Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Tanya: Bagaimana menjawab bahwa masjid nabawi dibangun diatas kuburan dan kaum muslimin yang shalat di dalamnya menghadap kuburan nabi? Jawab: Oleh Al Ustadz Abdul Haq Balikpapan hafizhahullah Tidak benar seperti ini. Bahwa kita apabila melihat kepada sejarah dahulu, kuburan nabi itu…

Faidah 'Ilmiah DAKWAH DIATAS AL-HAQ ADALAH AMALAN JAMA'I MEMBUTUHKAN TA'AWUN DAN MUSYAWARAH Disampaikan oleh: Al-Ustadz Usamah bin Faishal Mahri hafizhahullahu Kajian Islam Ilmiah ll Ukhuwah Imaniyah dan realisasinya melalui ta'awun diatas Al-Haq ll Ma'had Darussunna…

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ.. Alhamdulillahirobbil ‘alamin, semata-mata karunia Allahlah akhirnya terbit website directory jadwal kajian dan audio rekaman kajian salafy di Indonesia. Sebagai sarana untuk memudahkan kaum muslimin mencari jadwal dan audio kajian salafy Ahlus Su…

Rubrik : Manhaj PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA) “Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’” Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang …

Semua Kebutuhanmu ada disisi-Nya Beberapa kalimat yang diajarkan Nabi kita kepada anak muda yang baru berusia belasan tahun saat itu, seorang sahabat mulia, Mu'adz bin Jabal. Sambil bergoncengan Rasulullah memberikan arahan dan bimbingan: يا علام ... إذا سألت فاسأل الله Wahai anak muda,, Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. _____ Sebuah kalimat yang ringkas, namun sarat akan makna. Jika kita hendak meminta, baik meminta kebutuhan dunia, terlebih kebutuhan agama kita, maka mintalah kepada Allah -عزوجل-. Dikarenakan semua kebutuhan kita ada disisi-Nya, apa yang yang kita inginkan ada pada-Nya. Allah akan senang, gembira jika kita meminta kepada-Nya. Dan sebaliknya, Allah akan murka dan marah jika kita meminta kepada selain-Nya. Sangat berkebalikan dengan sifat manusia manusia. Berkata penyair: والله يغضب إن تركت سؤاله  . وبني آدم حين يسأل يغضب Allah akan murka jika engkau meninggalkan dari meminta kepada-Nya Namun anak Adam akan marah jika dimintai permintaan. Allah mencintai orang-orang yang meminta, turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir untuk menjawab permintaan, Allah berfirman: هل من سائل فأعطيه Adakah yang meminta, Aku akan berikan kepadanya apa yang dia minta. Ditangan-Nyalah segala sesuatu. Dia juga Maha kaya dan dermawan, ditambah lagi Dia dekat dengan hambaNya dan menjawab segala permintaan. Mari kita menghadap Allah, mengikhlaskan niat, dan memohaon kepada-Nya pada semua kebutuhan kita. إنك سميع قريب مجيب الدعوات Abu Zain Abdullah Iding Ahad, 12 Muharram 1437 H WA Berbagi Faedah [WBF] | https://jendelasunnah.com

ORANG YANG MATI TERTABRAK MOBIL ATAU TERBALIK MOBILNYA DIHARAPKAN MEMPEROLEH MATI SYAHID Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Salah satu saudaraku pernah menyetir mobil dengan sangat cepat dan saudaraku yang lain sedang duduk disamping dinding rumah,Qadarullah mobil . tersebut menabraknya dan tabrakan tersebut keras, maka ia meninggal seketika tanpa mengucapakan sepatah kalimatpun. Ketika peziarah datang, banyak dari mereka yang mengatakan bahwa ia dianggap syahid, mereka mengatakan bahwa ulama telah bersepakat dalam hal ini, karena meninggal akibat tabrakan mobil dianggap sebagai hadam (meninggal karena benturan keras/hantaman/runtuhan), apakah benar ia syahid? Jawaban: Kami berharap demikian, pendapat yang lebih tepat wallahu a'am- ia (korban tabrakan maut) dihukumi mati syahid, karena merupakan korban tabrakan mobil atau mobil terbalik atau kecelakaan, semuanya termasuk hukum hadam (meninggal karena benturan keras/hantaman/runtuhan). Dia insya Allah syahid. Jika ia tertabrak mobil, atau mobil terbalik maka sopir dan penumpangnya dihukumi mati syahid- insya Allah- yaitu dari sisi pahala. Ia tetap dimandikan dan dishalatkan. Adapun orang mati syahid yang tidak dimandikan dan tidak dishalatkan mereka adalah yang mati syahid di peperangan. Orang yang meninggal di medan jihad fisabilillah tidak dimandikan dan tidak dishalatkan namun dikuburkan bersama pakaian dan darah mereka, sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap korban yang gugur pada peperangan Uhud sebagai syahid di peperangan. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memandikan dan menyalati mereka serta mengabarkan bahwa mereka hidup disisi Rabb mereka dengan mendapat rezki. Adapun orang yang meninggal karena hadam, tenggelam...sakit perut atau tha'un (penyakit pes), mereka inilah yang dikatakan bagi mereka syahid, begitu pula orang yang sama dalam kategori hukum syahid seperti orang yang tertabrak mobil atau terbalik mobilnya atau selainnya, mereka inilah yang termasuk hukum syahid dari sisi pahala, namun mereka dimandikan dan dishalatkan. Semoga Allah ta'ala membalas kebaikan bagi kalian. http://www.binbaz.org.sa/node/17382 Abu Zulfa Anas WHATSAPP AL-UKHUWWAH الذي يموت في صدام السيارات أو انقلابها يرجى له الشهادة كان أحد إخوتي يقود السيارة بسرعة شديدة، وأخي الثاني جالس إلى جوار حائط المنزل، فقدر الله أن تندفع السيارة تجاهه، وقد أحدث ذلك إصابات بليغة توفي على إثرها في الحال دون أن ينطق بأي كلمة، وعندما قدم المعزون ذكر العديد منهم أنه يعتبر شهيداً، وأخبروا بأن العلماء قد أجمعوا على ذلك؛ لأن الوفاة في حادث سيارة يدخل في حكم الهدم، فهل صحيح أنه شهيد؟ نرجو ذلك، الأقرب -والله أعلم- أنه في حكم الشهيد؛ لأن ضرب السيارة له، أو انقلابها به، أو المصادمة كل هذه في حكم الهدم، فهو -إن شاء الله- شهيد، إذا دفعته السيارة أو انقلبت به السيارة، أو صدمته السيارة من الإمام أو من الخلف كله في حكم الهدم -إن شاء الله- حكمه حكم الشهداء -إن شاء الله- يعني من جهة الأجر، لكنه يغسل ويصلى عليه، لكن من جهة الأجر، أما الشهداء الذين لا يغسلون ولا يصلى عليهم هؤلاء شهداء المعركة، الشهداء في المعركة الذين يقتلون ويموتون في المعركة، معركة الجهاد في سبيل الله، هؤلاء لا يغسلون ولا يصلى عليهم، بل يدفنون في ثيابهم ودمائهم، كما فعله النبي -صلى الله عليه وسلم- في قتلى أحد، الذين ماتوا في وقعة أحد شهداء في المعركة لم يغسلهم ولم يصل عليهم -عليه الصلاة والسلام-، وأخبر أنهم أحياءٌ عند ربهم يرزقون، أما الذي مات بهدم أو غرق أو ...... البطن أو الطاعون هؤلاء يقال لهم: شهداء، وهكذا من في حكمهم مثل من يصدم بالسيارة أو تنقلب به السيارة أو نحو ذلك، هؤلاء لهم حكم الشهداء من جهة الأجر، لكنهم يغسلون ويصلى عليهم. جزاكم الله خيراً. ✆ WA Al Istifadah ※ WALIS ✆ ✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧ الموقع الرسمي للمجموعة: http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html 〰〰〰〰〰〰〰

HUKUM SHALAT DENGAN MENGGUNAKAN PAKAIAN YANG IA BERIHTILAM (MIMPI BASAH) Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin رحمه الله Pertanyaan: Pertanyaan kedua datang dari penuntut ilmu. Ia mengatakan: Apakah boleh shalat dengan menggunakan pakaian yang seorang itu telah berihtilam padanya? …

Tanya: Kepada: salafybpp@gmail.com Bismillah, afwan ustadz. Ana punya teman yang masya Allah dulunya seorang salafy. Ta'lim sangat rajin. Akan tetapi setelah dia diterima di sebuah perusahaan dan mungkin berteman banyak orang yang mempunyai pemahaman dari komunitas yang berbeda sehingga saat ini beliau sudah jauh dari majelis ilmu, berkumpul dengan saudara salafy lainnya dan kemudian kami mendapatkan info kalau beliau sudah jarang juga kelihatan berjama'ah di masjid. Sudah ada yang pernah nasehati beliau baik dalam email atau bicara langsung. Akan tetapi beliau tetap tidak berubah dan senang ngumpul bersama dengan teman-teman barunya. Tolong nasehatnya bagaimana sikap kita dan bagaimana caranya menasehati beliau. Jazakallahu khairon. Nasehat: Allah subhanahu wata'ala berfirman: لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya (Al Baqarah: 272) Tugas kita itu menyampaikan, tugas kita hanya menasehati. Adapun masalah hidayah, rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tidak mampu memberi hidayah kepada pamannya. Yang hidup bersama beliau, 'alaihi shallatu wasallam. Tidak mampu, apalagi kalau hanya sekedar teman dekat, dulunya teman dekat. Walhasil kita memohon kepada Allah subhanahu wata'ala: يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ Wahai Allah Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkan hatiku diatas agamaMu. (HR. Trmidzi) Berbagai macam fitnah yang ada di dunia ini menyebabkan seorang berubah. Tidak kokoh di atas kebenaran. Fitnah dunia, dulunya dia tidak punya harta, begitu puya harta, sudah. Terbuka baginya dunia. Yang dulunya masya Allah karena tidak punya harta, rajin datang ke masjid. Rajin datang ke masjid, dan juga mungkin tujuannya seperti yang disebutkan dalam pertanyaan. Tujuannya dia shalat, tujuannya dia baca qur'an supaya nanti dapat harta. Tujuannya adalah untuk mendapatkan dunia, dan dia telah mendapatkannya. AKhirnya terbuka pintu dunia. Merambah kesana kemari, mendatangi tempat-tempat kemaksiatan, wal'iyaudzu billah. Ini fitnah, fitnah nisaa', fitnah para wanita, yakni fitnah, fitnah jabatan. Walhasil berbagai macam fitnah yang dapat menyebabkan berubahnya hati seseorang. Tugas kita menyampaikan, tugas kita memberi nasehat. Ya akhi, bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala. Antum sudah tahu ini sesat, antum sudah tahu ini wajib, kenapa kamu tinggalkan? Nasehati dengan cara yang baik. Tapi kalau dia tidak mendengarkan, sudah bukan tanggungan kita. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (An Nahl: 82) Masalah hidayah, Allah Azza wa Jalla memberi hidayah kepada siapa yang Allah kehendaki. Sumber : . http://www.thalabilmusyari.web.id/2013/08/nasehat-untuk-teman-yang-futur.html

Tanya: Saya pernah mendengar bahwa agama itu adalah nasehat, kami sebagai kaum muda, masih banyak melakukan pelanggaran baik itu jasmani ataupun rohani. Terlebih lagi pergaulan bebas yang terus berkeliaran di hadapan kami. Berikanlah kami nasehat! Nasehat: Untuk para pemuda, masa-masa…

