Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Rubrik : Manhaj PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA) “Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’” Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang …


🍂🔗 Ahlus Sunnah wal Jama’ah Haruskah Dijadikan Rujukan Dalam Beragama? (Bahagian 1) ☝🏼Para pembaca, semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu taat kepadaNya. …

Semua Kebutuhanmu ada disisi-Nya Beberapa kalimat yang diajarkan Nabi kita kepada anak muda yang baru berusia belasan tahun saat itu, seorang sahabat mulia, Mu'adz bin Jabal. Sambil bergoncengan Rasulullah memberikan arahan dan bimbingan: يا علام ... إذا سألت فاسأل الله Wahai anak muda,, Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. _____ Sebuah kalimat yang ringkas, namun sarat akan makna. Jika kita hendak meminta, baik meminta kebutuhan dunia, terlebih kebutuhan agama kita, maka mintalah kepada Allah -عزوجل-. Dikarenakan semua kebutuhan kita ada disisi-Nya, apa yang yang kita inginkan ada pada-Nya. Allah akan senang, gembira jika kita meminta kepada-Nya. Dan sebaliknya, Allah akan murka dan marah jika kita meminta kepada selain-Nya. Sangat berkebalikan dengan sifat manusia manusia. Berkata penyair: والله يغضب إن تركت سؤاله  . وبني آدم حين يسأل يغضب Allah akan murka jika engkau meninggalkan dari meminta kepada-Nya Namun anak Adam akan marah jika dimintai permintaan. Allah mencintai orang-orang yang meminta, turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir untuk menjawab permintaan, Allah berfirman: هل من سائل فأعطيه Adakah yang meminta, Aku akan berikan kepadanya apa yang dia minta. Ditangan-Nyalah segala sesuatu. Dia juga Maha kaya dan dermawan, ditambah lagi Dia dekat dengan hambaNya dan menjawab segala permintaan. Mari kita menghadap Allah, mengikhlaskan niat, dan memohaon kepada-Nya pada semua kebutuhan kita. إنك سميع قريب مجيب الدعوات Abu Zain Abdullah Iding Ahad, 12 Muharram 1437 H WA Berbagi Faedah [WBF] | https://jendelasunnah.com

ORANG YANG MATI TERTABRAK MOBIL ATAU TERBALIK MOBILNYA DIHARAPKAN MEMPEROLEH MATI SYAHID Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Salah satu saudaraku pernah menyetir mobil dengan sangat cepat dan saudaraku yang lain sedang duduk disamping dinding rumah,Qadarullah mobil . tersebut menabraknya dan tabrakan tersebut keras, maka ia meninggal seketika tanpa mengucapakan sepatah kalimatpun. Ketika peziarah datang, banyak dari mereka yang mengatakan bahwa ia dianggap syahid, mereka mengatakan bahwa ulama telah bersepakat dalam hal ini, karena meninggal akibat tabrakan mobil dianggap sebagai hadam (meninggal karena benturan keras/hantaman/runtuhan), apakah benar ia syahid? Jawaban: Kami berharap demikian, pendapat yang lebih tepat wallahu a'am- ia (korban tabrakan maut) dihukumi mati syahid, karena merupakan korban tabrakan mobil atau mobil terbalik atau kecelakaan, semuanya termasuk hukum hadam (meninggal karena benturan keras/hantaman/runtuhan). Dia insya Allah syahid. Jika ia tertabrak mobil, atau mobil terbalik maka sopir dan penumpangnya dihukumi mati syahid- insya Allah- yaitu dari sisi pahala. Ia tetap dimandikan dan dishalatkan. Adapun orang mati syahid yang tidak dimandikan dan tidak dishalatkan mereka adalah yang mati syahid di peperangan. Orang yang meninggal di medan jihad fisabilillah tidak dimandikan dan tidak dishalatkan namun dikuburkan bersama pakaian dan darah mereka, sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap korban yang gugur pada peperangan Uhud sebagai syahid di peperangan. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memandikan dan menyalati mereka serta mengabarkan bahwa mereka hidup disisi Rabb mereka dengan mendapat rezki. Adapun orang yang meninggal karena hadam, tenggelam...sakit perut atau tha'un (penyakit pes), mereka inilah yang dikatakan bagi mereka syahid, begitu pula orang yang sama dalam kategori hukum syahid seperti orang yang tertabrak mobil atau terbalik mobilnya atau selainnya, mereka inilah yang termasuk hukum syahid dari sisi pahala, namun mereka dimandikan dan dishalatkan. Semoga Allah ta'ala membalas kebaikan bagi kalian. http://www.binbaz.org.sa/node/17382 Abu Zulfa Anas WHATSAPP AL-UKHUWWAH الذي يموت في صدام السيارات أو انقلابها يرجى له الشهادة كان أحد إخوتي يقود السيارة بسرعة شديدة، وأخي الثاني جالس إلى جوار حائط المنزل، فقدر الله أن تندفع السيارة تجاهه، وقد أحدث ذلك إصابات بليغة توفي على إثرها في الحال دون أن ينطق بأي كلمة، وعندما قدم المعزون ذكر العديد منهم أنه يعتبر شهيداً، وأخبروا بأن العلماء قد أجمعوا على ذلك؛ لأن الوفاة في حادث سيارة يدخل في حكم الهدم، فهل صحيح أنه شهيد؟ نرجو ذلك، الأقرب -والله أعلم- أنه في حكم الشهيد؛ لأن ضرب السيارة له، أو انقلابها به، أو المصادمة كل هذه في حكم الهدم، فهو -إن شاء الله- شهيد، إذا دفعته السيارة أو انقلبت به السيارة، أو صدمته السيارة من الإمام أو من الخلف كله في حكم الهدم -إن شاء الله- حكمه حكم الشهداء -إن شاء الله- يعني من جهة الأجر، لكنه يغسل ويصلى عليه، لكن من جهة الأجر، أما الشهداء الذين لا يغسلون ولا يصلى عليهم هؤلاء شهداء المعركة، الشهداء في المعركة الذين يقتلون ويموتون في المعركة، معركة الجهاد في سبيل الله، هؤلاء لا يغسلون ولا يصلى عليهم، بل يدفنون في ثيابهم ودمائهم، كما فعله النبي -صلى الله عليه وسلم- في قتلى أحد، الذين ماتوا في وقعة أحد شهداء في المعركة لم يغسلهم ولم يصل عليهم -عليه الصلاة والسلام-، وأخبر أنهم أحياءٌ عند ربهم يرزقون، أما الذي مات بهدم أو غرق أو ...... البطن أو الطاعون هؤلاء يقال لهم: شهداء، وهكذا من في حكمهم مثل من يصدم بالسيارة أو تنقلب به السيارة أو نحو ذلك، هؤلاء لهم حكم الشهداء من جهة الأجر، لكنهم يغسلون ويصلى عليهم. جزاكم الله خيراً. ✆ WA Al Istifadah ※ WALIS ✆ ✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧ الموقع الرسمي للمجموعة: http://walis-net.blogspot.com/p/depan.html 〰〰〰〰〰〰〰

HUKUM SHALAT DENGAN MENGGUNAKAN PAKAIAN YANG IA BERIHTILAM (MIMPI BASAH) Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin رحمه الله Pertanyaan: Pertanyaan kedua datang dari penuntut ilmu. Ia mengatakan: Apakah boleh shalat dengan menggunakan pakaian yang seorang itu telah berihtilam padanya? …

