Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya
Amr bin Tsabit, Penduduk Surga yang Belum Pernah Shalat Shabahat yang kita bahas sekarang adalah seorang shahabat yang baru mengecap keimanan, lalu mendapatkan keutamaan besar, sebagai salah seorang yang syahid dalam Perang Uhud. Beliau adalah shahabat yang berlaqab (bergelar) Asram atau Usha…
LANTUNAN ADZAN, YANG SELALU AKU SIA-SIAKAN... Dari Jabir Bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, من قـال حين يسمع النداء : "Barangsiapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan, اللهم رب هـذه الدعـوة التامـة والصـلاة القائـمة آت محمـداً الوسـيلة و…

Dunia Keruh, Bahkan Kotor . Ibnul Jauzi bertutur untuk kita : Aku melihat diriku merasa tenang saat berkumpul dengan orang-orang yang biasa kita sebut "teman-teman". Melalui pengamatan, aku mempelajari tentang mereka, ternyata : Rata-rata mereka iri jika yang lain memperoleh nikmat. Rata-ra…
(100) Sudah Ini Jalan Hidup Yang Engkau Pilih! Kepadamu yang hendak setia mengikuti Nabi Muhammad ﷺ... Tahukah engkau, jalan hidup apa yang telah dijalani Nabi Muhammad ﷺ ? Allah memerintahkan beliau dengan berfirman . قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا و…
 .( 99 ) Tidak Harus Di Mimbar Ada sesi perkenalan antar peserta dalam kajian di Pondok As Sunnah Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung. Kenapa? Rupanya sesama peserta kajian, tidak semua saling mengenal. Merinding dan terharu saat mengikuti sesi yang masing-masing menyebut nama dan daerah asalnya. Banyak peserta dari Kotabumi dan Batumarta. Tentunya dari Way Kanan sendiri lah yang paling dominan. Ada peserta dari Liwa, dari Ranau, juga dari Kalianda. Saya baru pertama kali mendengar sebuah pulau kecil bernama Legundi, saat berkenalan dengan seorang peserta. Untuk sampai di Pulau Legundi, perjalanan laut kurang lebih 1,5 jam mesti ditempuh dari Dermaga Ketapang, Lampung. " Ada salafy di sana? ", saya bertanya. " Ada satu. Kakak saya. Karena saya sendiri sudah menetap di Way Kanan ", katanya. Subhanallah! Dakwah Salaf benar-benar telah tersebar. Semuanya semata-mata karunia dari Allah Ta'ala. Media sosial memiliki peran yang tak bisa dikecilkan. Persebaran info-info kajian Salaf begitu cepat menjalar. Poster-poster, potongan-potongan audio, dan artikel-artikel ilmiah bisa menembus batas. Walhamdulillah Untukmu yang sendirian di Pulau Legundi; bersabarlah dan teruslah berdakwah. Ingatlah, berdakwah tidak harus di atas mimbar. Berdakwah yang terbaik adalah dengan akhlak mulia. As Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali menegaskan, " Berhias dengan akhlak Islam yang luhur akan berpengaruh besar dan luas dalam penyebaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Seperti ; jujur, amanah, rendah hati, dan bersikap bijak dalam meniti dakwah ilallah" " Jangan engkau kira, Islam dapat tersebar dengan pedang saja. Sebagaimana tergambar oleh sebagian orang", lanjut beliau. Syaikh Rabi' menambahkan, " Islam dapatlah tersebar luas melalui akhlak mulia yang melekat pada diri para sahabat. Mereka dididik oleh Rasulullah untuk berakhlak terluhur dan tertinggi, melalui proses terbaik. Hal itu menjadi faktor pendorong terbesar dan daya tarik terkuat umat manusia mau menerima Islam" ( Al Lubab 11/12) Ibnu Katsir saat menafsirkan surat Al Fath 29, menyebutkan pernyataan Imam Malik, " Telah sampai berita kepadaku bahwa orang-orang Nasrani jika mensaksikan para sahabat Nabi yang ikut menaklukan wilayah Syam, mereka mengatakan, " Demi Allah! Mereka (para sahabat Nabi) lebih baik dibandingkan kaum hawaariyyin, menurut berita yang kami terima" Dalam kitab yang sama halaman 288, Syaikh Rabi' mengatakan, " Akhlak luhur seperti ; jujur, senang berbuat baik, suka membantu, takwa, sabar, berlapang dada, bersikap luwes termasuk saat praktek jual beli, dan dalam semua aktivitas" Beliau melanjutkan, " Hal-hal di atas sangat luar biasa. Pengaruhnya begitu luas dalam kehidupan umat Islam. Jangan meremehkan nya! Mari kita laksanakan sebagaimana ajaran Islam lainnya kita laksanakan" " Banyak orang meremehkan urusan akhlak. Wal 'iyaadzu billah" Saudaraku, apabila engkau telah berusaha sebagaimana arahan ulama untuk berdakwah melalui akhlak mulia, maka janganlah takut walau engkau sendirian. Jangan bersedih, meski engkau sendirian. Berdakwahlah dengan akhlak yang baik. Jadilah pribadi yang jujur, terpercaya, dan amanah. Jadilah figur yang senang membantu dan menolong orang lain. Jadilah orang yang santun dan sopan dalam berbicara dan bersikap. Semoga Allah membukakan pintu hidayah melalui dirimu. Bakauheni, 8 Jumadal Akhir 1443 H/ 11 Januari 2022 t.me/anakmudadansalaf
( 98 ) Berteman Orang Saleh Suara aamiiiin menggema. Menggetarkan namun menentramkan. Suara aamiiiin yang diucap bersama di salat Maghrib oleh 1.000 an jamaah. Iya, sehari-hari salat berjamaah di Masjid Dhiyaus Salaf diikuti oleh 1.000 an jamaah. Pondok Dhiyaus Salaf terletak di kecamatan Lu…
1. PENTINGNYA THAHARAH dan MACAM-MACAMNYA Thaharah adalah kunci shalat, dan syaratnya yang paling ditekankan, dan syarat harus didahulukan dari yang dipersyaratkan (yakni thaharah harus didahulukan dari shalat, pen) . THAHARAH TERBAGI MENJADI DUA MACAM 1) Thaharah Maknawi: Yaitu sucinya hati dari syirik, maksiat, dan segala yang mengotorinya. Ia lebih penting dari thaharah badan. Dan thaharah badan tidak mungkin terwujud dengan adanya najis syirik, sebagaimana Allah ta'ala berfirman, إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ "Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis." (At-Taubah: 28) 2) Thaharah Hissiyah (indrawi): Akan dijelaskan secara terperinci dalam baris-baris berikut. 2. DEFINISI THAHARAH ~ Menurut bahasa = bersih dan suci dari kotoran ~ Menurut istilah = mengangkat hadats dan menghilangkan khabats/najis. KETERANGAN PADA CATATAN KAKI HADATS = suatu sifat yang menempel pada badan yang menghalangi shalat dan ibadah semisalnya yang disyaratkan harus thaharah, ia ada dua: 1) Hadats Kecil Yaitu hadats yang ada pada anggota wudhu seperti, sesuatu yang keluar dari dua jalan berupa kencing atau kotoran (BAB) dan ia hilang dengan cara berwudhu. 2) Hadats Besar Yaitu hadats yang ada pada seluruh tubuh seperti junub, dan ini hilang dengan cara mandi. Maka bersuci dari hadats besar dengan cara mandi. Dan bersuci dari hadats kecil dengan cara berwudhu. Sedangkan pengganti keduanya ketika ada udzur adalah tayammum. (Lihat Asy-Syarh Al-Mumti', 1/19, dan Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, 1/2328) KHUBUTS adalah najis, keterangannya akan hadir pada pembahasan berikutnya. (Selesai catatan kaki). Yang dimaksud dengan mengangkat hadats adalah: Menghilangkan sifat yang menghalangi shalat dengan menggunakan air yang disiramkan ke seluruh badan jika berhadats BESAR. Jika berhadats KECIL, maka cukup dengan membasuh anggota-anggota wudhu disertai niat. Jika tidak mendapati air atau tidak mampu menggunakan air (karena sakit), maka dia bisa menggunakan pengganti air yaitu DEBU sesuai dengan cara yang diperintahkan secara syar'i. Keterangannya akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab Tayamum, insya Allah. Yang dimaksud dengan 'hilangnya khabats' adalah: Menghilangkan 'najis' dari: badan, pakaian, dan tempat shalat. Maka thaharah hissiyah (indrawi) terbagi menjadi dua: 1) Thaharah/bersuci dari hadats, dan dikhususkan pada badan. 2) Thaharah dari khabats (najis), yang ada pada badan, pakaian, dan tempat shalat. HADATS ADA DUA: 1) Hadats kecil, yaitu yang mewajibkan wudhu. 2) Hadats besar, yaitu yang mewajibkan mandi. KHABATS/NAJIS TERBAGI TIGA: 1) Najis yang wajib dicuci 2) Najis yang wajib diperciki air 3) Najis yang wajib diusap. Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah Dikutip dari Kitab Al Fiqhul Muyassar https://t.me/NAmuyassar
 .JANGAN ENGKAU BERLAMA-LAMA DI WC DAN KAMAR MANDI Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata : "Dan diharamkan seorang insan tatkala dia di WC untuk terus berdiam di sana lebih dari hajatnya. Bahkan wajib ketika sudah selesai hajatnya untuk langsung keluar. Para …
MAKNA FIKIH SECARA BAHASA DAN ISTILAH A). Fikih secara bahasa artinya 'pemahaman ' اَلْفَهْمُ Makna tersebut diambil dari firman Allah ta'ala tentang kaum Syu'aib: ما نفقه كثيرا مما تقول "Kami tidak banyak memahami apa yang kamu katakan." (QS. Hud: 91) Dan firman Allah Azza wa Jalla: ولكن لا تفقهون تسبيحهم "Akan tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka." (QS. Al-Isra': 44) B). Menurut istilah, arti fikih adalah: 'Ilmu tentang hukum-hukum syar'i yang bersifat amaliyah yang terambil dari dalil-dalilnya yang terperinci'. Dan kadang-kadang fikih diartikan sebagai hukum-hukum itu sendiri. SUMBER-SUMBER FIKIH YANG POKOK: . Al-Qur'an al-Karim 2. As-Sunnah yang suci 3. Ijma' 4. Qiyas. OBJEK PEMBAHASAN FIKIH: Objek pembahasan fiqih adalah perbuatan-perbuatan orang-orang yang mukallaf dari para hamba secara umum dan menyeluruh, meliputi hubungan manusia dengan: Rabbnya, . dirinya, dan masyarakatnya. Fiqih juga mencakup hukum-hukum amaliyah, dan semua yang bersumber dari seorang mukallaf, baik berupa perkataan, perbuatan, akad-akad dan berbagai tindakan. Ia terbagi menjadi dua bagian: 1. Hukum-hukum ibadah, berupa shalat, puasa, haji, dan semisalnya. 2. Hukum-hukum muamalah, terdiri dari akad-akad, tindakan-tindakan, hukuman-hukuman, tindakan-tindakan pidana, tanggung jawab, dan lainnya yang bertujuan untuk mengatur hubungan sesama manusia. Hukum-hukum ini bisa diringkas sebagai berikut: 1. Hukum-hukum keluarga dari awal terbentuknya sampai berakhirnya, terdiri dari hukum-hukum pernikahan, talak, nasab, nafkah, warisan, dan semisalnya. 2. Hukum-hukum muamalah/transaksi keuangan, yang berhubungan dengan muamalah antar individu maupun transaksi berupa: jual beli, sewa menyewa, syirkah (korporasi), dan semisalnya. 3. Hukum-hukum jinayat (kriminalitas): Yaitu yang bersumber dari seorang mukallaf dalam bentuk kejahatan dan pelanggaran, dan ketetapan hukum untuknya. 4. Hukum-hukum perdata dan peradilan, yaitu yang berhubungan dengan peradilan dalam perselisihan, gugatan, tata cara penetapan hukum, dan semisalnya. 5. Hukum-hukum internasional, yaitu yang berhubungan dengan peraturan hubungan antar negara Islam dengan negara lain dalam keadaan damai maupun perang, dan hubungan non Muslim yang menetap di negara tersebut, dan juga mencakup jihad dan perjanjian-perjanjian. FAEDAH ILMU FIQIH Mengetahui ilmu fiqih dan mengamalkannya akan membuahkan: Keshalihan seorang mukallaf. Keshahihan/benar ibadahnya. Istiqamah/lurus jalannya. Dan jika seorang hamba menjadi shalih, maka masyarakat juga shalih, dan akhirnya dia akan berhasil: Di dunia bahagia dan mendapati kehidupan yang sukses, dan Di akhirat mendapat keridhaan Allah dan surga-Nya. KEUTAMAAN PAHAM DALAM AGAMA dan ANJURAN MENCARI dan MENDAPATKANNYA Sesungguhnya tafaqquh (memahami) agama termasuk amal paling utama dan karakter paling bagus. Dan sungguh nash-nash dari Al-Qur'an dan As-Sunnah telah menunjukkan keutamaannya dan dorongan untuk mempelajarinya, di antaranya adalah firman Allah ta'ala, وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَآفَّةً، فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كَلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَآئِفًةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِيْ الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ "Tidak sepatutnya bagi orang-orang Mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang), maka andaikata tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk menperdalam ilmu agama dan untuk memberi peringatan kepada kaum mereka apabila mereka telah kembali kepada mereka, agar mereka waspada (terhadap hukuman Allah)." (QS. At-Taubah: 122) Dan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم : مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ "Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan baginya, maka Dia menjadikannya faqih/paham dalam agama." (HR. Bukhari Muslim) Sungguh Nabi صلى الله عليه وسلم menetapkan kebaikan semuanya atas faqih/paham dalam agama, ini menunjukkan pentingnya, agung kedudukannya, tinggi derajatnya ilmu fiqih. Dan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم : النَّاسُ مَعَادِنُ ، خِيَارُهُمْ فِيْ الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِيْ الْإِسْلاَمِ إذَا فَقهُوْا "Manusia itu ibarat barang tambang, yang terbaik dari mereka di masa jahiliyah adalah yang terbaik di masa Islam apabila mereka faqih/memahami (agama Islam)." (HR. Bukhari Muslim) Maka faqih dalam agama memiliki kedudukan yang agung dalan Islam, dan derajatnya dalam pahala sangat besar, karena apabila seorang Muslim tafaqquh dalam perkara agamanya, dan mengetahui hak dan kewajibannya, maka: dia akan beribadah kepada Rabb-nya didasari ilmu dan bashirah, dan akan diberi taufik kepada kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dikutip dari Kitab Al Fiqhul Muyassar | https://t.me/NAmuyassar
Kedudukan Wanita Sebelum dan Sesudah Islam 1. KEDUDUKAN WANITA SEBELUM ISLAM Yakni dimasa jahiliyah dimana bangsa Arab menjalani kehidupan dengan cara yang khusus, begitu pula pada umumnya kehidupan seluruh bangsa di muka bumi, karena ada senggang waktu yang begitu lama tidak ada rasul yang diutus…
DOA UNTUK ANAK KECIL KETIKA IA BERSIN Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan . hafizhahullah berkata : أما الصغير إذا عطس : فإنه ﻻ يُشَمّتْ ولكن يدعو له بالبركة يقال : بارك الله فيك لأنه عطس طفل عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال : Adapun anak kecil jika dia bersin, maka sesungguhnya dia tidak didoakan dengan yarhamukallah, akan tetapi didoakan dengan barakah. Dikatakan kepadanya : بارك الله فيك “Baarakallahu fiika (Semoga Allah memberkahi dirimu)” Karena dulu pernah ada anak kecil yang bersin disamping Nabi ﷺ , maka beliau berkata : 《 بارك الله فيك 》 “Baarakallahu fiika.” (Semoga Allah memberkahimu) [Dikeluarkan oleh Al-Haafizh As-Salafi.] وأمر الطفل إذا عطس أن يحمد الله من باب التعليم Dan mengajari sang anak kecil jika dia bersin untuk membaca alhamdulillah, dalam rangka mengajarinya. 📑 Syarh Manzhumah Al-Adab Asy-Syar’iyyah 280 Sumber : http://telegram.me/ahlussunnahposo
 .( 97 ) Letupan Egoistis Remaja Mengamati kehidupan pesantren, membawa kita pada sebuah miniatur kehidupan manusia di dunia nyatanya. Ciri khas pesantren yang diramaikan oleh remaja-remaja membuatnya terbumbui oleh letupan-letupan bahkan ledakan psikis. Salah satunya egoistis; yakni hanya b…