Tamu, Pasti Akan Pergi, Abdullah bin Mas’ud yang mengatakannya. . Kullu ahadin fi haadzihi ad dunyaa dhaifun, wa maaluhu ‘ariyatun, fa adh dhaifu murtahalun wal ‘ariyatu muaddaatun . “Di kehidupan dunia ini, kita hanyalah tamu. Semua yang dipakai, sebatas pinjaman. Tamu pasti akan pergi sementara barang yang dipakainya harus diserahkan kepada pemilik rumah” 00000_____00000 Marilah membayangkan, Sobat Tasfiyah! Bayangkanlah! Tegakkan punggungmu, arahkan ke depan pandanganmu! Berpikirlah dengan jernih dan jangan diganggu oleh apapun. Bayangkanlah kata-kata berikut ini! Kata-kata yang disebutkan Ibnul Qayyim dalam karyanya ‘ Uddatus Shaabiriin. Tersebutlah seorang tuan dermawan. Berbaik hati dan suka menolong. Ia men setting dan mempersiapkan rumahnya dengan seindah-indahnya. Semua alat, perkakas dan perabot dilengkapi. Tidak ada satu pun fasilitas yang terlewatkan. Segalanya tersedia. Siapapun orangnya ia undang datang. Benar! Tuan dermawan itu mengundang semua orang, tanpa terkecuali. Dan semua memang berdatangan memenuhi undangan. Setiap orang yang masuk ke dalam rumahnya disambut meriah dan penuh keakraban. Semua tamu dimuliakan dan dihormati, tidak dibeda-bedakan. Ada orang datang, dipersilahkan duduk di atas karpet dan permadani. Nampan emas sebagai talam jamuan dipenuhi dengan aneka masakan daging. Di hadapannya dihamparkan semua alat-alat pelengkap yang diperlukan. Ada pelayan, pembantu dan budak yang setia melayani. Selalu siap diperintah. Tamu berakal, orang yang cerdas, tentulah menyadari, milik siapa perabot dan perangkat rumah itu? Ia pasti mengerti, budak dan pelayan tersebut kepunyaan siapa? Karena ia sadar bila perabot dan perangkat itu milik si tuan rumah, ia hanya menggunakan sepantasnya saja. Budak dan pelayan hanya diminta seperlunya. Tidak terbersit sedetik pun di hatinya, keinginan untuk memiliki perabot dan perangkat rumah itu. Ia tidak pernah berpikir, walau sekelebatan, untuk menguasai budak dan pelayan tersebut. Sebab dalam kesadarannya, ia hanya seorang tamu. Bahkan –sebagai bukti akalnya- , ia akan menempati tempat duduk yang telah dipilihkan oleh tuan rumah. Ia pasti menikmati hidangan yang disajikan di hadapannya, tanpa harus menanyakan hidangan apa lagi yang akan dikeluarkan dan dihidangkan? Sebab, ia mengerti benar bahwa tuan rumah adalah seorang dermawan yang pasti memberikan pelayanan terbaik untuk tamu-tamunya. Bagaimanakah kisah si tamu itu? Ia datang dengan disambut sebagai tamu terhormat. Ia menikmati hidangan dan pelayanan sebagai tamu yang dimuliakan. Dan ia meninggalkan rumah itu dengan kesan yang diagungkan. Tuan rumah tidak akan memandangnya tercela. 00000_____00000 Berbeda dengan tamu yang satu! Tamu kedua adalah tamu tak tahu malu. Tamu yang tidak tahu diri. Dalam sambutan dan pelayanan, tidak ada bedanya dengan tamu yang sebelumnya. Ia disambut dengan hangat dan dilayani dengan baik. Hidangan makanan sama-sama berkualitas. Istimewa dan spesial. Semua perabot pelengkap yang pasti diperlukannya sebagai seorang tamu juga dipersiapkan. Budak dan pelayan ada di dekatnya, siap melaksanakan perintah dan permintaannya. Namun, tidak tahu diri tetaplah tidak tahu diri. Sekali tak tahu malu, terus saja ia tak tahu malu. Ia larut dalam angan-angan kosongnya. Ia mulai berpikir, bahkan terlalu jauh berpikir untuk menguasai rumah itu. Ia berambisi untuk merebut dan memiliki seluruh perabot dan perangkat rumah itu. Bahkan, budak dan pelayan ingin diubahnya menjadi budak dan pelayan kepunyaannya. Ia memilih tempat duduk semaunya, tidak mengikuti arahan si pemilik rumah. Ia mengambil dan menyembunyikan –sebisa mungkin- , perabot dan perangkat rumah. Setiap kali ada yang disajikan, ia berpikir untuk menguasainya. Ia ingin memiliki untuk dirinya sendiri dan tidak berbagi dengan tamu-tamu yang lain. Bagaimana dengan tuan dermawan, si pemilik rumah? Tuan