Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim
Atsar.id
Atsar.id

Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim

MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA KARENA ALLAH ADALAH IBADAH YANG SANGAT AGUNG Perbuatan apa saja yang mesti dilakukan ketika mengunjungi saudara Assyaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah Saling mengunjungi karena Allah adalah sunnah dan pendekatan diri kepada Allah, Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda, Allah azza wajalla berfirman : وجبت محبتي للمتزاورين في وللمتحابين في والمتجالسين في والمتبارين في&nbsp. Artinya : "Pasti akan mendapatkan kecintaanku orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, saling mencintai karena Aku, saling bermajelis karena Aku, saling berbuat baik karena Aku" Saling mengunjungi karena Allah didalamnya terdapat kebaikan dan kemaslahatan yang sangat banyak, Ketika mengunjunginya, ucapkan salam kepadanya, jabatlah tangannya, doakan kebaikan untuknya, masing-masing mendoakan saudaranya, beramah tamahlah kepadanya dengan ucapan yang baik, lakukanlah mudzakarah (mengulang-ulang faidah) yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat mereka, ini adalah termasuk dari kesempurnaan berkunjung. Apabila menolongnya dalam perkara yang dibutuhkannya pada urusan agama dan dunianya, maka ini adalah termasuk kesempurnaan dalam kecintaan dan kesempurnaan dalam berkunjung, Saya tidak mengetahui perbuatan  khusus yang dilakukan sipengunjung melainkan ucapan salam, berbicara bersama saudaranya, mendoakan untuknya kebaikan , hidayah, dan keistiqamahan. Dikutip dari : https://binbaz.org.sa/old/29621 Alih bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu'Umarغفر الرحمن له Channel telegram : https://t.me/alfudhail TIPS UNTUK MENGUATKAN KECINTAAN SESAMA SAUDARA Saling mengunjungi adalah perbuatan yang bisa menumbuhkan rasa cinta didalam hati Assyaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah Termasuk dari perbuatan saling mencintai karena Allah adalah saling mengunjungi untuk menguatkan kecintaan, untuk tolong menolong diatas kebaikan, saling menasihati terhadap kebenaran, didalam hadits yang shahih disebutkan : أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ، فَأَرْصَدَ اللهُ تَعَالَى عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ الْمَلَكُ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أَزُورُ أَخًا لِي فِي هَذِه الْقَرْيَةِ. قَالَ: هَلْ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ: لَا، إِلاَّ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللهِ. قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ اللهُ إِلَيْكَ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ لَهُ Artinya : Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di negeri yang lain. Maka Allah  mengutus malaikat di belakangnya. Ketika malaikat ini sampai ke orang tersebut, malaikat bertanya, “Engkau akan berangkat kemana?” Orang tersebut menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di jalan Allah.” Malaikat berkata, “Apakah dia memiliki kenikmatan/harta yang engkau kerjakan untuknya?” Dia menjawab, “Tidak. Hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat berkata, “Aku adalah utusan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu di jalan-Nya.” (HR. Muslim no. 2567) Hadits ini menunjukkan keutamaan saling mengunjungi dijalan Allah, mengunjungi kerabat dan sahabat, Kemudian mengunjungi kerabat didalamnya terdapat menyambung silaturahmi juga, Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda : مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي  رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِفَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung rahimnya (silaturahim).” Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda : لا يدخل الجنة قاطع رحم  "Tidak akan masuk ke dalam surga pemutus silaturrahmi" Menyambung silaturahmi adalah termasuk ibadah yang paling afdhal, dan memutus silaturahmi adalah termasuk dari dosa yang paling jelek. Dikutip dari: https://binbaz.org.sa/fatwas/13409/%D9%81%D8%B6%D9%84-%D8%B5%D9%84%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%AD%D9%85-%D9%88%D8%B2%D9%8A%D8%A7%D8%B1%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%82%D8%A7%D8%B1%D8%A8-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%AE%D9%88%D8%A7%D9%86 Alih bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له. Channel telegram : https://t.me/alfudhail KEUTAMAAN MENGUNJUNGI SAUDARA Assyaikh Al-Allamah Muhammad Ibnu Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, diantara keutamaannya adalah : Mendapatkan pahala yang besar Melunakkan hati, Menjadikan manusia bersatu,  Mengingatkan orang yang lupa dan lalai,  Mengajari orang yang belum mengetahui,  Pada ziarah(kunjungan) terdapat kemaslahatan yang sangat banyak yang diketahui oleh siapa saja yang telah mencobanya. Dikutip dari : https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=163757 و قال أيضا: والزيارة لها فوائد منها هذا الأجر العظيم ومنها أنها تؤلف القلوب وتجمع الناس وتذكر الناسي وتنبه الغافل وتعلم الجاهل وفيها مصالح كثيرة يعرفها من جربها. " شرح رياض الصالحين "  ( 3/ 243) Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu'Umarغفر الرحمن له. Channel telegram : https://t.me/alfudhail Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim

Adab & Akhlak
Nov 25, 20184 min read
Doa Agar Istiqamah di Atas Sunnah
Atsar.id
Atsar.id

Doa Agar Istiqamah di Atas Sunnah

DOA PERMOHONAN AGAR ISTIQAMAH DI ATAS SUNNAH Seringnya permohonan terhadap sesuatu menunjukkan besarnya hajat terhadap hal tersebut. Rasanya tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa permohonan yang paling layak untuk diulangi dan terus diminta ialah permohonan untuk kokoh di atas hidayah Islam. - Siapa kah kita? Bahkan Rasulullah ﷺ pun dikatakan oleh Anas bin Malik : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ " Sesungguhnya Rasulullah ﷺ seringkali memanjatkan doa : يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ&nbsp. Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik "Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu." -SHAHIH- (Syaikh Nashir) HR. At Tirmidzi (2140) - Bukan hanya Anas! Pernyataan serupa juga disampaikan oleh istri tercinta Baginda Nabi ﷺ, 'Aisyah radhiyallahu 'anha : دَعَوَاتٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ يَدْعُو بِهَا : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ".  Rangkaian doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ ialah يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik "Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu." Ibunda kita, Aisyah pun menanyakan sabab-musabab dari hal itu, maka Beliau ﷺ menyatakan : إِنَّ قَلْبَ الْآدَمِيِّ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِذَا شَاءَ أَزَاغَهُ، وَإِذَا شَاءَ أَقَامَهُ  "Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua Jari dari Jemari Allah. Bila Allah ingin; Allah simpangkan dia. Dan bila Allah ingin; Allah kokohkan hatinya." -SHAHIH LI GHAIRIH- (Tahqiq Musnad) HR. Ahmad ☑️ Sebagai penutup dari tulisan ringkas ini, simaklah ucapan dari Imam Al Baghawi rahimahullah berikut : "Dalam riwayat ini terdapat penjelasan bahwa seorang hamba tidak sedikitpun memiliki peranan dalam urusan bahagia dan sengsaranya. Bahkan, saat dia dapat hidayah itu karena Allah memberinya hidayah. Saat dia kokoh di atas iman maka karena Allah mengokohkan imannya. Dan demikian pula, saat dia tersesat itu dikarenakan Allah memalingkannya dari petunjuk. Allah ta'ala berfirman : بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ "Bahkan Allah yang berjasa atas kalian saat Dia memberikan hidayah menuju iman." (QS. Al Hujurat : 17) Dan Dia juga berfirman saat mengisahkan tentang ucapan pujian penduduk surga : وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ "Segala pujian bagi Allah yang telah menunjuki kami jalan menuju surga. Tidak mungkin kami mendapatkan hidayah jika Allah tidak memberi kami hidayah." (QS. Al A'raaf : 43) Dan Allah ta'ala berfirman : يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ "Allah mengokohkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh di kehidupan dunia dan akhirat." (QS. Ibrahim : 27) -Syarhus Sunnah oleh Imam Al Baghawi, I/167- 📜 Bahan Bacaan: [ Fiqh Al Ad'iyah wa Al Adkar hlm. 906-907 ] ✍🏼 -- Muara Badak @ Kutai Kartanegara -- Hari Ahadi, Jelang Pulang 01 Jumadil Awal 1439 / 18 Januari 2018 ▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala. ••• 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.com

Doa Dzikir
Nov 23, 20184 min read
[AUDIO] Hukum Maulid Nabi - Apakah Maulid Nabi Muhammad Bidah?
Atsar.id
Atsar.id

[AUDIO] Hukum Maulid Nabi - Apakah Maulid Nabi Muhammad Bidah?

PERINGATAN MAULID NABI : ANTARA KECINTAAN DAN SIKAP GHULUW (BERLEBIHAN) TERHADAP ROSULULLOH Disampaikan Oleh: Al-Ustadz Abu Sholeh hafizhahullah Kajian Kitab Aqidah Tauhid | Ahad, 30 Dzulqo'dah 1439 H ~ 12 Agustus 2018 di Masjid Raya Ukhuwwah, Jl. Kalimantan Denpasar -------------------- ➰ Bagian 1 (4,0 MB) - Durasi [00:17:18] ▪️ Penjelasan beberapa contoh bid'ah-bid'ah pada saat ini. ▪️ Semua bid'ah adalah Bathil.Tidak ada Bid'ah Hasanah. ➰ Bagian 2 (4,6 MB) - Durasi [00:19:59] ▪️ Perayaan Maulid Nabi menyerupai (tasyabbuh) ibadah kaum Nasrani. ▪️ Sholawat Nariyah dan Busyiriyah ▪️ Beberapa kerusakan dan kemungkaran dalam acara Maulid. (*) Bid'ah itu hanya dalam perkara ibadah dan bukan dalam masalah2 dunia seperti mobil, hp, dll MEMPERINGATI MAULID/KELAHIRAN NABI DAN PENJELASAN SYIRIKNYA BACAAN NASYID SHOLAWAT NARIYAH Disampaikan Oleh: Al-Ustadz Abu Sholeh hafizhahullah Kajian Kitab Aqidah Tauhid | Ahad, 30 Dzulqo'dah 1439 H ~ 12 Agustus 2018 di Masjid Raya Ukhuwwah, Jl. Kalimantan Denpasar -------------------- ➰(5,9 MB) - Durasi [00:25:30] Berikut nash Shalawat Nariyah: اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي ْتُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِالرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ&nbsp. آلِهِ  وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْم ٍ لَكَ “Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya: ▪️ terlepas dari ikatan (kesusahan) ▪️ dan dibebaskan dari kesulitan ▪️ dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik ▪️ dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.” Juga Penjelasan tentang: ▪️ Tawasul yang dibolehkan oleh syari'ah ▪️ Bantahan bahwa Salafy itu "ANTI SHOLAWAT" #maulud #kelahiran_nabi #tawasul #anti_sholawat #sholawat_nariyah #qasidah #ihtifal BOLEHKAH MEMPERINGATI MAULID/KELAHIRAN NABI ﷺ YANG TIDAK ADA KEMUNGKARAN MAUPUN PEMBACAAN SHOLAWAT YANG TIDAK SYAR'IE? Disampaikan Oleh: Al-Ustadz Abu Sholeh hafizhahullah 📆 Kajian Kitab Aqidah Tauhid | Ahad, 30 Dzulqo'dah 1439 H ~ 12 Agustus 2018 di Masjid Raya Ukhuwwah, Jl. Kalimantan Denpasar ➰(983 KB) - Durasi [00:04:01] QASIDAH/SHOLAWAT AL-BUSHIRI Dan di antara kemungkaran yang terjadi pada perayaan ini (Maulid_ed) adalah ucapan-ucapan yang mengandung kesyirikan dan ghuluw (berlebihan / melampaui batas) dalam menyanjung Rasulullah : >> BACA JUGA : TANYA JAWAB TENTANG MAULID  ▪️Mereka melantunkan beberapa bait syair yang diharamkan, ▪️Meminta pertolongan, berdo’a dan memohon kepada Rasulullah ﷺ,  ▪️Meyakini bahwa Nabi ﷺ mengetahui ilmu ghaib. Seperti apa yang disebutkan dalam kitab Qashidah Al-Bushiri: يَا أَكـــْرَمَ الْخــَلْقِ مــــَالِيْ مَنْ أَلـــُوْذُ بِهِ سِــوَاكَ عِنْدَ حـــُدُوْثِ الْحــــَادِثِ الْعَمِمِ فَإِنَّ مِنْ جُــــوْدِكَ الــدُّنْيَا وَضَرَّتِهَــــا وَمِنْ عُلُوْمِـــكَ عِلْمُ اللـــَّوْحِ وَالْقَلــَمِ "Wahai sebaik-baik manusia (Rosululloh) kepada siapa lagi aku berlindung.. Kecuali kepadamu, ketika terjadi musibah yang merata.. Sesungguhnya di antara kedermawananmu adalah adanya dunia dan isinya.. Dan sebagian pengetahuanmu (Rosululloh_ed), adalah ilmu Al-Lauh dan pena (taqdir)..." _______ ✍️ Diterjemahkan secara ringkas dari Kitab Ash-Shufiyyah Fi Mizanil Kitabi Was Sunnah, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu , hal. 44-47 Sumber: http://mahad-assalafy.com/ Sumber audio di atas : 📶 t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF] 🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

