Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Atsar.id
Atsar.id

Kamar dan Kemah di Surga

KAMAR DAN KEMAH SURGA Kalau di dunia, kamar hotel yang mewah merupakan kenikmatan yang dicari oleh sebagian orang. Kamar yang menawarkan fasilitas super istimewa bagi orang-orang yang berduit. Dalam satu malam, biaya kamar termewah adalah 1 Milyar rupiah atau 80 ribu US Dollar pada tahun 2017. Royal Penthouse Suite, Hotel President Wilson di Jenewa, Swiss. Luasnya 1680 meter persegi, dikenal sebagai suite terbesar di Eropa pada waktu itu. Salah satu fasilitas unggulannya adalah panorama Danau Jenewa yang bisa dilihat langsung di teras. Jadi, posisinya tinggi dengan pemandangan danau yang indah. Kamar terbuat dari marmer. Dilengkapi dengan teleskop untuk melihat bintang-bintang di malam yang cerah. Standar keamanan tinggi diterapkan. Kaca anti peluru, brankas tempat menyimpan barang berharga, tombol darurat, serta lift pribadi. Itu tadi di dunia. Allah mengingatkan kita untuk jangan silau dengan gemerlap kemewahan dunia yang sangat fana dan sementara. Kemewahannya sedikit, menikmatinya tidak optimal, dan waktunya sangat terbatas. وَلاَ تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى Dan janganlah sekali-kali kedua matamu memandang kagum (berambisi) kepada kaum yang kami beri kenikmatan bunga kehidupan dunia. Itu semua untuk menguji mereka. Sedangkan rezeki dari Rabbmu (di dunia: ilmu dan amal sholih dan akhirat berupa Surga) jauh lebih baik dan lebih kekal (Q.S Thoha ayat 131). Dalam ayat yang lain Allah mengingatkan akan nikmat yang sangat besar dengan diturunkannya al-Fatihah dan alQuran secara umum. Itu justru anugerah yang sangat besar, tidak ada bandingannya dengan kemewahan dunia. Karena itu, jangan takjub dengan kemewahan dunia dari sebagian pihak. وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ (87) لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu 7 ayat yang berulang (alFatihah) dan al-Quran yang agung. Janganlah kedua matamu memandang kagum (berambisi) kepada kaum yang kami beri kenikmatan (kemewahan dunia). Jangan bersedih atas mereka dan bersikap tawadhu’lah kepada kaum beriman (Q.S al-Hijr ayat 87-88) Di Surga juga terdapat kamar-kamar. Kamar di Surga jelas lebih memukau dan istimewa. Tak ada banding. Kamar Surga berada dalam posisi tinggi. Di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah Ta’ala berfirman: لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَاد Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka akan mendapatkan kamar-kamar. Di atas kamar-kamar itu terdapat kamar-kamar lain yang berupa bangunan bertingkat. Sungai-sungai mengalir di bawahnya. Itu adalah janji Allah. Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya (Q.S az-Zumar ayat 20) Jika sungai atau danau di dunia bisa membunuh anda, tidak demikian dengan sungai di Surga. Danau dunia bisa menenggelamkan orang. Sedangkan sungai Surga adalah media penyempurna kenikmatan bagi penghuni Surga. Airnya bisa diminum. Alirannya bisa diatur. Penjelasan tentang sungai di Surga bisa dibaca pada bab tersendiri dalam buku ini. Kamar dunia untuk beristirahat tidur menghilangkan penat. Sedangkan kamar di Surga untuk bersenang-senang saja karena penghuni Surga tidak penat dan tidak akan pernah tidur النَّوْمُ أَخُو الْمَوْتِ وَلَا يَنَامُ أَهْلُ الْجَنَّةِ Tidur adalah saudara kematian. Dan penduduk Surga tidak tidur (hadits dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah as-Shahihah) Kamar di Surga tidak butuh kaca anti peluru, tombol alarm, atau brankas penyimpan. Karena itu semua adalah fasilitas untuk orang yang khawatir akan keselamatannya. Pada hakikatnya ia tidak tenang dan nyaman. Pemakai kamar Surga berada dalam ketentraman dan rasa aman yang sempurna. Tambahkan padanya keselamatan yang paripurna. Itulah balasan bagi orang-orang yang beriman, beramal sholih, dan bersabar di dunia. ...إِلَّا مَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آَمِنُونَ Kecuali orang yang beriman dan beramal sholih. Mereka itu akan mendapatkan balasan yang berlipat karena perbuatan mereka, dan mereka berada dalam kamar-kamar dalam perasaan aman (Q.S Saba’ ayat 37) أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا Mereka itu akan mendapatkan balasan kamar (di Surga) karena kesabaran mereka, dan mereka akan mendapatkan di dalamnya pujian dan keselamatan (Q.S al-Furqon ayat 75) Bagaimanakah bahan-bahan bangunan di Surga termasuk kamar, rumah, dan istananya? لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ Batu bata dari perak dan batu bata dari emas. Bahan perekat (semennya) dari misk (minyak kesturi yang harum). Pasirnya dari mutiara dan permata. Tanahnya dari za’faran (H.R atTirmidzi) خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ، لَبِنَةً مِنْ ذَهَبٍ وَلَبِنَةً مِنْ فِضَّةٍ، وَغَرَسَهَا، وَقَالَ لَهَا: تَكَلَّمِي. فَقَالَتْ: { قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ } ، فَدَخَلَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ فَقَالَتْ: طُوْبَى لَكَ، مَنْزِلَ الْمُلُوْكِ Allah menciptakan Surga, batu batanya dari emas dan dari perak. Allah juga menanami (Surga). Allah berfirman kepada Surga: Berbicaralah. Maka Surga berbicara: Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Kemudian Malaikat memasuki Surga dan berkata: Sungguh beruntung bagimu wahai kediaman para raja (H.R al-Bazzaar dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam Shahih atTarghib).&nbsp. Di tengah-tengah kebun Surga, dibuatkan kemah dari mutiara. Ukuran kemah ini tinggi dan lebarnya adalah 60 mil atau sekitar 96 km! Tiap sudut terdapat bidadari bagi pemilik kemah itu. Masing-masing bidadari tidak bisa melihat bidadari lain karena saking jauhnya. إِنَّ فِي الْجَنَّةِ خَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ مُجَوَّفَةٍ عَرْضُهَا سِتُّونَ مِيلًا فِي كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا أَهْلٌ مَا يَرَوْنَ الْآخَرِينَ يَطُوفُ عَلَيْهِمْ الْمُؤْمِنُونَ Sesungguhnya di Surga terdapat kemah dari mutiara yang berongga. Lebarnya 60 mil. Pada setiap sudut ada istri (bidadari). Para bidadari itu tidak saling melihat yang lain. Orang beriman (pemilik kemah itu) berkeliling menggilir istri-istrinya (H.R al-Bukhari dan Muslim) Bagian-bagian kamar itu ada yang transparan, tembus pandang. Memikat orang yang memandangnya. Allah sediakan bagi orang-orang yang gemar berkata baik, memberi makan, berpuasa, dan sholat malam. إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَغُرَفًا يُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ إِلَيْهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ Sesungguhnya di Surga terdapat kamar-kamar yang bisa terlihat bagian dalamnya dari bagian luarnya, dan bagian luarnya dari bagian dalamnya. Kemudian ada seorang Arab pedalaman yang bertanya: Untuk siapakah kamar-kamar itu, wahai Rasulullah? Nabi bersabda: Itu adalah untuk orang yang baik dalam ucapannya, suka memberi makan, sering berpuasa, serta sholat malam untuk Allah pada saat manusia tidur (H.R atTirmidzi dari Ali, dihasankan al-Albaniy) Kamar-kamar yang di atas menjadi pemandangan yang indah bagi pemilik kamar di bawahnya. Bagaikan melihat bintang di langit, namun jelas lebih indah dari itu إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ الْغُرَفَ فِي الْجَنَّةِ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ فِي السَّمَاءِ Sesungguhnya penduduk Surga benar-benar melihat kamar-kamar tinggi di Surga sebagaimana mereka melihat bintang di langit (H.R al-Bukhari dari Sahl) Disebutkan dalam sebagian hadits bahwa setelah melihat Wajah Allah, para  pemilik kamar kembali ke kamarnya yang indah dan penuh kenikmatan: وَيَرْجِعُ أَهْلُ الْغُرَفِ إِلَى غُرَفِهِمْ ، وَهِيَ دُرَّةٌ بَيْضَاءُ ، لَيْسَ فِيهَا قَصْمٌ ، وَلاَ فَصْمٌ ، أَوْ دُرَّةٌ حَمْرَاءُ ، أَوْ زَبَرْجَدَةٌ خَضْرَاءُ فِيهَا غُرَفُهَا وَأَبْوَابُهَا مَطْرُورَةٌ ، وَفِيهَا أَنْهَارُهَا وَثِمَارُهَا مُتَدَلِّيَة Dan para pemilik kamar kembali ke kamar mereka yang terbuat dari mutiara putih yang tidak ada retakan maupun cacat. Atau terbuat dari mutiara merah, atau batu permata (seperti zamrud) yang hijau.Pintu-pintunya bercahaya. Padanya terdapat sungai-sungai dan buah-buahan yang menjulur (H.R Ibnu Abi Syaibah, al-Harits, Abu Ya’la, atThobaroniy, dinyatakan sanadnya jayyid oleh al-Bushiry) (dikutip dari buku "Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan", Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya) WA al I'tishom

