan waktunya. Jika dia mengabaikan waktunya dan menyia-nyiakan kalbunya, akan hilang darinya berbagai manfaat.” [Hifdzul Umr 59]


Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata, “إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِذَنْبِ الْخَاصَّةِ، وَلَكِنْ إِذَا عُمِلَ الْمُنْكَرُ جِهَارًا، اسْتَحَقُّوا الْعُقُوبَةَ كُلُّهُمْ.” “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menghukum manusia secara umum karena dosa individu secara khusus. Namun apabila kemungkaran telah dilakukan secara terang-terangan, maka mereka seluruhnya berhak untuk mendapatkan hukuman.” [Muwaththa’ 2/991]


Al-Hasan al-Bashri rahimahullah menyatakan, ما أطال عبد الأمل إلا أساء العمل “Tidaklah seorang hamba berpanjang angan-angan melainkan pasti amalannya buruk.” [Hifdzul Umr Libnil Jauzi 58]


Abu Hazim rahimahullah mengatakan, “شيئان إذا عملت بهما أصبت خير الدنيا والآخرة. تحمل ما تكره إذا أحبه الله وتترك ما تحب إذا كرهه الله.” “Ada dua perkara jika engkau mengamalkannya , niscaya engkau akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Yaitu engkau menanggung (bersabar) menjalani apa yang tidak engkau sukai jika Allah mencintainya. Dan engkau meninggalkan […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “ثم أخبر عن القيامة الصغرى وهي سكرة الموت، و أنها تجيء بالحق، وهو لقاؤه سبحانه والقدوم عليه وعرض الروح عليه، والثواب والعقاب الذي تعجل لها قبل القيامة الكبرى” “Kemudian Allah Ta’ala memberitakan tentang kiamat kecil, yaitu sakaratul maut. Sesungguhnya dia benar-benar akan datang. Yaitu bertemu dengan Allah Ta’ala, datang dan […]


Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, نعم. لا يجوز هذا، الواجب أن يبدأ بالسلام، السلام عليكم ما هو صباح الخير مساء الخير، أقول: السلام عليكم، وإذا قال: ورحمة الله وبركاته أكمل وأفضل، ثم بعد ذلك يقول: صباح الخير، صبحكم الله بالخير، مساكم الله بالخير، كيف حالكم، كيف أولادكم، كيف أهلكم، … شيء زيادة احتفاء […]