bid'ah
Nov 19, 20184 min read
Hukum Jima' dengan Istri Sambil Berkhayal Wanita Lain
Atsar.id
Atsar.id

Hukum Jima' dengan Istri Sambil Berkhayal Wanita Lain

Hukum Menjima'i Istri Dengan Berkhayal Seakan Itu Adalah Wanita Lain (Demikian Pula Sebaliknya) Masalah Penting Yang Wajib Diperhatikan, yaitu Hukum Menjima'i Isteri Dengan Berkhayal Seakan Itu Adalah Wanita Lain (Demikian Pula Sebaliknya) Imam al-Allamah Ibnul Haaj al-Malikiy berkata, “Dan wajib baginya untuk menjaga dirinya dengan perbuatan dan perkataan dari sifat jelek yang&nbsp. menimpa banyak orang yaitu seorang lelaki jika melihat seorang wanita yang membuatnya kagum lalu dia gauli istrinya, dia jadikan wanita tadi seakan dihadapannya (berkhayal/berfantasi seakan dia menggauli wanita itu). Dan yang demikian merupakan bentuk dari zina. Sebagaimana para ulama kita menjelaskan bahwa seseorang jika minum air putih dihadapannya namun dia berkhayal seakan itu adalah khamr, maka minuman itu haram baginya dan yang demikian terjadi pada banyak orang. Dan hukum ini tidak hanya pada kaum lelaki saja, namun juga bagi kaum wanita bahkan pada mereka lebih dahsyat, kerana banyaknya wanita di zaman ini yang keluar rumah atau memandang keluar dari balik jendela, maka jika dia lihat lelaki yang dia kagumi, tergantung hatinya padanya lalu saat dia bergaul bersama suaminya dia jadikan wajah lelaki tadi seakan dihadapannya. Maka masing-masing dari kedua-duanya (wanita ini dan lelaki di atas) dalam makna zina. Kita memohon keselamatan dari Allah. Dan tidaklah cukup hanya dengan menjauhi perbuatan ini namun hendaklah dia juga peringatkan keluarganya dan selain mereka serta mengajarkan pada mereka semua bahawa perbuatan semacam itu haram dan tidak boleh.” (Al-Madkhol 1/194) Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله jima istri berkhayal wanita lain مسألة خطيرة ينبغي التنبه لها  هي حكم من يجامع امرأته   متخيلا امرأة أخرى أو العكس  يقول الإمام العلامة ابن الحاج المالكي - رحمه الله وغفر له - : ﻭﻳﺘﻌﻴﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﺤﻔﻆ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﺎﻟﻔﻌﻞ، ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ اﻟﺨﺼﻠﺔ اﻟﻘﺒﻴﺤﺔ اﻟﺘﻲ ﻋﻤﺖ ﺑﻬﺎ اﻟﺒﻠﻮﻯ ﻓﻲ اﻟﻐﺎﻟﺐ، ﻭﻫﻲ ﺃﻥ اﻟﺮﺟﻞ ﺇﺫا ﺭﺃﻯ اﻣﺮﺃﺓ ﺃﻋﺠﺒﺘﻪ، ﻭﺃﺗﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﺟﻌﻞ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ ﺗﻠﻚ اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﺘﻲ ﺭﺁﻫﺎ . ﻭﻫﺬا ﻧﻮﻉ ﻣﻦ اﻟﺰﻧﺎ ﻟﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﻋﻠﻤﺎﺅﻧﺎ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻴﻤﻦ ﺃﺧﺬ ﻛﻮﺯا ﻳﺸﺮﺏ ﻣﻨﻪ اﻟﻤﺎء ﻓﺼﻮﺭ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ ﺃﻧﻪ ﺧﻤﺮ ﻳﺸﺮﺑﻪ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ اﻟﻤﺎء ﻳﺼﻴﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﺮاﻣﺎ، ﻭﻫﺬا ﻣﻤﺎ ﻋﻤﺖ ﺑﻪ اﻟﺒﻠﻮﻯ . ﻭﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﻻ ﻳﺨﺘﺺ ﺑﺎﻟﺮﺟﻞ ﻭﺣﺪﻩ ﺑﻞ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﺩاﺧﻠﺔ ﻓﻴﻪ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺃﺷﺪ؛ ﻷﻥ اﻟﻐﺎﻟﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺰﻣﺎﻥ اﻟﺨﺮﻭﺝ ﺃﻭ اﻟﻨﻈﺮ ﻣﻦ اﻟﻄﺎﻕ ﻓﺈﺫا ﺭﺃﺕ ﻣﻦ ﻳﻌﺠﺒﻬﺎ ﺗﻌﻠﻖ ﺑﺨﺎﻃﺮﻫﺎ، ﻓﺈﺫا ﻛﺎﻧﺖ ﻋﻨﺪ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﺑﺰﻭﺟﻬﺎ ﺟﻌﻠﺖ ﺗﻠﻚ اﻟﺼﻮﺭﺓ اﻟﺘﻲ ﺭﺃﺗﻬﺎ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻬﺎ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻛﻞ ﻭاﺣﺪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺰاﻧﻲ ﻧﺴﺄﻝ اﻟﻠﻪ اﻟﺴﻼﻣﺔ ﺑﻤﻨﻪ، ﻭﻻ ﻳﻘﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ اﺟﺘﻨﺎﺏ ﺫﻟﻚ ﻟﻴﺲ ﺇﻻ، ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻭﻳﺨﺒﺮﻫﻢ ﺑﺄﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ  المدخل ص【1-194】 ll مجموعة طريق السلف ll www.thoriqussalaf.com http://telegram.me/thoriqussalaf

