Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya


🔊💽 Tausiyah Ringkas (Bahasa Arab) 🔗 Ikhlaskan Niat Kerana Allah Dalam Urusan Dakwah & Agama 💺 Disampaikan oleh: Asy Syaikh Shalah Futaini Kantusy hafizhahullahu &#…

BOLEHKAH MENGGANTUNGKAN SEBAGIAN AYAT AL-QUR’AN DI RUMAH via blibli.com Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry حفظه الله Pertanyaan: Bolehkah menggantungkan sebagian ayat Al-Qur’an di rumah? Jawaban: Tidaklah Allah menurunkan kitab ini melainkan untuk dibaca dan membacany…

MERAIH KEBAIKAN DUNIA DAN AKHIRAT Abu Hazim Salamah bin Dinar Rahimahullah berkata, شيئان إذا عملت بهما، أصبت خير الدنيا والآخرة، لا أطول عليك. قيل: ما هما؟ قال: تحمل ما تكره إذا أحبه الله، وتترك ما تحب إذا كرهه الله "Ada dua perkara yang apabila engkau mengamalkannya maka engkau akan menda…

LARANGAN MEMANDANG KEPADA ORANG YANG BERADA DIATAS ANDA DALAM HAL DUNIA Sumber gambar: .deviantart.net Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata," Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda, " Lihatlah orang yang berada dibawahmu dan janganlah lihat orang yang berada di atasmu. Karena yang demikian lebih patut agar kalian tidak menganggap remeh (mengingkari) nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu." (HR Muslim) Hadits ini mengandung bimbingan yang agung, yaitu melihat orang yang berada di bawah Anda dan larangan dari melihat orang yang berada di atas Anda, mengapa? Karena hal itu akan menyebabkan Anda qanaah (merasa cukup), ini yang pertama dan ridha dengan apa yang diberikan Allah ta'ala untuknya serta merupakan sebaik-baik tujuan yang diperoleh dari perintah ini. Sehingga bila Anda dikaruniai qanaah, niscaya Anda akan hidup bahagia dan dengan jiwa yang tentram. Perkara yang kedua: Anda tidak akan menganggap remeh karunia nikmat Allah kepada Anda karena bila Anda melihat orang yang berada di bawah Anda, niscaya Anda mendapatinya kekurangan, sehingga Anda pun melihat diri Anda mendapat kenikmatan yang besar, lalu Anda pun memuji Allah atas kenikmatannya. Namun bila Anda melihat orang yang berada di atas Anda, niscaya Anda akan menganggap remeh kenikmatan Allah dan merendahkan apa yang Allah mengaruniakannya kepada Anda sehingga Anda pun lalai dari mensyukuri atas apa yang Allah mengaruniakannya kepada Anda, meskipun sedikit. Dari Anas bin Malik, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menikmati makanan lalu memuji Allah sesudahnya atau meneguk minuman lalu memuji Allah sesudahnya.” (HR Muslim no. 2734) Sebuah makanan, bila Anda memuji Allah ta'ala atasnya, niscaya Dia meridhai Anda, lalu bagaimana dengan orang yang Allah karuniai dengan kebaikan namun dia tidak membuatnya qanaah dikarenakan melihat orang yang berada di atasnya. Sesungguhnya bila Anda melihat orang yang berada di atas Anda pada kekayaannya, dunianya, kelapangannya, rezekinya, hartanya dan lain-lain niscaya hal itu akan menyebabkan Anda menyesal, hidup dalam kondisi sedih dan susah dan tidak akan memperoleh melainkan apa yang telah Allah ta'ala takdirkan bagi Anda. Maka lihatlah orang yang berada di bawah Anda. Inilah manfaatnya: Manfaat pertama: Akan menyebabkan Anda menjadi orang yang qanaah Manfaat kedua: Apa yang disebutkan Nabi Shallallahu 'Alaihi wassalam yaitu Anda tidak menganggap remeh nikmat Allah ta'ala atas Anda sehingga Anda memujinya atas nikmatnya. Mungkin ada yang bertanya: Mengapa Anda membatasi masalah dalam hal melihat pada harta saja? Kami jawab: karena telah disebutkan juga riwayat yang menjelaskan tentang hal itu dari Nabi Shallallahu Alaihi wassalam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya Beliau bersabda, إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه ممن فضل عليه “Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa) , maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya daripada melihat orang yang memiliki kelebihan di atasnya (HR. Bukhari dan Muslim) Orang yang berada di bawah Anda yakni Anda memiliki kelebihan di atasnya. Bila Anda melihat diri Anda dalam kondisi lebih utama darinya,, maka hendaknya Anda memuji Allah ta'ala. Jadi inilah yang ulama jadikan sebagai tafsirannya sebagaimana yang kami sebutkan sebelumnya. 📀Syarh Kitab al-Jami' dari Bulughul Maram pelajaran 1 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140582 📁http://bit.ly/Al-Ukhuwwah

SILAHKAN DIBERI JUDUL SENDIRI Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh salah seorang putri dari asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ketika ada sebuah kesalahan aqidah dalam kurikulum sekolah dan peran beliau dalam mengubah buku-buku tersebut setelah beliau mengirim surat kepada pihak yang be…

WALIMAH NIKAH SUNNAHNYA DISELENGGARAKAN OLEH SUAMI Fatwa Lajnah Daimah Pertanyaan: Siapakah yang wajib menyelenggarakan walimah nikah, atas suami atau keluarga istri? Jawaban: Pada dasarnya walimah itu diselenggarakan oleh  .suami karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda ket…

SEDIKIT BICARA MELEMBUTKAN HATI 🌴 قال سفيان الثوري موصياً علي السلمي : عليك بقلة الكلام يلين قلبك وعليك بطول الصمت تملك الورع ولا تكونن حريصاً على الدنيا. 📎( الحلية-٨/٨٢ ) Sufyan At Tsauri memberi wasiat  .kepada Ali As-Sulami: Wajib bagimu untuk sedikit bicara, niscaya akan …


Bismillah.Ada yang baru dari majalah Qonitah… ? Nyak Emat Pintar Dakwah ? (Dapat majalah baNYAK dengan harga hEMAT, solusi PINTAR untuk berDAKWAH) ? 1 Paket = 21 Majalah ? Plus bonus pembatas buku cantik ? Isi paket pilih sendiri: dari edisi 3 s.d 20. ‼ SUPER HEMAT ‼ ? RP. … Baca Selengkapnya

APAKAH SESEORANG AKAN DIADZAB KARENA BERDEKATAN DENGAN ORANG YANG SESAT Asy-Syaikh Shalih bin Muhammad Al-Luhaidan hafizhahullah Saya (Asy-Syaikh Badr bin Muhammad Al-Badr hafizhahullah –pent) bertanya kepada guru kami Shalih Al-Luhaidan pada pagi hari Rabu 5 Muharram 1436 H tentang firman Allah Ta’ala: وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُوْلُ يَا لَيْتَنِيْ اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا. يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِيْ لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا. لَقَدْ أَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِيْ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُوْلًا “Dan ingatlah pada hari ketika orang yang zhalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: ‘Duhai sekiranya aku dahulu menempuh jalan Rasul. Duhai celaka diriku, seandainya saja aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat. Sungguh dia telah menyesatkan diriku dari Al-Qur’an ketika telah datang kepadaku.’ Dan syaithan tidak pernah mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqaan: 27-29) Juga firman-Nya: إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِيْنَ اتُّبِعُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ. وَقَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَٰلِكَ يُرِيْهِمُ اللهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ “Ingatlah ketika orang-orang yang diikuti (kesesatannya) berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti mereka dan mereka telah melihat adzab serta segala hubungan telah terputus. Dan orang-orang yang mengikuti mengatakan: ‘Seandainya kami dikembalikan ke dunia agar kami bisa berlepas diri dari mereka sebagaimana mereka telah berlepas diri dari kami.’ Demikianlah Allah akan menampakkan amal perbuatan mereka sebagai penyelasan yang mendalam atas mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari neraka.” (QS. Al-Baqarah: 166-167) Apakah ayat-ayat ini menunjukkan bahwa seseorang akan dihisab dan diadzab karena dia berteman dengan orang menyimpang dan sesat? Beliau menjawab: Apakah ada seseorang yang ragu tentang hal ini, wahai anakku?! Tidak diragukan lagi dia akan dihisab. Bukankah Nabi shallallahu alaihi was sallam telah mentahdzir dari teman yang buruk, sebagaimana dalam hadits: مَثَلُ الجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيْسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيْرِ “Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api atau pandai besi.” (HR. Al-Bukhary no. 5534 dan Muslim no. 2628 –pent) Peniup api bisa membakar bajumu, dan sabda beliau ini merupakan tahdzir agar jangan berteman dengannya. Saya bertanya lagi: Apakah artinya dia akan diadzab dan dihisab karena berteman dengan orang yang menyimpang tadi, wahai syaikh kami? ☝🏻️ Beliau menjawab: Ya, dia juga akan diadzab. Sumber artikel: www.bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?t=22503 Kunjungi || http://forumsalafy.net/apakah-seseorang-akan-diadzab-karena-berdekatan-dengan-orang-sesat/ WhatsApp Salafy Indonesia Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

APAKAH SARANA DAN METODE YANG DAPAT MERAIH TINGGINYA CITA-CITA DAN SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU. https://networkingnerd.wordpress.com/ Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah di tanya: Pertanyaan: Jika para penuntut ilmu sedang diliputi rasa lemah an…

MAKNA SALAF Sumber gambar: bisnisborneo.com Kata Salaf sering diucapkan maksudnya adalah generasi pertama dari kalangan sahabat dan tabi’in (generasi pasca sahabat) yang berada di atas fitrah (dien) yang selamat dan bersih dengan wahyu Allah. Mereka menyandarkan aqidah kep…