Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Pertama, mengucapkan salam hukumnya fardhu (wajib). Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam, وتحليلها التسليم “Dan tahlilnya (saat dihalalkannya berbuat sesuatu setelah shalat) adalah mengucapkan salam.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah) At-Tirmidzi berkomentar bahwa hadits ini paling shahih dan paling hasan dalam masalah ini. Hal ini juga berdasarkan hadits […]


Tidak ada riwayat sahih dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam tentang shalawat dalam bentuk kalimat seperti ini. Maknanya memang benar, kecuali perkataan “al-Fatih lima ughliqa” yang bermakna global. Jika maksudnya adalah bahwa Nabi seorang pembuka syariat agung dengan syariat yang dibawanya ketika segala jalan umat manusia tertutup dan telah kacau, maka hal itu benar. Jika […]


Sepengetahuan kami, bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat tasyahud tidak ada lafadz sayyidina, yakni: ( Allahumma Shalli `Ala sayyidina Muhammad.. dst). Begitu juga ketika adzan dan iqamah, tidak boleh diucapkan lafadz tersebut. Ini Karena lafadz sayyidina tidak ada di dalam hadits shahih ketika Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengajarkan para sahabat beliau tata […]


Pertama, maksud shalawat Ibrahimiyah adalah “Allahumma shalli `ala Muhammad wa `ala Ali Muhammad kama shallaita `ala ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid” dan bentuk shalawat lainnya yang diriwayatkan dalam hadits-hadits sahih dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Kedua, shalawat al-Fatih yaitu “Allahumma shalli `ala sayyidina Muhammad al-Fatih lima ughliqa wa al-khatam lima sabaqa… dan seterusnya. Shalawat […]


Shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat yang diperintahkan, berdasarkan hadits dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Sedangkan shalawat al-Fatih (Allahumma Shalli `Ala Muhammad al-Fatih lima ughliq…) adalah bid’ah yang diada-adakan. Tidak ada dalilnya dari Rasulullah shallallahu `Alaihi wa Sallam. Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam sudah bersabda, copas bahasa arab disini “Orang yang mengada-adakan dalam urusan (agama) yang […]


Yang benar dari dua pendapat ulama ialah bershalawat kepada Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam saat tasyahud akhir hukumnya wajib, karena ada perintah dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Orang yang meninggalkannya karena lupa, hendaklah ia sujud sahwi jika ia seorang imam atau shalat sendirian. Namun, jika ada orang yang meninggalkannya dengan sengaja, maka shalatnya batal. […]


Abu Hurairah radhiyallahu `anhu meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang bersabda, “Jika kalian membaca tasyahud, maka berlindunglah dari empat hal, yaitu dengan mengucapkan: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahanam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari buruknya fitnah al-Masih ad-Dajjal.” Redaksi hadits ini dari Muslim yang ditulis dalam kitab “Masajid”, […]


Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam biasa berlindung kepada Allah dari empat hal setelah taysahud (akhir), dan memerintahkan para sahabat beliau agar berlindung dari empat hal tersebut. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma; dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam di mana beliau berdoa setelah tasyahud (akhir) اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم وأعوذ بك من عذاب […]


Ia sebaiknya menyempurnakan bacaan tahiyyat, baru setelah itu mengucapkan salam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Mengisyaratkan dengan jari telunjuk selama tasyahud dan menggerakkannya ketika doa serta menggengam semua jari kecuali telunjuk dilakukan hingga salam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Ada beberapa dalil yang menyebutkan tentang sifat duduk ketika tasyahud awal dan duduk di antara dua sujud serta duduk tawarruk. Di antaranya hadits Wa’il bin Hujr bahwasanya رأى النبي صلى الله عليه وسلم يصلي فسجد ثم قعد فافترش رجله اليسرى “Ia melihat Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam shalat kemudian bersujud. Setelah itu duduk lantas membaringkan […]


Ada sebuah hadits dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjelaskan tentang cara beliau duduk di antara dua sujud, duduk tasyahud pertama dan kedua, duduk tawarruk serta duduk dengan cara iq’a’. Dari Wa’il bin Hujr radhiyallahu `anhu أنه رأى النبي صلى الله عليه وسلم يصلي فسجد ثم قعد فافترش رجله اليسرى “Bahwasanya ia melihat […]