Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

BERSYUKUR TERHADAP KEBAIKAN MANUSIA Asy Syeikh Bin Baaz rohimahullah: Iya, ini adalah hadist yang shohih, Nabi Shollallahu alaihi wa sallam bersabda: (من لا يشكر الناس لا يشكر الله) "Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka dia tidak akan bersyukur kepada Allah". Yaitu b…

HUKUM SHALAT SUNNAH SECARA BERJAMA'AH Sumber: wall321.com Al Imam Muqbil bin Hadi Al Wadi'iy rahimahullah PERTANYAAN ::: "Apa hukum shalat sunnah secara berjama'ah ?, misalnya : Sebagian ikhwah menghubungi sebagian yang lain untuk shalat malam pada selain bulan Ramadhan di…

BOLEHKAH BEROBAT DENGAN MINYAK ULAR? Sumber gambar: http://www.themindfulword.org/ Berikut Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah pertanyaan: ﻓﻴﻪ ﺭﺟﻞ ﻳﺴﺘﻌﻤﻞ ﺍﻟﺤﻴﺎﺕ ﻟﻠﻄﺐ، ﻭﻳﺰﻋﻢ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﺒﺎﺡ ﻟﻠﻈﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻀﺮﻭﺭﺓ، ﻭﻃﺮﻳﻘﺔ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺔ: ﻳﻤﺴﻜﻬﺎ ﻭﻳﻀﻌﻬﺎ ﻓﻲ ﻗﺪﺭ ﺳﻤﻦ ﻭﻫﻲ ﻟﻢ ﺗﻤﺖ، ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﻳﻐﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻭﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻳﻌﺎﻟﺞ ﺑﺎﻟﺴﻤﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻃﺒﺦ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺤﻴﺔ، ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﺴﺘﻌﻤﻠﻪ ﻳﺴﻜﺮ ﺳﻜﺮﺍ ﺧﻔﻴﻔﺎ، ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺴﻤﻦ ﺇﺫﺍ ﺛﺒﺖ ﺃﻧﻪ ﻣﻔﻴﺪ ﻟﻠﻤﺮﺽ، ﻭﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﻴﺔ ﺑﺎﻟﺴﻤﻦ ﻭﻫﻮ ﻳﻐﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ. Ada seseorang yang menggunakan ular untuk berobat. Ia menyangka hal tersebut boleh pada keadaan tertentu dan keadaan darurat. Cara menggunakannya yaitu: ular dipegang dan ditaruh pada wadah/periuk berisi lemak dan ular tersebut belum mati. Kemudian periuk dimasak di atas api, kemudian lemak tersebut digunakan untuk berobat. Orang yang menggunakannya akan sedikit mabuk. Apakah boleh berobat dengan menggunakan lemak ini, jika terbukti bahwa lemak ini berguna untuk orang sakit. Apakah boleh meletakkan ular dengan periuk berisi lemak kemudian dimasak dengan api? ﺝ: ﺃﻭﻻ: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻭﻫﻮ ﺣﻲ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﻞ ﻳﻐﻠﻲ؛ ﻟﻤﺎ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺗﻌﺬﻳﺐ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ، ﻭﻫﻮ ﻣﻨﻬﻲ ﻋﻨﻪ ﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: »ﺇﺫﺍ ﻗﺘﻠﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮﺍ ﺍﻟﻘﺘﻠﺔ « ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ. ﺛﺎﻧﻴﺎ: ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺕ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﺴﻤﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻃﺒﺨﺖ ﻓﻴﻪ؛ ﻷﻧﻬﺎ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻛﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻲ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ، ﻭﻣﻴﺘﺘﻬﺎ ﻧﺠﺴﺔ، ﻭﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﺑﺎﻟﻤﺤﺮﻡ ﺣﺮﺍﻡ. Jawaban: Pertama: Tidak boleh meletakkan hewan yaitu ular pada cairan yang mendidih, karena ini merupakan penyiksaan terhadap hewan. Dilarang sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Jika kalian membunuh maka perbaguslah cara membunuh.” Kedua: tidak boleh berobat menggunakan ular tidak pula dengan lemak yang dimasak bersama ular. Karena tidak boleh (haram) memakannya menurut pendapat yang shahih dari dua pendapat ulama. Sedangkan bangkainya adalah najis. Berobat dengannya adalah haram. Masih banyak metode pengobatan lainnya lagi yang lebih baik dan lebih selamat. Karena berobat dengan yang haram ada larangannya. Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda, ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺪﺍﻭﻭﺍ ﻭﻻ ﺗﺘﺪﺍﻭﻭﺍ ﺑﺤﺮﺍﻡ “Wahai Hamba Allah, berobatlah kalian, janganlah berobat dengan yang haram.” Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﻌﻞ ﺷﻔﺎﺀﻛﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan/obat pada apa yang Allah haramkan bagi kalian.” Fatawa AL-Lajnah Ad-Daimah 25/26, syamilah https://telegram.me/washayasalaf

