Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


Takbir untuk ruku dilakukan ketika membungkuk. Begitu juga takbir-takbir yang lain ketika berpindah dari satu rukun ke rukun yang lain. Adapun kepala yang sedikit menoleh hukumnya makruh ketika salah, kecuali jika ada keperluan namun tidak menjadikan shalat batal. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Doa tasyahud sudah ditetapkan dalam beberapa hadis, seperti hadis riwayat Ibnu Mas`ud dan Ibnu Abbas. Oleh sebab itu, doa itulah yang mesti diamalkan sehingga tidak bisa diganti dengan yang lainnya karena itulah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada para sahabatnya, sebagaimana ia mengajarkan surah Al-Qur’an kepada mereka. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina […]


Mengangkat telunjuk saat tasyahud hukumnya sunah. Hikmahnya adalah untuk menunjukkan keesaan Allah. Diperbolehkan menggerakkannya ataupun tidak. Persoalan semacam ini tidak boleh membawa perpecahan dan perselisihan diantara para pencari ilmu. Bahkan jika tidak mengangkat jari telunjuk sekalipun, atau mengangkatnya tetapi tidak menggerakkannya maka ini persoalan yang ringan tidak harus saling mencela dan membenci. Yang sesuai dengan […]


Jika Anda mendapatkan satu rakaat shalat Magrib bersama imam, maka Anda harus berdiri lagi sesudah imam mengucapkan salam dan menambah satu rakaat. Selanjutnya, Anda duduk untuk melakukan tasyahud awal dan berdiri kembali untuk melakukan rakaat ketiga. Setelah itu, Anda duduk untuk melakukan tasyahud akhir dan barulah Anda mengucapkan salam. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad […]


Yang disunahkan bagi orang yang shalat saat bersujud adalah meletakkan kedua tangan sejajar dengan kedua bahunya, berdasarkan hadis Abu Humaid Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,’ كان إذا سجد أمكن أنفه وجبهته من الأرض ونحى يديه عن جنبيه ووضع كفيه حذو منكبيه ” Jika bersujud, Nabi menempelkan hidung dan dahinya di tanah, melebarkan […]


Apabila bangkit dari rukuk dan kembali berdiri lurus, orang yang melakukan shalat disunahkan untuk memegang tangan kiri dengan tangan kanannya dan meletakkannya di atas dada, seperti posisi sebelum rukuk, karena ada dalil sunah yang menjelaskan posisi seperti itu sebelum dan sesudah rukuk, di samping itu merupakan posisi berdiri. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa […]


Penyebab orang salat dalam rukuknya mengucapkan: “Subhana Rabbiyal Adzimi (Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung) dan dalam sujudnya mengucapkan: “Subhana Rabbiyal A’la (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi) adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa ia mengucapkan bacaan itu dalam salatnya karena ada (sesuai) hadis yang diriwayatkan, حذيفة رضي الله عنه […]


Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya dari Ibnu Abbas Radhiyallahu `Anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, اعلم أنني ممنوع قراءة القرآن وأنا الركوع والسجود. أما الركوع فمجّدوا الرب. عند السجود ، كن جادًا في الصلاة لأنك مضمون “Ketahuilah, aku dilarang membaca Al-Qur’an dalam rukuk dan sujud. Adapun saat rukuk, maka agungkanlah Rabb. […]


Dalam sunah Nabi tidak ada hadis sahih dan tegas yang menunjukkan tentang menempelkan kedua kaki ketika berdiri dalam shalat atau ketika sujud. Atas dasar hal itu, maka hukum asalnya adalah bahwa orang yang melakukan shalat tidak harus menempelkan kedua kaki atau melebarkannya, tetapi sedang-sedang saja. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi […]


Berdiri dalam shalat fardu (wajib) adalah salah satu rukun shalat yang menjadi syarat keabsahan shalat, berdasarkan firman (Allah) Ta’ala, وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ “Berdirilah karen Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 238) Dan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, يصلي المريض قائمًا، فإن لم يستطع فقاعدًا، فإن لم يستطع فعلى جنب “Orang sakit melaksanakan shalat […]


Perempuan boleh melakukan salat bersama laki-laki. Saf perempuan berada di belakang laki-laki dan ia tertutup (ditutup dengan tirai) dan tidak mengeraskan suaranya ketika mengucapkan “amin” atau bacaan lainnya karena ditakutkan menimbulkan fitnah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


Pertama, Anda harus memperhatikan perkataan Anda dalam surat Anda ketika menghitung nikmat-nikmat yang kita miliki, seperti al-Haramain (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) dan gerbang-gerbang pintu yang mulia. Kita tidak memiliki gerbang-gerbang pintu yang dimuliakan karena ini adalah keberhalaan yang wajib diingkari. Oleh karena itu, kalian menjauhi perkataan ini. Kedua, Mengeraskan suara “amin” hanya dibolehkan setelah […]