Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

TATA CARA SHALAT ISTISQA’ Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah Shalat Istisqa seperti Shalat ‘Id. Shalat dua raka’at, pada raka’at pertama BERTAKBIR TUJUH (7) KALI, dan pada raka’at kedua BERTAKBIR LIMA (5) KALI. ▫ (RAKA’AT PERTAMA) : Bertakbir Takbirat…

بــــــــــــــسم اللّــــــــــــہ الرّحمن الرّحيم BANGUN DAN BANGKITLAH PEMUDA 30, 29, 28 hitungan mundur traffic light di perempatan jalan Paris (Parang tritis). Dengan menurunkan kecepatan motor Fit S yang saya tunggangi bersama istri tercinta mendekati perempatan terseb…

KEJUJURAN, MENDAPAT PAHALA YANG BESAR DARI ALLAH Allah ﷻ berfirman (artinya) : "(Sesungguhnya), ... laki-laki dan perempuan yang jujur, ... Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. al Ahzab : 35) Diantara pahala yang besar yang Allah ﷻ janjika…

KEADAAN SEORANG MUKMIN 🔗  .مجموعة المذاكرة السلفية : ٤٣٩ ..... Al-Hasan al-Bashri رحمه اللّه mengatakan: 🚥 "Manusia terdiri dari tiga golongan: mukmin, kafir, dan munafik 1. Orang mukmin, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memperlakukan mereka sesuai dengan ketaatannya. 2. O…

KETIKA ULAMA BERBICARA PERIHAL IBUNDA . Berkata Al Imam Adz Dzahabi رحمه الله : Wahai orang yang menyia- nyiakan hak yang paling besar, yang menjauhkan diri dari berbakti kepada kedua orang tua, yang durhaka, yang melupakan salah satu kewajiban, yang lalai dari sesuatu yang ada di hadapan, sesungguhnya berbakti kepada kedua orang tua itu laksana hutang bagimu. Sayang sekali kamu membayarnya dengan cara yang tidak baik, penuh noda aib. Kamu sendiri sibuk mencari surga, padahal ia bisa engkau dapatkan dengan perantara berbakti kepada ibumu. bumu yang telah mengandungmu selama sembilan bulan yang lamanya bagaikan sembilan kali berhaji. Ia yang dikala melahirkanmu menderita mempertaruhkan nyawa. Ia yang telah menyusuimu, menahan kantuk untukmu , memandikanmu dengan tangannya yang lembut, dan selalu mendahulukanmu untuk urusan makan. Ia yang pangkuannya telah menjadi tempat yang nyaman bagimu. Ia yang telah mencurahkan sepenuh kasih sayangnya kepadamu, jika kamu sakit atau tampak menderita niscaya ia berduka, bersedih dan menangis tiada batasnya. Ia pasti mengeluarkan semua yang dimilikinya demi mencarikan dokter untukmu. Ia yang seandainya diminta untuk memilih kehidupanmu atau kematiannya, pastilah ia teriakan kehidupanmu dengan suara yang paling lantang. Betapa sering kamu mempergaulinya dengan akhlak yang tercela, namun ia tetap memohonkan taufiq bagimu dalam setiap doanya. Akan tetapi ketika kerentaan mengahampirinya, dan ia membutuhkanmu, kamu menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berharga. Ketika kamu kenyang oleh makanan dan minuman, ia dalam lapar dan dahaga. Kamu selalu mengedepankan keluarga dan anak – anakmu daripada berbuat baik kepadanya. Kamu telah melupakan semua upayanya. Urusannya kamu anggap sangat berat, padahal sebaliknya ia sangatlah ringan. Umurnya kamu anggap teramat panjang , padahal sebenarnya pendek. Kamu mengasingkannya, padahal ia tidak mendapati penolong selain dirimu. Demikian ini, padahal Dzat Yang Maha Penolong telah melarangmu dari mengucapkan kata yang menyakitkannya dan menegurmu dengan teguran yang halus. Sungguh di dunia kamu akan mendapati sikap durhaka anakmu, dan diakhirat akan mendapati keadaan jauh dari Rabb semesta alam. Dia menyerumu, untuk mengingatkanmu: "Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya". ( Al –Hajj : 10 ) - Hak ibunda tak terhitung andai kau tahu itu pun kecil bagi dirinya- - Berapa malam dilaluinya dengan segala rintihan dan keluhan dari bibirmu melahirkanmu sungguh beratnya hati terbang begitu serasa- -Tangan lembutnya menepiskan segala aral dari dirimu - -Pangkuannya menghantarkan semua mimpi – mimpi indahmu- - Oleh keluh adumu rela ia gadaikan diri pun rela kau hisap seluruh sari- - Kadang lapar menerpa tetapi ransumnya untukmu- -Demi cinta dan kasih untukmu, si kecil nan manja- -Sungguh celaka si berakal budak nafsunya- -Pula si buta hati yang melek matanya- -Apapun, berharaplah keluasan do’anya Karena kau benar – benar membutuhkannya - [Al – Kabaair Lil Imam Adz – Dzahabi hlm. 39 ] ============== ✏___Alih Bahasa : Abul Fida' أصلح الله سريرته ______🔰Salafy Tegal 🔰_

"WAHAI ANAKKU, MARI MENDEKAT KE AYAH !" Bismillah, Ayyuhal ikhwah, apa yang terlintas dalam benak kita, ketika kita mengajak anak-anak kita menuju masjid. Apa pula yang terbesit di relung hati, ketika kita mengajak mereka ke majlis-majlis taklim. "Aku ingin, agar kelak mereka terbi…

Tips Keren Seputar Dunia Perdapuran. 1. Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masih panas. 2. Agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk atau lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum d…

BELAJAR ≠ SANTAI . Abdurrahman bin Hatim, beliau adalah seorang ulama' terkemuka, pernah menuturkan kisah perjalanan hidupnya; ❝Aku bersama temanku pernah berada di negeri Mesir selama 7 bulan lamanya untuk mengambil ilmu dari para syaikh disana. Kami tidak pernah makan maraqah (sejenis kuah daging) disana. Di siang hari kami bermajlis bersama syaikh sementara di malam hari kami menulis dan memperbaiki catatan. Pada suatu hari syaikh yang mengajar berhalangan hadir (sehingga ada waktu untuk keluar). Ketika kami melewati (melalui) sebuah jalan, kami melihat ada seseorang yang menjual ikan segar, maka kami pun membelinya. Namun tatkala kami bawa pulang dan hendak kami masak, ternyata telah tiba waktu belajar sehingga tidak mungkin bagi kami untuk mengolahnya. Akhirnya kami ikut belajar dan kami tinggalkan ikan itu. Setelah 3 hari berlalu kami baru ingat akan ikan tersebut dan keadaannya sudah tidak segar lagi. Namun terpaksa kami memakannya dalam keadaan mentah kerana tidak ada waktu lagi untuk mengolahnya. ❞ Lalu Abdurrahman berkata : لا يستطاع العلم براحة الجسد ❝Ilmu itu tidak akan dapat diraih dengan jasad yang bersantai-santai.❞ (Syiar a'lam an Nubala') 📚 WhatsApp طريق السلف 📚

TRANSKIP NASEHAT SYAIKH ROBI' BIN HADI AL MADKHOLY حفظه اللّٰه SETELAH BELIAU MENYAMPAIKAN KALIMAT RINGKAS SEPUTAR "SIFAT HAJI NABI صلى اللّٰه عليه وسلم" PADA HARI SENIN 26/11/1437 H BERTEPATAN TANGGAL 29/08/2016 DI RUMAH BELIAU DI MADINAH NABAWIYYAH Berkata syaikh Robi' Bin Hadi Al Madkholy ح…

SIAPAKAH ORANG YANG EKSTRIM  .DAN BERMUDAH-MUDAHAN DALAM AGAMA Tanya jawab bersama Syaikh Muqbil Rahimahullah . Tanya :Sering kali kami mendengar dan membaca : ” Fulan keras dan fulan bermudah-mudahan ( dan Robi’ berfatwa dengan fatwa yang sesuai seleranya ) dan …

Danial, Nabi Yang Layak Dikenal Anda pasti ingat dan hafal rukun iman bukan? Hanya saja, rukun iman yang enam itu tidak sekedar untuk diingat dan dihafalkan saja. Tiap-tiap rukun harus dimengerti tentang makna, hakikat, konsekuensi, dan buah manfaat darinya. Salah satu konsekuensi dari be…

Sosok makhluk aneh ini kian hari kian tampak. Semerbak harum menyengat seakan memaksa mata tuk menatap. Kodrat kejantanan hilang terbalut gerak gemulai mengundang laknat. Inilah bencong, sosok makhluk halus nan gagah berpostur tegap. Ikhwati fillah rahimakumullah.. Fenomena bencong ak…