Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

BOLEHKAH WANITA MENYETIR (Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah) Pertanyaan: Syaikh kami yang mulia, ada banyak pertanyaan seputar tema-tema dan kejadian terkini, diantaranya pertanyaan yang sering terlontar, yaitu: Fadhilatus Syaikhina wa Waalidina, di hari-hari bereda…

Hati-hati dari mengolok-olok sesuatu yang merupakan bagian dari syariat islam !!!! Saudaraku..termasuk dari perkara yang wajib diketahui setiap muslim namun kebanyakan manusia lalai dan tidak mengerti tentangnya adalah bahwasannya agama islam memiliki pembatal-pembatal yang dapat mengelu…

WASPADALAH....DI ANTARA ANAK-ANAKMU ADA YANG MENJADI MUSUH BAGIMU!! Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :  .{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (14)} [التغابن: 14] “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isteri dan anak-anak kalian ada yang menjadi MUSUH BAGI KALIAN , maka WASPADAILAH MEREKA!!; dan jika kalian mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (at-Taghabun : 14) Asy-Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata, “Ini merupakan PERINGATAN dari Allah terhadap kaum mukminin, agar JANGAN SAMPAI TERLENA DENGAN ISTERI-ISTERI DAN ANAK-ANAK. Karena sebagian mereka bisa menjadi MUSUH kalian. Musuh adalah pihak yang menginginkan kejelekan atas dirimu. Tugasmu adalah WASPADA dari pihak yang demikian kondisinya. Sementara jiwa itu terbentuk di atas perasaan cinta kepada isteri dan anak-anak. Maka Allah menasehati hamba-hamba-Nya, bahwa kecintan tersebut membuat mereka selalu mengikuti semua kemauan/tuntutan isteri dan anak-anak walaupun padanya terdapat pelanggaran-pelangaran syar’i. Allah memberikan semangat kepada hamba-hamba-Nya untuk senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mengedepankan keridhaan-Nya, karena apa yang ada di sisi-Nya berupa pahala besar dan cita-cita yang tinggi serta kecintaan yang sangat mahal. Allah juga mendorong hamba-hamba-Nya lebih mengedepankan akhirat daripada dunia yang fana dan akan sirna ini. Tatkala larangan dari menuruti isteri dan anak-anak dalam hal-hal yang memberikan madharat kepada seorang hamba serta peringatan darinya, mungkin dipahami sebagai perintah untuk bersikap keras terhadap mereka dan memberikan hukuman kepada mereka, maka Allah memerintahkan untuk : mewaspadai mereka, tidak memarahi, dan memaafkan mereka Karena pada sikap tersebut terdapat banyak kemashlahatan yang tak terhitung.”[ lihat Tafsir as-Sa’di] Majmu'ah Manhajul Anbiya Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

SYUBHAT, SIBUKKAN DIRI DENGAN BELAJAR, JANGAN SIBUKAN DIRI DENGAN FITNAH Asy-Syaikh al-‘Allamah Zaid al-Madkhali رحمه الله pernah ditanya: Seorang penanya dari Emirat mengatakan: Apa nasehat anda wahai syaikh teruntuk seorang pemula yang menyibukkan dirinya dengan berbagai bantahan dan uc…

Apakah Anak Anda Menderita Down Sindrom ? Apakah anak Anda memiliki ciri-ciri seperti : ▫️tinggi badan yang relatif pendek, ▪️kepala mengecil, ▫️hidung yang datar menyerupai orang Mongolia atau sering juga dikenal dengan Mongoloid, anda harus segera memeriksakannya ke dokter…

قال ابن الوزير فى العواصم والقواصم : " القاصد لوجه الله : - لا يخاف ان ينفد عليه خلل فى كلامه، - ولا يهاب ان يدل على بطلان قوله - بل يحب الحق من حيث اتاه - و يقبل الهدى ممن اهداه - بل المخاشنة بالحق والنصيحة احب اليه من المداهنة على الأقوال القبيحة ( وصديقك من اصدقك لا من صدقك) [العواصم والق…

Hukum Orang yang Menyatakan Tidak Boleh Mengkafirkan Yahudi dan Nasrani Yahudi dan Nasrani Kafir Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya tentang seorang pemberi nasihat di salah satu masjid di Eropa. Dia menyatakan bahwasanya Yahudi dan Nasrani tidak boleh tidak boleh dikafirkan. Jawaban Syaikh Ibnu Utsaimin: Ucapan seperti ini telontar dari seorang yang sesat atau kafir, karena Yahudi dan Nasrani telah dikafirkan oleh Allah Subhanahu wata’ala di dalam kitab-Nya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ () اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putra Allah.” Dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih itu putra Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah sesembahan yang satu, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (at-Taubah: 30—31) Ayat ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang musyrik. Dalam ayat lain, dengan tegas Allah Subhanahu wata’ala menerangkan kekafiran mereka, لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam.” (al-Maidah: 72) لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Allah salah seorang dari yang tiga.” (al-Maidah: 73) لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ “Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (al-Maidah: 78) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (al-Bayinah: 6) Ayat-ayat dalam masalah ini sangatlah banyak. Demikian juga dengan hadits. Barang siapa mengingkari kekafiran Yahudi dan Nasrani, berarti tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan mendustakan beliau, di samping mendustakan Allah Subhanahu wata’ala. Mendustakan Allah Subhanahu wata’ala adalah kekufuran. Jadi, barang siapa ragu tentang kekafiran Yahudi dan Nasrani, tidak diragukan lagi kekafirannya….  .(Fatawa Aqidah) - dari Majalah Asy Syari'ah Channel Telegram Salafy Cirebon

APAKAH KITA MERASA BANGGA...❓❓  . Simaklah dengan seksama, nasihat al Imam al Hasan al Bashriy rahimahullah berikut ini: Berkata al Imam al Hasan al Bashriy rahimahullah: "Kita tertawa, berbangga...sementara kita tidak mengetahui, Sungguh Allah telah mengawasi amalan-amalan kita. Dan…

SYAIKH ALBANI &. KESABARAN BELIAU DALAM BELAJAR DAN MENGAJAR Hanya Ilustrasi Berkata salah seorang murid Asy-Syaikh : (( Sesungguhnya Asy-Syaikh beliau pernah duduk semalam suntuk Sampai-sampai ketika dikumandangkan adzan fajar di kota Madinah beliau sedang berdialog deng…

ANTARA KEMAKSIATAN DAN KETAATANMU ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : " ﻭ ﻛﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﻋﻴﺮﺕ ﺑﻬﺎ ﺃﺧﺎﻙ ﻓﻬﻲ ﺇﻟﻴﻚ ﻭ ﻗﺎﻝ ﺇﻥﺗﻌﻴﻴﺮﻙ ﻷﺧﻴﻚ ﺑﺬﻧﺒﻪ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﺛﻤﺎ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ﻭ ﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻪ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺻﻮﻟﺔ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ ﻭ ﺗﺰﻛﻴﺔ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻭ ﺷﻜﺮﻫﺎ ﻭ ﺍﻟﻤﻨﺎﺩﺍﺓ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﺒﺮﺍﺀﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻭ ﺃﻥ ﺃﺧﺎﻙ ﺑﺎﺀ ﺑﻪ، ﻭ ﻟﻌﻞ ﻛﺴﺮﺗﻪ ﺑﺬﻧﺒﻪ ﻭﻣﺎ ﺃﺣ…

Bersabarlah...!!!! Itu adalah tanda cintaNYA kepadamu... Para nabi alaihimus sholaatu was salaam adalah orang2 yang paling berat ujian dan cobaannya.. Ada diantara mereka yang diuji dengan penyakit yang sangat lama,, ada juga yang dilemparkan ke dalam api oleh kaumnya,,,ada yang diancam …