Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Jangan Tinggalkan Dakwah Ini, Saudaraku! Berdakwah adalah jalan hidup yang ditempuh oleh para Nabi. Tidak ada pilihan yang lebih baik dibandingkan berdakwah. Melalui berdakwah, seorang hamba beroleh banyak pahala. Dengan berdakwah ia telah menebarkan benih-benih kebaikan hingga tumbuhlah k…

Berteman itu, Jangan begitu! Mendengar nama Umar bin Abdul Aziz, tentu terbayang figur khalifah yang adil, bijaksana, dan bertakwa. . Di bawah kepemimpinannya, masyarakat hidup makmur dan sejahtera. Namun, mengertikah kita bahwa ada proses yang lumayan unik di balik penunjukkan Umar bin…

HUKUM JUAL BELI SAHAM . Pertanyaan, Bismillah, Izin bertanya lagi Ustadz. Bolehkah kisa bisnis Trading saham, yang dijualbelikan adalah saham sebuah perusahaan, dibeli online menggunakan broker/sekuritas dibeli ketika saham murah atau diperkirakan naik. Atas faedahnya Jazakall…

BERUCAP DENGAN ILMU . Di masa ini, banyak kita temui orang-orang yang sok intelek. Senang berbicara dan didengarkan. Seakan-akan dia tahu semuanya. Apabila pendapatnya dibenarkan atau bahkan disanjung-sanjung, senangnya bukan main. Bangga dengan buah pikirannya tersebut. Lebih parah dan s…

"Wettu Pammulangna Ilejjaki Ri Suruga" Judul di atas adalah terjemah dalam bahasa Bugis untuk jawaban Imam Ahmad bin Hanbal saat ditanya, " Kapankah kita bisa benar-benar istirahat?". Beliau menjawab, . عند أوّل قَدَمٍ تضُعها في الجنّة ! " Saat pertama kali menginjakkan kaki di surga…

UMMU ZUFAR, WANITA PENYABAR PENGHUNI ISTANA-ISTANA SURGA Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal bin Isnaini, Lc حفظه الله تعالى Biografi shahabat tidak pernah lengang dari peristiwa menakjubkan. Di muka bumi, mereka itulah generasi terbaik yang pernah tercipta, untuk mengiringi manusia termu…

BOLEHKAH MEMBACA AL-QUR'AN DI KUBURAN? . Pertanyaan, Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh. Ustadz, Izin tanya, ada yang menyebutkan bahwa Imam Ahmad, Ibnu Taimiyah dan Imam ibnul Qoyyim rahimahumullah membolehkan membaca Qur'an di kuburan, sehingga ada yg mengolok-olo…

 .Bermata Tapi Buta, Mati Padahal Berhati Walau hanya obrolan ringan, beberapa pertanyaan yang saya sampaikan kepada Abu Irsyad -sahabat yang mendampingi perjalanan mobil-, dijawabnya dengan lengkap. Sekian tahun menetap di Amsterdam Belanda, Abu Irsyad sangat lancar bercerita tentang kehidupan orang-orang di sana. “Makan, minum, bekerja, dan berlibur”, Abu Irsyad menyimpulkan singkat tentang aktivitas dan pola pikir orang-orang kafir. Apa bedanya dengan kehidupan binatang? Maha benar Allah yang berfirman ; وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّيَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّيُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لاَّيَسْمَعُونَ بِهَآ أُوْلَئِكَ كَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179) Allah juga berfirman ; وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ اْلأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka. (QS. 47:12) Dalam Fathul Qadir (5/32) Al Imam Asy Syaukani menjelaskan, “Mereka bersenang-senang dengan kepuasan-kepuasan dunia seolah-olah binatang. Tidak ada yang dipikirkan kecuali urusan perut dan seksual. Mereka lalai dari pertanggungjawaban. Mereka tenggelam dalam buaian dunia” Demikianlah! Kehidupan orang-orang kafir tak ubahnya seperti kehidupan binatang. Apa yang mereka pikirkan? Makan, minum, seksual, liburan, tidur, dan kesenangan-kesenangan duniawi lainnya. Tak terpikir oleh mereka, bahwa hidup di dunia bukan hanya bagaimana bisa bertahan hidup? Tidak sebatas memenangkan kompetisi. Bukan untuk tetap survive di tengah-tengah persaingan global. Hal itu tidak masuk dalam agenda hidup mereka. Sangat berbeda! Bahkan ibarat timur dan barat, orang yang beriman itu. Hidup di dunia sifatnya sementara. Bagai seorang perantau di negeri orang yang ada saatnya pulang ke kampung halaman. Ibarat musafir yang singgah sebentar di teduhnya bayang-bayang pohon yang mau tak mau harus melanjutkan perjalanan. Hidup di dunia ada tujuannya, yaitu beribadah kepada Allah Ta'ala. Harus menggunakan fasilitas-fasilitas dunia untuk mencari kebahagiaan akhirat. Ia yakin adanya hari kebangkitan, hari perhitungan amal, hari pertanggungjawaban, dan hari pembalasan. Sekecil apapun yang ia perbuat, ada catatannya. Tak ada yang terluput. Masih lebih baik lagi binatang! Sebab, binatang-binatang tetap bertasbih; memuji-muji Allah Ta'ala, walau kita tidak bisa memahami bagaimana bentuk tasbih mereka. Di dalam sahih Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad menjelaskan tentang semut-semut sebagai bangsa yang selalu bertasbih kepada Allah. Bahkan di dalam Al Quran, ada 4 ayat menyebutkan burung-burung pun selalu bertasbih kepada Allah. Kembali kepada dirimu, anak muda! Bagaimanakah hidup engkau jalani selama ini? Apa yang engkau pikirkan untuk hari esok? Janganlah hidup seperti binatang! Punya mata namun buta dari kebesaran Allah. Ada telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar firman-firman-Nya. Diberi akal, lalu akal itu dipakai untuk apa? Hatimu yang harusnya menjadi sumber kehidupan, kenapa justru mati? Janganlah hidup seperti binatang! Kerjamu hanya bagaimana bisa makan, minum, tidur, bermain, dan bersenang-senang. Jangan dan jangan seperti itu! Cukuplah dan berhentilah dari orientasi-orientasi dunia! Apakah belum tiba saatnya hati ini khusyuk tunduk kepada Allah? Kalau tidak dari sekarang, mau kapan lagi dimulai? Pendopo Lama, 27 Oktober 2021 Bakda Isya t.me/anakmudadansalaf

Sengkang dan Keajaiban Sutra Al Hafidz Ibnu Katsir saat menafsirkan ayat 21 dan 22 dari surat Al Baqarah, membawakan sekian keterangan ulama tentang bukti adanya dzat yang mencipta dan mengatur alam semesta. Antara lain jawaban Imam Syafi'i. Saat ditanya tentang bukti adanya pencipta dan pengatur alam semesta, beliau menjawab, "Daun Murbei". Ada apa dengan daun murbei? Imam Syafi'i lebih lanjut menerangkan, " Rasa daun murbei sama. Namun, jika dimakan ulat sutra akan keluar sutra. Dimakan lebah menjadi madu. Dimakan kambing dan unta menjadi kotoran. Dimakan kijang keluar minyak misik" "Padahal, obyeknya sama", beliau menyimpulkan. Subhanallah! Hal ini tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Pasti ada dzat yang mengatur. Siapa lagi kalau bukan Allah Ta'ala? . Sayang, tidak semua yang mengerti rububiah Allah, lantas mentauhidkan-Nya secara uluhiah. Padahal setelah menyebutkan kuasa rububiah-Nya, Allah melarang ibadah kepada selain-Nya ; الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ (Dia-lah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia-lah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Al Baqarah 22) * Masuk kota Sengkang, ada tulisan besar di gerbang kota yang jelas terbaca "Kota Sutera". Iya! Sengkang sejak zaman dahulu dikenal sebagai sentra kerajinan sutra. Hingga kini, ikon itu coba dipertahankan bahkan dikembangkan. Pemerintah daerah berusaha untuk membudidayakan pohon Murbei menjadi perkebunan sebagai sumber makanan ulat-ulat sutra. Menyaksikan langsung di kampung produksi sutra, rupanya sejarah kain tenun sutra sudah sangat lama di Sengkang. Dari sutra, kita bisa banyak mengambil pelajaran! Di dalam Bada'iul Fawaid (3/756), Ibnul Qayyim menganalogikan amal orang ikhlas dengan sutra, sementara amal orang riya' dengan jaring laba-laba. "Dua hal yang sangat jauh berbeda jika ingin disamakan", jelas Ibnul Qayyim. Beliau melanjutkan, "Ketika ulat sutra mulai memproduksi benang, laba-laba ingin meniru. Laba-laba mengatakan, : Kamu punya jaring. Aku pun punya jaring". Ulat sutra menanggapi, : Namun, jaringku adalah pakaian para raja sementara jaringmu untuk perangkap lalat. Ketika diperlukan, akan nampak perbedaan" Kemudian Ibnul Qayyim menukil bait syair karya al Mutanabbi ; إذا اشْتبهَت دُموعٌ في خدودٍ تَبَيَّنَ مَن بكى مِمَّن تَباكى Jika air mata telah berlinang membasahi pipi Niscaya orang yang serius menangis dan pura-pura akan diketahui Memang! Untuk menghasilkan selembar kain sutra berkualitas, dibutuhkan proses panjang, rumit, dan melelahkan. Mulai dari proses ngengat yang bertelur dan direkatkan di daun-daun Murbei, lalu menetas menjadi larva dan diamankan oleh induknya sambil diberi makan daun-daun Murbei, hingga berkali-kali ganti kulit lalu menjadi kepompong. Kepompong sutra direndam dan direbus dengan air panas sambil diurai dan dicari ujung pintalan benangnya lalu digulung layaknya benang. Proses membuat kain dari bahan benang-benang tadi pun masih panjang. Apalagi dilakukan secara manual dan tradisional. Maka, kepadamu, wahai anak muda! Sabarlah dan teruslah berproses! Jangan bosan dan jangan menyerah! Jika untuk sehelai kain sutra berkualitas harus melewati tahapan panjang dan melelahkan, apalagi menjadi seorang pemuda yang baik dan saleh. Menjadi pemuda hebat dan bermanfaat serta mau berjuang untuk agama Allah, harus dijalani dengan proses panjang. Tidak ada kata berhenti. Tidak kenal istilah mundur. Semoga Allah Ta'ala memudahkan jalan kalian, wahai anak-anak muda. Wajo, 31 Oktober 2021 t.me/anakmudadansalaf

Pemuda Sederhana di Lingkungan Istana Tidak banyak, bahkan sangat sedikit, seorang tokoh Islam yang diberi kemampuan menggabungkan keilmuan, kekayaan, dan jabatan tinggi. Coba-coba dicari, ada satu nama yang ditemui. Ibnu Hubairah, terkenalnya. Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam Nubala (20/426) m…

Danau Tempe, Rammang-Rammang, dan 21 Tahun Kemudian danau tempe Danau Tempe terbagi dalam tiga kabupaten, yaitu Wajo, Soppeng, dan Sidrap. Salah satu ikon Sulawasi Selatan ini terhubung oleh aliran sungai hingga ke Teluk Bone. Menurut ceritera orangtua-orangtua di sini, dahulu kapal-…

Allah Suka dan Tidak Suka Al Imam Abu Hazim berpesan, " Ada dua hal, jika engkau jalankan, kebaikan dunia akhirat niscaya engkau peroleh" تَحْمِلُ مَا تَكرَهُ إِذَا أَحَبَّهُ اللهُ ، . وَتتركُ مَا تُحبُّ إِذَا كَرِهَهُ اللهُ . Jika Allah mencintai sesuatu, laksanakanlah meskipun engkau tidak…