Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Kenapa Sering Bernyanyi atau Berkhayal Ketika Berkendara?
Atsar.id
Atsar.id

Kenapa Sering Bernyanyi atau Berkhayal Ketika Berkendara?

KENAPA SAAT BERKENDARA SESEORANG SERING MENYANYI ATAU BERKHAYAL Asy-Syaikh DR. Abdussalam bin Barjas rahimahullah mengatakan : "Dalam Mushannaf Abdurrazaq, datang dari pernyataan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dengan sanad yang bagus, bahwa beliau mengatakan : إذا ركب الرجل دابته فلم يذكر اسم الله ردفه الشيطان، فقال له : تغن، فإن لم يحسن، قال له : تَمَن "Apabila seseorang menaiki kendaraannya dan dia tidak menyebut nama Allah. maka setan akan memboncengnya. Lalu setan tadi akan membisikkan padanya, 'Menyanyi saja!' Bila dia tidak bisa menyanyi, setan membisik : 'Berkhayal-lah!'." Dalam atsar ini terdapat penjelasan bahwa bila orang yang berkendara tidak menyebut nama Allah [ membaca Bismillaah atau doa berkendara, pent ] saat menaiki kendaraannya; maka setan akan menemani perjalanannya dan akan membuat dia lupa dari dzikir pada Allah, dengan cara : - Membisikkannya untuk bernyanyi, bila pengendara itu tidak mahir menyanyi maka dia menuju cara kedua; - Berangan-angan. Hingga ia pun tersesat dalam lembah itu dan tercerai-berai dalam angan tersebut. Terkadang memikirkan agar mendapat istri yang cantik.. Rumah mewah.. Kekayaan melimpah.. Dan terus demikian ia membunuh waktunya (di jalan). Menyia-nyiakan hidupnya! Hingga saat telah dekat ujung penjalanannya [ ujung kehidupan, pent ] maka usia penyesalan pun mengetuknya : يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي "'Duhai sekiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku (di akhirat) ini'." ( QS. Al Fajr : 24 ) لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ  • وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ  "'Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat (saja), sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?' Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui semua yang kamu kerjakan." (QS. Al Munafiqun : 10-11) Majmu' Mu'allafat Asy-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdil Karim, II/32-33- Faidah berasal dari Asy-Syaikh Fawwaz hafizhahullah di sini || https://t.me/fawaz_almdkhli/332 ••• *Sebuah ilmu yang penting tuk kita terapkan berkali-kali dalam sehari, berdzikir sebelum berkendara. Minimalnya, bismillah. Membaca lengkap dzikir berkendara jelas lebih baik. Allah-lah yang memberi petunjuk.* ✍ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (20:20) 21 Rabi'ul Awal 1440 / 28 November 2018 ▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala. 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.com Kenapa Sering Bernyanyi atau Berkhayal Ketika Berkendara?

All
Dec 15, 20183 min read
Nasihat : Perbaiki Ukhuwah Antar Sesama Ahlussunnah
Atsar.id
Atsar.id

Nasihat : Perbaiki Ukhuwah Antar Sesama Ahlussunnah

Perbaiki hubungan kita antar sesama ahlussunnah, hidupkan semangat ikhlas saling mencintai diantara kita. Kalau ada teman kita yang semangat menyakiti kita, itu teman kita juga yang dimusuhi oleh musuh dakwah. Perbaiki hubungan antara sesama kita dengan sikap saling memaafkan, jadilah sebagai orang yang mudah memaafkan. Meminta maaf itu mudah, akan tetapi memaafkan itu adalah jiwa orang-orang yang besar yang berjiwa mulia... Meredam amarah sesama ahlussunnah... Jika tersinggung, maka jangan berlama-lama tersiggungnya, jangan berlarut-larut sampai berhari-hari, berbulan-bulan bertahun-tahun, sampai lama sakit hatinya dan dendamnya masih ada dan masih diingat-ingat kesalahan saudaranya. Baca Juga : Kisah Indah Persaudaraan Sesama Ahlussunnah Orang yang seperti ini, hakekatnya tidak mengerti hakekat perjuangan, dia tidak mengerti siapa lawan dan siapa kawan.. Sungguh tidak ada waktu untuk yang seperti itu, waktu kita terbatas, siang malam musuh-musuh tauhid terus berupaya sekuat tenaga,&nbsp. (jangankan di negeri kufar tapi di negeri kita  terus sampai saat ini tanpa henti membuat makar). Kita pun harus melakukan persiapan, tholabul ilmi, saling memaafkan antara kita, melupakan kesalahan diantara kita, itulah jiwa seorang yang mulia dan besar. Akan tetapi, orang yang tidak memaafkan itu jiwa orang kecil, rendah dan fakir... Tapi jiwa pembesar dan mulia adalah, sesama ahlussunnah mudah memaafkan. akan tetapi jika menghadapi musuh-musuh dakwah, ahlussunnah salafiyun merupakan singa-singa pemberani... Segera, jangan berlama-lama, yang salah jangan segan-segan meminta maaf... Jikalau seandainya ada temennya yang belum minta maaf, maka  maafkan dia, do'akan dia dalam qalbunya.. jangan sombong dengan tidak memberi maaf... Tidak ada waktu bagi kita, tidak ada kesempatan kita untuk begitu. Maka dari itu ini salah satu bentuk dalam berbenah... Saling peduli dan saling ta'awun tolong menolong diantara kita. Apa yang kita bisa lakukan, apa yang bisa kita berikan, pikiran, tenaga, jasa, materi untuk ta'awun diatas kebaikan dan taqwa, dan dengan sebab ta'awun diantara kita itu menyebabkan datangnya pertolongan diantara kita. Adakah diantara kita yang merasa tidak butuh terhadap istiqomah, untuk Allah lindungi kita sampai datang maut diatas Al-Haq? semua kita butuh untuk itu, butuh pertolongan Allah untuk istiqomah. Kalau tahu itu, ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu selalu bersama seorang hamba, selama hamba itu dalam upaya menolong saudaranya,. Betapa butuhnya kita mendapatkan pertolongan Allah dalam bentuk ditanamkan dalam hati kita cinta tauhid dan sunnah, dan saling cinta diatas sunnah, untuk semangat bertauhid di hati kita sehingga kita bangun dalam keadaan masih dalam keadaan diatas al-haq... Kalau kita butuh, yakin dan sadar akan pertolongan ini, maka tolonglah saudara kita, maka Allah akan tolong kita, dan ta'awun. Dakwah yang besar dan berat ini akan terasa ringan kalau ada ta'awun diantara kita. Nasehat agar setiap ikhwah ahlussunnah wal jamaah menjaga ukhuwah sesama ahlussunnah, demi untuk memperjuangkan dakwah Al-Haq ini... Baca Juga : Keutamaan Taawun dalam Kebaikan Transkrip Audio Nasehat Al Ustadz Luqman Ba 'abduh Hafizhahulloh||Ma'had Darul Ilmi Desa Pulo, Lumajang || Bulan Syawal 1436 H / September 2015 M Arsip Fawaid Ilmiyah: https://telegram.me/fawaidsolo Dengarkan kajian secara lengkap tentang Karakteristik Akhlak Ahlussunnah  di bawah ini : Nasihat : Perbaiki Ukhuwah Antar Sesama Ahlussunnah

audio
Dec 15, 20184 min read
Hukum Membaca Al Fatihah Sebelum Membaca Al Quran
Atsar.id
Atsar.id

Hukum Membaca Al Fatihah Sebelum Membaca Al Quran

Hukum Membaca Alfatihah sebelum membaca Alquran: Pertanyaan : Bismillah…afwan ustad ada yank bertanya, apakah ada sunnahnya membaca al fatihah ketika mau membaca AL QUR,AN, JAZAKALLAHUKHAIRA Jawaban : Disebutkan dalam fatwa ulama Lajnah Da’imah Su’udiyah : : قراءة الحاضر الفاتحة بعد الدعاء، أو بعد قراءة القرآن، أو قبل الزواج بدعة، لأن ذلك لم يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أحد من صحابته ـ رضي الله عنهم ـ وقد ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال:&nbsp. من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد  . ” Bacaan yang ada saat ini seperti membaca Al fatihah Setelah Doa, Atau setelah membaca Alquran, atau sebelum acara pernikahan adalah Sesuatu yg diada-adakan. Karena yg demikian itu tidak dicontohkan dari sunnah nabi shalallahu alaihi wassalam, tidak pula dari para sahabat radhiallahuanhum.dan telah tetap bahwasanya rasul shalallahu alaihi wassalam bersabda "Barang siapa yg beramal yg tidak ada padanya pada urusan kami maka (amalan itu)  tertolak" (Note:  Ada pun yang diperintahkan adalah membaca Ta’awudz, sebagaimana firman Alloh Ta’ala: فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ﴾; [النحل:98] ” Ketika kamu membaca Alqur’an maka berlindunglah kepada Alloh dari gangguan syaitan yang terkutuk” pent) Akhukum Fillah Ustadz abu amina حفظه الله Dikutip dari Fatwa Lajnah Da’imah Saudi Arabia السؤال الثامن من الفتوى رقم8946 http://t.me/pesantren_salaf_online

Tanya jawab
Dec 15, 20182 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast