Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Al-‘Allamah ath-Thurthusyi rahimahullah menyatakan, وإسبالُ الثَّوبِ تحت الكَعبَينِ شائعٌ في بلاد الإسلام ، وهو حرامٌ لا يجوز . “Isbalnya pakaian (menjulurkan pakaian) hingga di bawah kedua mata kaki telah tersebar di berbagai negeri Islam. Padahal itu perbuatan haram yang tidak diperbolehkan.” [Al-Hawadits wal Bida’ 71]


Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menyatakan, “ولهذا لا يُلْتَفَت إلى الآراء-ولو قويت- مع وجود سنة تخالفها, ولا يقال: كيف خفي ذا على فلان؟.” “Oleh karenanya abaikan saja pendapat-pendapat manusia meskipun kuat, jika berbagai pendapat itu menyelisihi Sunnah. Tidak perlu dipertanyakan, ‘Bagaimana mungkin masalah itu samar (belum diketahui) oleh Fulan?’.” [Fathul Baari 1/76]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, ما انتقم أحد لنفسه الا أورثه ذلك ذلاً يجده في نفسه، فإذا عفا أعزه الله تعالى، وفي الحديث (ما زاد الله عبداً بعفو إلا عزا). “Tidaklah seseorang melakukan balas dendam untuk dirinya sendiri kecuali hal itu akan mengakibatkan kehinaan yang dia dapatkan pada dirinya. Namun jika dia memaafkan, Allah […]


Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’dy rahimahullah menegaskan, “فاحضروا مجالس العلم مستمعين مستفدين واسألوا أهل العلم مسترشدين متبصرين. فإن لم تفعلوا وأعرضتم عن العلم بالكلية فقد هلكتم وكنتم من الخاسرين.” “Hadirilah majelis ilmu hingga kalian bisa mendengar ilmu dan mengambil faidah. Bertanyalah kepada orang berilmu meminta bimbingan dan pengetahuan. Jika kalian berpaling dari ilmu agama secara […]


Syaikh Abdullah bin al-Bassam rahimahullah berkata, أن الشخص يجعل الموت بين عينيه فيسارع إلى الطاعات ويغتنم الأوقات بالأعمال الصالحات ويقصر الأمل فلا يركن إلى غرور الدنيا “Semestinya seseorang menjadikan kematian berada di antara kedua matanya (selalu mengingatnya) sehingga dia bersegera untuk melakukan ketaatan, memanfaatkan waktu dengan amal shalih dan memendekkan angan-angan sehingga dia tidak condong […]


Ibnu al-Wazir rahimahullah menyatakan, وأكثرُ الناس لا يَصبِرُ عن الخَوض فِيمَا لا يعنيه ، ولا يتكلَّمُ بتحقيق ما يخوضُ فِيه ، وهذا هو الذي أَفسَدَ الدِّينَ والدنيا “Kebanyakan manusia tiada mampu bersabar untuk (tidak) tenggelam dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat. Tidak pula berbicara tentang upaya realisasi apa yang mereka tenggelam dalam perbincangan itu. Inilah yang […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan, “الصبي وإن لم يكن مكلفًا ؛ فوليُّه مكلفٌ ، لا يَحِـلُّ له تمكينُـه من المحرم ، فإنه يعتاده ، ويعسرُ فطامُه عنه.” “Anak kecil meskipun belum mukallaf (terkena kewajiban syariat), namun walinya mukallaf. Tidak halal bagi walinya tersebut untuk memberikan kesempatan kepadanya melakukan perkara yang haram. Karena anak kecil itu […]


Thalhah bin Abdurrahman bin Auf rahimahullah adalah orang Quraisy paling dermawan di zamannya. Suatu saat istrinya berkata kepadanya, ما رأيت قوما ألأم منْ إخوانك “Aku belum pernah melihat kaum yang lebih tercela daripada saudara-saudaramu itu ولم ذلك ؟ ‘Kenapa demikian’ jawab Tholhah Istrinya pun berkata, أراهمْ إذا اغتنيت لزِمُوك ، وإِذا افتقرت تركوك ! “Aku […]


Abu Amr bin al-‘Ala rahimahullah menyatakan, كن على حذر من الكريم إذا أهنته ومن اللئيم إذا أكرمته، ومن العاقل إذا أحرجته ومن الأحمق إذا مازحته “Hati-hatilah dari orang mulia jika engkau menghinakannya, dari orang hina jika engkau memuliakannya, dari orang cerdas jika engkau menyusahkannya dan dari orang dungu jika engkau mencandainya.” [Siyar A’lamin Nubala 6/409]


Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata, “من فسد من علماءنا ففيه شبه من اليهود، ومن فسد من عبادنا ففيه شبه من النصارى.” “Barang siapa yang rusak dari kalangan para ulama kita, maka pada dirinya ada keserupaan dengan orang Yahudi. Dan barang siapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita, maka pada dirinya ada keserupaan dengan orang […]


Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “إنما أخاف أن يكون أول ما يسألني عنه ربي أن يقول قد علمت فما عملت” “Sesungguhnya aku takut yang pertama kali akan ditanyakan oleh Rabbku kepadaku adalah ‘Engkau telah berilmu lalu apa yang telah engkau lakukan (dengan ilmumu tersebut).” [Iqtidha al-Ilm al-amal 41]


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ألا سألوا إذْ لَم يعلَموا فإنَّما شفاءُ العيِّ السُّؤالُ “Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui (hukumnya), sesungguhnya tiada lain obat penyakit bodoh adalah bertanya.” [HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu dan Syaikh al-Albani rahimahullah menshahihkan sanadnya dalam Shahih Abu Dawud 336]