dermawan sebenarnya menyaksikan apa yang diperbuat oleh si tamu. Ia melihat dan mengetahui gerak-geriknya. Hanya saja, dermawan sebagai sifatnya, telah membuatnya berlapang dada untuk memaafkan. Namun… Namun, si tamu masih terus berbuat untuk menjalankan ambisi kotornya. Ia mulai berlagak sebagai si pemilik rumah. Ia posisikan dirinya sebagai tuan rumah. Ia berlaku tidak sopan, melupakan statusnya yang hanya seorang tamu dan sedang dijamu. Kebaikan ia balas dengan keburukan. Kedermawan malah ia bayar dengan ambisi kotor. Astaghfirullah! Tuan dermawan, si pemilik rumah, pada akhirnya memerintahkan budak dan pelayannya untuk mengusir tamu yang tidak tahu diri itu. Ia dikeluarkan dari rumah secara terhina. Semua yang ia ambil, dilucuti dan dipaksa untuk mengembalikannya. Ia dipermalukan di hadapan budak dan pelayan rumah. Ia dibenci dan dinilai buruk oleh si tuan dermawan. 00000_____00000 Ibnul Qayyim menyatakan, “ fal yata’ammal al labiibu hadzal mitsaal haqqa at ta’ammul, fa innahu muthaabiqun lil haqiiqah, wallahu al musta’an. Pesan beliau, “hamba cerdas mesti merenungkan permisalan di atas dengan sebaik-baiknya. Tamu, rumah, hidangan, pemilik rumah dan cerita di dalamnya benar-benar sesuai dengan hakekat kehidupan dunia.” Al Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah cerita yang dikemas apik oleh sahabat Anas bin Malik . Putra pertama pasangan Abu Thalhah –ayah tiri Anas- dan ibunya, Ummu Sulaim, meninggal dunia. Karena Abu Thalhah sedang pergi, Ummu Sulaim berpesan kepada seluruh anggota keluarga untuk diam dan tidak menyampaikan kejadian itu kepada Abu Thalhah. Ummu Sulaim yang akan menyampaikannya sendiri kepada sang suami. Seperti seharusnya, Abu Thalhah yang telah tiba di rumah, setelah menyelesaikan urusannya di luar, benar-benar disambut Ummu Sulaim. Tidak ada tangis, tidak pula teriakan histeris. Ummu Sulaim begitu tegar dan sabar. Hidangan makan malam telah dipersiapkan, bahkan terasa spesial di banding malam-malam sebelumnya. Ummu Sulaim bersolek secantik-cantiknya. Sesuatu yang dinilai istimewa bila dibandingkan dengan momen-momen sebelum itu. Abu Thalhah dengan senang menyantap hidangan makan malam dan akhirnya sampai juga di atas ranjang. Radhiyallahu ‘anhum Dirasa telah kenyang. Dirasa telah senang. Saat itulah Ummu Sulaim berbincang, menyampaikan dengan indah tentang kematian putra pertama mereka. “Suamiku, Abu Thalhah. Bagaimanakah menurut pendapatmu?”, begitulah Ummu Sulaim memulai percakapan. “Misalnya ada, seseorang menitipkan barang miliknya kepada orang lain. Kemudian si pemilik barang ingin mengambil kembali barangnya. Apakah boleh orang yang dititipi untuk melarang dan menghalang-halanginya?”, tanya Ummu Sulaim. Abu Thalhah menjawab tegas, “Tentu tidak! Tidak boleh!” “Nah, kalau begitu. Ikhlaskanlah putramu, wahai Suamiku”, ujar Ummu Sulaim. Subhaanallah! Abu Thalhah sempat kaget dan terpukul. Namun akhirnya beliau mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga, bahwa semua yang berada di dunia ini, sejatinya bukan milik kita. Semuanya adalah milik Allah, Rabb sekalian semesta. Dan kita hanya sebagai tamu-Nya. Allahu Akbar! 00000____00000 Ah…ingin rasanya mengulang-ulang kata-kata bijak sahabat Abdullah bin Mas’ud di atas. Kullu ahadin fi haadzihi ad dunyaa dhaifun, wa maaluhu ‘ariyatun, fa adh dhaifu murtahalun wal ‘ariyatu muaddaatun . Di kehidupan dunia ini, kita hanyalah tamu. Semua yang dipakai, sebatas pinjaman. Tamu pasti akan pergi sementara barang yang dipakainya harus diserahkan kepada pemilik rumah. Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uuun ! Sungguh! Kita semua adalah milik Allah. Dan semua kita pasti akan kembali kepada-Nya. Oleh sebab itu, persiapkanlah sebaik-baiknya diri kita agar saat berjumpa dengan Allah, ridha-Nya dianugrahkan untuk kita. Amin yaa Mujiibas Saa’iliin. [Ustadz Mukhtar]

MENGOLOK-OLOK ORANG YANG MEMELIHARA JENGGOT Fatwa nomor 5044 PERTANYAAN: Bagaimana hukum syari'at terkait dengan orang yang mengolok-olok salah satu sunnah nabi kita Muhammad - صلى الله عليه وسلم seperti mengolok-olok jenggot atau orang yang memelihara jenggot. Dia memanggil orang yang berjenggot dengan panggilan "wahai jenggot" untuk tujuan mengolok-olok. Maka dari kebaikan dan kemurahan hati anda kami mengharapkan penjelasan tentang hukum orang yang mengucapkan olok-olokan tersebut. JAWABAN: Mengolok-olok jenggot merupakan kemungkaran yang sangat besar. Jika maksud orang yang mengucapkannya tersebut dalam rangka mengejek maka hal tersebut merupakan kekufuran. Dan jika dia memaksudkannya dalam rangka sebagai ta'rif (ciri atau tanda seseorang) maka tidak termasuk kekufuran. Dan dia tidak pantas memanggilnya dengan panggilan demikian. Sebagaimana yang Allah firmankan [yang maknanya] : "..... Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman...." (At Taubah: 65-66) وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم. Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz Wakil: Abdurrozzaq Afify Anggota: Abdullah bin Ghudayyan Abdullah bin Qu'ud ------------------------------------------------------ فتوى رقم (5044) : س: ما حكم الشرع فيمن استهزأ بسنة من سنن نبينا محمد صلى الله عليه وسلم كمن يستهزئ باللحية أو بصاحبها؛ لكونه ذا لحية فيناديه استهزاء: (يا دقن) فنرجو من فضيلتكم التكرم ببيان حكم قائلها. ج: الاستهزاء باللحية منكر عظيم، فإن قصد القائل بقوله: (يا دقن) السخرية فذلك كفر، وإن قصد التعريف فليس بكفر، ولا ينبغي له أن يدعوه بذلك؛ لقول الله عز وجل: {قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ} (1) {لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ} (2) الآية. وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم. اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز http://shamela.ws/browse.php/book-8381/page-1414#page-1102 Kontributor: Al ustadz Abu Dawud Al Pasimy (Naskah ini telah dikoreksi oleh Asatidzah di group SLN 1) Salafy Lintas Negara MEMANJANGKAN JENGGOT ADALAH AJARAN RASULULLAH Shallallahu alaihi wa sallam . Telah terjadi berbagai musibah besar akibat banyak orang melanggar sunnah ini, dan memerangi jenggot. Mereka rela serupa dengan orang-orang kafir dan kaum wanita. Termasuk pelanggaran ini dilakukan oleh orang-orang yang menisbahkan kepada ilmu dan taklim (para da'i, kyai, tokoh/cendekiawan Islam, dll) Inna lillahi wa Inna ilaihi Rajiun Kita memohon kepada Allah agar memberikan petunjuk kepada kita dan kaum muslimin untuk senantiasa sesuai dan berpegang teguh dengan Sunnah, serta mengajak kepadanya. Meskipun banyak orang membenci/tidak suka kepadanya. Hasbunallah wa Ni'ma al-Wakil. Laahulaa walaa Quwwata illa billah. asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz rahimahullah, at-Tahqiq wa al-Idhaah (39) Majmu'ah Manhajul Anbiya --------------------- Baca artikel terkait : Hati-hati Mengolok-olok Syariat Islam

APAKAH PERBEDAAN ANTARA IMAN DAN AQIDAH? Oleh: As-syaikh Yaasin al-Adeny Apakah perbedaan antara iman dan aqidah? JAWAB : Syaikh al-Albany rahmatullah 'alahi,ketika ditanya permasalahan ini menjawab bahwa tidak ada perbedaan antara iman dan aqidah. Hal ini termasuk ke dalam k…