Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


✍️ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata: “Suntikan melalui pembuluh darah tidak termasuk jenis makan dan minum, terlebih lagi suntikan melalui urat, maka puasanya tetap sah, tidak batal. Akan tetapi, seandainya dia mengqadha puasanya untuk kehati-hatian, maka itu lebih baik. Apabila dibutuhkan suntikan tersebut, namun dia menundanya sampai malam, maka ini lebih utama dan […]


✍️Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata: “Siapa saja yang berbuka (karena uzur) di bulan Ramadhan, kemudian datang Ramadan berikutnya sebelum dia mengqadha puasanya maka dia berdosa. ↪️ Wajib baginya untuk mengqadhanya dan bertaubat kepada Allah, dan juga memberi makan kepada orang miskin untuk setiap hari yang dia tinggalkan apabila dia mampu. ✅ Apabila dia […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana makanan, tatkala semakin lezat rasanya, semakin banyak lemaknya dan semakin manis rasanya, maka hasil buangannya semakin kotor. Maka demikian halnya setiap syahwat yang ada dalam jiwa, ketika semakin lezat dan kuat syahwat tersebut, maka rasa sakit karenanya ketika akan meninggal semakin dahsyat.” [Uddatus Shobirin 195]


Kewajiban shalat Jumat tidak gugur atas diri orang yang shalat Istisqa. Kami tidak mengetahui seorang ulama yang berpendapat sebaliknya. Adapun jika Id bertepatan dengan shalat Jumat, maka kewajiban shalat Jumat gugur atas diri orang yang telah melaksanakan shalat Id kecuali imam, karena dia harus hadir ke masjid dan melaksanakan shalat Jumat bersama jemaah yang hadir. […]


Salat Istisqa sebanyak dua rakaat, dengan membaca bacaan secara keras, demi mencontoh perbuatan Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Banyak ahli fikih menyebutkan bahwa hikmah dari perbuatan ini adalah -wallahu a’lam- optimis terjadinya perubahan keadaan dari keadaan krisis menjadi keadaan sejahtera. Ad Daraquthni meriwayatkan hadits dari Abu Ja`far Al-Baqir secara mursal, dengan redaksi, “Beliau mengubah posisi selendang beliau dengan harapan musim kemarau berubah.” Sebagaimana disebutkan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Maram. Wabillahittaufiq, wa […]


Salat Istisqa’ dan shalat Idain (Idulfitri dan Iduladha) boleh dilaksanakan di lokasi ini. Namun akan lebih baik, jika dimungkinkan shalat ini dilaksanakan di lokasi lain. Perlu diketahui bahwa perayaan maulid merupakan bidah yang harus ditinggalkan, karena Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, Khulafaurrasyidin dan para sahabat lainnya radhiyallahu `anhum, serta para pengikut mereka pada tiga abad […]


Jawaban 1: Jika imam lupa melakukan takbir setelah takbiratulihram sampai dia membaca al-Fatihah , maka yang paling afdal baginya adalah meneruskan bacaan dan tidak kembali untuk melakukan takbir. Sebab, takbir adalah perbuatan sunah tanpa diperdebatkan oleh para ulama, sepanjang pengetahuan kami. Jawaban 2: Yang disunahkan adalah mengarahkan bagian dalam kedua telapak tangannya ke langit dan […]

Hanya Kepada-Nyalah Kita Berserah Diri Kisah ini bukanlah untuk men-tazkiyah (menganggap seseorang suci dari dosa, red.) salah seorang pun di antara kita. Tapi sekadar untuk diambil pelajaran darinya karena Allah memerintahkan kita untuk mengambil pelajaran dari kehidupan di sekitar kita. . Se…


Harim bin Hayyan rahimahullah menyatakan, “ما أقبل عبدٌ بقلبه إلى الله إلاّ أقبل الله بقلوب المؤمنين إليه حتى يرزقه مودتهم ورحمتهم.” “Tidaklah seorang hamba menghadap Allah Ta’ala dengan kalbunya kecuali Allah pun akan menghadapkan kalbu kaum mukminin kepadanya. Hingga Allah pun akan menganugerahkan kecintaan kaum mukminin dan kasih sayang mereka kepadanya.” [Tafsir Al-Qur’an Al-‘adzim 5/269]


Imam asy-Syaukani rahimahullah menyatakan, ”إِنَّمَا سُمِّيَ رمضان لأنهُ يَرْمِضُ_الذنوب أي : يحرقها يذيبها لما يقع فيه من العبادة.” “Sesungguhnya dinamakan dengan Ramadhan karena bulan tersebut membakar (يرمض) dosa-dosa dan melelehkannya karena berbagai ibadah yang dilakukan pada bulan tersebut.” [Faidhul Qodir 3/3]


Jika seseorang tetap duduk di tempat shalatnya untuk menunggu terbitnya matahari lalu ia shalat dua rekaat. Namun ia bangkit (berpindah) dari tempatnya ke tempat yang lain. Dengan tujuan untuk mendengarkan dzikir atau memotivasi diri (supaya) tidak tidur. Maka yang demikian ini tidak mengapa karena tempat shalatnya sama.