Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Bersua dan Berpisah Karena Allah - semoga- . Perlahan namun pasti, kapal feri penghubung pulau Selayar dan pulau Sulawesi bergerak meninggalkan pelabuhan Pamatata. Angin laut yang sejuk menambah suasana semakin haru di atas hamparan laut biru.Cuaca cerah. Sebagian langit terhiasi awan tipis. …

 .Membentangkan Layar Dakwah di Selayar Pulau Selayar berada di bawah pulau Sulawesi, ke arah selatan. Sebagai pusat kegiatan, pulau Selayar bersama 131 pulau lainnya berdiri menjadi satu kabupaten bernama kabupaten kepulauan Selayar. Sejarahnya lumayan panjang. Peradabannya sangat tua. Dari berbagai peninggalan benda dan literatur kuno berbentuk lontar, pulau Selayar termasuk titik rute perdagangan di masa kuno. Pulau Selayar diposisikan sebagai pelabuhan transit dalam rute ke barat maupun ke timur. Wilayah lautnya sangat luas sampai berbatasan dengan selat Makassar, teluk Bone dan perairan Flores. Keindahan alam pulau Selayar masih terjaga dan natural. Bentangan bukit-bukit mensejajar dari ujung ke ujung. Rumah-rumah panggung bertiang tinggi adalah ciri khasnya. Lautnya luar biasa. Subhanallah! Gugusan pantai-pantai indah dengan airnya berwarna hijau kebiruan begitu menyenangkan. Sebagian pasir pantai berwarna merah hingga nampak bersinar pink. "Seperti berada dalam aquascape raksasa", ujar saya kepada rombongan. Kami dibawa menggunakan kapal motor ke perairan Bahuluang. Pada kedalaman variatif antara 5 - 30 meter, dengan alat sederhana, kami berenang dan menyelam. Subhanallah! Terumbu karang terbentang .Biota lautnya begitu indah. Tumbuhan dan rerumputannya. Ikan dengan macam-macam ukuran dan warnanya. Ikan pari yang berdiam di dasarnya. Bahkan sempat kami dibawa ke Sumur Penyu ; sebuah titik kehidupan penyu di tengah laut.Harus berenang dengan meninggalkan kapal motor supaya bisa menikmati puluhan penyu yang berada di dasar laut. Sebab,suara mesin kapal membuat penyu-penyu itu berlarian. Namun, semua itu belumlah seberapa dibanding surga. Sebab keindahan surga, tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbayang di pikiran. Oleh sebab itu, setiap keindahan yang kita lihat di dunia fana, semestinya memacu semangat untuk berjuang meraih surga yang di dalamnya ada puncak keindahan. **** Prosesnya begitu singkat. Hanya dalam hitungan menit.Tidak ada rencana.Tidak ada agenda sebelumnya. Pagi itu, Kapolres Selayar menghubungi via telpon meminta saya berkunjung ke sana.Langsung saya iyakan sebab Kapolres termasuk gugus tugas kabupaten. Pasti protokoler. Alhamdulillah kegiatan dakwah Ahlussunah semakin bergeliat di Selayar.Masjid Polres dijadikan sebagai pusat dan titik kumpulnya. Imam rawatib dan kajian-kajian ilmu disampaikan oleh 2 Ustadz yang rencana awalnya hanya beberapa waktu namun akhirnya justru bertahan hampir setahun karena kondisi pandemi Corona. Berkah buat ikhwan-ikhwan Selayar. Selayar yang dahulu mesti menyeberang ke pulau Sulawesi , Bulukumba sampai Makassar dan sekitarnya, kini Ahlussunnah dapat menikmati majlis ilmu di Selayar sendiri. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kajian-kajian ilmu diselenggarakan di masjid Polres oleh kedua ustadz,yaitu Ustadz Abu Muqbil (alumni pondok Al Bayyinah Gresik asal Kendari) dan Ustadz Abdullah (murid Ust Sarbini asal Magelang) Di situ kita mesti bersyukur dengan majlis ilmu yang dekat berada di sekitar kita.Yang jarak tempuhnya dekat. Yang waktu tempuhnya dalam hitungan menit. Bukankah sekarang bisa kita rasakan, berapa nikmatnya majlis ilmu? Saat majlis ilmu tidak kita hadiri berbulan-bulan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Semoga setelah status pandemi berakhir, setelah majlis-majlis ilmu kembali aktif,kita jaga dan syukuri nikmat itu dengan hadir dan memakmurkan majlis-majlis ilmu. * Potensi dakwah Ahlussunnah di Selayar termasuk besar.Prospek ke depan sangat menggembirakan. Dengan wilayah yang terbatas.Titik keluar masuknya hanya beberapa saja.Penduduknya pun kaum muslimin dengan latar belakang suku Bugis,Makassar dan lain-lainnya. Dengan kultur keamanan yang terwujud hingga beberapa anggota Polres menyampaikan nol laporan pencurian.Benar juga! Motor-motor diparkir di pinggir jalan,sebagiannya dengan kunci dibiarkan menggantung.Sebab,akses keluar masuk pulau sangat terbatas. Saya melihat potensi dakwah justru disasarkan pada anak-anak kaum muslimin yang tersebar di kepulauan Selayar.Banyak dari mereka yang tidak berpendidikan dan putus sekolah. Andaikan sebuah pesantren Ahlussunah berdiri lantas merekrut anak-anak itu,dengan bebas biaya pendidikan,itu akan luar biasa,insya Allah. Toh untuk logistik dan operasional di sini biayanya terbilang rendah.Mencukupkan dengan hasil laut dan hasil kebun.Apalagi anak-anak itu memang terbiasa hidup apa adanya. Anak-anak itu adalah kader-kader dakwah.Diajarkan untuk mereka materi aqidah,manhaj,akhlak dan lain-lainnya.Sebelumnya ajari baca tulis arab dan latin. Harapannya mereka menjadi pejuang dakwah di kampung mereka.Di pulau-pulau yang tersebar. Mas....bagaimana dengan dirimu? Engkau yang sudah Allah pilih menjadi santri-santri di pondok Ahlussunnah.Engkau yang telah belajar Al Quran dan Sunnah. Jaga semangatmu! Jangan jenuh.Jangan futur.Lahan dakwah menunggumu.Baarakallahu fiik Pagi ini kami akan meninjau sebuah lokasi calon pesantren di sini.Semoga Allah mudahkan dan segera terwujud. Masjid Polres Selayar. Jumat pagi 27 Nov 2020

KEDUDUKAN DAN MANFAAT ZAKAT Asy-Syaikh Muhammad al-'Utsaimin rahimahullah berkata, . PEMBAHASAN KEENAM: ZAKAT DAN MANFAATNYA Zakat merupakan salah satu kewajiban di dalam agama Islam, salah satu rukun dari rukun-rukun Islam, serta amalan terpenting setelah dua kalimat syahadat dan shalat. Yang menunjukkan wajibnya zakat adalah Al-Qur'an, hadits Rasulullah ﷺ, dan ijma' (kesepakatan) seluruh kaum muslimin. Barang siapa yang mengingkari kewajiban zakat, maka ia jatuh dalam kekafiran dan murtad (keluar) dari agama Islam. Dia diminta untuk bertaubat, jika bertaubat itulah yang diharapkan, dan jika menolak maka dihukum bunuh.¹ ¹ Yaitu oleh pemerintah yang sah jika pemerintah menetapkan hukum ini. Telah lewat pernyataan semisal dari beliau. ANCAMAN UNTUK ORANG YANG TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT Asy-Syaikh Muhammad al-'Utsaimin rahimahullah berkata, Orang yang bakhil dari mengeluarkan zakat, atau mengurangi kewajiban zakat dari yang seharusnya, maka dia termasuk orang yang zalim, berhak mendapatkan hukuman Allah. Allah ta’ala berfirman, وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Ali Imran: 180) Di dalam Shahih al-Bukhari terdapat hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ شُجَاعًا أَقْرَعَ ، لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ؛ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ - يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ - يَقُولُ : أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ "Siapa saja yang telah Allah berikan kepadanya harta kemudian dia tidak menunaikan zakatnya, maka kelak pada hari kiamat harta tersebut akan diserupakan dalam wujud seekor ular jantan yang botak kepalanya lagi sangat berbisa yang mempunyai dua titik hitam di atas matanya. Ular tersebut akan melilit leher orang itu dan menggigit kedua rahangnya (bagian leher yang atas) terus menerus sambil mengatakan, ‘aku adalah hartamu, aku adalah kekayaanmu’." H.R. Al-Bukhari (4565) Allah ta’ala juga berfirman, وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ۞ يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, 'Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan'.” (Q.S. At-Taubah: 34-35) Dan diriwayatkan oleh Muslim (987) dari jalan Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda, مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ، وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا ؛ إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ، وَجَبِينُهُ، وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ "Siapa yang memiliki emas dan perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, niscaya di hari kiamat akan dibuatkan lempengan api untuknya yang dinyalakan di dalam neraka, lalu disetrikakan ke perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali mendingin, maka akan dipanaskan kembali lalu disetrikakan lagi kepadanya setiap hari –yang sehari saat itu setara lima puluh ribu tahun di dunia– hingga diputuskan perkara para hamba." ———————————————————————— Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa tidak membayar zakat termasuk dosa besar.¹ ¹ Seluruh ulama berpendapat demikian, yaitu bahwa tidak membayar zakat termasuk dosa besar, baca: Al-Jami' li Kaba'ir adz-Dzunub, hlm. 178 ✍️ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi [Penggalan pembahasan Risalah Fushul fish Shiyam wat Taroowih waz Zakaah || Draft buku Panduan Ibadah Puasa, Shalat Tarawih, dan Zakat]

================================ #009 : Al Baghawi Nama lengkap beliau adalah Abu Muhammad Al Husain bin Mas'ud Al Farra'. Al Baghawi merujuk tempat kelahiran beliau di kota Baghaa yang mengikut propinsi Khurasaan. Beliau dikenal dengan gelar Muhyis Sunnah (Pejuang Menghidupkan Sunnah). Dikarena…

Mulailah Dari Hal Kecil Dalam sejarah, tidak ada nama atau sebutan yang dicatat tentangnya kecuali Mihjanah atau Ummu Mihjan. Menurut Ibnul Atsir, Ummu Mihjan adalah " seorang wanita berkulit hitam yang selalu menyapu masjid Nabawi. Beliau wafat di zaman Nabi Muhammad" Secara fisik dan mate…

FAEDAH: MENCARI NAFKAH UNTUK KELUARGA ADALAH AMALAN YANG PAHALANYA BESAR ▫️ Ka'ab bin 'Ujroh radhiyallahu 'anhu berkata, . مرَّ على النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم رجلٌ فرأَى أصحابُ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم من جلَدِه ونشاطِه فقالوا يا رسولَ اللهِ ! لو كان هذا في سبيلِ …

Tanda-tanda Husnul Khatimah Syaikh Nashirudin Al-Albani rahimahullah berkata : Allah menjadikan tanda-tanda yang jelas yang menunjukkan atas husnul khatimah (akhir kematian yg baik). Allah menetapkan hal itu untuk kita dengan karunia dan kemurahanNya, maka siapa saja yang meninggal dengan mem…

Hukum Mendoakan Rahmat Untuk Ahlul Bid'ah Oleh Asy Syaikh Al 'Allamah Zaid Al Madkhali rahimahullah . Soal: Semoga Allah berbuat baik kepada anda. Apa hukum mendoakan Ahlul Bid'ah, dan mendoakan rahmat untuk mereka? Dan apakah mengulang-ulang celaan terhadap Ahlul Bid'ah dinilai sebagai ghibah yang dilarang? Jawab: Ahlul bid'ah ada dua pembagian: Ahlul bid'ah yang kufur yaitu bid'ah-bid'ah mereka yang sampai mengkafirkan mereka dan mengeluarkan mereka dari Islam. Seperti Kuburiyun, para penyembah kubur, dan para pelaku istighatsah terhadap wali-wali —dan selain mereka— dari orang-orang yang mencela agama, dan sejenis itu dari bid'ah-bid'ah yang itu adalah kekufuran, maka mereka ini tidak ada kebaikan padanya, dan didoakan kejelekan untuknya, karena mereka adalah orang-orang kafir. Dan Ahlul bid'ah yang fasik dari kalangan orang-orang fasik yang bukan kekafiran, seperti Pengikut Hizbi-Hizbi, dan pengaturan-pengaturan yang menyelisihi manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah dalam bab Jihad, dan dalam bab nasehat, dan dalam bab amar ma'ruf, dan dalam bab wala berloyalitas dan semisal itu, maka mereka ini, iya didoakan kebaikan untuknya dengan berupa hidayah, oleh karena itu apabila mereka meninggal sedangkan mereka di atas Islam, maka tidak mengapa bagi siapa saja yang hendak mendoakan rahmat untuk mereka, lalu dia katakan: rahimahullah (semoga Allah merahmatinya). Namun tidak dia umumkan dan tidak dia sebarkan secara terbuka, karena Shahibul Bid'ah itu termasuk musuh-musuh Ahlussunnah, sehingga ahlussunnah jangan menampakan menyayangkan akan kehilangannya, karena kematiannya adalah kebaikan bagi penduduk bumi dari pada kehidupannya, jadi dengan hukum Islam untuknya hendaklah mendoakan rahmat antara dia dan dengan dirinya sendiri saja, maka hal itu jangan diumumkan, karena bahaya ahlul bid'ah itu jelas dan diketahui oleh Ahlussunnah dan perlawanan mereka terhadapnya. Kemudian pembicaraan tentang mereka dengan bertujuan memberikan peringatan tahdzir dari kebid'ahan-kebid'ahan mereka dan ketertipuan dari penyeretan hawa-hawa nafsu mereka, maka ini bukanlah termasuk ghibah yang dilarang, namun itu hanyalah termasuk nasehat bagi kaum muslimin, dan oleh karena ini datang seorang lelaki kepada imam Ahmad rahimahullah, lalu berkata: "Wahai Abu Abdillah sesungguhnya berat bagiku untuk mengatakan : "Fulan begini ..dan Fulan begitu dari kalangan Ahlul Bid'ah." Beliau menjawab: "Bila kamu diam dan saya diam, maka kapan akan jelas kebenaran itu bagi orang yang bodoh?! Jadi sudah seharusnya dijelaskan. Menyebutkan apa yang ada pada mereka berupa pencacatan dan bid'ah-bid'ah yang menyelisihi sunnah-sunnah, maka terhadap mereka bukan lah termasuk ghibah, karena sesungguhnya mereka, mereka itu lah sebagai sebab dalam penyelisihannya mereka kepada Ahlussunnah wal Jama'ah, maka pembicaraan tentang mereka ini adalah sebuah nashihat. Dan bagi yang berbicara hendaknya dia mengetahui tentang bid'ah-bid'ah mereka dengan menelitinya, dan hendaknya menjadi orang yang tahu tentang Sunnah, dan hendaknya ikhlas bertujuan mengharapkan Wajah Allah dengan melakukan pembicaraan tentang mereka guna memperingatkan manusia dan agar mereka selamat dari bid'ah-bid'ahnya. Dan banyak pada apa yang kamu temui di kalangan Ulama yang mulia, mereka memperingatkan dari Ahlul bid'ah, dan memberi wasiat untuk manusia agar menjauh dari mereka, sampai-sampai sebagiannya ada yang berkata padahal dia seorang imam: "Saya makan di sisi Yahudi dan Nashrani dan saya tidak makan di sisi pelaku bidah." Dan tidaklah hal itu terjadi kecuali karena besarnya bahaya Mubtadi' Pemuka kebid'ahan. Dan Salaf, memboikot mereka dalam keadaan di saat hidup dan mati. Al Ajwibah Al Atsariyah Sumber: https://bit.ly/3lE0nij Alih bahasa: Mift@h_Udin✍️ Kawunganten, Selasa 1 Rabi'ust Tsani 1442 H https://t.me/salafykawunganten/2845

 .GAYA HIDUP YANG DIAJARKAN OLEH RASULULLAH ﷺ وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: «كُلْ، وَاشْرَبْ، وَالْبَسْ، وَتَصَدَّقْ فِي غَيْرِ سَرَفٍ، وَلَا مَخِيلَةٍ» أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَأَحْمَدُ، وَعَلَّقَ…

Baca sebelumnya >.> #006 : 𝖠𝗇𝖽𝖺𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖲𝖾𝗅𝖾𝗌𝖺𝗂, 𝖠𝗄𝖺𝗇 𝖬𝖾𝗇𝖼𝖺𝗉𝖺𝗂 100 𝖩𝗂𝗅𝗂𝖽 𝖨𝖻𝗇𝗎 𝖩𝖺𝗋𝗂𝗋 𝖺𝗍𝗁 𝖳𝗁𝖺𝖻𝖺𝗋𝗂.𝖴𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗉𝗋𝗈𝖽𝗎𝗄𝗍𝗂𝖿 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗄𝖺𝗋𝗒𝖺 𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌.𝖶𝖺𝗋𝗂𝗌𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗅𝗂𝖺𝗎 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗐𝗎𝗃𝗎𝖽 𝗄𝗂𝗍𝖺𝖻, 𝖾𝗇𝗍𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗎𝗆𝗎𝗋 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗁𝖺𝖻𝗂𝗌, 𝖺𝗉𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝖼𝖺. 𝖳𝖺𝗁𝖽𝗓𝗂𝗂𝖻𝗎𝗅 𝖠𝖺𝗍𝗌𝖺𝖺𝗋. 𝖪𝖺𝗋𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗅𝗂𝖺𝗎 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝗂𝗅𝖺𝗂 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝖠𝖽𝗓 𝖣𝗓𝖺𝗁𝖺𝖻𝗂, "𝖪𝗂𝗍𝖺𝖻 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝖾𝗋𝗂 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗌𝖺𝗆𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗆𝖾𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺. 𝖧𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗃𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗆𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗌𝖾𝗅𝖾𝗌𝖺𝗂𝗄𝖺𝗇" 𝖬𝖾𝗇𝗎𝗋𝗎𝗍 𝖠𝗅 𝖥𝖺𝗋𝗀𝗁𝖺𝗇𝗂, 𝖳𝖺𝗁𝖽𝗓𝗂𝗂𝖻𝗎𝗅 𝖠𝖺𝗍𝗌𝖺𝖺𝗋 𝗍𝖾𝗋𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗄𝖺𝗋𝗒𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗂𝗆𝖾𝗐𝖺 𝖨𝖻𝗇𝗎 𝖩𝖺𝗋𝗂𝗋. 𝖣𝗂𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗁𝖺𝖽𝗂𝗍𝗌-𝗁𝖺𝖽𝗂𝗍𝗌 𝗆𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎𝗂 𝗃𝖺𝗅𝗎𝗋 𝖠𝖻𝗎 𝖡𝖺𝗄𝖺𝗋 𝖠𝗌 𝖲𝗁𝗂𝖽𝗂𝗊,𝖴𝗆𝖺𝗋,𝖴𝗍𝗌𝗆𝖺𝗇,𝖠𝗅𝗂 𝖽𝖺𝗇 𝗅𝖺𝗂𝗇-𝗅𝖺𝗂𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝖳𝗂𝖺𝗉-𝗍𝗂𝖺𝗉 𝗁𝖺𝖽𝗂𝗍𝗌,𝖽𝗂𝖻𝖺𝗁𝖺𝗌 𝖽𝖺𝗇 𝖽𝗂𝗄𝖺𝗃𝗂 𝗃𝖺𝗅𝗎𝗋 𝗌𝖺𝗇𝖺𝖽𝗇𝗒𝖺,𝖼𝖺𝖼𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺,𝖿𝗂𝗄𝗂𝗁𝗇𝗒𝖺,𝗉𝖾𝗋𝖻𝖾𝖽𝖺𝖺𝗇 𝗉𝖺𝗇𝖽𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗎𝗅𝖺𝗆𝖺,𝗆𝖺𝗄𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗀𝗁𝖺𝗋𝗂𝖻𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗋𝗍𝖺 𝗃𝖺𝗐𝖺𝖻𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗀𝗂 𝗉𝗂𝗁𝖺𝗄 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝗂. 𝖭𝖺𝗆𝗎𝗇,𝗌𝖺𝖺𝗍 𝗌𝖾𝗉𝖺𝗋𝗎𝗁 𝗃𝖺𝗅𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝗁𝖺𝗌 𝗁𝖺𝖽𝗂𝗍𝗌-𝗁𝖺𝖽𝗂𝗍𝗌 𝖨𝖻𝗇𝗎 𝖠𝖻𝖻𝖺𝗌,𝖨𝖻𝗇𝗎 𝖩𝖺𝗋𝗂𝗋 𝗐𝖺𝖿𝖺𝗍. "𝖠𝗇𝖽𝖺𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗅𝖾𝗌𝖺𝗂,𝗄𝗂𝗍𝖺𝖻 𝖳𝖺𝗁𝖽𝗓𝗂𝗂𝖻𝗎𝗅 𝖠𝖺𝗍𝗌𝖺𝖺𝗋 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖼𝖺𝗉𝖺𝗂 100 𝗃𝗂𝗅𝗂𝖽",𝗄𝖺𝗍𝖺 𝖠𝖽𝗓 𝖣𝗓𝖺𝗁𝖺𝖻𝗂 (𝖲𝗂𝗒𝖺𝗋 𝖠'𝗅𝖺𝗆 14/270-273) 𝖲𝗎𝖻𝗁𝖺𝗇𝖺𝗅𝗅𝖺𝗁! 𝖧𝗂𝖽𝗎𝗉 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗍𝖾𝗅𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗌𝖾𝗋𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗃𝗎𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗎𝗆𝖺𝗍.𝖥𝗂𝗂 𝗌𝖺𝖻𝗂𝗅𝗂𝗅𝗅𝖺𝗁. 𝖡𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗄𝗂𝗍𝖺? 𝖠𝗉𝖺 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗍𝖾𝗅𝖺𝗁 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗆𝗉𝖾𝗋𝗃𝗎𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖨𝗌𝗅𝖺𝗆? 