Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, طرق الخير كثيرة وأفضلها فيما أرى بعد الفرائض التي فرضها الله هو طلب العلم الشرعي لأننا اليوم في ضرورة إليه “Jalan kebaikan sangat banyak dan yang paling utama menurut pandangan saya setelah berbagai kewajiban yang Allah Ta’ala wajibkan adalah mencari ilmu Syar’i. Karena saat ini kita sangat membutuhkan […]


Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafidzahullah mengatakan, “والله لا قيمة للفقه ولا لغيره إذا ضيعنا العقيدة وضيعنا التوحيد ووقعنا في الشرك بالله، لا فائدة لأي علم أبداً، ولو حفظنا القرآن وحفظنا الحديث وحفظنا كتب الفقه.” “Demi Allah, ilmu fiqh dan selainnya tidak akan ada nilainya jika kita menyia-nyiakan aqidah dan mengabaikan tauhid hingga akhirnya terjatuh […]

Wanita-Wanita Terhormat di Nabulus Ibnul Arabi al Maliki (wafat 543 H) seorang ulama hadis, fikih, tafsir, dan sejarah bermadzhab Maliki menulis dalam kitabnya Ahkamul Qur'an (6/352). Dilahirkan di Sevilla, Ibnul Arabi telah berkeliling ke penjuru negeri. Dari Semenanjung Andalus (Eropa), Syam, Irak, Mesir, dan negeri-negeri lainnya, beliau menimba ilmu dari ulama-ulamanya. Beliau menulis, “ Sungguh! Sudah lebih seribu negeri aku jelajahi di berbagai daratan. Namun, tidak pernah aku menyaksikan kaum wanitanya yang lebih menjaga diri, lebih terhormat, dibandingkan kaum wanita Nabulus” “ Selama beberapa bulan aku tinggal menetap di sana, tidak pernah satu kali pun aku melihat seorang wanita di jalan saat siang hari. Kecuali hari Jum'at. Kaum wanita berangkat salat Jum'at sampai-sampai masjid dipenuhi mereka. Selesai salat, mereka langsung pulang ke rumah. Sampai hari Jum'at berikutnya, aku tidak melihat seorang wanita pun keluar rumah”, lanjut Ibnul Arabi. Begitulah kaum wanita dalam Islam! . Dihormati, diberi penghargaan, dan dimuliakan. Wanita ibarat intan manikam. Tidak sembarang orang bisa memandang. Tidak semua tangan boleh menyentuhnya. Wanita adalah salah satu pilar kehidupan. Darinya dunia menjadi indah dan karenanya dunia bisa berubah menjadi petaka dan bencana. Oleh sebab itu, wanita haruslah dijaga. Sebelum Islam datang, wanita hanyalah obyek eksploitasi seksual. Wanita disamakan dengan barang yang dapat diperdagangkan dan diturunwariskan. Wanita dianggap pembawa sial dan sumber penyakit. Coba baca kembali bagaimana kaum wanita direndahkan oleh kaum Yunani, Romawi, Persia, India, China, dan Afrika di zaman dahulu! Dulu di Semenanjung Arab pun, kaum wanita dilecehkan. Sejak lahir, bayi perempuan ditolak kehadirannya. Menginjak dewasa, banyak dari mereka menjadi obyek prostitusi terselubung atau terang-terangan dengan bendera berwarna merah sebagai tanda yang dipasang di depan rumahnya. Wanita di masa jahiliyah berbaur bebas dengan kaum pria di berbagai lini kehidupan. Mereka berhias, bersolek, dan berdandan. Sengaja mereka menarik perhatian kaum pria dengan gelang-gelang kaki yang dihentakkan agar mengeluarkan bunyi. Pendek kata; kondisi kaum wanita di masa jahiliah dapat tergambar dengan realita sebagian kaum wanita di masa kini. Karir, persamaan gender, emansipasi, kesamaan hak dan derajat, atau istilah-istilah semisal hanyalah propaganda bohong-bohongan untuk kamuflase dari eksploitasi ; pemerasan dan pengisapan keuntungan sepihak. Wanita sebagai kaum yang lemah dijadikan korbannya. Tidakkah tergugah hatimu kala hampir setiap saat ada berita wanita menjadi korban?! Korban pelecehan seksual, korban penganiayaan, korban pembunuhan, korban penipuan, atau korban kejahatan lainnya? Lagi-lagi korbannya wanita. Bagimu yang beriman kepada Allah dzat yang maha penyayang. Untukmu yang percaya kepada Allah yang maha bijaksana. Baca dan renungkanlah firman Allah berikut ini; al Ahzab ayat 33 : وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَتَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُوْلَى وَأَقِمْنَ الصَّلاَةَ وَءَاتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya.Sesungguhnya Allah berhendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” Ayat di atas tidak hanya berlaku untuk istri-istri Nabi Muhammad saja! Jika perintah di atas ditujukan kepada istri-istri beliau, bukankah sudah seharusnya kaum muslimah untuk mencontoh dan meneladaninya?! Al Hafidz Ibnu Katsir, pakar tafsir bermadzhab Syafi'i (wafat tahun 774 H) menegaskan, “ (Hal-hal tersebut dalam ayat) adalah adab-adab yang Allah perintahkan untuk istri-istri Nabi Muhammad. Kaum wanita umat ini harus mengikutinya” Jelas dan tegas! Allah perintahkan kaum wanita untuk : “Hendaklah kamu tetap tinggal di rumahmu!” Inilah bentuk penghargaan dan penghormatan untuk kaum wanita! Ingat! Rumah bukanlah penjara untuk wanita. Rumah adalah istana bagi kaum wanita. Mereka menjadi ratu yang dihormati. Saat masih kecil, ia dilindungi dan diayomi oleh keluarganya. Ketika dewasa, ia dipersiapkan menjadi wanita hebat dan luar biasa. Setelah berstatus istri, ia disayang dan dikasihi suaminya. Kala sebagai ibu, ia dihormati dan memperoleh bakti dari anak-anaknya 3 kali lipat dari bakti ke ayahnya. Wanita harus dimengerti. Harus disayang dan diberi kelembutan. Tidak boleh dikasari, apalagi dipukul. Jangan bentak dia! Jangan hardik dia dengan suara keras! Wanita mesti dijamin keperluan dan kebutuhannya, tentu yang sewajarnya. Perlakukanlah mereka layaknya kaca. Jangan sampai retak apalagi pecah. Sayang, banyak wanita yang tidak memperoleh hak-haknya. Banyak wanita tidak dilindungi dan diayomi. Hingga akhirnya mereka keluar meninggalkan istananya. Keluar dari rumahnya. Padahal Allah berfirman ; وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu “ Bagi wanita muslimah, harus bertekad untuk melaksanakan perintah Allah ini. Bagi kaum pria, hormatilah dan penuhilah hak-hak kaum wanita agar mereka tidak perlu keluar dari rumah. Lendah 02 Desember 2021 t.me/anakmudadansalaf


🔈💽 Hikmahnya Dakwah Asy-Syaikh Muqbil Di Bumi Yaman 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (01:55): https://drive.google.com/file/d/1VT3SVUzD1MLlUX9_vmLVIhf7wq0Wzkxo/view?usp=drivesdk…


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, واللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الآخرة ، هي لذة العلم بالله والعمل له “Kelezatan yang tetap akan bertahan setelah kematian dan bermanfaat di akhirat kelak, adalah kelezatan pengetahuan tentang Allah Ta’ala dan pengamalannya.” [Majmu’ul Fataawa 14/162]

Nabulus : Kota Tua di Palestina Yaqut al Hamawi (wafat 626 H), seorang ahli tarikh, pakar geografi Islam, dan peneliti sejarah dunia, melukiskan kota Nabulus dalam karya monumentalnya "Mu'jamul Buldan". Ensiklopedia Negeri-Negeri. Nabulus adalah gabungan 2 kata . Nabu dan Lus. Nabu artinya gi…


رأى عبد الله بن عباس ابنا له نائما نومة الصبحة فقال له Suatu ketika Abdullah bin Abbas radhiyallaahu’anhuma melihat putranya tidur pada waktu subuh, maka beliau pun berkata, قم، أتنام في الساعة التي تقسم فيها الأرزاق “Bangunlah, apakah kamu akan tidur pada saat berbagai rezeki dibagi-bagikan?.” [Zaadul Ma’aad 4/241-242]


Di antara fenomena akhir zaman yang kita alami saat ini adalah semakin sulitnya untuk menjaga sikap wara’ dan kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Abbad bin Abbad rahimahullah memberikan peringatan kepada kita bahwa zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan godaan dan kesulitan dalam menjaga akhlak yang baik. Di dalam tulisan karyanya Abbad bin Abbad […]

ILMU TIDAK DIAMBIL DARI TUKANG DEBAT HAKIKAT ILMU HANYALAH APA YANG DATANG . DARI KIBAR ULAMA UCAPAN AL-IMAM AHMAD RAHIMAHULLAH Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr meriwayatkan sebuah atsar dengan sanadnya pada kitab beliau Jami' Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi dari al-Imam Ahmad bahwa beliau berkata:…


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan, حُسن القصد من أعون الأشياء على نيل العلم ودركه “Niat yang baik termasuk faktor pendukung terbesar untuk dapat meraih ilmu agama.” [Majmu’ul Fataawa 10/544]


Apabila seseorang melipat bajunya karena shalat, maka itu masuk dalam larangan sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam, أمرت أن أسجد على سبعة أعظم ، ولا أكف ثوبا ولا شعرا Artinya, “Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang, tidak melipat pakaian dan rambut.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abbas radhiyallaahu ‘anhuma) Akan tetapi […]