Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Sunnahnya bagi seorang mukmin adalah diam ketika khutbah. Dia diam mendengarkan khutbah dan tidak berbicara. Oleh karenanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda إذا قلت لصاحبك: أنصت يوم الجمعة والإمام يخطب فقد لغوت “Jika engkau mengatakan kepada temanmu, ‘Diamlah, pada hari Jum’at padahal imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah sia-sia.” Maka tidak boleh berbicara […]

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu, إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلِّطَ عَلَيْهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلاَ خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ “Jika ia (Ibnu Shayyad) adalah dia (Dajjal), engkau tidak akan mampu mengalahkannya. Jika bukan, sia-sialah kamu membunuhnya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah, hadits no. 6075 dan 6076 Imam […]


?️ Seorang sahabat yang mulia ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata : Tiga hal yang seorang hamba akan mendapatkan harapan dunia dan akhirat, yakni : ? 1. Sabar ketika musibah ? 2. Ridha terhadap takdir ? 3. Berdoa di waktu lapang الصحابي الجليل عمران بن حصِين رضي الله عنه : ثلاث يدرك بهن العبد […]


✍️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: وَلَمَّا كَانَ الْإِقْرَارُ بِالصَّانِعِ فِطْرِيًّا – كَمَا قَالَ ﷺَ: «كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ» الْحَدِيثَ – فَإِنَّ الْفِطْرَةَ تَتَضَمَّنُ الْإِقْرَارَ بِاَللَّهِ وَالْإِنَابَةَ إلَيْهِ وَهُوَ مَعْنَى لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ؛ فَإِنَّ الْإِلَهَ هُوَ الَّذِي يُعْرَفُ وَيُعْبَدُ. ✅ Ketika pengakuan terhadap Sang Pencipta adalah perkara fitrah alami, sebagaimana sabda Nabi […]

Doanya Yang Terzalimi Cepat atau lambat kebenaran pasti terungkap! . Seorang wanita, bekas budak, berkulit hitam, dan sering berada di Masjid Nabi pernah bercerita kepada Ibunda Aisyah. Hal itu dikarenakan Ibunda Aisyah menanyakan perihal bait syair yang sering diulang-ulangnya. وَيَوْمُ الوِشَاحِ مِن تَعَاجِيبِ رَبِّنَا،... ألَا إنَّه مِن بَلْدَةِ الكُفْرِ أنْجَانِي Hari selendang adalah termasuk keajaiban dari Rabb kita. Ketahuilah! Hari itu adalah hari Dia menyelamatkanku dari negeri kekafiran. Dia adalah seorang budak yang telah dimerdekakan oleh satu kabilah Arab. Walau sudah berstatus merdeka, wanita itu tetap memilih tinggal Bersama mereka. Hingga suatu hari… Seorang gadis kecil dari kabilah itu keluar bermain sambil memakai wi-syah, yaitu sejenis kain selendang, terbuat dari kulit, dibuat sejalin dengan pernak-pernik hiasan, bahkan dengan mutiara. Tanpa disadari wi-syah itu terjatuh. Orang-orang berusaha mencari namun tidak menemukannya. Tuduhan lantas diarahkan kepada wanita tersebut. Mereka menanyainya bahkan memeriksa tubuhnya, bahkan bagian auratnya pun tak lepas dalam pemeriksaan. Di saat semacam itu, seekor burung jenis rajawali terbang rendah menukik sambil melemparkan sesuatu ke arah mereka. Rupanya wi-syah milik gadis kecil yang dinyatakan hilang. Ternyata ketika wi-syah itu terjatuh, disambar seekor burung karena disangkanya daging. هذا الذي اتَّهَمْتُمُونِي به، زَعَمْتُمْ, وأَنَا منه بَرِيئَةٌ، وهو ذَا هُوَ “ Sudah ini yang kalian tuduhkan terhadap saya! Kalian bilang sayalah yang mencurinya! Padahal saya bersih dari tuduhan tersebut. Ini kan barangnya?! “, kata wanita tersebut keras. Setelahnya, wanita tersebut mengambil keputusan untuk datang menemui Nabi Muhammad dan menyatakan masuk Islam. (HR Bukhari 439) Beberapa pelajaran hidup dari cerita di atas : 1. Kedepankanlah sikap tenang, adem, ayem, dan teduh saat dihadapkan dengan masalah pelik dan rumit. Jangan terburu-buru. Jangan grusa-grusu. Tidak boleh menuduh tanpa bukti akurat. Tidak boleh men-judge sembarangan. Diam adalah pilihan terbaik daripada ikut berbicara padahal hanya kira-kira. Lebih selamat jika diam, timbang ikut-ikutan latah tanpa hujjah. 2. Kebenaran pasti menang, esok atau sekarang. Kebenaran tak bisa ditutup-tutupi walau sempat terhalang tirai. Cepat atau lambat akan terlihat, siapakah yang baik dan siapakah yang jahat. 3. Al Hafiz Ibn Hajar (Fathul Bari 2/192) menyatakan, “ Hadis ini membuktikan bahwa doa orang yang terzalimi termasuk mustajab, walaupun ia kafir. Sebab, kronologi cerita di atas menunjukkan wanita tersebut masuk Islam setelah tiba di kota Madinah” 4. Terkadang kenyataan pahit justru berakhir manis. Wanita tersebut mengalami pelecehan lahir batin. Namun, hal itu justru menyadarkannya bahwa hidup di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu tidaklah nyaman. Hingga mendorongnya untuk mencari tempat baru. Dan kota Madinah adalah tempatnya. Di sanalah ia menemukan Islam. 5. Ingatlah selalu bahwa Allah Ta’ala adalah dzat yang maha kuasa. Dia menetapkan hal-hal yang ajaib dan luar biasa. Di luar akal dan nalar manusia. Lihatlah bagaimana Allah membebaskan wanita tersebut dari tuduhan! Burung itu terbang rendah sambil menjatuhkan wi-syah di hadapan mereka semua. Maka, sering-seringlah berdoa dan memohon keajaiban dari Allah Ta’ala. Lendah, 23 Rajab 1443 H/24 Februari 2022 t.me/anakmudadansalaf


Tidak boleh membiarkan anak kecil lewat di depan orang shalat dan anak kecil tersebut tidak berdosa karenanya karena dia belum mukallaf [terbebani hukum syariat]. Namun bagi orang yang shalat berdosa jika membiarkannya lewat padahal dia mampu melakukannya (menghalanginya agar tidak lewat). Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk mencegah siapa pun yang lewat di […]


🔈💽 Jawapan Imam Malik Ke Atas Tegurannya Fudhail Ibn Iyadh 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (03:55): https://drive.google.com/file/d/1ObDEiKv5hvTJvmrIHWKGSabXhF_pjfYi/view?usp=drivesdk…


Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu berkisah. “كنتُ أكتُبُ كلَّ شيءٍ أسمَعُهُ مِن رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، أُريدُ حِفْظَهُ، فنهَتْني قريشٌ، وقالوا: أتكتُبُ كلَّ شيءٍ تسمَعُهُ ورسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ بشَرٌ يتكلَّمُ في الغضبِ والرِّضا؟! فأمسَكْتُ عَنِ الكِتابِ، فذكَرْتُ ذلك لرسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فأَوْمأَ بإِصْبَعِهِ إلى فِيهِ، فقال: اكتُبْ؛ فوالذي […]


Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan, وما سَعِدَ مَن سعد إلا بخلاف هواه ، ولا شَقِيَ مَن شقي إلا بإيثار دُنياه. “Tidaklah seseorang meraih kebahagiaan melainkan dengan menyelisihi hawa nafsunya dan tidaklah seseorang sengsara kecuali karena lebih mengutamakan dunianya.” [Laftatul Kabad ila Nasihatil Walad 28]


🔈💽 Bagaimana Para Salaf Sangat Mementingkan Solat Berjemaah Di Masjid 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (10:46): https://drive.google.com/file/d/1MTdlVPdA9v7glY35JBxOaGtap0zQ2R5q/view?usp=drivesdk…