Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Luruskan niat dan tujuan menunaikan ibadah, bahwa kita tidak melakukannya melainkan semata-mata karea Allah subhanahu wata’aala, bukan karena satu kepentingan dari berbagai kepentingan dunia, dan bukan pula karena mengharapkan pujian manusia. Allah subhanahu wata’aala berfirman: وَمَا أُمِرُوا …

Siapa Yang Miskin Dan Siapa Yang Kaya? Dan Siapa Yang merasa Miskin Atau Kaya? { ۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ } فاطر:15 Artinya: "Wahai segenap manusia! Kalianlah yang fakir (miskin dan butuh) kepada Allah, dan Allah Dialah Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji," ----------- Seorang hamba tidak akan dia merasa miskin dan butuh kepada Allah, kecuali dia mendapatkan dua perkara berikut ini: 1. Yang Pertama Bagaimana pengetahuan hamba kepada Rabbnya, semakin dia mengenal Allah, maka semakin dia merasa miskin dan butuh kepada Allah. Dan sebaliknya, semakin sedikit ilmu seorang hamba kepada Allah, maka semakin sedikit rasa kurangnya dia, rasa butuh dan miskinnya dia kepada Allah 2. Yang Kedua Bagaimana seorang hamba mengenal dirinya sendiri. Semakin dia mengenal dirinya sendiri, bahwa dia adalah seorang hamba, makhluk yang lemah, terlahir dalam keadaan lemah, tidak memiliki daya, maka akan semakin dia merasa miskin dan butuh kepada Allah. Ketika seorang hamba mengetahui bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya secara mutlak, maka dia akan mengetahui pula bahwa dirinya adalah makhluk yang miskin secara mutlak. Jika dia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang yang miskin, sesungguhnya ini adalah kekayaan dia, dan bagian dari kesuksesan dan kebahagiaan seorang hamba. Namun kebanyakan kita adalah orang yang melampaui batas, Allah berfirman: { كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ }  .{ أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ } العلق:7-6 "(6) Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (7) karena dia melihat dirinya serba cukup," Allah تعالى berfirman { فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ } { وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ } { فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ } { وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ } { وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ } { فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ } الـليـل:٥-١٠ Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (kehidupan) yang sulit," Makhluk yang paling sempurna adalah dia yang paling sempurna dalam hal penghambaan dia kepada Allah, dan yang paling besar persaksian dia atas miskin dan rasa butuhnya dia kepada Allah dan tidak pernah sama sekali dia merasa cukup dan kaya dari Allah walaupun hanya sekejap mata. Oleh karena itulah diantara doa Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah أصلح لي شأني كله ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين ولا إلى أحد من خلقك "Wahai Rabbku, perbaikilah semua urusanku, dan janganlah Engkau sandarkan diriku kepadaku sendiri meskipun sekejap mata, dan jangan pula engkau serahkan urusanku kepada salah satu dari makhlukMu," ___________ Dinukil dari kitab: طريق الهجرتين وباب السعادتين Halaman 16, karya Imam Ibnul Qoyyim Bergabung dengan telegram di link http://bit.ly/penuhduniailmu Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com **** Disebarkan Oleh Happy Islam | Arsip Fawaid Salafy Join Channel Telegram telegram.me/happyislamcom

