Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Walau Ditutup-tutupi, Niscaya Diketahui وَمَهْمَا تكنْ عند امْرِئٍ من خَلِيقَةٍ ... وَإِنْ خَالها تَخْفَى على النَّاسِ تُعْلَمِ Bait syair di atas sangat akrab dan familiar di pesantren. Sejak belajar Nahwu pertama kali, bait syair ini sudah dikenalkan. Misalnya, Syaikh Al Utsaimin. Belia…

Asy Syaabul Qatiiil (yang dibunuh di usia muda) Membahas Zuhair bin Abi Sulma pada tulisan lalu, rupanya membawa kepada Tharafah Ibnul 'Abd. . Bait syair Tharafah pertama kali saya baca dalam pelajaran Syarah Qathrun Nada karya Ibnu Hisyam saat membahas Isim Maushul. Bait itu berbuny…

Setiap anak pasti istimewa. Buktinya? Ia diharapkan kehadirannya. Tanpanya, dunia terasa hampa. Saat berpisah, ada tangis rindu. Ketika bersama, tetap menangis karena takut terpisah. Setiap anak pasti istimewa. Ada mutiara yang tersimpan pada dirinya. Sayang, tidak semua orangtua mau dan mampu menyelam. Tidak semua orangtua sadar bahwa mutiara itu . harus diolah dan diasah. Setiap anak pasti istimewa. Masing-masing punya kelebihan. Ada bakatnya. Ada minatnya. Biarkan ia melangkah selama masih dalam koridor syariat. Jangan memaksa anak untuk menanggung beban ambisimu. Lihatlah kenyataan hidup! Tidak semua orang bisa sama. Anda sebagai orangtua, apakah mau jika dituntut sama dengan orang lain? Semoga anak-anak kita menjadi saleh salehah. Menjadi buah hati, permata hidup, dan penyejuk mata. Semoga kita semua dikumpulkan di dalam surga. Renungan PERPANSIS (Persiapan Kehidupan Siswa) angkatan 2021. 20-25 September 2021

Menggali Keberanian Tersembunyi “He, apa yang sedang kalian obrolkan?” ,tanya saya kepada sejumlah anak yang sedang duduk melingkar di ruang utama sebuah masjid. Melihat anak-anak yang sedang berkumpul, ada dorongan tersendiri untuk menyapa mereka. Sambil sedikit berbincang ringan. . Se…

Tinggal di Yang Tak Kekal Bercerita walau berkenang, Andalus adalah kisah besar dalam sejarah Islami. . Walau kini tak semua ingin mengerti dan mau peduli. Namun, Andalus tetap cerita yang tersimpan dalam sanubari. Di sana, di semenanjung Iberia, yang kini didominasi Spanyol dan Portugal, Islam terpancang kuat sejak pertempuran di Lembah Lakah di bawah komando panglima Thariq bin Ziyad. Sejak itu, sejarah Islam di Andalus mengalir dengan dinamika dan gerak cerita yang berwarna. Di semenanjung Andalus, ada kisah kepahlawanan, perjuangan, ilmu, adab, teknologi, dan cerita-cerita keadilan Islam yang luar biasa. Kini, lebih banyak cerita yang tersisa dibandingkan yang nyata. Dan lebih banyak reruntuhan material yang tertinggal, bukan kejayaan yang kekal. Selama lebih dari 500 tahun, dari abad ke 7 hingga 12, Islam kokoh menghujam di bumi Andalus. Namun, akhirnya sedikit demi sedikit tergerus. Hingga, berujung pada kesedihan dan tangisan terus menerus. Seorang pujangga kelahiran Rondah, Andalus bagian selatan, Abul Baqa ar Rundi namanya, bercerita tentang pedih perih Andalus di penghujung kejayaan Islam. Hampir setiap buku tentang Andalus, menyebutkan untaian syair kesedihan yang digubah oleh Abul Baqa. Kumpulan bait syair itu dikenal dengan judul "Ritsaul Andalus" (Ratap Tangis Untuk Andalus) Abu Al-Baqa termasuk saksi jatuhnya sebagian besar kota-kota strategis di Andalusia. Cadiz , Cordoba, Sevilla dan kota lainnya di tangan kerajaan Katolik. Inilah bait-bait pembuka Abul Baqa : لِـكُلِّ شَـيءٍ إِذا مـا تَمّ نُقصان فَـلا يُـغَرَّ بِـطيبِ العَيشِ إِنسانُ هِـيَ الأُمُـورُ كَما شاهَدتُها دُوَل مَـن سَـرّهُ زَمَـن سـاءَتهُ أَزمانُ وَهذهِ الدارُ لا تُبقي عَلى أَحدٍ ولا يَدومُ عَلى حالٍ لهـا شــانُ Segala sesuatu jika telah di puncak, akan bertahap berkurang Janganlah seseorang terlena indahnya hidup Seperti yang aku saksikan sendiri, segala hal selalu bergulir Satu waktu ia senang, namun di waktu-waktu lain bersedih Dunia ini tidak akan menyisakan apapun Dan tidak ada satu pun keadaan yang kekal di dunia Dari semua cerita panjang Andalus, sudah lebih dari cukup jika kita mencatat pelajaran dan kita pahat dalam hati bahwa ; tak ada yang kekal di dunia ini. Reruntuhan bangunan sangat banyak ditemukan. Peninggalan kerajaan-kerajaan kuno hanya dipajang. Artefak kraton-kraton masa lalu dimuseumkan. Dinding-dinding istana yang dulu megah dan telah roboh sebatas diteliti. Dulu yang dibanggakan dan disombongkan, akhirnya tinggal cerita bahkan dilupakan. Engkau yang kini berencana membuat bangunan, apapun itu bentuk dan tujuannya. Sadarilah bahwa akan ada suatu masa, bangunan itu hilang dan roboh. Bukankah kenyataan di sekelilingmu telah mengatakannya? Engkau yang sedang membangun rumah. Engkau yang sedang membuat tempat usaha. Engkau yang sedang merancang taman dan kebun. Engkau yang sedang mendirikan tempat ibadah. Engkau yang sedang merenovasi lokasi pendidikan. Engkau yang sedang memperbaiki sarana fisik. Janganlah lupa dan terlena! Ingat, itu semua hanya sementara. Tiap-tiapnya ada batas akhir yang telah ditentukan oleh- Nya. Maka, perbaikilah niatmu! Lurus dan tulus lah dalam membangun! Untuk kepentingan duniamu, secukupnya saja lah. Jika engkau semangat membangun rumah di dunia, lebihlah semangat untuk membangun istana di surga. Dengan ibadahmu. Dengan sedekahmu. Dengan infakmu. Dengan taatmu. Bangunlah rumah yang akan kekal ditempati, bukan bangunan yang akan ditinggal pergi. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan istiqamah untuk kita hingga akhir hayat nanti. Koridor ruang MRI di sebuah rumah sakit yang megah. Jumat pagi 10 Sept 2021 t.me/anakmudadansalaf

Mengejar Yang Menghindar Ibn Katsir (Al Bidayah 12/361) meriwayatkan tentang raja Nuruddin Mahmud. . Bersama rombongan, beliau suatu hari ingin berkuda. Sinar matahari memancar dari arah belakang, sehingga bayang-bayang rombongan terlihat di depan. Secepat apapun mereka berkuda, tetap sa…

Renungan Pagi Nama lengkap Al Farabri adalah Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar bin Salih. Beliau lahir tahun 231 H di Farabr, sebuah distrik di wilayah Bukhara. Al Farabri adalah murid senior dan kepercayaan Imam Bukhari. Shahih Bukhari sampai kepada kita melalui jalur Al Farabri. S…

Melatih Kesabaran Dari Gangguan Orang Lain Dalam berinteraksi dengan orang lain tidak selalu menyenangkan terkadang kita akan mendapat gangguan dari mereka yang membuat kita tidak bisa sabar untuk menghadapinya sehingga muncul dari diri ini tindakan yang tidak pantas. Atas dasar inilah ki…

MADYAN DAN SEJARAH KECURANGAN JUAL BELI Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa'i حفظه الله تعالى Tidak banyak yang mampu menjawab, apa yang dimaksud dengan Madyan ? Nama orangkah ? Nama tempat ? Ataukah nama yang lain? Apalagi jika ditanyakan dimanakah letak Madyan dan apa hubungannya dengan Na…

MUTIARA KHAIBAR ✍🏻 Al-Ustadz Abu Falih Yahya حفظه الله تعالى Shahabat Salamah bin al-Akwa' pernah berkisah, “Kami keluar bersama Nabi menuju Khaibar. Kami berjalan di malam hari. Lalu ada salah seorang dari rombongan berkata kepada 'Amir, "Wahai 'Amir, maukah engkau memperdengarkan sya'i…

 .Gelar Syabab (Anak Muda) Ada dua orang dengan nama yang sama, yaitu Khalifah bin Khayyath. Keduanya ulama hadis. Beda angkatan yang tentu beda usia dan masa. Khalifah bin Khayyath pertama (yang tua), dikenal dengan panggilan Abu Hubairah. Sementara Khalifah bin Khayyath yang muda dijuluk…

Urwah Al Bariqi : Jujur Jual Beli (Buat anak muda yang khawatir esok mau kerja apa?) Bariq adalah nama sebuah gunung di wilayah Kufah, Irak. Sahabat Nabi bernama Urwah bin Al Ja'd, ada juga yang memberinya nama Urwah bin Abil Ja'd, pernah menetap di sana. Hingga Urwah pun sering dinisbatkan …