Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Ibnu Khuzaimah Naisabur menjadi satu dari sekian tempat lahirnya pakar hadis dan ulama kelas dunia. Bagi sebagian pembaca mungkin Kota Naisabur masih terasa asing di telinga. Kota indah ini secara geografis terletak di Provinsi Khurasan yang sekarang masuk wilayah Iran. Kota Naisabur berjarak kurang lebih 432 mil dari arah timur Teheran yang merupakan Ibu kota Iran. Kota ini pernah mencapai masa keemasan pada abad 10 sebelum luluh lantak karena invasi pasukan Mongol. Di sinilah terlahir seorang tokoh ilmu hadis pada abad ke 4 yang sangat terkenal. Beliau adalah Ibnu Khuzaimah yang sejatinya bernama lengkap Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah bin Shalih bin Bakar An Naisaburi Asy Syafi’i rahimahullah . Ulama dengan kuniah Abu Bakar lahir pada bulan Shafar tahun 223 atau bertepatan dengan 838 M di Naisabur. PENDIDIKAN ILMIYAHNYA . Semenjak kecil beliau tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang taat beragama. Allah subhanahu wa ta’ala telah menganugerahkan antusias mempelajari hadis sejak usia kecil. Memang luar biasa, sangat jarang ada anak kecil punya semangat menggelora untuk belajar ilmu hadis. Bahkan Ibnu Khuzaimah kecil meminta izin kepada ayahnya untuk belajar hadis kepada Qutaibah bin Sa’id rahimahullah. Ia sangat berharap dukungan dari sang ayah untuk merealisasikan tekadnya tersebut. Namun sang ayah menghasung agar fokus mempelajari Al Quran terlebih dahulu. “Aku akan mengizinkanmu jika engkau menyelesaikan Al Quran terlebih dahulu.” Ujar sang ayah. Beliau pun termotivasi dengan syarat yang diajukan ayahnya, sehingga mampu menyelesaikan hafalan Al Quran ketika masih kecil. Talenta besar beliau memang sudah terlihat di masa kanak-kanak. Menjadi penghafal Al Quran di masa kecil merupakan fenomena yang biasa di kalangan salaf. Tibalah saatnya beliau berpetualang mencari hadis dari para ulama. Ibnu Khuzaimah menuturkan, “Aku pergi ke Moru dan mendengarkan hadis dari Muhammad bin Hisyam lalu sampailah berita kematian Ibnu Qutaibah kepada kami.” Ibnu Qutaibah meninggal pada tahun 240 H sehingga perjalanan ilmiyah Ibnu Khuzaimah mulai dilakukan pada usia 17 tahun. Petulangan mencari hadis dilakukan dengan antusias dan spirit yang tinggi. Beliau melawat ke berbagai negeri semata-mata demi periwayatan hadis bukan untuk tujuan lain. Belahan negeri Islam bagian timur menjadi target utama dalam periwayatan hadis. Selain Naisabur, lawatan beliau meliputi Marwa, Ray, Syam, Jazirah, Mesir, Wasith, Baghdad, Bashrah, dan Kufah. Selama penjelajahan ke negeri-negeri tersebut beliau belajar kepada para ulama semisal Ali bin Muhammad, Muhammad bin Mihran Al Jammal, Musa bin Sahl Ar Ramli, Abdul Jabbar bin Al A’la, Yunus bin Abdul A’la, Muhammad bin Harb, Nashr bin Ali Al Azdi, Abu Kuraib Muhammad bin Al A’la, Ali bin Hujr, Muhammad bin Basyar, dan masih banyak yang lainnya. Beliau banyak mencurahkan hidupnya untuk mengkaji hadis dan ilmu fikih. Hingga akhirnya menjadi ulama dengan kepakarannya dalam ilmu hadis dan dukungan intelektual yang tinggi serta hafalan super kuat. Sampai-sampai beliau pernah menyatakan, “Tidaklah aku menulis hitam di atas putih kecuali aku pasti mengetahuinya.” Bahkan di zaman itu beliau merupakan salah satu ulama yang paling berilmu tentang fikihnya Syafi’i. Beliau juga seorang imam mujtahid dalam bidang fikih bahkan telah mencapai level mujtahid mutlak. Tak pelak beliau menjadi incaran para penuntut ilmu dari berbagai penjuru negeri. Sehingga Al Bukhari dan Muslim juga pernah meriwayatkan darinya pada selain kedua kitab shahihnya. Bahkan sebagian syaikhnya juga meriwayatkan darinya seperti Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam, Yahya bin Muhammad bin Sha’id, Abu Ali an-Naisaburi, dan yang lainnya. PUJIAN ULAMA Ada banyak ulama yang memberikan apresiasi yang baik kepada beliau atas kapasitas keilmuan dan integritasnya dalam dakwah. Berkata Ibnu Hibban rahimahullah, “Aku belum pernah melihat di atas muka bumi ini orang yang sangat baik penguasaan terhadap hadis melebihi Muhammad bin Ishaq. Ia mampu menghafal lafal-lafal hadis beserta dengan tambahannya. Seakan-akan seluruh