𝖠𝗉𝖺 𝗄𝖺𝗋𝗒𝖺 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺? 𝖲𝖾𝗆𝗈𝗀𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋 𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗇𝖺.... 5 September 2020 ================================ #007 : Dua Tripoli Sempat bingung bahkan terhitung lama tidak bisa memahami. Saat membaca sejarah Islam yang bersinggungan dengan Byzantium (Eropa di kemudian hari). Sejarah panjang di Semenanjung Iberia, Negeri Andalus.Reconquista dan berjilid-jilid perang Salib. Sering disebut sebuah kota bernama Tripoli (Tharaabilis). Rupanya ada 2. Tripoli Barat (Libya) dan Tripoli Timur (Lebanon). Jarak keduanya ribuan kilometer. Namun ada sejarah yang mengikat kedua Tripoli itu. Ah, betapa sempitnya wawasan dan terbatasnya pengetahuan. Sudah seperti itu, semangat belajar/thalabul ilmi bagai sisa-sisa cahaya pelita yang hampir habis minyak. Ayo, terus belajar! 8 September 2020 ================================ Anak Muda dan Salaf Ditulis oleh : Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai La Firlaz https://t.me/anakmudadansalaf

SEDIKIT FAEDAH TENTANG KENIKMATAN YANG AKAN DIRASAKAN KAUM WANITA DI DALAM SURGA Kaum beriman pastinya memiliki rindu dan keinginan kuat untuk masuk ke dalam surga. Bagaimana tidak sedang di surga nanti segala penat, letih, dan berbagai kedukaan akan sirna seluruhnya. . وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ • الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ "Dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya. Di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.'." QS. Fathir: 34-35 Di sini kita akan berbicara sedikit secara khusus tentang nikmat surga yang diperuntukkan bagi kaum wanita. Pada Allah saja kita mohon petunjuk. ✅ NIKMAT SURGA BAGI LAKI-LAKI DAN PARA WANITA DI SURGA SAMA SELURUHNYA Berbagai macam makanan nan lezat, minuman yang nikmat, pakaian-pakaian indah, perhiasan, berbagai pemandangan menakjubkan, serta istana istana megah lagi mewah yang kesemuanya tak mungkin terlukiskan dengan kalimat atau terbayangkan dalam benak manusia keseluruhannya diberikan Allah untuk semua yang masuk ke dalam surga, baik laki-laki atau wanita. وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ "Dan barang siapa mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki (kenikmatan) di dalamnya tanpa batas." QS. Ghafir: 40 Al-Allamah Al-Utsaimin rahimahullah berkata saat menarik sejumlah faedah dari ayat ini, "Laki-laki tidak mendapat pahala (kenikmatan surga) lebih banyak dari wanita dan wanita juga tidak mendapatkan nikmat yang lebih banyak dari laki-laki." (Tafsir Surah Ghafir, hlm. 321) Yang jadi pembeda satu dengan yang lain dalam hal jenis ialah tingkatan taqwa seseorang sewaktu di dunia. Bagi semua yang masuk surga baik laki-laki maupun wanita mereka dapatkan apapun dari segala yang mereka mau. وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ "Di dalam surga kamu memperoleh semua yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa saja yang kamu minta." QS. Fushshilat: 31 Berkata Al-Allamah Al-Utsaimin rahimahullah, "Semua kenikmatan yang diinginkan manusia maka ada di surga. Semua nikmat yang dia cari maka tersedia di surga." (Syarah Riyadhus Shalihin, VI/723) ✅ BAGI MEREKA YANG MASUK SURGA ISTRI ISTRI YANG CANTIK JELITA Untuk para lelaki yang beriman, Allah mempersiapkan wanita wanita cantik jelita di dalam surga yang Dia ciptakan sebagai pasangan bagi mereka dan bagian dari beragam kenikmatan surga lainnya. إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاءً • فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا • عُرُبًا أَتْرَابًا • لِّأَصْحَابِ الْيَمِينِ "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan." QS. Al-Waqi'ah: 35-38 Perincian tentang sifat wanita surga banyak tersebar dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah ﷺ. ✅ BAGAIMANA DENGAN WANITA? Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Allah menciptakan laki-laki surga untuk wanita beriman yang masuk surga seperti halnya Allah ciptakan bidadari untuk laki-laki beriman. Dan layak diingat bahwa, لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ "Allah tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan tapi merekalah (makhluk) yang akan ditanyai (tentang perbuatan mereka)." QS. Al-Anbiya': 23 Dan bukan maknanya bahwa wanita yang tidak mempunyai pasangan di dunia berarti juga tidak mendapatkan pasangan hidup di surga. Bahkan mereka para wanita akan mendapatkan pasangan terbaik dari kalangan manusia. Al-Allamah Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, وإذا لم تتزوج في الدنيا فإن الله - تعالى - يزوجها ما تقر به عينها في الجنة، فالنعيم في الجنة ليس مقصورا على الذكور، وإنما هو للذكور والإناث، ومن جملة النعيم الزواج. "Apabila seorang wanita dia belum menikah saat di dunia maka Allah ta'ala akan menikahkan dia di surga dengan laki-laki yang akan membuat sejuk matanya. Karena nikmat surga tidak terbatas untuk laki-laki bahkan untuk laki-laki dan wanita. Dan termasuk nikmat surga ialah memiliki pasangan." (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, II/53) Hal ini juga yang akan didapat oleh seorang wanita yang suaminya -wal 'iyaadzu billah- masuk neraka, jika dia ingin maka Allah akan berikan padanya suami yang pasti membuat hatinya puas dan lapang (Baca: Majmu' Fatawa wa Rasa'il, II/52). Baca : Kisah Pemuda Perindu Surga ✅ BERSAMA SIAPA SEORANG WANITA YANG BERSUAMI KELAK DI DALAM SURGA Seorang wanita ahli jannah yang bersuami dalam konteks suaminya juga masuk surga memiliki TIGA KEADAAN: 1. Dia meninggal dunia lebih dulu dari suaminya 2. Suaminya meninggal lebih dulu lalu dia tidak menikah lagi Pada dua keadaan di atas maka dia akan menjadi istri dari suaminya tersebut. Asy-Syaikh Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah berkata, إذا مات رجل وزوجته وكانا من أهل الجنة فإنها تبقى زوجةً له، قال الله تعالى: رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ "Bila seorang lelaki dan istrinya meninggal dunia dan keduanya termasuk penduduk surga maka wanita tersebut tetap akan menjadi istrinya. Allah ta'ala berfirman (menyebutkan doa Para Malaikat), "Wahai Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang shalih di antara bapak bapak mereka, istri istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." QS. Ghafir: 8 (Fatawa Nuur 'alad Darb, I/285) 3. Suaminya meninggal lebih dulu lalu dia menikah lagi Jika kedua orang yang pernah jadi suaminya tersebut keduanya masuk surga, maka dia akan menjadi istri bagi suami terakhirnya. Berdasarkan hadits, المرأةُ لآخِرِ أزْواجِها "Wanita milik suaminya yang terakhir." -SHAHIH- (Shahih al-Jami', 6691) HR. Ath-Thabrani (Al-Aushath, 3130) ✅ HIKMAH TIDAK DISEBUTKANNYA JANJI BERUPA PASANGAN BAGI PARA WANITA DI SURGA Pertama, laki-laki sifatnya berusaha dan menempuh usaha nyata untuk mencari