Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Setan adalah musuh besar manusia, yang memiliki target utama menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke lembah kebinasaan, keluar dari jalan istiqamah menuju jalan kesesatan. Di masa sekarang, jalan-jalan kesesatan hasil propaganda setan telah demikian marak, menjerat siapa saja yang lengah dan kurang peduli terhadap seruan agamanya. Untuk menangkal dan memperbaiki keadaan itu tidak ada jalan lain […]

Seseorang pernah bertanya kepada Asy-Syaikh Muhammad Shalih al-’Utsaimin rahimahullah tentang hukum memakai celak. Beliau rahimahullah pun menjawab, “Bercelak itu ada dua macam: Pertama: Bercelak untuk menajamkan pandangan, menjadikan selaput mata bertambah terang/jelas, membersihkan dan menyucikan mata bukan untuk tujuan agar kelihatan cantik/indah, maka hal ini tidak mengapa. Bahkan sepantasnya dilakukan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa […]

Dalam berdakwah kepada kaumnya, Nabi Yunus ‘alahissalam menghadapi penentangan yang demikian keras. Sekian lama beliau berdakwah namun tidak juga membawa hasil. Keadaan ini membuat Nabi Yunus ‘alahissalam marah dan meninggalkan kaumnya. Allah subhanahu wa ta’ala pun menegurnya. Bagaimana akhir dari dakwah Nabi Yunus ‘alahissalam?

Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anha suatu ketika berkhutbah di atas mimbar seraya berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ ‘Siapa yang Allah subhanahu wa ta’ala kehendaki kebaikan baginya, Allah subhanahu wa ta’ala akan memfaqihkannya (memahamkan) dalam agama’.”

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah berkata dalam fatwanya, “Dibolehkan merapikan/ meluruskan gigi-geligi dan mendekatkan sebagian gigi dengan sebagian yang lain (hingga tidak terpisah/berjauhan) bila memang hal ini diperlukan karena gigi tampak jelek, misalnya, atau perlu untuk diperbaiki. Adapun bila tidak ada keperluan, tidaklah diperbolehkan. Bahkan datang larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa […]

Pembahasan tentang pembatal-pembatal wudhu termasuk persoalan yang di dalamnya terdapat perbedaan pendapat para ulama. Dalam prinsip Ahlus Sunnah, perbedaan yang demikian termasuk sesuatu yang lumrah dan biasa terjadi. Karenanya diperlukan sikap lapang dada untuk menerima perbedaan pendapat tersebut, selama masing-masing berpegang pada dalil yang ada.

Bagian ke-2 Bagi sebagian kaum muslimin, kuburan telah menjadi tempat yang istimewa. Bagaimana tidak, di sejumlah kuburan, terutama bila yang dikubur dianggap sebagai orang saleh dan kuburannya dianggap keramat, berduyun-duyun orang dari berbagai tempat datang untuk menyampaikan hajat kepadanya.

Sekilas bila seseorang memandang kepada penampilan dan dakwah Sururiyah, dia akan menyimpulkan bahwa dakwah ini adalah dakwah Ahlus Sunnah. Lebih-lebih bila mendengar pengakuan mereka dengan mengangkat nama Ahlus Sunnah. Sungguh mereka jauh dari Ahlus Sunnah dan pengakuan mereka tidak lebih dari ungkapan penyair. Setiap orang mengaku punya hubungan dengan Laila Namun Laila mengingkari hal itu.

Mengenal ciri-ciri ulama yang benar adalah sangat penting. Karena di negeri kita, banyak orang yang hanya karena pandai berbicara dan melawak, bisa dianggap sebagai ulama. Padahal tak jarang di antara mereka setelah memiliki pengikut banyak kemudian berubah haluan menjadi seorang politikus.

Warisan merupakan barang berharga yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunia kepada orang-orang yang masih hidup. Saking berharganya sampai sering terjadi pertumpahan darah di antara ahli waris memperebutkan warisan tersebut. Namun ada warisan yang demikian berharga tetapi jarang manusia memperebutkannya.

Ulama adalah manusia yang memiliki kedudukan demikian mulia. Ia merupakan pembimbing bagi segenap manusia menuju jalan lurus. Ia juga penerang di saat manusia berada di kegelapan. Bila keberadaan mereka semakin sedikit, semakin kacaulah kehidupan manusia. Seperti keadaan sekarang, kekacauan terjadi di mana-mana karena semakin sedikit orang berilmu ada di tengah manusia.

Kritik Redaksi Saya ingin memberikan sedikit kritikan terhadap antum sekalian yaitu pada edisi sebelumnya yaitu pada bab ibrah di mana di sana dicantumkan bahwa “PERTEMUAN ANTARA NABI MUSA DAN NABI HARUN” tapi kok pembahasannya tentang Nabi Musa pada waktu kecilnya. Mungkin itu saja kritikan dari saya, semoga pada edisi yang mendatang tidak ada lagi kesalahan […]