Tanya: Kepada: salafybpp@gmail.com Bismillah, afwan ustadz. Ana punya teman yang masya Allah dulunya seorang salafy. Ta'lim sangat rajin. Akan tetapi setelah dia diterima di sebuah perusahaan dan mungkin berteman banyak orang yang mempunyai pemahaman dari komunitas yang berbeda sehingga saat ini beliau sudah jauh dari majelis ilmu, berkumpul dengan saudara salafy lainnya dan kemudian kami mendapatkan info kalau beliau sudah jarang juga kelihatan berjama'ah di masjid. Sudah ada yang pernah nasehati beliau baik dalam email atau bicara langsung. Akan tetapi beliau tetap tidak berubah dan senang ngumpul bersama dengan teman-teman barunya. Tolong nasehatnya bagaimana sikap kita dan bagaimana caranya menasehati beliau. Jazakallahu khairon. Nasehat: Allah subhanahu wata'ala berfirman: لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya (Al Baqarah: 272) Tugas kita itu menyampaikan, tugas kita hanya menasehati. Adapun masalah hidayah, rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tidak mampu memberi hidayah kepada pamannya. Yang hidup bersama beliau, 'alaihi shallatu wasallam. Tidak mampu, apalagi kalau hanya sekedar teman dekat, dulunya teman dekat. Walhasil kita memohon kepada Allah subhanahu wata'ala: يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ Wahai Allah Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkan hatiku diatas agamaMu. (HR. Trmidzi) Berbagai macam fitnah yang ada di dunia ini menyebabkan seorang berubah. Tidak kokoh di atas kebenaran. Fitnah dunia, dulunya dia tidak punya harta, begitu puya harta, sudah. Terbuka baginya dunia. Yang dulunya masya Allah karena tidak punya harta, rajin datang ke masjid. Rajin datang ke masjid, dan juga mungkin tujuannya seperti yang disebutkan dalam pertanyaan. Tujuannya dia shalat, tujuannya dia baca qur'an supaya nanti dapat harta. Tujuannya adalah untuk mendapatkan dunia, dan dia telah mendapatkannya. AKhirnya terbuka pintu dunia. Merambah kesana kemari, mendatangi tempat-tempat kemaksiatan, wal'iyaudzu billah. Ini fitnah, fitnah nisaa', fitnah para wanita, yakni fitnah, fitnah jabatan. Walhasil berbagai macam fitnah yang dapat menyebabkan berubahnya hati seseorang. Tugas kita menyampaikan, tugas kita memberi nasehat. Ya akhi, bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala. Antum sudah tahu ini sesat, antum sudah tahu ini wajib, kenapa kamu tinggalkan? Nasehati dengan cara yang baik. Tapi kalau dia tidak mendengarkan, sudah bukan tanggungan kita. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (An Nahl: 82) Masalah hidayah, Allah Azza wa Jalla memberi hidayah kepada siapa yang Allah kehendaki. Sumber : . http://www.thalabilmusyari.web.id/2013/08/nasehat-untuk-teman-yang-futur.html

Di antara prinsip yang agung dalam akidah Islam adalah al-wala wal bara’. Al-wala wal bara’ adalah prinsip yang terkandung dalam dua kalimat syahadat. Jadi, prinsip ini sangat erat kaitannya dengan masalah akidah. Asy-Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab berkata ketika mendefinisikan Islam, “Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan menaati-Nya, dan ber-bara’ah […]

Berikut ini kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Qomar Suaidi. Berdoa Dan Menyalati Orang Tua Fasik Yang Telah Meninggal Apa kewajiban anak terhadap orang tuanya yang telah meninggal yang sewaktu hidupnya tidak shalat dan bermaksiat (judi)? Adakah kewajiban menyalatkan dan mendoakannya setiap selesai shalat? Jawaban: Jika bapak tidak mengingkari wajibnya shalat dan tidak ada […]

Sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, pernah menyampaikan sebuah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kita. Sabda yang harus terus diingat dan diulang-ulang agar akidah tidak tergerus, iman tidak ternoda. Sebuah sabda yang mematrikan di dalam dada bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sah. Sebuah sabda yang mengingatkan bahwa inilah prinsip kita, Islam […]

وَقَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامِنُواْ بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَجۡهَ ٱلنَّهَارِ وَٱكۡفُرُوٓاْ ءَاخِرَهُۥ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٧٢ Segolongan (lain) dari ahli kitab berkata (kepada sesamanya), “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang muk min) kembali (kepada kekafiran).” […]

Setelah berusaha menjalankan tindakan-tindakan preventif yang disebutkan pada tajuk sebelumnya, ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam hal menyikapi maraknya kasus murtad di akhir-akhir ini. Di antaranya: Berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla agar mengembalikan mereka kepada Islam. Mendakwahkan Islam kepada mereka dengan menyampaikan nasihat.

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam menjadi sasaran utama proyek Kristenisasi, bahkan bisa dikatakan sebagai basisnya. Sejak zaman penjajahan Belanda, misi ini sudah dijalani. Bahkan, di antara pernyataan salah seorang Gubernur Jenderalnya, “Belanda tidak akan meninggalkan Indonesia sampai berhasil mengkristenkan penduduknya.”