Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Perbudakan ada berbagai macam: 1 – Perbudakan hakiki mancakup seluruh makhluk pada setiap zaman. Perbudakan semacam ini tidak layak untuk seorang pun melainkan hanya untuk Allah semata, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala : إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا “Tidak ada seorangpun […]


Hakekat Islam adalah sebagaimana yang terdapat di dalam hadits Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam ketika beliau menjawab pertanyaan malaikat Jibril `Alaihissalam tentang Islam, beliau menjawab: اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً “Islam itu adalah bersaksi bahwasannya […]


Pembahasan mengenai rukun Islam yang pertama ini, dengan kedua bagiannya, sangat banyak didapatkan di dalam Alquran. Bagian pertama, seperti firman Allah Ta`ala, اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)” (QS. Al-Baqarah : 255) فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا […]


Ya. Ungkapan ini boleh diucapkan, dan insya Allah tidak apa-apa. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Makna ibadah adalah menyembah dan tunduk serta patuh hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Para ulama mendefinisikan ibadah sebagai suatu nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah.


Karena orang yang masuk ke dalam agama Islam, berarti (harus) menyerahkan dirinya kepada Allah, menerima dan tunduk kepada setiap hukum yang datang dari Allah dan tuntunan Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Allah Ta`ala berfirman, وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ “Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang […]


Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah laki-laki menjadi perempuan atau perempuan menjadi laki-laki. Itu bukan urusan mereka dan di luar batas kemampuan yang mereka miliki, walaupun mereka telah mencapai ilmu yang mendalam tentang materi dan pengetahuan tentang karakterisktiknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِّلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ […]


Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah Ta`ala telah menciptakan tujuh lapis bumi, sebagaimana Dia telah menciptakan tujuh lapis langit. Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman: ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti […]


Setiap sesuatu berada pada tempatnya dengan izin Allah, seperti langit dan isinya, bumi dan apa yang di dalamnya, bahkan batu (Baitul Maqdis) yang ditanyakan. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ ٱللَّهَ يُمْسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِهِۦٓ “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika […]


Pertama: Tidak ada bumi yang berada di atas permukaan air hingga tidak perlu lagi ditanyakan mengenai apa yang menahannya dari air. Di atas air hanya ada udara dan langit. Seisi alam semesta semuanya saling menguatkan dan menempati tempatnya masing-masing dengan kekuasaan Allah Ta`ala. Allah Ta`ala berfirman: إِنَّ ٱللَّهَ يُمْسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن […]


Barangsiapa berkeyakinan demikian, maka ia kafir, sebab ia telah menyekutukan Allah dengan yang lain dalam Tauhid Rububiyyah. Bahkan kekafiran itu lebih berat dari kekafiran kebanyakan kaum musyrikin yang menyekutukan Allah dengan yang lain dalam Tauhid Uluhiyyah. Wabillahittaufiq, Wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad, wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.