Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Pembatal-pembatal Pernikahan dalam Islam
Atsar.id
Atsar.id

Pembatal-pembatal Pernikahan dalam Islam

ANTARA PEMBATAL-PEMBATAL PERNIKAHAN Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah&nbsp. Pertanyaan : Apa pembatal-pembatal pernikahan secara Syariat wahai Syaikh Yang Mulia? Jawaban : Pembatal-pembatal pernikahan ada beberapa macam :  Kalau ternyata wanita tersebut adalah saudara sepersusuan, maka pernikahannya batal. Atau ternyata kalau wanita itu adalah anak susuannya, maka pernikahannya batal. Atau ternyata kalau wanita itu adalah bibi susuannya (dari pihak ayah susuan), maka pernikahannya batal. Atau ternyata kalau wanita itu adalah bibi susuannya (dari pihak ibu susuan), maka pernikahannya batal. Ternyata akadnya tidak sah, Bahwasanya pernikahannya tanpa wali, atau tanpa ijab qabul, maka batallah pernikahan yang mereka akui sebagai pernikahan.  Pernikahan batal kalau seorang menikahi wanita dimasa iddahnya. Atau ternyata wanita tersebut masih memiliki suami. Dan pernikahan batal tatkala seorang menikahi wanita yg ditinggal mati suami, dalam keadaan belum sempurna masa iddahnya. Maka nikahnya batal. Pembatal-pembatal nikah itu banyak,para ulama telah menerangkannya. Naam. Pembawa acara :  Jazakumullah khairan. 📑 Fatwa Nur ala Ad-Darbi  مبطلات النكاح السؤال: يقول في آخر أسئلته: ما هي مبطلات الزواج شرعًا يا سماحة الشيخ؟ الجواب: المبطلات أنواع: فقد يتبين أنها أخته من الرضاعة فيبطل النكاح، يتبين أنها بنته من الرضاع يبطل النكاح، يتبين أنها عمته من الرضاع يبطل النكاح، يتبين أنها خالته يبطل النكاح، يتبين أن العقد ما هو بصحيح وأنه تزوجها بدون ولي أو بدون إيجاب وقبول؛ فيبطل النكاح الذي ادعو أنه نكاح، قد يبطل بأنه تزوجها في العدة قبل أن تخرج من العدة، قد يتبين أن لها زوج ما طلقها فيبطل النكاح؛ لأنه تزوجها وهي ذات زوج، قد يبطل النكاح بأن تزوجها في العدة مات زوجها وتزوجها قبل أن تكمل العدة فيبطل النكاح، مبطلاته كثيرة بيَّنها العلماء. نعم. المقدم: جزاكم الله خيرًا سماحة الشيخ عبد العزيز . https://binbaz.org.sa Sumber : https://t.me/ahlussunnahposo/6720

Fiqih
Nov 5, 20202 min read
Sirah Nabawiyah | Mulia Bukan Hina | Membaca Shahih Bukhari | Si Burung Saifannah
Atsar.id
Atsar.id

Sirah Nabawiyah | Mulia Bukan Hina | Membaca Shahih Bukhari | Si Burung Saifannah

Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 001 #001 : Ke Mekkah Mengukur Syukur (klik untuk membaca) #002 : Sirah Nabawiyah Sirah Nabawiyah merupakan masterpiece di bidang sejarah. Ibnu Hisyam, sang penulis adalah sejarawan terkemuka abad III Hijriyah. Buku ini tak hanya referensi lengkap kehidupan Nabi Muhammad,namun sekaligus menyentuh sejarah manusia sejak masa Nabi Adam. Kitab Sirah Ibnu Hisyam juga wujud penyempurnaan untuk kitab Al Maghazi dan As Siyar karya Ibnu Ishaq, kakek gurunya. Sebuah cetakan yang terbit, disertai catatan kaki, jumlah halamannya 1622 yang terbagi menjadi 4 jilid. Adz Dzahabi membaca Sirah Ibnu Hisyam hanya dalam 6 hari dibimbing oleh gurunya, Abul Ma'aali Al Abarquuhi. Bagaimana denganmu, Dek? Apa bacaanmu? Hari-harimu untuk membaca apa? 17 Feb 2019 *) Subjudul dari kami ================================ #003 : Mulia Bukan Hina Zahir bin Haram Al Asy-ja'i. Beliau secara nasab bergabung dengan suku Asy-ja' dari kabilah Ghatafan melalui jalur Adnan. Dalam Mukhtasar Syama'il Muhammadiyah (hal.127) karya Al Albani, disebutkan sebuah hadits tentang canda Nabi Muhammad kepada Zahir. Zahir, sahabat Nabi yang hidup di lingkungan badui, sering berkunjung ke kota Madinah untuk berjualan sekaligus membawakan hadiah untuk Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam-. Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam- sangat mengasihinya. Pernah, saat Zahir menjual barang-barang yang dibawa dari badui di pasar kota Madinah, Nabi Muhammad memeluknya dari arah belakang. "Siapa sih ini? Ayo, lepaskan saya!", kata Zahir. Setelah menoleh dan mengetahui Nabi Muhammad, Zahir justru membiarkan punggungnya melekat di dada Nabi Muhammad. "Siapa yang tertarik membeli hamba sahaya ini?", Nabi Muhammad bercanda. Sebab, kita semua adalah 'abdun (hamba) bagi Allah. Zahir bertanya, "Loh, demi Allah berarti Anda menganggap saya tidak berharga?" Nabi Muhammad memuji, "Bukan demikian! Engkau di sisi Allah adalah hamba yang bernilai tinggi" Al Albani dalam catatan kaki menjelaskan bahwa "Secara fisik, Zahir tergolong buruk. Namun, sejarah hidupnya sangat indah" Apakah ada kebahagiaan melebihi sanjungan Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam-, "Engkau di sisi Allah adalah hamba yang bernilai tinggi" Masya Allah! Fisik bukan patokan. Wajah tidak menjadi acuan. Iman dan takwalah yang menjadi pembeda. 23 Feb 2020 *) Subjudul dari kami ================================ #004 : Membaca Shahih Bukhari Kadang hanya berangan. Sesekali hadir dalam bayangan. Apakah bisa seperti mereka? Orang-orang hebat. Orang-orang yang mencintai ilmu. Hidup dengan membaca dan menelaah. Hidup bersanding kitab sebagai teman setia. Menghabiskan usia dengan hadits-hadits Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam-. Pernah melihat kitab Shahih Bukhari? Ahmad bin Utsman al Kulutati lebih dari 40 kali menyelesaikan baca shahih Bukhari Al Fairuz-Abadi lebih dari 50 kali Al Burhan al Halabi lebih dari 60 kali Sulaiman bin Ibrahim al Yamani 150 kali Ghalib bin Abdurrahman al Muharibi lebih dari 700 kali Lalu engkau,he diri sendiri! Apa yang engkau baca selama ini? 26 Juni 2020 *) Subjudul dari kami ================================ #005 : Si Burung Saifannah Sejenis burung unik di wilayah Mesir. Jika hinggap di sebuah pohon, daun-daunnya dimakan sampai habis oleh burung Saifannah. Seorang ulama digelari Si Burung Saifannah. Beliau adalah Ibrahim bin Al Husain, Abu Ishaaq bin Daiziil. Kenapa Ibrahim dijuluki Si Burung Saifannah? Setiap belajar kepada seorang guru, Ibrahim tidak akan pergi sebelum menulis semua hadits yang dimiliki guru tersebut. Oleh sebab itu, beliau disamakan dengan burung Saifannah. (Adz Dzahabi,At Tarikh 21/107) Dek, jadilah Saifannah-Saifannah zaman ini. Bersabarlah dalam thalabul ilmi. Timbalah ilmu sebaik-baiknya. 4 Sept 2020 ================================ Baca selanjutnya &gt.> Anak Muda dan Salaf Ditulis oleh : Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai La Firlaz https://t.me/anakmudadansalaf

Nasehat
Nov 4, 20204 min read
Bantahan Syubhat Ikhwaniyyah
Atsar.id
Atsar.id

Bantahan Syubhat Ikhwaniyyah

BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH ✍🏻__ Al-Ustadz Muhammad as-Sewed hafizhahullah &nbsp.🚇BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [1] ▶️ Ta'awun wa Ta'adzur Diantara kaedah ikhwaniyyah adalah: { نَتَعَاوَنُ فِيمَا اتَّفَقْنَا عَلَيْهِ وَيَعْذُرُ بَعْضُنَا بَعْضاً فِيمَا اخْتَلَفْنَا فِيهِ } Nata'aawan fii mattafaqna 'alaih, wa ya'dzur ba'dhuna ba'dhan fii makhtalafna fiih. “Kita bekerjasama pada apa yang kita sepakati dan kita saling memaklumi pada apa yang kita berbeda.” [ ※ ] Mereka menerapkannya secara mutlak, sehingga penyimpangan sebesar apapun akan mereka maklumi dan mereka hormati. [ ※ ] Menasehati dianggap memusuhi, mengingkari kemungkaran dianggap memecah belah, memperingatkan dari kezhaliman dianggap menebar fitnah. ((🔥)) Sungguh ini bukan hikmah Ahlussunnah, tetapi syubhat ikhwaniyyah. 📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net 🚇BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [2] ▶️ Antara Da'i dan Politikus Ikhwanul Muslimin terbentuk sebagai partai di Mesir. [ ※ ] Maka da'i-da'i mereka berfungsi sebagai juru kampanye mengajak orang untuk mendukung partainya. Mengajak orang untuk memilih tokohnya. Dan tidak lupa mereka akan menjatuhkan rival yang menyainginya. — Jika mereka melihat aib atau kekurangan saingannya, mereka gembira. Seakan mereka mendapatkan peluru yang bisa mereka pakai untuk menjatuhkan lawannya. — Dengan peluru-peluru tersebut mereka mengancam lawannya: “Kami punya kartu kalian” atau “Aib kalian ada dikantong kami” atau “Kami punya rapot merah kalian” dst, agar lawannya takut dan kemudian mau mengadakan 'Bargaining Politik'. = = = = // ••• // = = = = ((🔥)) Berbeda dengan seorang Da'i Ahlus Sunnah. — Mereka menjadi cermin bagi saudaranya, menunjukkan aib dan kekurangan tersebut pada yang bersangkutan secara langsung, tidak ditunda, tidak didata, tidak pula dibuka. — Karena tujuannya adalah agar saudaranya menjadi baik, agar segera bertaubat dan memperbaiki diri. { المؤمن مرآة أخيه. إذا رأى فيه عيباً أصلحه. } “Seorang Mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” [Hasan — Ash-Shahihah, 6/923. Abu Daud, 40. Adabul Mufrad, 49 Bab an-Nashihah] 📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net 🚇BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [3] ▶️ At-Tajassus Untuk mencapai tujuan di atas (menjatuhkan lawan politik-), Ikhwanul Muslimin selalu mencari-cari kesalahan orang yang dianggap menyainginya. [ ※ ] Mereka susupkan dasa'is di setiap komunitas, mereka pasang cctv di setiap grup WA, Telegram dan sejenisnya. [ ※ ] Mereka menghubungi orang-orang dekatnya mencari informasi. Apa yang dilakukan di rumahnya? Bagaimana dengan isterinya? Bagaimana dengan anak-anaknya? Apa saja kegiatannya? Ke mana saja perginya? ((🔥)) Itulah yang namanya at-tajassus, upaya mencari-cari aib dan kesalahan orang lain. = = = = // ••• // = = = = Sangat berbeda dengan sikap Ahlus Sunnah yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah. Allah berfirman: { ... وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا } “Janganlah kalian mencari-cari aib orang lain. Dan jangan saling berghibah (menceritakan aib) sebagian kalian terhadap sebagian yang lain.” [QS. Al-Hujuraat, 12] Nabi [ﷺ] bersabda: { ... وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَجَسَّسُوا، ... وَلاَتَبَاغَضُوا، وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا } “... Dan janganlah menyelidiki orang lain, jangan kalian mencari-cari aib orang lain ... Dan jangan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” [HR Bukhari dan Muslim] ((🔥)) Jika syubhat ikhwaniyyah seperti ini ada di tengah Ahlus Sunnah ... akan hancur ukhuwwah. 📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net 🚇BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [4] HIZBIYYAH IKHWANIYYAH Hizbiyyah seperti partai politik. Mementingkan kuantitas tidak memperhatikan kualitas. Ukuran keberhasilan hanya pada jumlah pengikutnya Ukuran kebenaran hanya pada hizbnya. Siapa yang setia terhadap syaikhnya dan hizbnya, dia hamba yang shalih. Siapa yang mengkritiknya, dialah musuh yang harus disingkirkan. Persaudaraan hanya di atas hizb atau syaikhnya. Pembelaan terhadap syaikhnya lebih penting dari pembelaan terhadap agamnya Inilah yang dinamakan Hizbiyyah Ikhwaniyyah. Berkata Ibnul Qoyyim dalam Nuniyyahnya (ketika membantah kaum Sufi) والله لو خالفت ناص رسوله.. نصا صريحا واضح التبيان وتبعت قول شيخم او غيرهم... كنت المحقق صاحب العرفان Demi Allah, kalaupun engkau menyelisihi ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, menyelisihi dalil yang sangat jelas. Namun engkau mengikuti syaikh mereka atau sejenisnya. Niscaya engkau merupakan teman yang layak mendapat kebaikan (Al Kaafiyah As Syaafiyah 158) 📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net 🚇BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [5] KHURUJ 'ALAL HUKKAM Bermula dengan kata-kata Berakhir dengan senjata "Penguasa dzhalim", "penguasa tidak bijaksana", "penguasa berkhianat menjual negara", "penguasa ditekan", "penguasa tidak tegas", "penguasa tidak mampu", "penguasa... penguasa... dst" Selanjutnya mereka merasa lebih layak mengatur negara. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah: نحن نعلم علم اليقين بمقتض طبيعة الحال أنه لايمكن خروج بالسيف إلا وقد سبقه خروج باللسان و القول "Kami mengetahui dengan yakin sesuai dengan kenyataan yang terjadi, bahwa tidak mungkin terjadi pemberontakan dengan pedang/ senjata, kecuali setelah didahului pemberontakan dengan lisan dan ucapan" (Fatawa Ulama Al Akabir hal 94 melalui Lamuddur Al Manshur hal 62) Bahaya Khuruj 'alal Hukkam [※] Khuruj 'alal hukkam walaupun dengan lisan sangat berbahaya sekali; — Akan membawa pertikaian, kemudian perpecahan, kemudian pemberontakan dan pertumpahan darah, kemudian hancurlah sebuah negara. [※] Sebaliknya mentaati penguasa pada perkara yang ma'ruuf, tidak menjatuhkan kewibaan mereka;  — Akan membawa kebaikan, persatuan dan ketenteraman. Berkata Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah: { وَفِي الْحَدِيثِ وُجُوبُ طَاعَةِ وُلَاةِ الْأُمُورِ، وَهِيَ مُقَيَّدَةٌ بِغَيْرِ الْأَمْرِ بِالْمَعْصِيَةِ، وَالْحِكْمَةُ فِي الْأَمْرِ بِطَاعَتِهِمْ: الْمُحَافَظَةُ عَلَى اتِّفَاقِ الْكَلِمَةِ، لِمَا فِي الْاِفْتِرَاقِ مِنَ الْفَسَادِ. } “... Di dalamnya terdapat dalil wajibnya menaati penguasa, dengan syarat dalam perkara yang bukan maksiat. Adapun hikmah dari perintah untuk menaati penguasa adalah terjaganya persatuan kaum muslimin. Sebab, dalam perpecahan terdapat (banyak) kerusakan.” [Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, 13/112] 📮••••|Edisi| t.me/s/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [6] KECAP NO.1 Karena dakwah IM adalah dakwah partai maka isinya adalah kampanye: Mengajak manusia untuk bergabung dengan partainya. Bisa ditebak. Mereka akan mengangkat partainya tinggi-tinggi. "Kecap kami kecap nomor satu" dan seterusnya. Seperti pada nyanyian anasyid mereka : إن الإخوان صرخ كل ما فيه حسن  لا تسألاني من بناه إله الينا حسن "Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin punya seruan. Yang seluruh apa yang ada di dalamnya baik. Jangan tanya aku siapa yang mendirikannya. Sungguh yang mendirikannya adalah Hasan Al Banna" Sedangkan dakwah salafiyyah bukan kampanye. Tidak mengajak pada pribadi ataupun organisasi. Tetapi mengajak kepada Allah subhanahu wa ta'ala وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ  (فصلت : ٣٣) "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang mengajak kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh seraya berkata : "Sesungguhnya aku  termasuk orang-orang yang berserah diri" (QS. Fushshilat : 33) Berkata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tentang ayat ini "... Padanya ada peringatan untuk ikhlas. Karena kebanyakan orang yang mengajak kepada kebenaran, ternyata mengajak kepada diri pribadinya sendiri... " (Fathul Majid bab Ad du'aa ila Syahadat an Laa Ilaaha Illallah Hal 108) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH [7] MARHALAH TANFIDZIYYAH IM memiliki beberapa tahapan dalam dakwahnya : Pertama : Ta'arif (propoganda) Kedua : Takwin (pembentukan) Ketiga : Tanfidz (penerapan) Pada tahapan Tanfidz para kader mulai digunakan: diperintah, dikomando, dan dimanfaatkan. Dalam marhalah inilah biasanya para kader dibai'at (sumpah setia). Atau menandatangani surat perjanjian kesetiaan. Inilah ujung dari tujuan dakwah ikhwaniyyah sedangkan tujuan Dakwah Ahlus Sunnah adalah mendidik, memperingatkan dan menyebarkan ilmu. Bukan menguasai dan memperbudak mad'u. فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ * لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ "Maka berilah peringatan karena sesungguhnya kamu hanyal seorang pemberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka" (QS. Al Ghasyiyah 21-22) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 8 HUBBUR RIYASAH Karena tujuan IM adalah politik. Menginginkan kekuasaan dengan cara bid'ah mereka : "Jihad Politik". Maka sudah jelas mereka akan mencari kedudukan ditingkat manapun. Akhirnya Hubbur Riyasah (ambisi kepempinan) menjadi watak dan sifat mereka. Menawarkan diri, memuji diri sendiri, 'ujub dan bangga diri, bersandiwara (sebaga pencitraan), menjatuhkan rival, menjegal kawan, tajassus untuk menjatuhkan "lawan", senang dan bangga ketika ditokohkan dan seterusnya.... Semua itu menjadi hal biasa bagi mereka. Semoga Allah merahmati seorang da'i yang sederhana, tawadhu', dan tidak mengingkan ketenaran. طوبى لعبدٍ أخذ بعنان فرسه في سبيل الله، أشعث رأسه، مُغبرة قدماه، إن كان في الحراسة كان في الحراسة، وإن كان في الساقة كان في الساقة، إن استأذن لم يُؤذن له، وإن شفع لم يُشفع "...Beruntunglah hamba yang memegang tali kekang kudanya fii sabilillah. Rambutnya kusut, kakinya berdebu. Jika ia ditugaskan berjaga-jaga maka ia benar-benar menjaga. Jika ia ditempatkan dibarisan belakang maka ia benar-benar barisan belakang. Jika ia meminta izin, tidak akan diberi izin. Jika ia memberikan rekomendasi, maka rekomendasinya tidak dianggap" (HR. Bukhari) Berkata Ibnul Jauzi : "Maknanya orang tersebut tidak dikenal dan tidak menginginkan ketinggian..." (Fathul Baary 6/177) Berkata Ibnu Hajar : "Padanya ada perintah untuk meninggalkan sikap Hubbur Riyasah, ingin terkenal dan keutamaan tawadhu', tidak dikenal..." (Fathul Baary 6/177) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 9 SIRRIYYAH IKHWANIYYAH IM Berusaha menyembunyikan Tandzim organisasi mereka. Menyembunyikan data pribadi mereka. Menyamarkan situs-situs mereka dan lain-lain dengan berbagai macam kedustaan. Kemudian mereka mulai mengunting-gunting identitas sunnah. Menampilkan seakan-akan bukan milik ahlus sunnah. Semuanya dengan alasan sirriyyah (kerahasiaan dakwah). Ya... menyembunyikan identitas pribadi kadang diperbolehkan, karena sesuatu kekhawatiran. Namun menyembunyikan manhaj dan prinsip? Menggunting sunnah? menghilangkan identitas salafiyyah? Itu jelas tidak mungkin. Apakah kita harus berpura-pura menjadi hizbi? Lantas apa yang mau didakwahkan? Itu bukan metode dakwah Sunniyyah, tetapi Sirriyyah Ikhwaniyyah. Berkata Umar bin Abdul Aiz : إذ رأيت قوما يتناجون بأمر (في أمر دينهم) دون عامتهم فهم على تأسيس الضلالة Jika engkau melihat satu kaum sembunyi-sembunyi dalam satu urusan (urusan agama mereka) dari kerumunan manusia. Maka ketahuilah bahwa mereka sedang membangun kesesatan. (Ad Darimi 107, Al Lalikai 251, Al Hilyah 5/338, Jami' al Ilm 412, Melalui Lammud Durril Mantsur hal 239) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 10 FIQHUL WAQI' Dulu IM mengistilahkan dengan "tsaqafah islamiyyah", kemudian Abdurrahman Abdul Khaliq mengistilahkan dengan "Al Ashriyyah". Dilanjutkan dengan Sururiyyah dengan istilah "Fiqhul Waqi'". Syubhatnya tetap sama. Menggambarkan betapa pentingnya mempelajari berita politik Islam atau mempelajari sutuasi dan kondisi Islam terkini... Walaupun kadang diperlukan... Namun manakah situs berita yang bisa dipercaya? Juga apakah Fiqhul Waqi' lebih diperlukan daripada Fiqhul Aqidah, Fiqhus Sunnah atau Fiqhus Syari'ah? Haruskah kita mendidik anak-anak kita untuk tatabbu' al akhbar? Haruskah kita sibuk dengan membuat situs berita, yang jelas isinya bukan dari kita? Mencomot berita dari sana-sini tanpa tahu siapa perawinya? Mencounter berita wartawan dengan berita dari wartawan pula? Mengajarkan para pembaca untuk membuka situs Ahlul Ahwa? Sungguh itu bukan rudud ilmiyyah tapi itu adalah Syubhat Ikhwaniyyah. BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 11 AT TALAWWUN Karena mereka ingin diterima di semua golongan. Karena mereka ingin mengambil simpati dari semua pihak. Mereka menyamarkan pemahaman agama mereka. Berubah sesuai hajat dan tempat. Di sini dia sunni di sana dia hizbi. Di sini haram di sana halal. Untuk kalangan khusus tidak boleh, untuk kalangan umum boleh. Di hadapan Ahlus Sunnah tegas dan jelas. Ternyata di belakang mereka -dengan menyamarkan identitas- bebas tak kenal batas. Sungguh inilah hakikat at Talawwun.... Ketika Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu 'anhu hampir wafat, datanglah kepadanya Abu Mas'ud al Anshari kemudian berkata "Berikanlah kepadaku wasiat". Maka beliaupun berkata أولم يأتك اليقين . إن الضلالة حق الضلالة أن تعرف ما كنت تنكر، وتنكر ما كنت تعرفه وإياك والتلون في دين الله، فإن دين الله واحد "Belumkah datang kepadamu keyakinan? Sesungguhnya kesesatan yang benar-benar kesesatan adalah engkau mengagggap baik apa yang tadinya engkau anggap buruk, dan engkau menganggap buruk apa yang tadinya engkau anggap baik. Hati-hatilah engkau dari sikap talawwun (berwarna-warni) dalam agama Allah ini. Karena sesungguhnya agama Allah itu satu". (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 16657, Makarimal Akhlaq 276, Musnad al Harits 470, Al Lalikaai 120, Al Ihkam libni Hazm 5/81, Al Hujjaj fi Bayanil Mahajjah 1/303 melalui Lammud Durril Mantsuur Hal 129) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 12 AL MUDAHANAH Mudahanah adalah berbasa-basi kepada Ahlul Ahwa dengan mengorbankan agama. Karena tujuan klasik mereka : "menyatukan semua pemahaman dalam satu golongan" Maka mereka siap bermudahanah dengan siapapun dengan aliran apapun, dengan mengorbankan Sunnah, bahkan Aqidah. Yel-yel mereka : "Kami berdiri di atas semua golongan", "Mereka juga punya kebaikan" atau "Mereka juga berjasa". Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ (القلم : ٩ "Maka mereka menginginkan supaya kamu bermudahanah dengan mereka, lalu merekapun bermudahanah kepadamu" (QS. Al Qalam : 9) Itu samasekali bukan bijaksana, tetapi mudahanah yang membawa bencana. BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 13 MASLAHATUD DAKWAH Seakan IM punya Thaghut tersendiri yang bisa mengubah yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Yaitu apa yang mereka namakan dengan "Maslhatud Dakwah" Sunnah ditinggalkan. Tauhid dibelakangkan. Yang wajib ditinggalkan. Yang haram dikerjakan. Identitas sunnah dihilangkan. Kesan fasik ditonjolkan... dan seterusnya. Semua itu dengan alasan "Demi Maslahatud Dakwah". Apalagi kalau ternyata bukan untuk kepentingan dakwah namun hanya untuk kepentingan sang da'i secara pribadi atau mengejar popularitas diri. Berkata Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah : "Maka jangan sekali-kali kamu tinggalkan kewajiban karena maslahatud dakwah. Karena Allah lebih cemburu terhadap agama-Nya. Jangan mengerjakan yang haram karena maslhatud dakwah. Jangan potong jenggotmu, jangan pakai pantalon, jangan pakai dasi karena maslahatud dakwah. Jangan masuk sistem demokrasi karena maslahatud dakwah. Jangan ikut pasukan (tertentu) karena maslahatud dakwah... Dan begitulah... Maslhatud Dakwah pada hari ini seperti berhala yang disembah. Allah lebih cemburu terhadap agama-Nya daripada kita semua" (dari audio beliau -rahimahullah) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 14 MELEGALKAN KEDUSTAAN Karena mereka selalu menanamkan kepada pengikutnya, bahwa mereka dalam situasi perang. Maka kedustaan menjadi pegangan. Mereka berkata "perang adalah tipu daya". Akhirnya merekapun melegalkan kedustaan. Untuk menutupi jati dirinya (sirriyyah) mereka berdusta, Untuk menjatuhkan lawan mereka berdusta. Untuk mendapatkan kedudukan mereka berdusta. Untuk maslahatud dakwah -katanya-, mereka berdusta. Untuk bisa merangkul semua pihak, agar mendapatkan suara terbanyak, juga mereka berdusta. Hanya saja mereka menamakannya dengan nama lain, yaitu "bebas politis". Apakah yang demikian bisa dikatakan dakwah? Tentu tidak. Dakwah Islam dibangun di atas kejujuran. Ditanya syaikh Shalih al Fauzan : Bolehkah berdusta untuk kepentingan dakwah (Maslahatud Dakwah)? Beliau menjawab : "Tidak... tidak boleh berdusta. Dakwah dibangun di atas kejujuran. Kedustaan tidak akan membawa kebaikan. (Dari potongan audio beliau) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 15 MENGGIRING OPINI Karena dakwah mereka politis. Karena jihad mereka memperbanyak suara. Maka perang opini menjadi solusi. Bukan dalil, bukan ta'lil, bukan pula hujjah ilmiyyah yang mereka bawa. Tetapi menggiring opini untuk mendapatkan dukungan suara. Untuk tujuan tersebut, mereka akan menggunakan semua media : brosur, buletin, situs internet, spanduk, umbul-umbul, SMS berantai, kemudian mengerahkan semua kadernya untuk demonstrasi dan unjuk rasa. "Sungguh niat kami baik","Tujuan kami baik", "Kami berjuang..." "Kami melindungi...", "Kami berjihad...", "Kami berupaya...", "Kami terpaksa...", "Kami...kami...dst" Tentunya di samping tujuan dan niat, perlu dilihat bagaimana cara yang mereka pakai? Bagaimana berjuang? Bagaimana berjihad? Bagaimana mencapai tujuan? Bagaimana melindungi? إن الله لا ينظر إلى أجسامكم، ولا إلى صواركم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم. روه مسلم "Sesungguhnya Allah tidak melihat jasad dan rupa kalian, namun Dia melihat hati dan amalan kalian". (HR. Muslim) Maka tidak cukup niat yang baik dalam hati. Namun amalan juga harus baik, sesuai dengan sunnah. Bukan dengan ghuluw dan kedzaliman. Tetapi karena cara yang mereka pakai menyelisihi sunnah. Kalau dibahas secara ilmiyyah akan jelas siapa yang salah. Maka merekapun hanya bisa menggiring opini dan menarik simpati. BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 16 MENCELA PARA PEMBELA ILMU Ketika mereka tidak mampu membantah hujah para pembawa ilmu, maka mereka memakai cara klasik musuh-musuh agama. Yaitu menjatuhkan kehormatan para pembawanya. IM menjuluki ulama sebagai Ulama Waroki, hanya sibuk dengan kertas (maksudnya kitab-kitab). Tokoh IM Kuwait menyebut para ulama sebagai Thaburul Muhannathin, atau barisan para mumi, jasad mereka bersama kita, tetapi pikirannya masa lalu. Atau menyebut sebagai ulama haid dan nifas. Atau seperti Haddady mengaggap jumhur ulama terkena pemahaman Murji'ah. Atau menganggap mereka semua tidak mengerti Fiqhul Waqi'. Atau menganggap mereka tidak memiliki manhaj yang jelas. Atau.... Demikianlah keadaan mereka, padahal Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda : "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Siapa yang berkata manusia telah binasa, maka dialah yang paling binasa (HR. Muslim dalam bab al Birr was Shilah ma'as Syarhin Nawawi 16/391) Berkata An Nawawi rahimahullah : "Sepakat para ulama bahwa cercaan ini bagi orang yang mengucapkannya dengan maksud merendahkan manusia meremehkan mereka dan mengangkat dirinya di atas mereka serta menganggap jelek keadaan mereka" (Syarah Shahih Muslim 16/391) Berkata Al Khattabi Maknanya : seseorang yang selalu mencerca manusia , menyebut aib-aib mereka. Kemudian berkata : manusia telah rusak, manusia telah binasa... dst. Maka dialah yang paling binasa. Paling jelek keadaannya. Karena dosa yang menimpanya dalam mencerca mereka. Dan seringkali membawa kepada ujub dan bangga diri... (melaluli nukilan Imam Nawawi dalam sumber yang sama) BANTAHAN SYUBHAT IKHWANIYYAH 17 DAI IKHWANI ADALAH POLITIKUS MAKIR Karena memang terbentuknya IM sebagai partai politik. Karena tujuannya hanya memperbanya pengikut. Maka tidak aneh kalau kader-kader dainya menjadi politikus makir. Bahasa yang dipakai bahasa politis. Sikapnya palsu, hanya berpura-pura. Menyembunyikan ambisi dengan basa-basi. Pertanyaan-pertanyaannya menjebak. Menginginkan "sesuatu" bukan yang ditanyakan. Mencari ketergelinciran lidah lawan. Jawaban-jawabannya selalu bercabang dan berputar-putar. Selalu membuat kaidah-kaidah baru yang tidak dipahami lawan bicara. Membuat rencana, menyusun cerita, membawa berita dan bersandiwara... Semuanya hanya untuk satu kata "PILIH SAYA". Apakah ini yang disebut pandai ber "ISTIDAL?" Capek... Sungguh kami benci dai politik. Sesungguhnya dakwah ini sederhana. Kita hanya disuruh menyampaikan ilmu dengan jelas, apa adanya. وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ "Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas" (QS. Yasin : 17) ______________ Sumber tulisan : Status WA Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafizhahullah

Bantahan
Oct 31, 202014 min read
Tak Mungkin Kita Tak Mampu Menghadapi Ujian Ini
Atsar.id
Atsar.id

Tak Mungkin Kita Tak Mampu Menghadapi Ujian Ini

TAK MUNGKIN KITA TAK MAMPU Seringkali, setiap hamba yang diuji dengan cobaan akan merasa, "Aku adalah orang yang paling berat problemnya." Seolah-olah tidak ada orang lain di dunia ini yang diuji kecuali hanya dirinya sendiri. la menilai cobaan-cobaan yang menimpa orang lain masih belum seberapa dibandingkan masalah yang sedang ia hadapi. Bukankah Anda pernah merasakan demikian? Jangan-jangan saat Anda sedang membaca paragraf ini, perasaan semacam itu masih belum hilang? Demikianlah sifat manusia. Di dalam sebuah doa yang diriwayatkan oleh Al Imam Tirmidzi رحمه الله dari shahabat Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam mengajarkan untuk kita agar selalu mengharapkan keyakinan dari Allah. Sebab dengan adanya pondasi keyakinan, seluruh cobaan dan problem yang kita hadapi akan terasa ringan. وَمِنْ الْيَقِينِ مَا تُهَوَّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّ نْيَا "... (dan hamba juga memohon) rasa yakin sehingga bisa meringankan musibah-musibah di dunia yang menimpa kami.” Potongan doa di atas adalah sumber kekuatan seorang mukmin untuk menghadapi dan menjalani seluruh cobaan yang ada. Hati kita akan terasa lapang bersama cobaan apapun yang menerpa. Keyakinan itu sangat penting. Akan tetapi keyakinan dalam bentuk apa ?&nbsp. Yakinlah bahwa Allah selalu menjanjikan pahala yang agung di balik setiap musibah yang menimpa. Dengan keyakinan semacam ini,  seorang hamba tidak akan pernah merasa rugi dengan musibah tersebut. Sebab, Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih berharga. Yakinlah bahwa di balik setiap musibah telah menanti kebahagiaan. Dengan keyakinan seperti ini, seorang hamba tidak akan putus asa atau patah semangat  Sebab, Allah سبحانه وتعالى telah menjanjikan kepada seluruh hamba bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Yakinlah bahwa musibah yang sedang Anda rasakan masih jauh Iebih ringan dibandingkan sekian banyak kenikmatan yang telah Anda rasakan. Ingat-ingatlah dan hitung-hitunglah kembali, telah berapa banyak kesenangan dan kebahagiaan yang Allah limpahkan buat Anda! Yakinilah juga bahwa masih banyak hamba yang jauh Iebih berat cobaannya dibandingkan Anda! Hanya saja Anda tidak mengetahuinya, bukan? Selain beberapa hal di atas, Anda pun harus yakin bahwa Allah tidak mungkin membebankan cobaan di luar batas kemampuan kita. Apapun cobaan dan musibah yang datang menerpa pasti disesuaikan dengan batas kemampuan seorang hamba. ltu pasti! Tidak mungkin tidak! Allah سبحانه وتعالى berfirman: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ  "Allah tidak memikulkan beban kepada suatu jiwa melainkan sebatas apa yang dia mampui." [Q.S. Al Baqarah: 286].  lndah nian ayat di atas. Betapa sejuk menyegarkan di dalam jiwa.  Cobalah membaca dan meresapi kisah-kisah luar biasa tentang para salaf. Alangkah luasnya samudra kesabaran mereka. Barangkali belum setetes dari kesabaran mereka yang kita miliki. Dengan membaca kisah-kisah mereka, semua musibah yang menimpa akan terasa ringan dan mudah bagi seorang muslim, insya Allah. Seorang putra Mutharrif bin Abdillah رحمه الله meninggal dunia. Kemudian sejumlah orang datang dalam rangka menghibur dan takziah ke rumah beliau. Kira-kira menurut Anda, apa yang dilakukan oleh Mutharrif رحمه الله? Beliau keluar untuk menyambut tamu-tamu tersebut dalam keadaan berseri-seri. Penuh riang dan bahagia saat Mutharrif menemui mereka. Kata beliau, ”Aku merasa malu kepada Allah jika harus bersedih hanya karena musibah yang menimpaku." سبحا ن الله! Sayangnya, masih banyak di antara kita yang menilai cobaan itu selalu berbentuk kesedihan dan kesempitan. Padahal, kesenangan dan kenikmatan yang Allah limpahkan pun sejatinya adalah cobaan dari-Nya. Mampukah kita menjadi hamba yang bersyukur? Bisakah kita menggunakan kenikmatan-kenikmatan tersebut dalam ketaatan kepada-Nya? Shahabat Nabi yang bernama Abdurrahman bin ’Auf رضي الله عنه menyatakan:  اُبْتُلِيْنَابِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَاوَابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ فَلَمْ نَصْبِرْ "Kita diuji dengan kesulitan-kesulitan dan kita mampu bersabar. Namun, kita pun diuji dengan berbagai kesenangan, hanya saja kita tidak mampu bersabar.” Lihatlah mereka yang hidup dalam kemegahan dunia! Kaya raya bergelimang materi. Perhatikanlah mereka yang enak dalam jabatan dan pangkatnya! Lihatlah mereka yang Allah uji dengan sedikit kesempurnaan fisik! Lihatlah mereka yang Allah uji dengan kesenangan-kesenangan duniawi ! Setelah itu perhatikanlah, apakah mereka mampu bersabar ? Bersabar untuk tetap membumi, tawadhu', dan banyak bersyukur? Apapun bentuk cobaan dan ujian yang Allah berikan untuk hamba-Nya, yakinlah bahwa cobaan itu tidak mungkin di luar batas kemampuannya! Janganlah berkeciI hati atau patah semangat ! Allah pasti memberikan jalan keluar yang terbaik untuk hamba-Nya yang bertakwa. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah. Sumber || Majalah Qudwah Edisi 09 https://t.me/Majalah_Qudwah

Nasehat
Oct 31, 20204 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast