Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


“Seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu lalu dia bertanya, يا أباعبدالرحمن، أيّ الأعمال أفضل ‘Wahai Abu Abdirrahman, amalan apakah yang paling utama?’ Maka Beliau menjawab : العلم ‘Ilmu agama’ Lalu dia kembali mengatakan, أنا أسألك عن أفضل الأعمال، وأنت تقول: العلم ‘Aku bertanya kepadamu tentang amalan yang paling utama, sementara engkau mengatakan ilmu.’ […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “ﻭﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺸﻖ ﻋﻠﻰ اﻷﺑﻮﻳﻦ ﺑﻜﺎء اﻟﻄﻔﻞ ﻭﺻﺮاﺧﻪ ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﻟﺸﺮﺑﻪ اﻟﻠﺒﻦ ﺇﺫا ﺟﺎﻉ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﺬﻟﻚ اﻟﺒﻜﺎء اﻧﺘﻔﺎﻋﺎً ﻋﻈﻴﻤﺎً ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺮﻭﺽ ﺃﻋﻀﺎءﻩ ﻭﻳﻮﺳﻊ ﺃﻣﻌﺎءﻩ ﻭﻳﻔﺴﺢ ﺻﺪﺭﻩ ﻭﻳﺴﺨﻦ ﺩﻣﺎﻏﻪ.” “Tidak semestinya kedua orang tua merasa berat dengan tangisan anak kecil dan teriakannya. Terutama ketika dia ingin minum susu karena lapar. […]


Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menyatakan, “الدُّنيا كلُّها شهرُ صيامِ المُتّقين، وعيدُ فِطرِهم يومَ لقاءِ ربِّهم، ومُعظمُ الصّيامِ قد ذهبَ وعيدُ اللِّقاءِ قد اقتربَ” “Dunia seluruhnya adalah bulan puasa bagi orang-orang yang bertakwa. Hari raya mereka adalah hari pertemuan dengan Allah Ta’ala. Mayoritas puasa itu kini telah berlalu dan sungguh hari pertemuan tersebut semakin dekat.” ✍️ […]


Bahkan ada yang sebelumnya tidak berani membayangkan jika ia benar-benar akan tiba di Mekkah. Kenapa demikian? Sebab, di benaknya untuk ke Mekkah itu hanya bisa dilakukan oleh yang benar-benar kaya. Pada pikirnya, jika tidak berlebih harta, seperti mustahil dapat tiba di Mekkah. Maka, membayangkan pun ia tidak berani. Saat mendengar seorang kerabat berpamitan karena hendak […]


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, ﻓﺎﻟﺴﻜﻮﺕ ﺑﻼ ﻗﺮاءﺓ ﻭﻻ ﺫﻛﺮ ﻭﻻ ﺩﻋﺎء ﻟﻴﺲ ﻋﺒﺎﺩﺓ ، ﻭﻻ ﻣﺄﻣﻮﺭاً ﺑﻪ ﺑﻞ ﻳﻔﺘﺢ ﺑﺎﺏ اﻟﻮﺳﻮﺳﺔ ﻓﺎﻻﺷﺘﻐﺎﻝ ﺑﺬﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ اﻟﺴﻜﻮﺕ ، ﻭﻗﺮاءﺓ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﻦ ﺃﻓﻀﻞ اﻟﺨﻴﺮ . “Diam tanpa membaca al-Qur’an, dzikir dan doa bukanlah ibadah. Bahkan itu akan membuka pintu was-was. Sehingga menyibukkan diri dengan […]

 .DUA BAJU KEDUSTAAN Judul diatas merupakan sepenggal ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terkait gambaran seorang yang tidak memiliki sesuatu, akan tetapi dia mengaku² bahwa dia memiliki sesuatu tersebut. 🔭 Mari kita simak sebab terjadinya hadits ucapan Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. أنَّ امْرَأَةً قالَتْ: يا رَسولَ اللَّهِ، إنَّ لي ضَرَّةً، فَهلْ عَلَيَّ جُناحٌ إنْ تَشَبَّعْتُ مِن زَوْجِي غيرَ الذي يُعْطِينِي؟ فقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: المُتَشَبِّعُ بما لَمْ يُعْطَ كَلابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ. الراوي : أسماء بنت أبي بكر | المحدث : البخاري | المصدر : صحيح البخاري الصفحة أو الرقم: 5219 | خلاصة حكم المحدث : [صحيح] Dari Asma’ bintu Abi Bakar radhiyallahu 'anhuma berkata : أنّ امْرَأَةً قالَتْ: يا رَسولَ اللَّهِ، إنَّ لي ضَرَّةً، فَهلْ عَلَيَّ جُناحٌ إنْ تَشَبَّعْتُ مِن زَوْجِي غيرَ الذي يُعْطِينِي؟ فقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: المُتَشَبِّعُ بما لَمْ يُعْطَ كَلابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ Bahwasannya ada seorang wanita berkata : Wahai Rasulullah, saya memiliki dharrah (madu / istri lain dalam poligami) , apakah boleh bagi saya jika berbangga di depan dia (madu / istri lainnya) bahwa suami saya memberikan sesuatu kepada saya, padahal itu tidak pernah diberikan ? Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Orang yang berbangga dengan sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan, bagaikan menggunakan dua pakaian kedustaan . [Riwayat al-Bukhari : 5219] al-Imam bin Baaz rahimahullahu beliau berkata : وهذا فيه إضجار الضرة، وفيه افتخار من المتشبعة حصل به الإضجار والافتخار، فالمتشبعة مفتخرة والأخرى مضجرة؛ لأن هذا إيذاء وكذب فلا يجوز لها أن تفتخر بشيء لم يقع لزوجها 📂 صحيح البخاري - تعليق على قراءة الشيخ عبدالعزيز السدحان Perkara ini akan membuat kesal jengkel dan sakit hati bagi madu (istri lain). Demikian juga perbuatan ini termasuk bangga diri yang akan menimbulkan sakit hati dan 'ujub . Orang yang berbangga akan sombong, dan lawan bicaranya akan sakit hati (kesal). Karena perbuatan ini termasuk mengganggu dan juga dusta , sehingga tidak boleh seorang istri berbangga dengan sesuatu yang tidak pernah diberikan suaminya. [ Shahih Bukhari Ta’liq Ibni Baaz ‘ala Qira’ati Syaikh As Sadhan ] al-Imam an-Nawawi rahimahullahu berkata : المتشبع : هو الذي يظهر الشبع وليس بشبعان، ومعناها هنا أنه يظهر أنه حصل له فضيلة وليست حاصلة ولابس ثوبي زور أي: ذي زور وهو الذي يزور على الناس بأن يتزي بزي أهل الزهد أو العلم أو الثروة ليغتر به الناس وليس هو بتلك الصفة وقيل غير ذلك والله أعلم . *al-mutasyabbi’ adalah orang yang merasa kenyang padahal ia tidak kenyang. Maknanya dalam hadits ini adalah dia menampakkan telah mendapatkan suatu keutamaan, padahal sebenarnya keutamaan itu tidak dia dapatkan. Dan maksud dari [memakai dua baju kedustaan] adalah_ : Dia memakai hiasan kedustaan ,yakni dia membohongi manusia seakan-akan dia adalah : 1️⃣ Orang yang paling zuhud 2️⃣ Orang paling berilmu 3️⃣ Orang paling kaya Tujuannya supaya manusia tertipu, padahal sebenarnya dia tidak memiliki sesuatu apapun. 📱Telegram Ma'had Al-Manshuroh Poso https://t.me/mahad_almanshuroh_poso


Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئاً، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ. “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun walaupun sekedar menjumpai saudaramu dengan menampakan wajah yang berseri-seri.” [HR. Muslim]


Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “استَعِيْنُوا عَلَى إِنْجَاحِ الْحَوَائِجِ بِالْكِتْمَانِ فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةً مَحْسُودٌ.” “Bantulah kesuksesan hajat (keperluan) kalian dengan merahasiakannya. Karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran hasad orang lain.” 📜 HR. ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam ash-Shahihah […]


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan, الصبر عن معاصي اللسان والفرج من أصعب أنواع الصبر، لشدة الداعي إليهما وسهولتهما “Sabar dari berbagai kemaksiatan yang dilakukan oleh lisan dan kemaluan termasuk jenis kesabaran yang paling berat. Karena kuatnya faktor pendorong kepada dua kemaksiatan tersebut dan begitu mudahnya manusia melakukan keduanya.” ✍️ Uddatus Shabirin 27 #faedah #lisan