Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Kita semua pernah merasakan perbedaan jumlah teman saat sedang bahagia dan sedang dalam kesulitan. Saat merayakan keberhasilan dan kesuksesan, teman-teman datang bersamaan untuk berbagi kebahagiaan. Namun, ketika kesulitan dan penderitaan datang, hanya sedikit teman yang bersedia hadir dan menemani. Seperti yang pernah diucapkan oleh Hassan bin Tsabit, أخِلَّاءُ الرَّخَاءِ هم كثيرٌ ولكن في البلاء هم […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “لَو صلّىٰ العَـــــبدُ على النَبِيُّ ﷺ بِعَدَد أنفاسهِ لم يكن موفّيًا لِحقِّهِ.” “Kalau seandainya seorang hamba bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebanyak hembusan nafasnya, niscaya hal itu masih belum bisa menunaikan haknya.” [Jala’ul Afham 388]


🔈💽 Menuntut Ilmu Merupakan Sebab Datangnya Rezeki 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (03:05): https://drive.google.com/file/d/1iiByrPpr0aFFDGu5YU674w6ovOup6efZ/view?usp=drivesdk…


Syaikh Rabi’bin Hadi al-Madkhali hafidzahullah berkata لا نعطي قداسةً لأفكارِ أحدٍ أبدًا كائنًا مَن كان؛ فالخطأ يُردُّ من أيِّ شخص كان، سلفيًّا كان أو غير سلفي. “Kita sama sekali tidak akan mengkultuskan pendapat seseorang, siapa pun dia. Karena kesalahan harus ditolak dari siapapun orangnya. Baik kesalahan tersebut dari seorang salafy atau selainnya.” [Majmu’ah Kutub wa […]


?️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah – berkata: Abdullah bin Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Aku bertanya kepada ayahku: Siapakah rafidhah?” Maka beliau pun mengatakan: (yaitu orang-orang yang mencerca dan mencela Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu’Anhuma). ? Ash-Sharimul Mas’lul ‘Ala Syatimir Rasul ( 567/1). ?????????? قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله : ﻗﺎﻝ عبد […]


✍️ Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata: والعاقل لا يبتدىء الكلام إلا أن يسأل ولا يكثر التماري إلا عند القبول ولا يسرع الجواب إلا عند التثبت ✅ Seorang yang berakal: ? tidaklah memulai pembicaraan, kecuali bila ditanya, ? tidak banyak berdebat, kecuali bila yakin ucapannya akan diterima, dan ? tidak terburu-buru menjawab, kecuali setelah dipastikan kebenarannya. […]


Ya, boleh jika seseorang telah selesai berwudhu untuk mengeringkan anggota tubuhnya. Demikian boleh pula setelah selesai mandi (janabah). Karena hukum asal selain ibadah adalah halal sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Adapun haditsnya Maimunah yang datang dengan membawa sapu tangan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setelah beliau mandi kemudian beliau menolaknya. Lantas beliau membersihkan […]
KESYIRIKAN DALAM MENCARI BERKAH (Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah) Pertanyaan: . Kami berharap Anda berkenan untuk menjelaskan kepada saya mencari berkah yang dilarang (bid'ah), kapan menjadi syirik besar dan kapan menjadi syirik kecil. Mohon sebutkan contohnya. Jawaban: Mencari berkah dari makhluk ada dua jenis: Pertama, mencari berkah dengan makhluk berupa kuburan, pohon, batu, orang, baik yang masih hidup atau sudah meninggal, meyakini pelakunya akan mendapatkan berkah dari makhluk yang dicari berkahnya tersebut. Atau, dia meyakini bahwa makhluk itu mendekatkannya kepada Allah, memberi syafaat baginya (yakni menjadi perantara untuk menyampaikan hajatnya kepada Allah, red.), seperti perbuatan kaum musyrikin dahulu. Maka, ini termasuk syirik akbar, seperti perbuatan kaum musyrikin dengan patung patung dan berhala-berhala mereka. Pada tabarruk jenis inilah diriwayatkan hadis Abu Waqid Al-Laitsi tentang kaum musyrikin yang menggantungkan senjata senjata mereka pada sebuah pohon. Nabi menganggapnya sebagai syirik akbar ketika orang menggantungkannya. Beliau juga menyerupakan ucapan mereka dengan ucapan Bani lsrail kepada Nabi Musa, اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ "Jadikanlah untuk kami sesembahan seperti mereka juga memiliki banyak sesembahan." [Q.S. Al A'raf:138] Kedua, mencari berkah dengan makhluk dengan dengan berkeyakinan bahwa itu merupakan bentuk ibadah kepada Allah yang diberi pahala karenanya, bukan dengan keyakinan bahwa yang dicari berkahnya memberi mudarat atau manfaat. Seperti orang orang jahil yang mencari berkah dengan kiswah Ka'bah (kain hitam yang diletakkan di atas Ka'bah), mengusap usap dinding Ka'bah, maqam lbrahim, kamar Nabi, atau tiang tiang Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan harapan mendapat berkah dari Allah. Mencari berkah jenis ini termasuk bid'ah dan merupakan sarana kepada kesyirikan akbar. Kecuali, jika hal itu dikhususkan oleh dalil. Contohnya, meminum air zamzam, mencari berkah dari keringat, rambut, dan benda yang menyentuh badan Nabi, sisa air wudhu beliau (semasa beliau hidup,- ed). Yang seperti ini tidak mengapa karena ada dalil yang mendasarinya. Wabillahit taufiq washallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wasallam. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah diketuai Syaikh Abdul Aziz bin Baz fatwa kedua no. 18511) 📖 Dikutip dari Majalah Tasfiyah Edisi 72 vol. 6 tahun 1439 H / 2017 M, hlm. 54-55 🏡 Majmu'ah Salafy Baturaja 🌏 Kanal Telegram: https://t.me/salafybaturaja


Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’dy rahimahullah menyatakan, “وإيَّاك والتحسر على الأمور الماضية التي لم تقدر لك، من فقد صحة أو مال أو عمل دنيوي ونحوها، وليكن همك في إصلاح عمل يومك.” “Hati-hatilah engkau, jangan sampai menyesali berbagai masa lalu yang tidak ditakdirkan untukmu. Apakah yang terkait dengan hilangnya kesehatan, harta, pekerjaan duniawi atau yang semisalnya. […]


🔈💽 Ilmu Hanya Dianugerahkan Kepada Orang Yang Allah Cintai 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (02:33): https://drive.google.com/file/d/1i4vFa95W2xaOZHx4owYMBNZo5YVqvkba/view?usp=drivesdk…