akhirat
May 18, 20198 min read
Kisah : Terimakasih Telah Mengembalikan Ibuku
Atsar.id
Atsar.id

Kisah : Terimakasih Telah Mengembalikan Ibuku

"Terimakasih Telah Mengembalikan Ibuku" Dulu, aku tak mengerti kasih sayang ibuku. Kasih sayang itu aku rasakan di setiap nada bicara Ibu sebagai bentuk kecerewetan. Tapi itulah ibuku. Kini aku tahu, ibu selalu mengajarkan kami kemandirian dan segera adalah melakukan segala sesuatu. Kesannya, Ibu terkadang terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu hal. Hal ini mungkin karena Ibu ingin cepat segera menyelesaikannya. Ibu... Dialah wanita perkasa dalam hidupku. Segala hal, berusaha beliau lakukan sendiri untuk keluarga ini. Apapun beliau lakukan demi melihat aku, kakak, dan adikku tersenyum. Dari kecil sampai dewasa, kasih sayang ibu selalu mengiringi langkah hidupku. Ibu orangnya kuat. Sakit-sakit yang pernah dideritanya selama ini seperti demam, atau yang lainnya, tak pernah Ibu rasakan sebagai suatu penyakit berat yang dapat menghambat pekerjaan beliau sebagai ibu rumah tangga sekaligus guru. Aku teringat pada peristiwa besar yang mengguncang langkah hidupku tahun 2011 lalu. Ini mungkin ujian untuk kami, untuk keluargaku. Karena sejatinya Allah tak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya dalam keadaan kesulitan. Berawal dari pernikahan kakakku di bulan maret 2010. Di tengah acara pernikahan kakakku, muka ibu pucat dan tubuhnya lemas. Berkali-kali bapak tanyakan tentang keadaan ibu. Tapi ibu selalu menjawab, "Nggak apa-apa Pak, mungkin kecapekan." Mendengar jawaban dari Ibu, bapak agak sedikit tenang meskipun mungkin dalam hatinya ada rasa khawatir tentang keadaan ibu. Kebahagiaan datang kepada keluarga kami lagi, dengan diberikan bayi mungil yang lahir dari rahim kakakku pada tanggal 25 November 2010. Senang, karena nanti aku akan di panggil 'Ammah'. Panggilan bahasa Arab yang artinya "Tante". Mungkin ini yang Allah maukan dari kita. Di sela-sela kebahagiaan yang di berikan-Nya, Allah memberikan ujian di tengah-tengah kelurgaku. Di antara hikmahnya, Allah mengingatkan hamba-Nya agar tidak lupa dengan nikmat-nikmat yang di rasakannya. Tepat tanggal 23 November 2010, ibu merasakan sakit yang luar biasa. Tapi ibu menahan rasa sakit itu, demi kakakku yang pada saat itu mengalamai proses melahirkan. Barulah menginjak bulan Desember 2010, bapak memaksa ibu untuk periksa di rumah sakit Surabaya. Hasilnya mengejutkan. Ibu mengidap tumor ganas. Kanker ibu sudah mencapai stadium 4, kata dokter. Bak tersambar petir, hatiku langsung panas mendengar berita itu. Air mata juga langsung mengucur deras di pipiku ketika kakakku menceritakan hal ini melalui telepon. Selang beberapa waktu, dokter mengatakan pertumbuhan kanker ibu yang semakin merajalela di dalam tubuh ibu, yang membuat ibu harus mejalankan sekian terapi yang dia anjurkan oleh dokter. Kanker itu berada di dekat payudara ibuku. Ukurannya kira-kira sebesar telur ayam. Benjolan itu keras. Ngeri. Aku sampai tidak tega saat memegang benjolan itu. Aku hanya ingin ibu sembuh dari penyakit itu. Penyakit yang mengerikan yang selalu membuat orang takut mendengarnya. Penyakit yang telah mengakibatkan sekian banyak orang meninggal dunia. Membuat aku tak berdaya dengan semua itu. Kuat! Kuat! Aku harus bisa kuat! Aku harus bisa menguatkan Ibuku. Aku harus ada disisi ibu. Ibu butuh dukungan kami semua. Kami akan selalu menemani Ibu. Berkali-kali aku panjatkan doa sambil menangis, "Ya Allah, jangan panggil Ibuku sekarang, aku masih butuh Ibu. Aku butuh Ibu sebagai penguat langkah hidupku. Aku butuh Ibu, karena aku ingin belajar memasak, menjahit, dan lainnya. Jangan ambil Ibuku Ya Allah. Aku belum sempat membalas kebaikan yang telah dilakukannya." Hampir setiap langkah aku selalu mengurai air mata saat tahu ibu yang selama ini sering aku bantah perintahnya terkena penyakit kanker. Ibu yang panggilannya sering aku abaikan saat dia membutuhkan, kini rapuh tidak berdaya di kasur. Ibu yang selalu berkata dengan nada yang tinggi untuk membangunkan