Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Ibrahim bin Adham rahimahullah mengatakan, فمن لم يواسِ الناس بماله وطعامه وشرابه فليواسهم بـبسط الوجه والخلق الحسن “Seseorang yang tidak bisa menghibur manusia dengan harta, makanan dan minumannya, maka hendaklah dia membuat mereka senang dengan keceriaan wajahnya dan akhlak yang baik.” [Hilyatul Auliya 7/389]


Syaikh Amin asy-Syinqithi rahimahullah berkata, المُتزوج الّذي وعده الله بالغِنى هو الّذي يُريد بتزويجه: الإعانة على طاعة الله، بِغَض البصر وحفظ الفَرْج. “Orang yang menikah lantas dijanjikan kecukupan oleh Allah Ta’ala adalah seseorang yang meniatkan dengan pernikahannya sebagai pendukung ketaatannya kepada Allah Ta’ala dengan menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.” [Adhwaul Bayan 5/531]


Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu mengatakan, من طلب الآخرة أضر بالدنيا ومن طلب الدنيا أضر بالآخرة يا قوم فأضروا بالفاني للباقي “Barangsiapa mengejar akhiratnya, maka pasti akan terganggu urusan dunianya. Dan barangsiapa mengejar harta dunia, maka pasti akan terganggu urusan akhiratnya. Wahai kaum (mukminin) kalahkanlah yang fana (dunia), demi meraih yang kekal (akherat).” ✍️ Az-Zuhd […]


Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menegaskan, إن العبد لا ينعم حق النعيم حتى يؤمن بالقدر؛ لأنه حينئذ يعرف أن كل شيء من ربه فيرضي بتدبيره ويشكره على نعمه ويصبر على البلاء والمصائب “Sejatinya seorang hamba tidak akan bisa merasakan kenikmatan yang hakiki sampai dia beriman kepada takdir. Karena saat itulah dia akan menyadari bahwa […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “فإن ما مضى لايدفع بالحزن بل بالرضى والحمد والصبر و الإيمان بالقدر” “Sesungguhnya apa yang telah berlalu tidak akan tertolak dengan kesedihan. Namun hadapilah dengan keridhoan, pujian, kesabaran dan keimanan kepada takdir.” [Zaadul Ma’aad 2/327]


Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menasehatkan, الأم لــها شـــأن عظيــــم فعليــك، أن تحــــرص عـــلـى رضــاهـــــا، وعلى معاملتها بالتـي هي أحســن، وإن أساءت إليك وإن تعدت عليك، عليـــــك أن تصفـــــح وتعفـو عنها وتطلـــــب رضـــــاهـــــا دائـــــما. “Ibu mempunyai kedudukan yang sangat agung, sehingga engkau harus semangat untuk membuatnya ridha dan memperlakukan beliau dengan muamalah yang terbaik. […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menuturkan bahwa al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan tentang firman Allah Ta’ala, وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ “Dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka, إن من أعظم النفقة نفقة العلم Sesungguhnya di antara sedekah yang paling agung adalah sedekah ilmu agama.” [Majmu’ul Fataawa 4/41]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “كان صلى الله عليه وسلم يختم كل عمل صالح بالاستغفار .” “Nabi shallallahu alaihi wa sallam selalu menutup setiap amal shalih dengan istighfar (memohon ampunan kepada Allah Ta’ala).” [Madarijus Salikin 2/1023]


Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ” “Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amalan yang dapat menghapus kesalahan dan meninggikan […]


Imam Malik bin Anas rahimahullah, salah seorang ulama besar dalam sejarah Islam, pernah menyampaikan nasihat yang tegas dan berarti dalam hal menghadiri majelis. Beliau berkata, لا تكثر الشخوص من بيتك إلا لأمر لا بد منه ولا تجلس في مجلس لا تستفيد منه علمًا “Janganlah engkau banyak keluar dari rumahmu kecuali untuk suatu urusan yang harus […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, وأكثر أسقام البدن والقلب، إنما تنشأ عن عدم الصبر “Mayoritas penyakit badan dan kalbu tiada lain muncul dari tidak adanya kesabaran.” [Zaadul Ma’ad 4/714]


Muhammad bin al-Munkadir rahimahullah menyatakan, كابدت نفسي أربعين سنة حتى استقامت “Aku berjuang melawan (keinginan) jiwaku selama empat puluh tahun hingga akhirnya jiwaku Istiqomah (dalam ketaatan).” [Siyar A’lamin Nubala 5/355]