Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Waktu luang adalah saat-saat yang sangat berharga dalam hidup kita. Saat-saat ketika kita tidak memiliki tugas atau pekerjaan yang harus diselesaikan, dan kita memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang kita inginkan. Namun, waktu luang dapat menjadi dua hal yang berbeda: itu bisa menjadi kesempatan untuk beramal yang baik atau bisa menjadi kesempatan untuk bermaksiat […]


Abdullah bin al-Mu’taz rahimahullah menyatakan, “زلَّةُ العَالِمِ كانْكِسَارِ السَّفينَةِ، تَغْرقُ ويَغْرقُ مَعَها خَلقٌ كثيرٌ” “Ketergelinciran seorang yang berilmu seperti karamnya sebuah kapal. Kapal tersebut akan tenggelam dan tenggelam bersamanya sekian banyak manusia.” [Al-Faqih wal Mutafaqqih 2/27]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, “فالشفاعة للكفار بالنجاة من النار والاستغفار لهم مع موتهم على الكفر لا تنفعهم ولو كان الشفيع أعظم الشفعاء جاها”. “Syafaat bagi orang-orang kafir agar selamat dari neraka dan permohonan ampunan untuk mereka sedangkan mereka mati di atas kekafiran, maka syafaat tersebut tidak akan bermanfaat bagi mereka. Meskipun pemberi syafaat […]


Ibrahim al-Harabi rahimahullah menyatakan, احذر ، لا يرونـك حيْثُ نـهاك الله فتسقط من أعينهم . “Hati-hatilah, jangan sampai mereka (anak-anakmu) melihatmu melanggar larangan Allah Ta’ala sehingga (martabatmu) akan jatuh di mata mereka.” [Tarikh Baghdad 6/37]


Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’dy rahimahullah menjelaskan, فإن المطيع لله عزيزٌ وإن كان فقيرًا ليس له أعوان. “Sesungguhnya orang yang taat kepada Allah Ta’ala adalah hamba yang mulia meskipun dia miskin yang tidak memiliki penolong.” [Al-Haqqu al-Wadhih Al-Mubin 89]


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “فإذا بقوم أشد شيء انتفاخًا وأنتنه ريحًا وأسوئه منظرًا، فقلت: من هؤلاء؟.” “Maka tiba-tiba (aku melihat) sebuah kaum tubuhnya sangat besar menggelembung, baunya sangat busuk dan penampilannya sangat buruk. Aku pun bertanya kepada malaikat, ‘Siapakah mereka?’ Maka disampaikan kepadaku bahwa mereka adalah, ‘الزانون والزواني’ ‘Para pezina laki-laki dan perempuan’.” […]


Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah menyatakan, «نَحْنُ مُدَافِعُونَ عَنِ السُّنَّةِ لَا عَنْ أَنْفُسِنَا، نَحْنُ نَسْمَعُ أُنَاسًا يَسُبُّونَنَا وَلَا نَرُدُّ عَلَيْهِمْ… وَلَيْسَ لَدَيْنَا وَقْتٌ لِلْمُدَافَعَةِ عَنْ أَنْفُسِنَا، “Kami membela Sunnah bukan membela diri-diri kami sendiri. Kami telah mendengar ada orang-orang yang mencela kami namun kami tidak membantah mereka. Kami tidak memiliki waktu untuk melakukan pembelaan […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “أفضل ما اكتسبته النفوس وحصَّلته القلوب ونال به العبد الرفعة في الدنيا والآخرة: هو العلم والإيمان.” “Seutama-utamanya apa yang didapatkan oleh jiwa dan diperoleh oleh kalbu serta dengannya hamba akan meraih kemuliaan di dunia akhirat adalah ilmu agama dan iman.” [Fawaidul Fawaid 235]


Muhammad bin Ismail ash-Shan’ani rahimahullah menuturkan, فمن تعصب لواحد معين غير رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ويرى أن قوله هو الصواب الذي يجب اتباعه دون الأئمة الآخرين فهو ضال جاهل ، بل قد يكون كافراً يستتاب “Siapa saja yang ta’ashub (fanatik) kepada seorang pribadi tertentu selain Rasullulah shallallahu alaihi wa sallam dan […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan, ”والعالم يعرف الجاهل؛ لأنه كان جاهلا، والجاهل لا يعرف العالم؛ لأنه لم يكن عالما”. “Orang berilmu mengetahui kondisi orang yang bodoh karena dahulu dia pernah menjadi orang bodoh. Sedangkan orang bodoh tidak akan mengetahui kondisi orang berilmu karena dia belum pernah menjadi orang berilmu.” [Majmu’ul Fataawa 13/235]


“Hisyam ad-Dustuwai rahimahullah tidak pernah memadamkan lampunya pada malam hari. Maka sang istri mengatakan kepadanya, إن هذا السراج يضر بِنا إِلى الصبح ‘Sesungguhnya lampu ini mengganggu kita sampai subuh. Maka beliau mengatakan, ويحك! إنك إذا أطفئتيه ذكرت ظلمة الْقَبْرِ؛ فلم أَتَقَارَّ. ‘Celaka kamu, sungguh jika kamu memadamkan lampu, aku teringat kegelapan kubur sehingga aku merasa […]


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “ثقل الصلاة على الإنسان يدل على أن في قلبه نفاقًا، فليبادر بالتخلص منه.” “Beratnya seseorang untuk melakukan shalat menunjukkan bahwa di dalam kalbunya terdapat sifat kemunafikan. Maka hendaknya dia bersegera untuk menghilangkannya.” [Tanbihul Afham 1/138]