aku pada pagi hari, kini tak terdengar lagi suaranya. Sepi tanpa Ibu, aku rasakan penuh kehampaan di rumah selama tahun 2011. Bapak yang menggantikan pekerjaan ibu, selama ibu menjalankan paket terapi dari dokter itu. Paket terapi dari dokter tersebut berisi 6 kali kemoterapi dan 1 kali operasi. Kemoterapi? Aku tidak tahu istilah asing dalam kedokteran itu. Apa yang akan dilakukan dokter untuk mematikan kanker yang ada di dalam tubuh ibu? Apa? Ternyata, kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini diperlukan untuk memperlambat perluasan sel kanker. Sel kanker adalah sel hidup. Sel ini dapat meluas ke bagian tubuh lainnya. Karena itu, sel kanker ini harus segera dibunuh. Sebelum menjalani enam kali kemoterapi, ibu harus menjalani scan di semua bagian-bagian yang ada dalam tubuh Ibuku. jantung, hati, dan paru-paru. Awal pemeriksaan, hasilnya tidak baik. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan Ibuku bertahan hidup hanya 4 bulan, kemungkinan hidup tinggal 40%. Banyak kerusakan yang terjadi dalam organ-organ vital Ibu. Hati ibu sudah ditumbuhi sel kanker. Jantung Ibu sudah berwarna kuning. Ibu harus segera melakukan perawatan secepatnya. Kemoterapi-kemoterapi yang dijalani Ibuku selama tahun 2011, membuat aku merasa kasihan dengan keadaan fisiknya. Kepala yang sudah mulai menggundul, alis mata yang rontok, dan tubuh yang kurus membuat tak sampai hati aku melihat itu semua. Tapi itu semua memang merupakan efek samping dari kemoterapi. Kemoterapi tidak hanya membunuh sel-sel kanker yang jahat saja, namun beberapa sel baik yang cepat membelah juga ikut terbunuh. Karena itu, orang yang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut, sariawan, serta muntah-muntah. Meski demikian, kemoterapi merupakan cara yang paling efektif -sementara ini- digunakan untuk menyembuhkan kanker. Di sela-sela kemoterapi, bapak juga selalu membantu proses pemulihan ibu dengan membuat jus sehat (jambu, wortel, apel, tomat), rebusan daun sirsak, susu, dan makanan yang harus dimakan Ibu setiap harinya. Kuat! Kuat! Itu yang aku katakan dalam hatiku. Selalu aku panjatkan doa kepada Allah untuk meminta kesembuhan ibuku yang berujung dengan tangisan deras yang mengguyur pipiku. Ya Allah, sembuhkan sakit ibuku. Aku tidak peduli dengan kata-kata dokter itu. Aku hanya percaya dengan ketentuan Allah saja. Karena manusia hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin, tetapi Allah yang menentukan segalanya. Sampai pada kemoterapi yang ke-6. Alhamdulillah, organ-organ vital ibu semakin membaik secara perlahan. Kondisi jantung, hati, dan paru-paru ibu membaik sejalannya waktu. Setelah menjalani kemoterapi, Ibu menjalani operasi pengangkatan kanker. Operasi yang dilakukan selama 10 jam, membuat aku merasa takut kehilangan Ibu. Alhamdulillah, ketika pintu kamar operasi itu dibuka, aku, adik dan bapak langsung lari mendekat kearah ibu. "Ibu..." teriakku kencang bersamaan dengan kasur ibu yang dibawa keluar dari kamar oleh beberapa perawat. Terima kasih Ya Rabb.. Terima kasih. Wajah tenang dan senyuman dari ibu membuat aku banyak bersyukur kepada Allah atas apa yang Allah berikan dibalik ujian-Nya. Sungguh terasa indah. Dari hari ke hari berikutnya Ibu semakin membaik hingga hari ini. Rambut ibu sudah mulai tumbuh dan tubuhnya sudah tidak kurus lagi. Mungkin Allah mengingatkanku karena aku sering membantah perintah ibu. Mungkin Allah mengingatkan agar aku senantiasa mengingat nikmat Allah dalam setiap hari-hariku. Dan kini, Allah berikan kepadaku kesempatan lagi agar aku bisa berbuat baik kepada Ibuku. Karena itu pembaca, jagalah orang tua kalian sebelum nikmat itu pergi dari kalian. Sungguh, kita akan merasa sangat menyesal saat nikmat itu telah hilang. Jangan tunggu penyesalan. Mulailah berbakti kepada orang tua. Terima kasih ya Rabb, terima kasih karena Engkau telah mengembalikan kesehatan Ibuku. Terima kasih telah mengembalikan ibu untuk kami, aku, adik dan kakakku. Sumber: Majalah Qudwah edisi 19 | vol 02 | tahun 2014 | hal. 103

