Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Mengingat Lagi Kisah Ashabul Kahfi Hampir tiap pagi di hari Jumat, kita membaca surat al Kahfi. Diberi nama al Kahfi, yang berarti gua, karena surat ini menceritakan tentang sekelompok pemuda yang berlindung di sebuah gua. Selama 309 tahun, Allah menidurkan mereka di sana. Setelah terbangun da…

Untukmu Yang Bertekad Taubat Bertaubat artinya bertekad untuk berbenah diri. Bukan hanya ingin, namun mesti bertekad kuat. Kenapa harus ada tekad? Kenapa mesti berkemauan bulat? Sebab, bertaubat itu berat. Berpisah dan meninggalkan kebiasaan yang telah menjadi pola hidup itu berat. Kebiasaan merokok, kebiasaan ghibah, kebiasaan menipu, kebiasaan begadang malam tak bermanfaat, kebiasaan bermusik, kebiasaan tanpa batas wanita dan pria, kebiasaan mencuri, kebiasaan berbohong, dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Apalagi jika kebiasaan itu seolah-olah menjadi tumpuan hidup. Seperti kebiasaan ribawi. Berhutang untuk usaha dengan cara riba. Atau bekerja di tempat ribawi. Atau bekerja yang haram. Berat. Sehingga, kemauan untuk bertaubat diuji dengan sesak dan sempitnya dada. Diuji dengan cemoohan dan ejekan orang. Diuji dengan godaan dan rayuan. Supaya tetap dengan kebiasaan lama yang buruk. Ada-ada saja ketakutan yang dihembuskan setan. Takut miskin lah, takut kelaparan lah, takut dikucilkan lah, takut tidak punya teman lah, takut dibilang ini dan dikata itu lah. Ingat, itu batu ujian! Lewati dan lompati saja. Ingat kata-kata Ibnul Qayyim berikut ini! "Mula-mula, orang bertaubat itu pasti mengalami tekanan dan kesempitan hati. Bisa berujud resah, galau, sesak, atau sedih. Sebabnya? Ia "terluka" karena putus dari kebiasaan yang ia sukai." Namun, yakinlah bahwa proses itu akan berakhir indah. Allah mencintai hamba yang bertekad taubat. Jika Allah telah mencintai, apa lagi yang ditakuti? Apakah tersisa alasan untuk bersedih? Jika Allah telah mencintai, percayalah bahwa kedamaian dan kebahagiaan adalah jalanmu. Dunia dan akhirat. Ibnul Qayyim melanjutkan,  ."Orang bijak pasti mengerti ; bahwa seusai tekad bertaubat, kelezatan hidup yang akan dirasa, sebanding dengan sesaknya dada. Semakin sesak dan sempit prosesnya, niscaya semakin bertambah sempurna dan utuh lezatnya" ( Ibnul Qayyim, Thariqul Hijratain, hal 242 ) Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita dalam memilih jalan. Sebab, kini di hadapanmu ada persimpangan. Arahnya bercabang. Jangan salah langkah! (Refleksi Buatmu Anak Muda, Lendah 27 Juli 2021) t.me/anakmudadansalaf

AYAT YANG DIBACA SAAT RUQYAH MANDIRI Pertanyaan Bismillaah, afwan ustadz ana izin bertanya. Apa sajakah bacaan surat atau ayat-ayat untuk Ruqyah Mandiri. Jazaakumullaahu khairan Ustadz. Semoga Allah memberkahi ilmunya, Aamiin Jawaban al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman Ibnu 'Umar hafi…

DOAMU UNTUK NEGERI Literatur saya dalam catatan ini adalah karya seorang ulama Arab Saudi yang dimasukkan dalam daftar ulama wahhabi zaman ini. Syaikh Abdus Salam bin Barjas alu Abdul Karim menyusun karya tulis berjudul "Muamalatul Hukkam fii Dhaui al Kitab was Sunnah". Cetakan pertama tahun…

BOLEHKAH MEMBACA KITAB TAFSIR MIMPI? Pertanyaan Bismillah. Izin bertanya ustadz bagaimana hukumnya membaca tafsir mimpi setelah kita mimpi sesuatu apa termasuk ramalan Jazakumullahu khoyr Jawaban al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman Ibnu 'Umar hafizhahullah, Tidak mengapa membaca…

 .HUKUM MELAGUKAN AL-QUR'AN DENGAN IRAMA-IRAMA TERTENTU Pertanyaan Assalamu'alaikum ustadz afwan izin nanya, apa hukumnya melagukan al-Qur'an seperti yang terkenal di zaman kita sekarang ini yang para qori al-Qur'an menyebutnya dengan istilah irama Kurdi, Nahawan, Bayati dan lai…

BOLEHKAH SALAT GAIB UNTUK ORANG YANG MENINGGAL KARENA SEBAB TERKENA COVID-19? Pertanyaan Bismillah. Mohon ijin bertanya ustadz di masjid tempat kami sering melakukan salat gaib untuk orang yang meninggal karena covid. Bagaimana sikap kita, mengikuti imam yang salat gaib tersebut atau ti…

Renungan Pagi Kawan, betapa tersiksanya pelaku dosa. Tak hanya di akhirat yang ditakutkan ngerinya, di dunia saja ia sudah merasa tersiksa. Ibnul Qayyim berkata, "Orang cerdas harus tahu bahwa pelaku dosa syahwat yang telah ketagihan, akan sampai di fase. tidak bisa lagi merasakan nikmat d…

Ibnu Aqil : Cinta di Balik Kalung Mutiara Bertali Merah Versi I : Versi Ibnu Aqil Adz Dzahabi . (wafat 748 H) dalam Siyar A'lam Nubala (14/332) menukil Abul Muzaffar Sibt Ibnil Jauzi yang menghikayatkan dari Ibnu Aqil. Ibnu Aqil bercerita : “Saya berangkat berhaji. Di perjalanan, saya…

Belajar Tekun dan Pantang Menyerah dari Semut (materi streaming Radio Situbondo, Ahad 18 Juli 2021) Ibnul Qayyim bertutur banyak hal tentang semut dalam kitabnya Miftah Daris Sa'adah 1/242-243). Pertama kali saya mendengarnya, dari Ustadz Usamah Mahri. Setelah menelusuri lebih lanjut, ternyat…

هُوَ مَوْلَانَا ( Allah adalah pelindung kita - 1-) . Konteks situasi saat itu adalah gerakan kaum munafik yang selalu membuat ulah dan menebar ujaran-ujaran negatif tentang umat Islam. Musuh di dalam selimut semacam mereka memang ibarat duri dalam dagin…

SUFYAN ATS TSAURI رحمه الله Bagian 2 (Sang Buronan Kerajaan) ✍🏻 Al-Ustadz Abu Hamid Fauzi bin Isnaini حفظه الله تعالى Imam Sufyan bin Said Ats Tsauri رحمه الله bukan hanya zuhud dari harta dunia. Namun, beliau pun sangat hati-hati terhadap godaan kedudukan duniawi. Beliau رحمه الله lebih…