47 TERORIS DIEKSEKUSI DEMI MENEGAKKAN KEADILAN DAN RAHMAT DI MUKA BUMI Berbuatlah wahai Pemerintah Saudi Arabia, tetap kokohlah di atas Tauhid dan Sunnah jangan pedulikan protes Syi'ah Iran si pendukung terorisme Di antara bentuk kejahatan adalah kejahatan MENCABUT BAI’AT (JANJI SETIA) TERHADAP PEMERINTAH dan MEMBERONTAK TERHADAPNYA, SERTA MEMECAH KESATUAN NEGARA. Barangsiapa melakukan itu, maka dia HALAL darahnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam : « من أتاكم وأمركم جميع على رجل واحد، يريد أن يشق عصاكم، أو يفرق جماعتكم، فاقتلوه » “Barangsiapa yang datang kepada kalian ketika kondisi kalian bersatu di bawah kepemimpinan satu orang, dia menginginkan untuk memecah barisan kalian, atau memecah persatuan kalian, maka BUNUHLAH dia.” (HR. Muslim) Syari’at memberikan ketentuan adanya hukuman-hukuman ta’zir (sanksi keras) yang dipandang oleh pemerintah tepat untuk diterapkan terhadap kejahatan-kejahatan yang terjadi, yang di sana tidak terdapat penentuan hukuman had. Maka boleh bagi pemerintah untuk menghukum pelaku kejahatan, walaupun harus berupa hukuman bunuh, jika kemashlahatan memang mengharuskan demikian. Ini adalah madzhab Malik dan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, serta muridnya Ibnul Qayyim. Di antara berita gembira besar adalah berita gembira DITEGAKKANYA HUKUM HAD (PIDANA) DAN TA’ZIR (SANKSI BERAT) terhadap sejumlah para terpidana  .mati dalam kasus kejahatan : 💥 Takfir (Pengkafiran), 💥 Pembunuhan, 💥 Perusakan di muka bumi, 💥 Mencabut bai’at syar’iyyah (janji setia kepada pemerintah), dan 💥 Memberontak terhadap negara muslimin Ya, ini merupakan berita gembira yang sangat menyenangkan. Kegembiraan karena penegakan had (hukum pidana) sya’ri merupakan KEGEMBIRAAN YANG SYAR’I. Dengan menegakkannya berarti menegakkan hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah ‘Azza wa Jalla cinta apabila syari’at-Nya ditegakkan dan hukum-hukum-Nya dilaksanakan. Diambil dari khutbah berjudul "Iqamatul Hudud ‘Adl wa Rahmah", DR. Ali al-Haddadi (www.haddady.com) Dengan menegakkan hukum had, akan menjadi penghalang bagi orang-orang jahat dan para perusak serta orang-orang yang menjerumuskan dirinya, agar TIDAK MENGIKUTI JEJAK MEREKA (orang-orang yang dijatuhi hukuman tersebut/terpidana). Berapa banyak pada hari ini orang-orang yang mengurungkan diri, seperti seorang yang berniat untuk meniru mereka atau berbuat seperti perbuatan mereka, tatkala dia melihat pedang ditebaskan ke leher-leher mereka (para terpidana) maka dia pun menahan dirinya dan menahan tangannya. Maka dengan adanya hukum had tersebut selamatlah jiwa-jiwa, kokohlah keamanan, persatuan makian kuat, dan NEGARA SEMAKIN BERWIBAWA. Sebagaimana firman Allah Ta’ala : {وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (179)} [البقرة: 179] “Dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian, wahai orang-orang yang berakal, supaya kalian bertaqwa.” (al-Baqarah : 179) Ya, sungguh merupakan qishaash merupakan jaminan kehidupan bagi jiwa, individu maupun masyarakat, harta, dan kehormatan. Dengan menegakkan hukum had membuka pintu-pintu barakah dan akan turun berbagai kebaikan lebih banyak daripada kebaikan yang turun karena hujan dari langit. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam : «حَدٌّ يُعْمَلُ بِهِ فِي الْأَرْضِ، خَيْرٌ لِأَهْلِ الْأَرْضِ مِنْ أَنْ يُمْطَرُوا أَرْبَعِينَ صَبَاحًا» “Satu hukum had diterapkan di muka bumi, maka itu LEBIH BAIK untuk penduduk bumi daripada diberi hujan selama empat puluh hari.” (HR. an-Nasa’i dan Ibnu Majah, dihasankan oleh al-Albani) Sesungguh sekelompok penjahat sesat ini telah menempuh cara-cara kaum KHAWARIJ. Mereka mengkafirkan pemerintah dan ulama kita, serta aparat keamanan. Mereka menghalalkan darah yang terjamin keamanannya, baik dari kalangan muslimin maupun orang-orang kafir yang terikat perjanjian dengan kita. Melakukan upaya perusakan di muka bumi, berupa pembunuhan, peledakan, pembunuhan rahasia, menargetkan pusat-pusat perekonomian utama, dan menakut-nakuti orang-orang yang terjaga keamanannya, merampas hak-hak secara paksa. Maka sudah selayaknya ditegakkan atas mereka hukum syar’i yang suci ini, dengan hukuman hirabah pada sebagiannya, dan lainnya hukuman pembunuhan, sebagai sanksi keras terhadap mereka, dan sebagai pelajaran bagi yang lainnya, sekaligus membersihkan masyarakat dari kejelekan-kejelekan mereka. Maka wajib atas kita untuk berterima kasih terhadap negara kita, mendoakan kebaikan untuknya, dan mendukungnya, serta memujinya dengan pujian yang pantas atas pelaksanaan hukum Allah dan tidak mengenal adanya nepotisme terhadap siapapun. Sebagai realisasi firman Allah : {وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّه} [النور: 2] dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, (an-Nuur : 2) Sebagaimana pula, di antara kewajiban terbesar kita adalah MEMAHAMKAN putra-putri kita akan bahaya paham takfir yang sesat itu, dan bahayanya bergabung dengan kelompok-kelompok yang memiliki dasar pemikiran takfir, serta bahaya mendengar dan memperhatikan siapapun yang mempropagandakan pemikiran tersebut, atau membelanya, atau mengkritik negara baik secara terang-terangan maupun sindiran dalam berbagai kebijakan-kebijakannya yang tegas terhadap kelompok-kelompok sesat tersebut dan para anggotanya. Supaya nasib akhir putra-putri kita tidak berujung seperti nasib akhir mereka, wal’iyyadzu billah. Ya Allah jagalah negeri kami dengan penjagaan dari-Mu, lindunglah dengan pengawasan-Mu, serta lindunglah pemerintah kami. Berilah kepada mereka tambahan kemuliaan, taufiq, dan dukungan. Ya Allah wahai yang mengabulkan do’a. Diambil dari khutbah berjudul "Iqamatul Hudud ‘Adl wa Rahmah", DR. Ali al-Haddadi (www.haddady.com) Majmu'ah Manhajul Anbiya Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya

Jual-Beli Dropship TANYA : Apa hukumnya jual beli dengan skema dropship? JAWAB : Dalam soal di atas, ada dua masalah : Pertama, jual-beli sistem sampling barang. Pendapat yang rajih adalah boleh dengan syarat sampling harus sesuai dengan keadaan riil barang, sesuai dengan yang dimi…

KETERKAITAN ERAT MALAIKAT DENGAN MANUSIA al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Allah mewakilkan kepada para malaikat proses penciptaan manusia, memindahkan dari satu tahapan ke tahapan berikutnya,  .membentuk ciptaannya dan menjaganya dalam kegelapan yang berlapis-lapis Menulis…

Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata: Apabila engkau melihat saudaramu dalam kesempitan, maka katakan kepadanya: "Bergembiralah, jalan keluar itu dekat." Apabila engkau melihat saudaramu dalam kesulitan, maka katakan kepad…

Siapakah Nimr al-Nimr, Tokoh Syiah yang Dieksekusi Arab Saudi ? Pemerintah Arab Saudi telah resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatiknya dengan Iran, negara Syiah terbesar di dunia, setelah kantor Kedubes Arab Saudi di Teheran porak poranda akibat amuk massa kaum Syiah di negeri itu. Amukan massa Syiah terhadap Kedubes Arab Saudi itu dilatarbelakangi eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap 47 narapidana terkait aksi terorisme, Sabtu 2/1/2016. Diantara 47 orang narapidana kasus terorisme yang dieksekusi pemerintah Arab Saudi itu, terselip nama Nimr Baqr Amin al-Nimr, seorang tokoh Syiah berkebangsaan Arab Saudi. Lulusan Universitas Qum Teheran ini memiliki daftar panjang berisi pembangkangan terhadap pemerintah Arab Saudi. Bukan hanya provokasi ataupun hasutan untuk memberontak namun juga terlibat sejumlah aksi baku tembak dengan aparat keamanan Saudi. Pria kelahiran Al-Awamiyah, Provinsi Timur Arab Saudi ini cukup populer di kalangan pemuda karena sikapnya yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah Saudi, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak kaum Syiah di Saudi. Pernah menyuarakan perlunya diadakan pemilu di Arab Saudi bahkan menggemborkan pemisahan diri wilayah Qatif dan Al Ihsa’ dari Arab Saudi jika hak-hak kaum Syiah tidak dihormati. Qatif dan Al Ihsa’ merupakan dua wilayah Arab Saudi berpenduduk mayoritas kaum Syiah. Pada tahun 2012, setelah menggalang serangkaian aksi demonstrasi melawan aparat keamanan yang berujung pada insiden baku tembak, al-Nimr tertangkap dan ditahan oleh aparat. Sepak terjang Nimr al-Nimr dinyatakan berakhir setelah pada 15 Oktober 2014 Pengadilan Pidana Khusus Arab Saudi menjatuhkan vonis mati dengan dakwaan membangkang terhadap pemerintah dan melakukan perlawanan bersenjata terhadap aparat keamanan. Pemerintah Arab Saudi memastikan Nimr al-Nimr tidak akan lagi membuat kekacauan lagi setelah Sabtu lalu, al-Nimr menemui ajalnya di tangan algojo. Seberapa jauhkah sebenarnya sepak terjang tokoh Syiah yang satu ini hingga mampu membuat situasi Timur Tengah semakin memanas ? Berikut daftar kejahatan dan pembangkangan Nimr al-Nimr sejak lebih dari satu dekade. 2002 Al-Nimr secara rutin memprovokasi massa dengan menuding pejabat pemerintah dan aparat keamanan melakukan penistaan agama Islam. Dalam khutbah yang rutin dilakukan di Masjid Imam Hussain, Al Awamiyyah, al-Nimr memprovokasi rakyat Saudi untuk bangkit melawan pemerintah kerajaan. 2009 Melancarkan seruan perlunya diadakan pemilu, dan mengajak wilayah-wilayah berpenduduk mayoritas Syiah untuk memisahkan diri dari Arab Saudi, serta membentuk sebuah negara Syiah bersatu. 2011 Di Qatif, berhasil menyulut aksi brutal massa Syiah setelah melakukan orasi yang berisi tudingan bahwa pemerintah Arab Saudi serta aparat keamanan sebagai pengacau dan pembunuh warga Syiah di Arab Saudi. 2012 Al-Nimr tanpa henti memprovokasi warga untuk melawan aparat pemerintah hingga terlibat baku tembak dengan aparat keamanan yang berujung dengan penangkapan dirinya. Ironisnya, perlawanan terhadap pemerintah Arab Saudi ini dilakukan pada saat istrinya tengah menjalani pengobatan penyakit kanker di Amerika dengan biaya pemerintah Arab Saudi. 2014 Sepak terjang Nimr al-Nimr akhirnya bisa diredam setelah pengadilan memberi vonis mati pada 15 Oktober 2014. Dan benar-benar berakhir ketika al-Nimr menemui ajal bersama 46 narapidana terorisme lainnya, Sabtu, 2/1/2016 lalu. fs Baca juga http://serambiharamain.com/siapakah-nimr-al-nimr-tokoh-syiah-yang-dieksekusi-arab-saudi/ WhatsApp Salafy Indonesia

MENGAPA ARAB SAUDI MENGEKSEKUSI 47 ORANG NARAPIDANA TERORISME? BY ADMEEN · JANUARY 6, 2016 MENGAPA ARAB SAUDI MENGEKSEKUSI 47 ORANG NARAPIDANA TERORISME? Sebanyak 47 orang narapidana kasus terorisme telah dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi, Sabtu (2/1/2016) lalu. Termasuk d…

HIKMAH DIBALIK PENERAPAN HUKUM HADD [Sebagai dukungan atas diberlakukannya hukuman mati atas 47 orang di KSA] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: Maka sepatutnya untuk diketahui bahwa penegakkan hukum Hudud adalah ▪️ sebuah rahmat dari Allah bagi para hamba-Nya sehingga seorang…

DIANTARA BENTUK PENGHINAAN TERHADAP PENGUASA Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah Dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu berkata : "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa menghinakan penguasa niscaya Allah akan menghinakannya. Dan …

Siapkah Kita Bertemu Dengan Kematian ? . Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan kepada segala sesuatu yang bernyawa akan merasakan yang namanya kematian. Tak ada seorangpun yang bisa mengelak darinya, sekuat apapun dia, sekaya apapun hamba tersebut jika ajal sudah datang dia pun…

Keagungan tauhid yang dipandang sebelah mata Membosankan dan menjenuhkan pengajiannya! Tauhid terus yang di dengungkan! Kawan, kami sudah familiar dengan kata tauhid sejak masa kanak-kanak.  .Apa tidak ada permasalahan yang lebih asik dan enak untuk didengar dan dipelajari selain tauh…