hadis berada di hadapan kedua pelupuk matanya.” “Seorang Hafizh (penghafal), Hujjah, Syaikhul Islam, Imamnya para ulama, pemilik berbagai karya tulis, mengerahkan segenap kemampuan di masa mudanya untuk mempelajari hadis hingga menjadi simbol dalam ilmu agama dan kekuatan hafalan.” Demikian sanjungan Adz Dzahabi rahimahullah dalam Siyar A’lamin Nubala. Ad Daruquthni tak ketinggalan memujinya setinggi langit, “Ibnu Khuzaimah adalah seorang imam dan pakar hadis yang sangat teliti dan ulama yang tiada duanya.” Para pembaca yang budiman, apa rahasianya hingga beliau menjadi ulama yang ilmunya sangat luas dan bermanfaat bagi Islam serta kaum muslimin. Rasa penasaran mendorong sebagian orang untuk bertanya kepada beliau, “Dari mana engkau mendapatkan ilmu sedemikian luas.” Ibnu Khuzaimah rahimahullah menjawab, “Air zam-zam memberikan manfaat sesuai yang diinginkan ketika meminumnya. Dan aku ketika minum air zam-zam memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” Tentu semua adalah karunia Allah subhanahu wa ta’ala yang terlimpah kepada beliau. Dengan didukung tajamnya kecerdasan, kekuatan hafalan, dan perjuangan nan tinggi. Pantaslah jika Ibnu Abi Hatim merasa heran ketika ditanya bagaimana status Ibnu Khuzaimah. Ibnu Abi Hatim rahimahullah berkata, “Celaka kalian, semestinya beliau yang ditanya tentang kami, bukan kami yang ditanya tentang beliau! Jelas beliau adalah seorang Imam yang pantas diteladani.” Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ia adalah lautan ilmu yang telah mengembara ke banyak negeri untuk mencari hadis dan ilmu. Lalu ia mencatat, menulis, dan mengumpulkannya. Adapun kitabnya Ash Shahih termasuk kitab yang paling bermanfaat lagi agung. Dialah seorang mujtahid dalam agama Islam.” KARYA TULISNYA Ratusan karya ilmiyah terlahir dari tangan beliau sepanjang hidup. Pengabdiannya terhadap Islam tidak hanya terwujud dengan lisan semata. Namun ternyata beliau sangat aktif menorehkan tinta hitam dalam berbagai disiplin ilmu agama. Tentang hal ini Al Hakim rahimahullah pernah berkata, “Menurutku, kelebihan-kelebihan Ibnu Khuzaimah terhimpun dalam kertas-kertas yang begitu banyak. Sementara karya tulisnya lebih dari 140 buku dan itu pun belum termasuk karyanya yang berupa masail yang jumlahnya lebih dari 100 juz. Beliau juga mempunyai tulisan yang membahas fikih hadis Barirah sebanyak 3 juz.” Namun sangat disayangkan mayoritas karya tulisnya tidak sampai kepada kita hingga saat ini. Di antara kitabnya yang sangat terkenal adalah Kitab Shahih Ibnu Khuzaimah. Nama asli kitab ini sebagaimana disebutkan oleh penulisnya sendiri adalah Mukhtasharul Mukhtashar minal Musnad Ash Shahih ‘anin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam binaqlil ‘adli ‘anil adli maushulan ilaihi shallallahu ‘alaihi wa sallam min ghairi Qath’in fi Atsnail Isnad wa Jarhin fi Naqilil Ikhbar. Demikian halnya kitab At Tauhid yang mendeskripsikan tentang akidah Ahlus Sunnah wa Jama’ah. Dan juga di antara buah karyanya adalah kitab Sya’nun Du’a wa Tafsirul Ad’iyah al-Ma’tsurah ‘an Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Khuzaimah merupakan figur ulama yang komitmen terhadap Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan akidah yang lurus. Tulisan-tulisan ilmiyahnya terutama At Tauhid mencerminkan bagaimana hakikat akidah beliau. Demikian halnya statmen beliau dalam bab Tauhid Asma’ wa Shifat semisal pernyataannya, “Siapa saja yang enggan menetapkan bahwa Allah beristiwa’ di atas Arsy-Nya di atas tujuh langit, berarti dia seorang kafir.” Tentang Al Quran beliau menyatakan, “Al Quran adalah Kalamullah (firman Allah) dan barang siapa mengatakan bahwa Al Quran adalah makhluk maka dia telah kafir. Pelakunya harus dimintai tobatnya, jika dia bertobat maka itu yang diinginkan. Namun jika tidak maka hukumannya adalah dibunuh dan tidak boleh menguburkannya di pemakaman kaum muslimin.” Ibnu Khuzaimah juga tegas membantah kelompok-kelompok menyimpang semisal Jahmiyah, Kullabiyah, dan yang lainnya. AKHIR HAYATNYA Beliau meninggal pada malam Sabtu di bulan Dzulqa’dah tahun 311 H dalam usia 88 tahun. Jenazah Ibnu Khuzaimah disalati oleh putranya sendiri, yaitu Abu Nashr bersama dengan segenap kaum muslimin. Pada awalnya jenazah beliau dimakamkan di kamar rumahnya. Namun selanjutnya kamar tersebut dijadikan sebagai kuburan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau dan memberikan balasan yang terbaik atas segala kebaikan beliau untuk Islam serta kaum muslimin. Allahu A’lam. Sumber: Majalah Qudwah edisi 58 vol.05 1439 H rubrik Biografi. Pemateri: Al Ustadz Abu Hafiy Abdullah http://ismailibnuisa.blogspot.co.id/2018/04/ibnu-khuzaimah.html biografi-imam-ibnu-khuzaimah-an-naisabury via Pexels