Cerita
May 17, 20198 min read
Shalawat Bid'ah Antara Rakaat Shalat Tarawih
Atsar.id
Atsar.id

Shalawat Bid'ah Antara Rakaat Shalat Tarawih

SHALAWAT BID'AH DIANTARA SELA-SELA DUA ATAU EMPAT ROKA'AT SHALAT TARAWIH&nbsp. Dijawab oleh Al-Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah [ Pertanyaan ] إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ٥٦ “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya!” (al-Ahzab: 56) Bismillah Afwan Ustadz, dalil diatas dijadikan dalil oleh mereka bahwa adanya shalawat di setiap salam 2 raka'at sholat Tarawih. Mohon penjelasannya Ustadz.. [ Jawaban ] Ayat 56 dalam surat Al-Ahzab  yang dibawakan sebagai dalil mengucapkan shalawat diantara dua raka'at salam pada shalat tarawih, tidaklah tepat atau salah penempatan. Perintah Allah terhadap orang-orang yang beriman untuk bershalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam haruslah sesuai dengan bimbingan dan perintah beliau. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: إنَّ مِن أفضلِ أيَّامِكم يومَ الجُمعةِ فأكثِروا علَيَّ مِن الصَّلاةِ فيه فإنَّ صلاتَكم معروضةٌ علَيَّ  "Sesungguhnya hari-hari kalian yang paling mulia adalah hari Jum'at, maka perbanyaklah untuk mengucapkan shalawat atasku di hari itu, karena sesungguhnya shalawat kalian terpampang padaku". Sedangkan membaca shalawat disetiap selesai dari dua raka'at shalat tarawih tidak ada satupun hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, baik berupa perintah, contoh, anjuran ataupun taqrir dari beliau shallallahu alaihi wasallam, berarti perbuatan tersebut adalah bid'ah, karena tidak ada contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Inilah kebiasaan para Ahlul bid'ah di dalam berdalil. Memakai dalil Al- Qur'an atau Sunnah tapi salah penempatan. Seperti perbuatan orang-orang Yahudi: يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ  "Memalingkan Kalam Allah dari tempat-tempatnya". Sumber : WhatsApp Salafy Bengkulu | @qowwamussunnah

Fiqih
May 15, 20192 min read
Catatan Selepas Dauroh di Ma'had Al Manshuroh Kendari
Atsar.id
Atsar.id

Catatan Selepas Dauroh di Ma'had Al Manshuroh Kendari

Catatan Selepas Dauroh di Ma'had Al Manshuroh Kendari Pagi Senin, 29 April 2019 (bertepatan 23 Sya'ban 1440 H) di Al Manshuroh Pagi&nbsp. yang indah hari ini, Alhamdulillah, suasana penuh canda dengan minuman hangat dan gorengan yang rasanya Masya Allah masih tersaji di angkringan. Aromah kopi hitam ndak bisa dipungkiri menggoda  para peminum kopi dan sarabbah yang begitu kental dan rasanya sangat memanjakan lidah...betapa besar nikmat ini.. subhanallah Hati juga rasanya senang sebab dauroh sudah selesai, sejak Jumat sampai subuh pagi ini sudah terlaksana, Al ustadz Abu Hamzah Yusuf telah memberikan faedah ilmu yang begitu besar yang tentunya semua dengan izin Allah, dauroh yang tiga hari rasanya sangat cepat. Sejak Kamis pagi begitu sibuknya kegiatan di Al Manshuroh, bahu membahu antara Ikhwan  tidak mengenal lelah, bahkan jauh sebelum hari Kamis itupun semua sibuk, semua bekerja tanpa pamrih insya Allah. Siang dan bahkan malam pun masih sibuk bekerja, hujan yang sekali kali turun membasahi bumi yang meninggalkan air menjadi genangan dan bauh tanah yang tersiram air. Sama sekali tidak mengahalangi dan tidak ada keluhan yang menganggu. Semua semangat karena Allah insya Allah, menyiapkan segalanya untuk kegiatan dauroh ini agar semua peserta nyaman dengan kondisi yang terbatas. Semoga Allah mencatat sebagai pahala yang besar dan menggantinya dengan surga. Aamiin Masjid yang sederhana, tidak ada gambaran  kemewahan yang nampak di bangunannya, semua itu tidak mengecilkan hati untuk salafy kendari, bukan itu yang dibanggakan, namun ucapan ucapan indah di majelis ilmu dari Alquran dan Sunnah mengalir begitu kuat menyejukkan hati dan juga petuah petuah para ulama Sunnah memberikan kekuatan sendiri di dada. Rasanya hati ini terbang, melihat kesejukan ahlussunah duduk bersimpuh dalam keadaan terbatas. Para ahli Sunnah datang dari dataran negeri tenggara ini dan ada yang jauh dari pulau, semua dengan satu tujuan untuk hadir di majlis ilmu. Menembus jalan yang jauh, melewati laut dan guyuran hujan diperjalanan bukan menjadi halangan untuk hadir di masjid yang sederhana Al manshuroh, mereka sebagian datang bersama istri dan anak anak mereka dan tanpa keluhan insya Allah. Namun pagi ini, rasa sedih juga menganggu hati ini, hadir dan tidak mau pergi. Saudara saudara kami satu persatu kami melihat punggung punggung mereka pulang ke negeri mereka masing masing, rasanya terlalu cepat bahagia ini hilang. Kumpul bersama ahlussunah adalah sebuah kenikmatan. Pelukan dan jabatan yang erat hanya sebagai pertanda perpisahan, namun hati ini selalu mencintai mereka karena Allah insyaallah, merekalah saudara saudara sejati, saudara seaqidah dan semanhaj, saudara karena Allah. Dan semoga suatu hari nanti kami diberikan lagi waktu untuk berkumpul di masjid yang sederhana ini untuk kembali duduk bermajlis ilmu. Aamiin Sumber : Telegram Salafy Kendari Al Manshuroh t.me/salafy_kendari

Cerita
May 3, 20193 min read
Cara Identifikasi Hoax ala Islam
Atsar.id
Atsar.id

Cara Identifikasi Hoax ala Islam

CARA IDENTIFIKASI HOAX Oleh Al -Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. Ada beberapa faktor yang menguatkan banyak bermunculannya pemberitaan dusta di tengah masyarakat. Di antaranya, kerusakan moral manusia di akhir zaman, hilangnya sifat wara' dan takwa pada mayoritas manusia, ditambah dengan teknologi informasi yang terus pesat berkembang. Pemberitaan dusta atau palsu inilah yang lebih populer saat ini dengan sebutan hoax (Ing.), yaitu informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya [1]. Dari definisi ini, tampak adanya rekayasa dan upaya untuk memoles kedustaan dengan berbagai cara agar setiap pembacanya memandang hoaks sebagai sebuah kebenaran dan fakta.&nbsp. Hoaks yang beredar di masyarakat saat ini sangat beragam karena banyaknya pihak yang membuatnya dengan berbagai tujuan dan sasaran. Dari sisi siapa yang membuat, bisa jadi hoaks berasal dari musuh-musuh Islam yang sengaja membuatnya demi menyerang Islam. Contohnya, berita dusta kaum munafikin (Haditsul Ifk) yang ditujukan untuk mencoreng kemuliaan keluarga Rasulullah, dan berita-berita dusta Abdullah bin Saba' Al- Yahudi untuk menggulingkan Khalifah Utsman bin Affan. Hoaks bisa juga dibuat oleh kelompok oposisi untuk memunculkan rasa takut di tengah-tengah masyarakat demi menggoncang kekuasaan kelompok yang sedang berkuasa di sebuah negara. Hoaks dibuat bisa jadi ditujukan kepada individu, kelompok, penguasa, atau bahkan Islam sebagai agama Allah yang Dia ridhai.  Beredarnya hoaks tentu saja menjadi sebuah tantangan. Ini adalah ujian dari Allah yang harus dihadapi oleh seorang hamba dengan bimbingan syariat. Sebagai pengikut Nabi Muhammad, sudah seharusnya kita menjadi yang terdepan dalam mewaspadai dan memerangi kedustaan, bukan sebaliknya, menjadi bagian para penyebar dusta. Wal 'iyadzu billah. KEJUJURAN DAN KUDUSTAAN MEMILIKI TANDA Kejujuran dan kedustaan pasti memiliki tanda-tanda yang menunjukkan kejujurannya atau jejak-jejak kedustaannya. Pepatah negeri ini mengatakan, Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Artinya, orang yang baik akan meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk.  Kejujuran memiliki tanda-tanda, demikian pula kedustaan pasti ada tanda-tanda kedustaan yang mengiringinya. Bahkan, lebih dari itu, wajah orang-orang yang jujur memancarkan tanda kejujuran dan keteduhan hati. Di sisi lain, seorang pendusta akan tampak tanda-tanda kedustaannya pada raut muka atau gerik gerak-gerik tubuhnya. Kisah sahabat Abdullah bin Salam (salah seorang pemuka dan ulama Yahudi saat itu yang masuk Islam) pada hari kedatangan Rasulullah di kota Madinah berikut menjadi salah satu contoh dari apa yang kita sebutkan. Abdullah bin Salam, dia berkata,  لما قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة انجفل الناس اليه فكنت فيمن اتاه، فلما رايت وجهه عرفت انه غير وجهه كذاب، فسمعته يقول : ايها الناس افشوا السلام، واطعموا الطعام، وصلوا الارحام، وصلوا بالليل والناس نيام، تدخلوا الجنه بسلام "Ketika Rasulullah tiba di kota Madinah, manusia berkumpul menyambut beliau. Aku termasuk diantara yang mendatangi beliau. Ketika melihat wajahnya, aku yakin bahwa yang aku lihat bukan wajah pendusta. Ketika itu aku mendengar beliau bersabda, "Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambungkan rahim, dan shalatlah di tengah malam saat manusia tidur, niscaya kalian masuk Jannah dengan keselamatan."  Demikianlah Baginda Rasul. Beliau membawa kebenaran dan kejujuran. Tanda-tanda kebenaran beliau selalu mengiringi ucapan dan perbuatan, bahkan manusia bisa melihat kejujuran dari wajah beliau. Masa muda beliau sebelum diutus menjadi nabi dan rasul juga menjadi salah satu bukti kebenaran dakwah beliau.  Musyrikin Quraisy sepakat akan kejujuran dan amanah sosok Muhammad. Masa lalu beliau yang bersih dari kedustaan dijadikan dalil oleh Heraklius akan kebenaran risalah dan nubuwah beliau.  Munafik adalah kaum pendusta. Dalam tarikh Islam, diantara sebab terjadinya fitnah-fitnah besar adalah kedustaan kaum munafik. Keberadaan mereka membahayakan Islam dan kaum muslimin. Akan tetapi, diantara kasih sayang Allah, kedustaan mereka terbongkar dari tanda-tanda yang mengiringi kedustaan mereka.  Allah berfirman,  أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ *  وَلَوْ نَشَاءُ لأرَيْنَاكَهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ "Atau apakah orang-orang yang ada penyakitdalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu." (Muhammad : 29-30) IDENTIFIKASI HOAKS DICONTOHKAN PARA ULAMA Para ulama Islam sesungguhnya telah memberikan contoh dalam menyikap berita-berita dusta. Salah satu contoh yang sangat bermanfaat kita ketengahkan di sini adalah kegigihan para ulama dalam menyingkap kedustaan para pemalsu hadits.  Para ulama hadits telah meletakkan kaidah-kaidah ilmiah untuk mengidentifikasi dan menyingkap kelemahan dan kedustaan berita-berita tarikh dan hadits-hadits maudhu' (palsu) yang disandarkan kepada Rasulullah.  Asy-Syaikh 'Utsman Al-Makki berkata, "Ulama telah memberikan perhatian (khusus) dengan mengumpulkan hadits-hadits palsu serta menerangkan dengan sejelas-jelasnya (kepalsuan hadits tersebut). Semoga Allah memberikan balasan kepada mereka dan Allah tempatkan di jannah-Nya yang luas." (al-Qalaid al-'Anbariyah 'Alal Manzhumatil Baiquniyah hlm.  106-107) Allah membimbing hati mereka sehingga mampu membedakan hadits-hadits Rasulullah yang sahih dan tampak jelas cahayanya, dengan hadits-hadits tidak sahih yang sangat tanpak kegelapannya. Ar-Rabi' bin Khutsaim [2] rahimahullah berkata, "Sungguh, hadits (sahih) itu memiliki cahaya sebagaimana cahaya siang yang dikenal, sedangkan (hadits palsu memiliki) kegelapan sebagaimana gelapnya malam yang diingkari."[3]  Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menulis sebuah kitab yang berisi kaidah sekaligus contoh dalam mengidentifikasi hadits-hadits palsu. Kitab berjudul Al-Manarul Munif bisa menjadi rujukan sebagai salah satu contoh peninggalan ulama Islam dalam upaya mereka mengidentifikasikan kedustaan dalam hadits-hadits Rasulullah dan riwayat-riwayat tarikh.  MENGIDENTIFIKASI HOAKS  Kembali kepada pembahasan hoaks yang menjadi salah satu tantangan kita pada zaman ini. Banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mengenali berita dusta sebagaimana telah disosialisasikan oleh pihak yang berwenang atau lembaga pemerintah - seperti Polri dan Kemenkominfo - yang bertugas menangani merebaknya hoaks yang sangat merugikan masyarakat, bangsa, dan negara.  Bagi kita, dengan terus mengingat bimbingan Islam dalam mewaspadai berita-berita dusta ada beberapa contoh langkah sederhana yang mungkin membantu dalam identifikasi awal berita-berita hoaks. Di antara langkah tersebut:  1. HATI-HATI DENGAN JUDUL PROVOKATIF  Berita hoaks seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif. Misalnya, dengan langsung menudingkan jari ke pihak-pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah dan direkayasa agar menimbulkan persepsi sesuai dengan yang dikehendaki oleh sang pembuat hoaks.  Oleh karena itu, apabila seseorang menjumpai berita dengan judul provokatif, kita bisa mencari referensi berupa berita serupa dari situs daring (dalam jaringan atau online) resmi yang telah diverifikasi oleh pemerintah. Selanjutnya, bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda.  2. CERMATI ALAMAT SITUS  Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya situs yang menggunakan domain blog, informasinya bisa dikatakan meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tidak mencapai 300 situs. Artinya, terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.  3. PERIKSA FAKTA  Perhatikan darimana berita yang Anda dapatkan berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi? Apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, LSM, atau pengamat, sebaiknya jangan cepat percaya. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.  Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan berita yang dibuat berdasarkan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti. Adapun opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subjektif.  4. CEK KEASLIAN FOTO  Pada era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain. Keterangannya pun sudah dimanipulasi. Berita hoaks berupa foto dan gambar yang dimanipulasi cukup banyak terjadi dan tersebar di media sosial.  Sebagaimana diketahui, dengan kecanggihan teknologi, dua orang yang tidak pernah bertemu bisa disajikan seakan-akan bertemu dalam sebuah foto yang telah direkayasa dan dimanipulasi. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.  DUA SISI IDENTIFIKASI HOAKS  Apa yang telah disebutkan di atas adalah salah satu langkah sederhana dalam mengidentifikasi hoaks. Masih banyak poin lain untuk menyingkap berita dusta. Akan tetapi, secara global identifikasi terwujud dengan melihat salah satu dari dua sisi atau sekaligus kedua sisi berikut.  1. Meneliti pembawa atau sumber berita. 2. Meneliti konten atau isi berita.  Adapun sisi pertama, meneliti pembawa atau sumber berita, kita akan mencium aroma hoaks manakala sumber berita tidak jelas, atau tidak ada yang bisa dimintai klarifikasi atau tanggung jawab. Demikian pula hoaks akan tersingkap ketika media penyebar berita tidak jelas alamat dan susunan redaksinya. Media abal-abal seperti inilah yang biasa menulis dan menyebarkan berita hoaks.  Sisi kedua, meneliti konten atau isi berita. Biasanya, aroma kedustaan ini sangat kental terasa ketika  konten berita menciptakan kecemasan di tengah masyarakat, kebencian, permusuhan.  berita memuat foto dan keterangannya yang telah dimanipulasi.  berita berisi pesan-pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah (one-side) mencatut nama tokoh berpengaruh atau memakai nama-nama yang mirip dengan media-media terkenal.  memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, surat rakyat.  judul dan pengantarnya provokatif dan tidak sesuai dengan isinya.  memberi penjulukan.  menggunakan argument dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya. [4]  MELAPORKAN BERITA DAN INFORMASI HOAKS Maksud dari judul ini bukan mengajak pembaca untuk sibuk mencari berita-berita hoaks dan memenuhi hari dengan identifikasi hoaks untuk kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwenang.  Dalam hal ini pemerintah telah menyiapkan berbagai peranti dan lembaga khusus untuk melacak berita-berita dusta (hoaks) yang merugikan negara dan masyarakat, seperti berita hoaks yang menimbulkan keresahan dan rasa takut.  Ketika ada berita-berita yang meresahkan masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan, ada pihak-pihak yang bekerja keras menyingkap hakikat berita yang beredar, benar atau hoaks belaka.  Berikut ini sebuah contoh yang sedikit memberi gambaran tentang sebagian upaya pemerintah -dalam hal ini Polri- untuk menangani hoaks yang beredar di tengah masyarakat.  Pascatragedi bom bunuh diri di Surabaya, tersebar berita berantai yang mengabarkan adanya aksi-aksi serupa yang akan terjadi di beberapa tempat baik di Surabaya dan Jakarta. Berita ini pun dibantah dan dinyatakan hoaks oleh Humas Polda Metro Jaya.  Humas Polda Metro Jaya menyatakan, pesan berantai yang menyebutkan wilayah DKI Jakarta dalam keadaan rawan pasca - aksi teroris yang terjadi di Surabaya adalah tidak benar atau hoaks.  "Berkaitan dengan broadcast yang beredar ada info bahwa Polda Metro Jakarta siaga satu, kemudian ada nomor-nomor yang bisa dihubungi, kemudian nama-nama tempat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya, jadi saat ini kami sampaikan bahwa itu semua adalah tidak benar," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya Senin (14/5/2018)  Kepolisian adalah salah satu lembaga pemerintah yang bertugas untuk menerima laporan hoaks. Selain itu, mereka juga punya tugas untuk melacaknya dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Oleh karena itu, apabila kita sebagai warga negara -terlebih seorang muslim- menjumpai informasi hoaks, hendaknya kita sampaikan kepada pihak yang berwenang sebagai bentuk pencegahan agar hal tersebut tidak tersebar dengan tidak berakibat buruk bagi masyarakat.  Pengguna internet bisa melaporkan hoaks tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Repost Status dan kategorikan informasi hoaks sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga Instagram.  Di samping itu, sebagai pengguna internet, Anda juga dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan surel (e-mail) ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. [5] Wallahul Muwwafiq. Sumber : Majalah Asy-Syariah edisi 122/XI/1440H/2018 hal.20  ------------ [1] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemberitaan_palsu [2] Tabi'in mukhadhram (seorang yang menjumpai zaman Nabi tetapi tidak berjumpa dengan beliau). Beliau meninggal pada 61 H atau 63 H. [3] Al-Fasawi meriwayatkan dalam al-Ma'rifah wat-Tarikh (2/564), juga disebutkan oleh al-Khatib dalam al-Kifayah fi 'Ilmir Riwayah hlm. 431. [4] https://kominfo.go.id/content/detail/12952/ancam-persatuan-ini-tips-dan-cara-polri-kenali-berita-hoax/0/sorotan_media diakses pada 10 Juni 2018 [5] Diringkas dari artikel Ini Cara Mengatasi Berita Hoax di Dunia Maya, https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media diakses pada 10 Juni 2018

Info
Apr 30, 201913 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast