Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

BELAJAR HADITS ARBAʼIN NAWAWIYYAH (BAG. 2) 📚 Serial: Hadits 2 || Ilmu-ilmu Penting Tentang Islam عَنْ عُمرَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قالَ: بَينَما نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذاتَ يَوْمٍ إذْ طلَعَ عَلَيْنا رَجُلٌ شَديدُ بَيَاضِ الثِّيابِ، شَديدُ سَواد…

 .BELAJAR HADITS ARBAʼIN NAWAWIYYAH (BAG. 1) 📚 Serial: Hadits 1 || Nilai Amalan Ditentukan dari Niat عن أميرِ المؤمنينَ أبي حفصٍ عمرَ بنِ الخطَّابِ رَضِي اللهُ عَنْهُ قالَ: سَمِعْتُ رسولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقولُ: {إِنَّمَا الأَعْمَالُ بالنِّيَّاتِ وإِنَّمَا لِكُلّ…


Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “لعلنا نلتقي في اليوم مرارًا، يسأل بعضنا لبعض، لا نريد ذلك إلا لنحمد الله عزَّ وجلَّ.” “Terkadang kami bertemu beberapa kali dalam sehari lantas sebagian dari kami bertanya kepada sebagian yang lain. Tidaklah kami menginginkan dengan hal itu kecuali untuk memuji Allah Ta’ala.” 📓 Az-Zuhd Libnil Mubarak 207 #faedah […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, ﺃﻣَّﺎ اﻟﺴﻮاﻙ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ ﻓﻤﺎ ﻋﻠﻤﺖ ﺃﺣﺪًا ﻣِﻦ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻛﺮﻫﻪ. ﺑﻞ اﻵﺛﺎﺭ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥَّ اﻟﺴﻠﻒ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﺴﺘﺎﻛﻮﻥ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ. “Adapun bersiwak di masjid, maka aku tidak mengetahui ada seorang ulama pun yang membenci hal tersebut. Bahkan berbagai atsar menunjukkan bahwa salaf (pendahulu kita yang shalih) mereka pernah bersiwak […]


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan, أما التبرع بأعضاء الميت- فهذا حرام ولا يجوز؛ لأن الله سبحانه وتعالى جعل جسم الإنسان أمانة عنده، فقال عز وجل: ﴿وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ﴾ [النساء:29] ولا فرق في التبرع بالأعضاء بين الحياة والموت، “Adapun menyumbangkan bagian anggota badan milik mayit, maka ini hukumnya haram dan tidak boleh. […]

 .(150) Mestinya, Engkau Tak Perlu Bilang Perspektif ini dari individu yang hanya bisa menyaksikan dari jauh. Entah apa yang menjadi sekat, namun paling tidak ada usaha untuk menyingkap tabir. Semoga. Wahai, Engkau, yang berpeluh keringat karena sibuk berdakwah. Lalui waktu memikirkan, …


🔈💽 Bani Adam Itu Sentiasa Merasa Tidak Cukup 🎙Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله 📥 Pautan audio rakaman (04:59): https://drive.google.com/file/d/1G4FydwVYzAg8gokHsYxuewAEWPQ8pl-9/view?usp=drivesdk…


Syaikhul Islam rahimahullah berkisah, تنازع أبوان صبيًا عند بعض الحكام فخيّره بينهما؛ فاختار أباه فقالت الأم: سله،لأي شيء اختار أباه؟ فسأله، فقال الصبي أمي تبعثني كل يوم للكُتَّاب، والفقيه يضربني! وأبي يتركني ألعب مع الصبيان. فقضى به للأم وقال: أنتِ أحقُّ به. “Dahulu ada orang tua yang berselisih mengenai hak asuh anaknya di […]


Ibnul Jauzi rahimahullah menasehatkan, ﻭﻣﻦ ﺃﺭاﺩ ﻗﻴﺎﻡ اﻟﻠﻴﻞ ﻓﻼ ﻳﻜﺜﺮ ﻣﻦ اﻷﻛﻞ ﻭاﻟﺸﺮﺏ ﻭﻻ ﻳﺘﻌﺐ ﺃﻋﻀﺎءﻩ ﻓﻲ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﺑﺎﻟﻜﺪ ﻭﻻ ﻳﻌﻤﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﻭﻟﻴﺴﺘﻌﻦ ﺑﺎﻟﻘﻴﻠﻮﻟﺔ . “Seseorang yang hendak melakukan salat malam, maka jangan banyak makan dan minum. Jangan membuat capek anggota tubuhnya pada siang hari dengan berbagai kepayahan dan jangan bermaksiat serta dukunglah keinginanmu dengan […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ” ﻓﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﺰﺭﻋﺔ ﻭاﻷﻋﻤﺎﻝ اﻟﺒﺬﺭ ﻭﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻳﻮﻡ ﻃﻠﻮﻉ اﻟﺰﺭﻉ ﻟﻠﺒﺎﺫﺭ ﻭﺣﺼﺎﺩﻩ.” “Dunia adalah tempat bercocok tanam dan amalan adalah benihnya. Adapun hari kiamat nanti adalah hari tumbuhnya tanaman dan masa panen bagi penabur benih.” 📓 I’lam al-Muwaqqiin 1/191 #faedah #amalan

 .(149) Pemuda, Sebenarnya Ini Ujian! Nabi Sulaiman bertanya, siapa yang sanggup mendatangkan singgasana Ratu Saba sebelum tiba. Padahal, jarak dua kerajaan sangatlah jauh. Ribuan kilometer. Jin Ifrit menyatakan mampu sebelum Nabi Sulaiman beranjak berdiri. Ada yang berilmu mengatakan, " Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip ". Singgasana Ratu Saba' benar-benar dipindahkan ke Istana Nabi Sulaiman. Itu sungguh-sungguh luar biasa. Itu nikmat. Itu karunia. Bukannya sombong, tidak juga takabbur. Nabi Sulaiman sadar lalu berkata (An Naml : 40) : هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ " Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) " Untukmu, Pemuda, renungkanlah! Wajahmu yang tampan. Badanmu yang atletis. Kakimu yang kokoh. Tanganmu yang kuat. Rambutmu yang bagus. Kamu yang pintar bicara. Pandai berperibahasa. Mampu merangkai huruf. Sanggup merayu dengan kata-kata. Kamu yang merasa hebat beretorika. Ingatlah! هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) Kamu yang cerdas. Kuat mengingat. Cepat menghafal. Sekali lihat susah terlewat. Satu kali membaca sulit dilupa. Kamu yang ber-IQ tinggi, katanya. Orangtuamu masih sehat. Motivasi dan support keluarga terus ada. Dukungan finansial dan dana selalu tersedia. Apapun yang kamu perlukan, orangtuamu katakan, " Iya ". Ingatlah! هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) Coba bercerminlah! Lihatlah fakta kehidupan lalu berkaca! Pandanglah dunia yang begitu luas itu! Bukankah ada dan masih banyak anak muda yang tidak seberuntung dirimu? Ada yang merundung sedih karena fisiknya yang tak sebaik dirimu. Buruk rupa. Lemah. Ringkih. Mudah sakit. Cacat barangkali. Ada yang minder hingga sering diam. Susah berkomunikasi. Sulit berbicara. Tak pandai berkata-kata. Bicara, baginya, sangat menyiksa. Ada yang susah hati karena merasa bodoh. Gampang lupa. Mengingat itu berat. Belajar, menurutnya, seperti memahat gunung batu. Ada yang sejak kecil kehilangan kasihsayang orangtua. Ia tumbuh sebagai anak yatim, piatu, atau yatim piatu. Atau juga orangtuanya berpisah. Dingin dan kaku, ia rasakan, hidup ini. Ada yang tak mampu secara finansial. Tidak ada biaya. Kurang dana. Ia tak selalu bisa memiliki apa yang diinginkan. Ia merasa tak berhak meraih apa yang diangankan. Ingatlah dirimu, wahai Pemuda! Bukankah engkau jauh lebih baik? هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) Lalu, wahai Pemuda, kenapa dan kenapa? Kenapa tak kunjung habis hawa nafsumu dipuaskan? Engkau yang menghabiskan waktu dengan bermain game online dan offline. Engkau yang melewatkan hari dengan bermedsos tanpa batasan. Engkau tonton video-video itu tanpa malu. Engkau yang lalui malam dengan nongkrong dan begadang. Engkau yang sia-siakan kesempatan dengan tidur pagi hingga siang, bahkan sepanjang hari hingga gelap. Engkau yang disibukkan dengan perempuan-perempuan yang tidak halal itu. Perempuan asing yang lebih engkau perhatikan dibandingkan ibumu yang melahirkanmu. Engkau yang membuat susah orangtua. Seakan tak ada hati melihat orangtua yang bekerja tanpa engkau bantu. Engkau yang ogah belajar agama. Lari dan menghindar dari majelis ilmu. Katamu, pondok pesantren, adalah penjara tak berkesudahan. Ah, Pemuda, berpikirlah! Sudah banyak nikmat yang Allah titipkan padamu. Engkau gunakan untuk apa itu? Semua yang ada pada dirimu, sebenarnya adalah ujian. Untuk menguji, apakah engkau mau bersyukur atau justru ingkar? هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya Lendah, 29 Oktober 2022 t.me/anakmudadansalaf