WANITA PERGI KE PASAR Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah Pertanyaan: . Bolehkah wanita pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhannya dan menawar para penjual? Jawaban: "Wanita muslimah yang cerdas yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, menjaga harga diri dan kehormatannya. …

بسم الله الرحمن الرحيم Bersabarlah wahai saudaraku, engkau akan diberi pahala atas musibah ini. Allah mentakdirkan musibah karena adanya hikmah yang besar dibalik musibah ini, maka bersabarlah Simaklah nasihat indah seorang imam berikut ini. Asy Syaikh Al'allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah. Bismillahirrahmanirrahiym. Alhamdulillah washallallah wasallam 'ala Rasulillah . wa'ala alihi wa ashhabihi wamanihtada bihudahu amma ba'du. Sesungguhnya Allah subhanahu telah mewajibkan atas hamba-hamba-Nya bersabar atas musibah -musibah. Allah subhanahu berfirman : (واصبروا إن الله مع الصابرين ) "Dan hendaknya kalian bersabar sesunggunya Allah barsama orang yang sabar " (Al Anfal : 46) Allah jalla wa 'ala berfirman: وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah.” (an-Nahl: 127) Allah subhanahu wata'aala berfirman: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ(155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) Artinya: “Dan Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-Baqarah : 155-157) Bersabar hukumnya adalah wajib, yaitu menahan lisan agar tidak meratap , menahan tangan agar tidak mencakar wajah, merobek baju, atau yang semisalnya, dia menahan tangannya dari perbuatan-perbuatan yang tidak semestinya (dilakukan), menahan lisannya dari yang tidak semestinya (diucapkan), hatinya tidak berkeluh kesah, demikianlah. Oleh karena inilah Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: أنا بريء من الصالقة والحالقة والشاقة Artinya: Saya berlepas diri dari shaliqah ( yang mengeraskan suaranya ketika ada musibah)Haliqah (mencukur rambutnya dikala ada musibah) syaaqqah(merobek-robek bajunya ketika ada musibah). Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ Artinya: Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek saku, dan berseru dengan seruan Jahiliyyah (ketika ada musibah) . Orang yang sabar adalah menahan anggota badan dan lisannya dari yang tidak semestinya (untuk dilakukan dan diucapkan), Dia memakmurkan hatinya dengan ketenangan, mengharap pahala Allah, dan tidak berkeluh kesah, dan dengan mengimani bahwa Allah subhanahu adalah Dzat yang maha bijaksana lagi maha mengetahui, Dia menentukan musibah tersebut karena suatu hikmah yang matang . Dia mentakdirkan 💊 untuk orang ini sakit, 🚘 untuk orang ini tertabrak mobil, 🛏 untuk orang ini meninggal, 🔥 untuk orang ini mendapatkan gangguan dari sifulan dan sifulan, dan seterusnya, Allah subhanahu wata'aala mempunyai hikmah yang matang (dibalik itu semua) , Oleh karena inilah didalam hadits yang shahih Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ؛ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Seluruh urusannya merupakan kebaikan, dan ini tidak dimiliki kecuali oleh orang beriman. Jika mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu baik baginya; jika tertimpa musibah, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 7692) Inilah keadaan seorang mukmin, Sabar adalah wajib 'ain (bagi setiap individu) dia menahan tangannya, lisannya dan anggota tubuhnya se Semuanya dari perkara-perkara yang tidak semestinya, ❌tidak meratap ❌tidak merobek baju, ❌tidak memukul pipi, Bahkan dia mengharapkan pahala Allah, ✅ bersabar, ✅dan mengetahui bahwa yang demikian itu dari sisi Allah. ▶Apabila dia ridha dengan hal ini, tenang dengannya, dan ridha terhadap apa yang Allah takdirkan untuknya 👍maka pahalanya sangat besar dan sangat afdhal, 📖 berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam: إِنَّ عَظْمَ الْجَزَاءِ مَعَ عَظْمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضٰى وَمَنْ سَخَطَ فَلَهُ السُّخْطُ Sesungguhnya besarnya pembalasan (pahala) itu bersama dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya manakala Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang dia ridha maka untuknyalah keridhaan (Allah), barangsiapa yang murka, maka untuknya pula kemurkaan itu.” ✊🏻 Sabar hukumnya adalah wajib, sementara ridha (terhadap musibah) hukumnya adalah Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan, kesempurnaan) , berkeluh kesah, meratap , merobek baju, memukul pipi, semua ini adalah haram. ✅Ada tingkatan yang paling tinggi : 👉yaitu menganggap musibah sebagai nikmat, maka dia sabar, ridha dan bersyukur, 👉dia melihat sakit yang menimpanya ini, atau 👉kemiskinannya, atau 👉kerugian dalam dagangannya, 👉 musibah dalam tubuhnya atau yang semisalnya, 🌹Dia menganggap semua itu adalah nikmat , 🌼Dia bersyukur kepada Allah, karena *dengan sebab itu dosa-dosanya terhapus, dan dia mendapatkan pahala yang besar , inilah tingkatan yang paling tinggi.* Sumber: 💻 https://binbaz.org.sa/fatwas/11617/%D9%85%D8%B1%D8%A7%D8%AA%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D8%A8%D8%B1-%D9%88%D9%81%D8%B6%D9%84%D9%87 Alih bahasa: 📲 Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar غفر الله له. Website: 🌎 Salafycurup.com 🌾Telegram.me/salafycurup

بسم الله الرحمن الرحيم . Hukum Salam Kedua Dalam Shalat Assyaikh Arafat Ibnu Hasan almuhammadi Hafidzahullah. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa salam yang kedua (didalam shalat) bukanlah rukun, hanya saja yang menjadi rukun (shalat) adalah salam yang pertama, yang wa…

MUTIARA HADITS SEMAKIN BANYAK UBAN SEMAKIN BESAR KEUTAMAAN Dari Abdullah bin Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang memiliki sehelai uban dalam keislamannya (dia muslim) kecuali setiap ubannya akan dihitung sebagai sebuah kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” HR. Baihaqi dan dihasankan Syaikh al-Albani dalam Silsilah Ahaadiis Shahihah, 1243 عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : 💡 "الشَّيْبُ نُورُ المُؤْمِنِ, لَا يَشِيبُ رَجُلٌ شَيْبَةً فِي الإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ بِكُلِّ شَيْبَةٍ حَسَنَةٌ وَرُفِعَ بِهَا دَرَجَةٌ" 📜 . رواه البيهقي وحسنه الشيخ الألباني في الصحيحة ١٢٤٣ ════════════════════ PERMATA SALAF ANTARA UBAN DAN KEHAMILAN Berkata Ibnu Rajab rahimahullah : Barang siapa yang telah ada pada dirinya UBAN, maka keadaannya seperti wanita yang sedang hamil dan telah sempurna bulan kehamilannya sehingga tidak ada yang ia tunggu melainkan kelahiran anaknya... Demikian pula sang pemilik uban, tidak ada yang dia tunggu melainkan KEMATIAN... Maka merupakan hal yang tercela tatkala ia masih terus melakukan perbuatan dosa...❗️ Sumber : Lathaaiful Ma'arif 1/346 •••┈••••○❁🌻❁○••••┈••• 🎙 قال ابن رجب رحمه الله : "من نزل به الشيب فهو بمنزلة الحامل التي تمت شهور حملها فما تنتظر إلا الولادة . كذلك صاحب الشيب لا ينتظر إلا الموت؛ فقبيح منه الإصرار على الذنب ". 📒 لطائف المعارف ٣٤٦/١ Sumber : https://t.me/KajianIslamTemanggung SUDAHKAH KITA MERASA CUKUP? Berkata al 'Allaamah Muhaddits negeri Yaman, Al Humam Assyaikh Muqbil, _rahimahullah_, mudah-mudahan Allah تعالى memasukkan beliau ke dalam surganya yang luas : "Ketika tampak tanda-tanda mulai menuanya diriku (muncul uban),kugenggam jenggotku, kemudian aku mengatakan : " *Wahai Muqbil, apa yang telah engkau persembahkan untuk islam?"* قال العلامة محدث الديار اليمنية الشيخ الهمام امام العلامة مقبل رحمه الله و أدخله الله فسيح جناته: لما ظهرت لي اول شيبة،أمسكت لحيتي و قلت: ماذا قدمت للإسلام يا مقبل. (نصائح والدي) 📝📝📝 *assyaikh muqbil rohimahulloh* 👉Naam ... *Padahal tulisan dan karangan beliau dalam berbagai macam disiplin ilmu sangat banyak.* *Ceramah, khutbah&fatwa beliau berkaset- kaset.* *Bantahan beliau terhadap tokoh2 bi'dah tdk sedikit, murid-murid beliau yg menjadi dai salafy tersebar di penjuru dunia.* 👉 *Akan tetapi beliau merasa belum apa apa dlm memperjuangkan islam,,,* Subhanalloh,... ✔ ☑Lantas bagaimana dng kita, apa yg kita persembahkan untuk agama dan dakwah...???? *Sudahkah kita merasa cukup???* "Mari beramal, bergerak,.. Lakukan,.. lakukan...,lakukan sesuatu untuk islam dan dakwah " ⬇👇⬇ Sifat dan ciri yg menonjol pengikut nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. (Artinya: Katakanlah: *“Inilah jalanku.* " *Aku dan orang-orang yang mengikutiku,* mengajak manusia untuk kembali kepada ALLAH dengan keterangan yang nyata (diatas ilmu) . Maha Suci ALLAH dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.”) (Yusuf: 108 =================== 🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾 📊Channel Telegram📮 Dikutip dari channel @GroupPAH Dipublikasikan oleh: http://bit.ly/telegramTIC KEUTAMAAN MEMELIHARA UBAN Oleh : Asy Syaikh Al-Albany Rahimahullah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda: لَا تَنْتِفُوْا الشَّيْبَ فإنَّهُ نُوْرٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِيْ الْإِسْلَامِ كُتِبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ وَرُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ. “Janganlah kalian mencabut uban, karena dia merupakan cahaya pada hari kiamat nanti, dan siapa saja yang memiliki satu uban dalam keadaan dia di atas agama Islam, maka dengan setiap ubannya itu dia akan dicatatkan satu kebaikan untuknya, dihapus satu kesalahannya darinya, dan diangkat baginya satu derajat.” Asy-Syaikh Al-Albany rahimahullah berkata dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 1243: “Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban no. 1479 dengan sanad hasan.” Alih Bahasa: Abu almass Jum’at 16 rajab Forumsalafy.net

Kajian Hadits: Syarh Arbain anNawawiyyah HADITS KE-21 عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ: أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانُ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ …

WASIAT SYAR'I UNTUK HIDUP BERUMAH TANGGA [1] Asy-Syaikh Sa'ìd Sàlim ad-Damaraki hafizhahullah mengatakan, "Wahai suami, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatimu untuk BERBUAT BAIK KEPADA ISTRIMU, maka terimalah wasiat nabimu. Dikarenakan di dalamnya terdapat kebahagiaanmu. Na…

Jangan Merasa Pede dan Merasa Cukup dengan Ilmumu Ibnul Jauzi rahimahullahu berkata, "Suatu musibah yang besar adalah ketika seorang insan merasa ridha dengan keadaan dirinya dan merasa cukup dengan ilmunya, dan ini adalah ujian yang telah merata pada keadaan mayoritas orang. Maka engkau bisa lihat hal ini pada orang-orang yahudi atau nashara yang memandang bahwa mereka adalah orang-orang yang berada di atas kebenaran, mereka tidak mau menelaah, tidak juga mau melihat kepada dalil nubuwah nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Jika mereka diperdengarkan dengan sesuatu yang bisa melembutkan hatinya semisal Al Quran yang mulia, mereka pun lari menghindar supaya tidak mendengarnya. Demikian juga kepada orang yang telah memiliki hawa nafsu yang kuat, bisa berupa karena dia seorang yang mengikuti mazhab bapaknya dan keluarganya, atau bisa berupa adanya pendapat pribadi yang dia anggap benar, tanpa melihat dalil lain yang bisa membantahnya dan tidak mau melihat bahasan ulama yang sesungguhnya akan memberikan kepadanya pencerahan akan kesalahannya." (Shayyidul Khathir-Ibnul Jauzi, hal. 374) ➖➖➖ 💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS) ➖➖➖ 💾 Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr @SedikitFaidahSaja Sedikitnya Thalabul Ilmi yang Istiqamah Abu Daud ath Thayalisi rahimahullah bercerita, "Pada suatu hari aku berada di pintu rumahnya Syubah dan tak jauh di sana terlihat ada sebuah masjid yang penuh dengan anak-anak kecil yang sedang belajar. Ketika Syubah keluar rumah, beliau pun bersandar kepadaku dan berkata, "Wahai Sulaiman apakah menurutmu semua anak-anak yang sedang belajar itu kelak akan menjadi seorang muhaddits (ahlu hadits)?" Aku menjawab, "Tidak." Maka Syubah berkata, "Engkau benar, bahkan tidak sampai lima orang." Aku langsung menimpali, "Lima?!" Syubah menegaskan, "Ya, salah seorang dari mereka belajar di waktu kecil, tapi ketika sudah besar mereka malah meninggalkannya, salah seorang dari mereka belajar di waktu kecil, tapi ketika sudah besar, mereka malah tersibukkan dengan sesuatu yang merusak." Beliau mengulang-ulang kata itu kepadaku. Aku (Abu Daud ath Thayalisi) berkata, "Aku pun memperhatikan keadaan setelah itu dan ternyata benar, tidaklah mencapai lima orang dari mereka yang menjadi muhaddits." (Disadur dari Al Hatsu ala Hifzhil Hadits-Khathib al Baghdadi, dinukil dari Al Jami fil Hatsi ala Hifzhil Ilmi, hal. 66, Maktabah Ibni Taimiyyah 1991). WaSedikit Faidah Saja (SFS) ➖➖➖ 💾 Arsip lama di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr @SedikitFaidahSaja #ilmu Efek Negatif ketika Thalabul Ilmi tidak Bertujuan untuk Beramal Ibnu Hibban rahimahullahu berkata, "Seorang yang berakal adalah seorang yang tidak menyibukkan diri dengan thalabul ilmi . kecuali dengan maksud untuk mengamalkannya, karena barang siapa yang melakukan thalabul ilmi untuk sesuatu yang lain dari maksud yang telah kami sifatkan (yakni mengamalkan ilmu), niscaya akan bertambahlah kesombongan dan kecongkakkannya serta dia akan menjadi orang yang meninggalkan amal dan menyia-nyiakan dirinya (untuk beramal)." (Raudhatul Uqala-Ibnu Hibban, dinukil dari Al Muntaqa min Kitabi Raudhatil Uqala wa Nuzhatil Fudhala, hal. 20, cet. Darul Istiqamah 2010). 💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS) ➖➖➖ 💾 Arsip lama di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr Tidak Menyebarkan Ilmu, Maka Ilmu itu tidaklah Bermanfaat Ibnu Hibban rahimahullahu berkata, "Tidaklah aku melihat seorangpun yang bakhil terhadap ilmunya, melainkan akan berakibat tidak bermanfaat ilmunya sebagaimana tidak bermanfaatnya sebuah air yang tergenang di bumi selama tidak dimanfaatkan. Tidaklah akan ada emas merah selama emas itu tidak dikeluarkan dari tempat pertambangannya, tidak akan pula ada sebuah mutiara yang bernilai mahal selama mutiara itu tidak dikeluarkan dari dalam lautan, demikian juga akan al ilmu, tidaklah bermanfaat ilmu itu selama ilmu tersebut didiamkan dan tidak disebarkan atau dibagikan faidahnya." (Raudhatul Uqala-Ibnu Hibban, dinukil dari Al Muntaqa min Kitabi Raudhatil Uqala wa Nuzhatil Fudhala, hal. 21, cet. Darul Istiqamah 2010). ➖➖➖ 💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS) ➖➖➖ 💾 Arsip lama di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr @SedikitFaidahSaja #ilmu

ARAHAN DAN BIMBINGAN SANG AYAH AL-'ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI UNTUK ANAK-ANAKNYA DI INDONESIA بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد : Kami (yang tertera namanya di bawah ini) bersyukur telah mendapatkan kehormatan untuk bertemu dengan Syaikh (guru) dan Ayah kami al-'Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair al-Madkhali hafizhahullah di rumah beliau yang diliputi dengan nuansa ilmu di Kota Madinah. Pertemuan itu terjadi di waktu Isya' pada hari Kamis, 13 Jumadal Akhirah 1439 H / 1 Maret 2018 M. Asy-Syaikh Rabi', sebagaimana kebiasaan baik beliau yang telah diketahui bersama, menanyakan kepada kami tentang kondisi dan perkembangan Dakwah Salafiyyah di negeri kami (Indonesia). Semoga Allah memberikan balasan kebaikan atas perhatian beliau yang sangat besar terhadap anak-anaknya Salafiyyin di seluruh dunia. Kemudian beliau mempersilakan kepada kami untuk menyampaikan beberapa pertanyaan. Maka kami pun menyampaikan beberapa pertanyaan, antara lain sebagai berikut : Nasihat Syaikh Rabi' bin Hadi Kepada Ikhwah Indonesia Terkait Fitnah Sha'afiqah via Pexels Pertanyaan : Wahai Syaikh kami, sebagian da’i di negeri kami (Indonesia) berbicara tentang apa yang mereka sebut dengan "ash-Sha'afiqah" di majelis-majelis (forum) umum, yakni fitnah yang terjadi belakangan ini, wahai Syaikh. Sebagian mereka menerjemahkan dan menyebarkan artikel-artikel yang berisi celaan terhadap para masyaikh yang mereka juluki sebagai "ash-Sha'afiqah". Bagaimana nasehat Anda? Apakah Anda memandang bahwa hal ini dapat berpengaruh terhadap ash-Shulh dan merusaknya? Kemudian apakah boleh bagi kami untuk membela para masyaikh tersebut, seperti asy-Syaikh Arafat, asy-Syaikh Abdullah bin Shalfiq, dan para masyaikh lainnya? Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah menjawab: "Sampaikan salamku kepada mereka. Katakan kepada mereka, bahwa pihak yang kalian katakan sebagai Sha'afiqah itu sebenarnya mereka adalah para masyaikh, orang-orang yang berkiprah dalam dakwah, orang-orang mulia, dan para pembela as-Sunnah! Mereka telah terzhalimi! Sampaikan kepada mereka, bahwa pihak yang dituduh sebagai ash-Sha'afiqah itu telah terzhalimi. Katakan pula kepada mereka, mana bukti-bukti kalian atas tuduhan bahwa mereka (pihak yang dituduh itu) adalah Sha'afiqah! ash-Sha'afiqah artinya orang-orang bodoh dan dungu. ... Tunjukkan bukti-bukti kalian! Hendaknya mereka (pihak yang menuduh/mencela itu) bertaubat kepada Allah 'Azza wa Jalla. Ini (pembicaraan dan celaan terhadap Sha'afiqah) berpengaruh negatif terhadap ash-Shulh dan merusaknya. Ini adalah kezhaliman! Mereka (yang dituduh/dicela) itu adalah pihak yang terzhalimi. Aku benar-benar mengenal mereka - barakallahu fik -, realitas pun menunjukkan siapa mereka itu. Di antara mereka ada yang mendapatkan gelar doktoral dan gelar magister. Di antara mereka ada yang mendapatkan gelar-gelar akademis, dan mereka semua adalah para asatidzah. Maka tuduhan terhadap mereka sebagai ash-Sha'afiqah termasuk kezhaliman! dan pihak yang menuduh dalam hal ini tidak memiliki bukti sekecil apapun atas celaannya terhadap mereka. Sha’afiqah maknanya berarti orang-orang jahil!! (Tuduhan) Ini adalah kezhaliman yang sangat besar. Ya, silakan kalian membela mereka (masyayikh tersebut) dengan cara hikmah. Katakanlah kepada mereka, "Datangkanlah bukti-bukti!". Allah berfirman (artinya), "Katakanlah, datangkan bukti-bukti kalian jika kalian orang-orang yang jujur." Orang yang mencela mereka, tidak memiliki satu bukti pun. Barakallahu fikum. Orang yang mencela mereka itu, aku telah berdiskusi dengannya dan aku telah membaca ucapannya, namun ternyata dia tidak mempunyai bukti apapun walaupun hanya sebesar biji sawi (dzarrah). Sungguh mereka yang dicela itu telah terzhalimi. Para ulama telah memberikan rekomendasi (mentazkiyah) mereka. Demikian pula tazkiyyahku terhadap mereka pun .telah tersebar. Aku juga telah meminta kepada Khalid Baqais, pemilik website Miratsul Anbiya, agar menyiarkan durus (pelajaran-pelajaran) mereka. Barakallahu fikum. Kemudian asy-Syaikh Rabi’ mengatakan, Metodeku dalam membantah para pengekor hawa nafsu dan ahli bid’ah adalah dengan cara menukil perkataan. Aku katakan, “Si Fulan (lawan/rival, yakni pihak yang dibantah, pen) berkata dalam kitab dengan judul ini, pada juz/jilid sekian, halaman sekian.” Kemudian aku singkap kebatilan/kesalahan orang itu dan aku bantah. Jadi aku menukilnya secara persis, kemudian aku bantah berdasarkan argumentasi dan bukti. - selesai jawaban asy-Syaikh Rabi’ – Kemudian kami sampaikan berita gembira kepada Syaikh (Guru) kami tentang Daurah yang akan datang, yakni di musim panas tahun ini biidznillah. Dalam daurah tersebut insyaallah sebagai pemateri adalah : - asy-Syaikh Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri, - asy-Syaikh Arafat al-Muhammadi, - asy-Syaikh Abdul Wahid al-Madkhali, dan - asy-Syaikh Fawwaz al-Madkhali. Pertanyaan : Apa yang Anda nasehatkan kepada ikhwah Indonesia wahai Syaikh kami? Apakah boleh kami mengambil faidah ilmu dari para masyaikh tersebut? Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah menjawab: "Aku nasehatkan mereka untuk berpegang teguh dengan al-Kitab dan as-Sunnah, serta menyambut dan memuliakan para masyaikh tersebut. Barakallah fikum." ~~~~~~~~~~~~~~~ Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada Syaikh (guru) kami atas nasehat-nasehat bermanfaat yang beliau sampaikan. Hadir di majelis : • Muhammad bin Umar as-Sewed al-Indunisi • Qomar Su'aidi al-Indunisi • Muhammad bin Mushlih al-Andunisi • dan sejumlah ikhwah Indonesia lainnya. Hadir pula dalam majelis salah seorang cucu asy-Syaikh Rabi' ======================================= Keterangan : naskah di atas telah ditunjukkan kembali kepada Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair al-Madkhali hafizhahullah, maka beliau pun membacanya dan memberikan catatan (koreksian) atasnya. Kemudian beliau pun mengizinkan untuk disebarkan (dipublikasikan). Hal ini terjadi pada Isya hari Ahad, 29 Rajab 1439 H (15 April 2018 M) Dengan dihadiri oleh : 1. al-Ustadz Umar bin asy-Syaikh Rabi' al-Madkhali, 2. asy-Syaikh Abdul Mu'thi ar-Ruhaili, 3. Usamah bin Faishal Mahri, 4. Abul Harits Muhammad bin Mushlih Muhdi, dan beberapa ikhwah lainnya BACA : Apa Itu Sha'afiqah? Penjelasan Syaikh Rabi' Tentang Fitnah Sha'afiqah + AUDIO

KABAR GEMBIRA UNTUK KAUM WANITA YANG SALAT DI RUMAH NAMUN HATINYA TERKAIT DENGAN MASJID Fatwa Syaikh Ibnu Baz rahimahullah Pertanyaan: Saya sangat mencintai masjid-masjid karena masjid adalah rumah Allah, akan tetapi saya tidak bisa pergi ke masjid karena saya seorang wanita sed…

MANA YANG LEBIH UTAMA, . MENGHAFAL ATAU MEMAHAMI ILMU SYAR'I? Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata: "Menurutku orang yang baru menuntut ilmu hendaknya dia antusias menghafal teks asli kitab (matan), karena sebagaimana yang telah saya katakan: masa muda tidak akan lupa…

JAGA LANGKAHMU Al-Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah . mengatakan tentang wasiat Ali bin Hasan as-Salami, 📝 "Hendaknya engkau sedikit berbicara ➡️ niscaya lembut hatimu 📝 hendaknya engkau memperlama diam ➡️ itulah sikap wara' (menjauhkan diri dari perkara yang membahayakan akhirat seseorang-pent) 📝 Jangan sekali-kali engkau tamak terhadap dunia 📝 Jangan engkau hasad (tidak suka dengan nikmat pada orang lain) ➡️ niscaya engkau cepat memahami (berbagai permasalahan) 📝 Jangan engkau banyak mencela ➡️ niscaya engkau selamat dari lisan-lisan manusia 📝 jadilah engkau penyayang ➡️ niscaya engkau dicintai manusia 📝 Ridhalah engkau dengan rezeki yang dibagikan kepadamu ➡️ niscaya engkau menjadi kaya 📝 Bertawakallah kepada Allah ➡️ niscaya engkau menjadi kuat 📝 Jangan engkau bersengketa dengan ahlud dunya (orang-orang yang mementingkan dunia) memperebutkan dunia mereka ➡️ niscaya Allah dan penduduk bumi akan mencintaimu 📝 Jadilah engkau tawadhu' (rendah hati) ➡️ niscaya engkau bisa menyempurnakan berbagai amalan kebaikan." 📚 Hilyatul Auliya' (8/82) t.me/majalahqonitah تنقيح المجلة: ✍ ﻗﺎﻝ الإمام ﺳﻔﻴﺎﻥ ﺍﻟﺜﻮﺭﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ تعالى : ۞ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﻭﺻﻰ ﺑﻪ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺴﻠﻤﻲ : ↢ ﻋﻠﻴﻚ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﻜﻼﻡ : ﻳﻠﻴﻦ ﻗﻠﺒﻚ. ↢ ﻭﻋﻠﻴﻚ ﺑﻄﻮﻝ ﺍﻟﺼﻤﺖ : ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻮﺭﻉ. ↢ وﻻ ﺗﻜﻮﻧﻦ ﺣﺮﻳﺼﺎً ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ. ↢ وﻻ ﺗﻜﻦ ﺣﺎﺳﺪﺍً : ﺗﻜﻦ ﺳﺮﻳﻊ ﺍﻟﻔﻬﻢ. ↢ وﻻ ﺗﻜﻦ ﻃَﻌَّﺎﻧﺎً : ﺗﻨْﺞ ﻣﻦ ﺃﻟﺴُﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ. ↢ وﻛﻦ ﺭﺣﻴﻤﺎً : ﺗﻜﻦ ﻣﺤﺒّﺒﺎً ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ. ↢ وارﺽَ ﺑﻤﺎ ﻗﺴﻢ ﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺯﻕ : ﺗﻜﻦ ﻏﻨﻴﺎً. ↢ ﻭﺗﻮﻛﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﻜﻦ ﻗﻮﻳﺎً. ↢ وﻻ ﺗﻨﺎﺯﻉ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻲ ﺩﻧﻴﺎﻫﻢ : ﻳﺤﺒﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﻳﺤﺒﻚ ﺃﻫﻞ اﻷﺭﺽ. ↢ وﻛﻦ ﻣﺘﻮﺍﺿﻌﺎً : ﺗﺴﺘﻜﻤﻞ ﺃﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺒﺮ . [ حلية الأولياء (٨٢/٨ ) ] Jangan Lupakan Kalbumu Ketika Beribadah Ragamu Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, "Menyibukkan diri menyucikan kalbu lebih utama daripada memperbanyak puasa dan shalat yang dibarengi dengan berkhianatnya hati...! Tidaklah kebanyakan amalan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat beliau itu dengan banyaknya puasa dan shalat namun dengan kebaktian kalbu, penyuciannya, keselamatannya, dan kuatnya ketergantungannya kepada Allah Ta'ala." 📚 Lathà-iful Ma'àrif 254, 427 💎 Sebagian salaf mengatakan, ما سبقكم أبو بكر بكثرة صوم ولا صلاة ولكن بشيء وقر في قلبه "Abu Bakr radhiyallahu 'anhu tidak mendahului kalian dengan banyaknya puasa dan shalat, namun dengan apa yang menetap di kalbunya." Ibnul Qayyim rahimahullah menyandarkan ucapan ini pada Abu Bakr bin 'Ayyasy rahimahullah. t.me/majalahqonitah ☁️❄️☁️ 📍 قال الحافظ ابن رجب رحمه الله : 👈🏼 *( الاشتغال بتطهير القلوب أفضل من الاستكثار من الصوم و الصلاة مع غشِّ القلوب ...!* *لم يكن أكثر تطوّع النبي ﷺ وأصحابه بكثرة الصوم والصلاة ؛ بل ببِرِّ القلوب وطهارتها ، وسلامتها ، وقوة تعلُّقها بالله ! )* . 📒 لطائف المعارف : (٤٢٧_ ٢٥٤)