wanita sebagai pasangan berbeda dengan wanita yang sifatnya menunggu. Al-Allamah Al-Utsaimin berkata, إنما ذكر الزوجات للأزواج؛ لأن الزوج هو الطالب، وهو الراغب في المرأة؛ فلذلك ذكرت الزوجات للرجال في الجنة، وسكت عن الأزواج للنساء، ولكن ليس مقتضى ذلك أنه ليس لهن أزواج، بل لهن أزواج من بني آدم. "Disebutkannya 'Istri istri untuk para lelaki' karena (lelaki) suami adalah yang mencari dan menginginkan wanita. Oleh sebab itu disebutkan 'istri istri untuk para lelaki di surga' namun tidak diterangkan tentang suami bagi para wanita (di surga). Ini bukan berarti para wanita tidak memiliki suami. Bahkan mereka akan mendapatkan suami juga dari kalangan manusia (saat di surga)." (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, II/53) Oleh karena itu sesuai tentunya bila yang dijanjikan wanita surga ialah para lelaki bukan wanita dijanjikan lelaki. Kedua, keinginan laki-laki kepada wanita tidak sama dengan keinginan wanita pada laki-laki. Simak sabda Nabi Muhammad ﷺ ini, ما رأَيْتُ مِن ناقصاتِ عقلٍ ودِينٍ أذهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحازمِ مِن إحداكنَّ يا معشرَ النِّساءِ “Tidak pernah aku melihat orang yang kurang akal dan agamanya, namun mampu menghilangkan keteguhan lelaki yang teguh, melebihi kalian wahai para wanita." HR. Al-Bukhari (1462) dan Muslim (80) Sedang wanita, hasrat mereka terhadap perhiasan maupun pakaian lebih besar daripada keinginannya kepada suami, bukan maknanya tidak menginginkan suami, tapi dari tinjauan hal yang lebih diprioritaskan wanita. Karena perhiasan sangat lekat berkaitan dengan para wanita seperti yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an (QS. Az-Zukhruf: 18). Al-Hafizh Ibnu Katsir menerangkan, المرأة ناقصة يكمل نقصها بلبس الحلي منذ تكون طفلة "Wanita ialah makhluk yang kurang dan akan jadi tertutupi kekurangan tersebut dengan mengenakan perhiasan semenjak ia kecil." (Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim pada surah Az-Zukhruf) ✅ ANTARA KECANTIKAN WANITA SURGA (BIDADARI) DENGAN WANITA TURUNAN NABI ADAM (MANUSIA) Al-Allamah Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah berkata, المرأة الصالحة في الدنيا تكون خيراً من الحور العين في الآخرة ، وأطيب وأرغب لزوجها "Wanita yang shalihah di dunia akan jadi lebih baik daripada bidadari di akhirat kelak, lebih cantik, dan lebih dicintai oleh suaminya." (Fatawa Nuur 'alad Darb, I/285) Beliau ditanya kembali, فضيلة الشيخ : هل الأوصاف التي ذكرت للحور العين تشمل نساء الدنيا في القرآن؟ Apakah sifat sifat yang dimiliki oleh bidadari seperti yang disebut dalam Al-Qur'an juga akan dimiliki oleh wanita dunia (kelak di surga)? Maka beliau Asy-Syaikh Al-Utsaimin berkata, الذي يظهر لي أن نساء الدنيا يكُن خيراً من الحور العين حتى في الصفات الظاهرة . والله أعلم "Yang tampak bagiku bahwa wanita wanita dunia lebih unggul daripada bidadari sampai pada urusan fisiknya sekalipun." (Fatawa Nuur 'alad Darb, I/285) Ini yang dapat dihimpun, semoga bermanfaat. Baca : Wanita Beriman Lebih Baik dari Bidadari ✍️ -- Jalur Masjid Agung @ Kota Raja -- Hari Ahadi, (07:00) 07 Rabi'ul Awal 1441 / 04 November 2019 _________________ ▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala. 📡 https://t.me/nasehatetam 🖥 www.nasehatetam.net

UKHTI.... TAHUKAH KAMU? Bahwa Allah memerintahkanmu untuk tetap di rumah dan melarangmu bertabarruj (bersolek dan memakai wewangian) ketika keluar rumah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى "Dan hendaklah…