UNTUKMU PARA PENUNTUT ILMU. Berkata Al-Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah ta'ala: Dan diantara perkara yang paling penting pada hak seorang penuntut ilmu ialah hendaknya berakhlak mulia, bagus jalan hidupnya, mementingkan agamanya, semangat menjaga shalat-shalat (wajib) berjama'ah, menjaga lisan dan anggota tubuhnya dari segala perkara yang menyelisihi syariat Allah Subhanah, bersemangat untuk mencurahkan perkara yang makruf dan baik serta menahan dari kejelekan dan gangguan, inilah yang seharusnya ada pada seorang penuntut ilmu yang jujur dan demikianlah seharusnya pemuda yang mulia akan berusaha berakhlak mulia dan menapaki jalan hidup yang terpuji serta menjauhkan diri dari akhlak tercela lagi jalan hidup yang buruk dimanapun dia berada baik di dalam rumah, di jalanan, baik bersama rekan-rekannya maupun pada setiap keadaan. 》 Majmu' Al-Fatawa (5/243). —————————————— قال الإمام عبد العزيز بن باز - رحمه الله تبارك وتعالى - :  .ومن أهم المهمات في حق طالب العلم أن يكون حسن الأخلاق طيب السيرة مهتماً بدينه حريصاً على المحافظة على الصلوات في الجماعة ، يحفظ لسانه وجوارحه عن كل ما يخالف شرع الله سبحانه ويحرص على بذل المعروف والخير والكف عن الشر والأذى ، هكذا يكون طالب العلم الصادق وهكذا يكون الشاب النجيب يتحرى الأخلاق الفاضلة والسيرة الحميدة ويتباعد عن الأخلاق الذميمة والسيرة السيئة أينما كان في البيت وفي الطريق ومع زملائه وفي كل حال . 📜 مجموع فتاوى ( ٢٤٣/٥ ) FIK http://bit.ly/Forum_ilmiyahKarangAnyar

بسم الله الرحمن الرحيم "Masihkah aku harus menuntutmu wahai Suamiku?" "Ganti kerjaan saja Pa, cari yang lebih baik" "Coba bisnis ini aja Bah, lebih prospek" "Pindah saja ke perusahaan ini Yah, mana bisa move on kalau tetep gini-gini aja" "Jangan mas, jangan resign, nanti keluarga kita…

BERTEMU SAUDARA-SAUDARA YANG LUAR BIASA Sumber: daurahnasional.com Bila dalam seragam resmi, kita pasti bisa menilai kepangkatan dan dari kesatuan mana mereka berasal. Sebab, di seragam yang dikenakan, terpasang badge pangkat dan kesatuan. Seragam yang sebenarnya dipakai untuk memudahkan koordinasi dan penugasan. Seragam yang jika dikenakan, tidak sedikit orang yang segan. Badan mereka tegap, kekar dan itu tidak bisa diingkari karena mereka memang dituntut seperti itu. Fisik mereka sangat ideal. Cara mereka duduk, berdiri dan berbicara terlihat tertata dan berwibawa. Siang ini, hari Ahad yang cerah, saya dipertemukan dengan mereka di sebuah rumah Allah, di masjid Agung Manunggal Bantul. Siapakah mereka? Jika tidak mengenal mereka sebelumnya, siapapun akan sulit menerka bahkan susah menilai. Dengan pakaian yang rata-rata putih dalam bentuk jubah atau gamis, mereka nampak lebih berwibawa. Kami sudah saling kenal melalui media sosial. Siapakah mereka? Mereka adalah saudara-saudara saya. Bukan hanya berstatus saudara biasa. Bahkan bagi saya, mereka adalah saudara-saudara yang sangat luar biasa. Belasan orang, yang duduk melingkar dengan saya, adalah para prajurit TNI/Polri yang mempunyai komitmen beragama. Mereka mempunyai semangat dan tekad untuk memperdalam agama Islam, seperti Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallohu'alaihi wasallam. Pakaian mereka siang tadi bukan seragam yang membedakan jenjang kepangkatan. Jubah dan gamis mereka telah menghilangkan kesan senior dan yunior, menghapus level atasan dan bawahan. Siang tadi, sebagaimana sebelum dan sesudahnya nanti, semua sama-sama meyakini bahwa mereka adalah hamba yang sejajar dihadapan Alloh. Apa yang membedakan, hanyalah keimanan dan ketaqwaan. Saya sungguh bahagia. Dengan kebahagiaan yang tiada ternilai. Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli. Walaupun sekian banyak biaya dan usaha dilakukan untuk bisa meraih “sedikit” saja kebahagiaan, tetap saja sia-sia jika Alloh tidak menganugerahkan. Namun, perasaan bahagia itu telah Allah berikan untuk saya siang tadi. Bahagia karena dapat bertemu dengan saudara-saudara yang luar biasa. Daurah Bantul kali ini telah Alloh pilih sebagai moment pertemuan untuk kita. Sebuah pertemuan yang Insya Alloh akan berlanjut dibanyak pertemuan berikutnya. Kita berharap, selagi ada kesempatan bertemu dan berkumpul, maka kesempatan itu tidak akan dilewatkan begitu saja. Sebab, setiap pertemuan yang terjadi atas dasar cinta karena Allah, kelak akan berbuah nauangan disaat tidak ada naungan selain naungan-Nya. Untuk saudara-saudaraku, yang malam ini kita dipisahkan oleh waktu dan tempat (setelah beberapa menit berjumpa), saya berdoa : “Semoga Allah senantiasa mengkaruniakan istiqomah untuk kita semua. Anda yang bertugas sebagai aparat keamanan, baik dari unsur TNI maupun Polri, laksanakanlah tugas dengan niatan memberi keamanan dan kenyamanan, untuk Umat Islam yang mayoritas di Indonesia ini. Semoga setiap usaha Anda di dalam menyebarkan dakwah Salaf di lingkungan tugas, selalu dimudahkan Allah Ta'ala". Terakhir, ”Semoga kelak kita dikumpulkan di dalam Jannah. Di kampung abadi yang penuh kenikmatan dan kelezatan. Berkumpul bersama Nabi Muhammad dan para sahabatnya". Bersabarlah diatas Sunnah! Gigitlah dengan gigi geraham! Jangan lepaskan nikmat sunnah ini walaupun panasnya seperti menggenggam bara api! Saudaramu di jalan Allah Abu Nasim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz Selepas adzan Isya Di sebuah sudut bagian dalam Masjid Agung Manunggal Bantul 03 April 2016 https://telegram/kajianislamlendah

BERKACA MELALUI IDOLA Bukanlah perkara yang aneh jika pada saat ini kita banyak dapati anak-anak yang masih duduk di bangku SD sudah mampu menghafal dengan sempurna lirik-lirik lagu Peterpan (*sekarang NOAH) atau Ungu. Tak sedikit pula kita jumpai di masa ini anak-anak kisaran umur ABG …

MENGINGAT KEMATIAN DAN KEGELAPAN KUBUR Muslim bin Ibrahim berkata, كَانَ هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ لَا يُطْفِئُ السِّرَاجَ إِلَى الصُّبْحِ وَقَالَ: إِذَا رَأَيْتُ الظُّلْمَةَ ذَكَرْتُ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ "Adalah Hisyam Ad-Dustuwai tidak memadamkan lampunya (di malam hari) hingga waktu…

:قال المحدث محمد ناصر الدين الألباني رحمه الله أنا ألاحظ مع الأسف أن الناس اليوم يهتمون بالجانب الأول ألا وهو العلم ولا يهتمون بالجانب الآخر ألا وهو الأخلاق والسلوك فإذا كان النبي صلى الله عليه واله وسلم يكاد يحصر دعوته من اجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول: (إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق) , فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسي من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام. والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله عز وجل إياي إلى التوحيد الخالص واطلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد, . كنت أظن أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا اله إلا الله . ولكني مع الزمن صرت أتبيّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية - ألا وهي بُعدهم عن التوحيد - المشكلة الأخرى: أنهم أكثرهم لا يتخلقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدر زهيد... فتاوى جدة شريط 34 . DUA PROBLEM TERBESAR DI TENGAH UMAT INI asy-Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, "Aku perhatikan, sangat disesalkan bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi pertama, yaitu ilmu, namun tidak mementingkan sisi yang lain, yaitu akhlak dan tata krama. Apabila dulu Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — nyaris membatasi dakwah beliau dalam rangka akhlak yang baik dan mulia, tatkala beliau menyatakannya dengan ungkapan pembatasan dalam sabda beliau, (إنما بُعثت لأتمم مكارم الأخلاق) "Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." Sabda beliau itu tidak lain menunjukkan bahwa akhlak yang mulia merupakan bagian asasi (mendasar) dari dakwah Rasulullah — 'alahi ash-Shalatu wa as-Salam — Pada kenyataannya sejak awal aku memulai menuntut ilmu dan Allah memberi hidayah kepadaku Tauhid yang murni, dan aku tahu kondisi kehidupan alam Islami yang jauh dari tuntunan Tauhid, ketika itu aku memandang bahwa problem pada Alam Islami hanyalah karena mereka jauh dari memahami hakekat makna "Laailaaha illallah". Namun bersama dengan waktu, menjadi jelas bagiku bahwa di sana ada problem lain di Alam Islami ini, tambahan dari problem asasi yang pertama — yaitu JAUHNYA UMAT dari TAUHID — Problem lainnya adalah : mayoritas umat TIDAK BERAKHLAQ DENGAN AKHLAQ ISLAMI YANG BENAR, kecuali dalam jumlah yang terbatas." (Fatawa Jeddah, Kaset no. 34) Mari tebar dakwah melalui Buletin Saku Al Ilmu. Kunjungi situs kami: buletin-alilmu.net

Nasehat Seorang Lelaki kepada Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahulloh SEMANGATLAH MENYEBARKAN ILMU DIMANAPUN ENGKAU  .BERADA... Pesan dan nasihat orang awam kepada asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu. Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu pernah menceritakan: "Sungguh telah mewa…

Manajemen Cinta Dan Benci Sumber: ecs7.tokopedia.net Allah Ta'ala menciptakan manusia memiliki rasa cinta dan benci untuk kemaslahatan mereka. Namun seringkali kita mendapati rasa cinta dan benci menjerumuskan pada jurang kebinasaan... Bagaimana agar kita bisa selamat dari…