Fiqih
Nov 15, 20183 min read
Tata Cara Mandi Junub / Janabah Secara Lengkap ( Mandi Besar )
Atsar.id
Atsar.id

Tata Cara Mandi Junub / Janabah Secara Lengkap ( Mandi Besar )

TATA CARA MANDI JUNUB&nbsp. Cara ini berlaku bagi muslim maupun muslimah. Semoga jadi ilmu yang bermanfaat. ▪ BERNIAT ATAU MEMAKSUDKAN DALAM HATI BAHWA DENGAN MANDI INI UNTUK MENGANGKAT HADATS BESAR 🗒️Dari Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda : إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى "Sesungguhnya tiap amal tergantung niatnya. Dan tiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan." HR. Al Bukhari (1) dan Muslim (1907) ▪ MENGGUYURKAN AIR SECARA MERATA KE SELURUH TUBUH SUDAH MENCUKUPI MESKI TIDAK ADA TAMBAHAN APAPUN Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ "(Jangan menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali bila sekedar lewat hingga kamu mandi." QS. An-Nisa' : 43 Imam Syafi'i rahimahullah berkata : فَكَانَ فَرْضُ اللَّهِ الْغُسْلَ مُطْلَقًا لَمْ يَذْكُرْ فِيهِ شَيْئًا يَبْدَأُ بِهِ قَبْلَ شَيْءٍ فَإِذَا جَاءَ الْمُغْتَسِلُ بِالْغُسْلِ أَجْزَأَهُ "Allah mewajibkan (bagi orang junub) untuk mandi secara mutlak. Dia tidak menyebutkan bahwa harus ini terlebih dulu atau ini. Sehingga bagaimana pun dia mandi maka sudah sah." (Al Umm, II/85 Cet. Darul Wafa') Beliau juga mengatakan : أَنْ يَأْتِيَ بِغُسْلِ جَمِيعِ بَدَنِهِ "Yang terpenting dia meratakan air ke seluruh tubuhnya." (Idem) Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi rahimahullah menyatakan hal yang semisal dengan Imam Syafi'i rahimahullah di atas. Beliau berkata dalam Syarah Umdatul Ahkam : أما المجزئ فهو: غسل جميع البدن على أي كيفية كانت، ولو انغمس في ماء بنية الغسل أجزأه عند قوم "Ukuran standar sahnya mandi junub ialah dengan seseorang membasahi seluruh tubuhnya; dengan cara apapun pun itu. Bahkan menurut sebagian ulama, meski dia menceburkan dirinya ke air dengan niat mandi junub (sah mandinya)." (Ta'sis Al Ahkam, I/79) ▪ CARA MANDI JUNUB YANG SEMPURNA Ada dua tatacara yang disampaikan oleh istri-istri Rasulullah ﷺ tentang kaifiyah mandi Nabi ﷺ. Manapun dari dua tatacara ini yang dia lakukan; insyaallah sudah mendapatkan yang afdal. #1 Dari Ummul Mu'minin Aisyah radhiyallahu 'anha, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ "Rasulullah ﷺ jika mandi janabah; 1 - memulai dengan mencuci kedua tangannya, 2 - lalu menuangkan air dengan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri dan kemudian mencuci kemaluan beliau, [mencuci tangan dan kemaluan] 3 - setelahnya beliau berwudhu sebagaimana wudhu sebelum shalat, 4 - kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambut, hingga beliau menduga bahwa (air) telah menjangkau semua (bagian rambut)nya, [menyela-nyelai rambut] 5 - beliau menciduk air dengan kedua telapak tangan dan mengguyurkan pada kepala tiga kali, [membasahi kepala] 6 - lalu Nabi ﷺ mengalirkan air pada seluruh anggota tubuhnya, [mandi seperti biasa] 7 - dan kemudian mencuci kedua kakinya." -HR. Al Bukhari (248) dan Muslim (316)- #2 Dari Ummul Mu'minin Maimunah radhiyallahu 'anha : وَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضُوءًا لِجَنَابَةٍ فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ بِالْأَرْضِ أَوْ الْحَائِطِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ ثُمَّ تَنَحَّى فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ قَالَتْ فَأَتَيْتُهُ بِخِرْقَةٍ فَلَمْ يُرِدْهَا فَجَعَلَ يَنْفُضُ بِيَدِهِ "Rasulullah ﷺ meletakkan bejana berisi air untuk mandi janabah. Kemudian; 1 - beliau mengambil air dengan telapak tangan kanannya dan diguyurkan pada telapak tangan kiri dua atau tiga kali, [mencuci tangan] 2 - lalu mencuci kemaluan beliau, 3 - Kemudian memukulkan tangan pada tanah atau dinding dua atau tiga kali, [menggosok tangan habis mencuci kemaluan] 4 - lalu berkumur-kumur, menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya, mencuci wajah, dan kedua tangan hingga siku, [mencuci anggota wudhu sampai bag tangan] 5 - dan mengguyurkan air pada kepala beliau, 6 - dan kemudian beliau mencuci (seluruh) tubuhnya, [mengguyur air seperti biasa] 7 - setelah itu beliau berpindah tempat lalu mencuci kakinya." [menyempurnakan basuhan bagian wudhu yang tadi hanya sampai kepala] -HR. Al Bukhari (266) dan Muslim (317)- Nomor urut dan yang berada dalam tanda kurung [ ... ] berasal dari kami untuk memudahkan pembaca mengambil kesimpulan. Meski pointnya banyak, percayalah, tatacara sempurna di atas sangat mudah dipraktikkan. Berlanjut dengan RAGAM PEMBAHASAN TAMBAHAN seputar mandi junub. Semoga Allah memudahkan. ✍️ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (13:37) 03 Rabi'ul Awal 1440 / 11 November 2018 ▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala. >>  8 Pembahasan Penting Shalat Junub 🍃 Media Nasehat Etam : - Channel Telegram  ||  https://t.me/nasehatetam - Youtube  ||  http://bit.ly/VideoNasehatEtam - Instagram  ||  http://instagram.com/nasehatetam 💻 Situs Resmi : www.nasehatetam.com Tata Cara Mandi Junub / Janabah

Fiqih
Nov 15, 20185 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast