Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Ketika Suami Memerintahkan Menggugurkan Kandungan
Atsar.id
Atsar.id

Ketika Suami Memerintahkan Menggugurkan Kandungan

APAKAH SEORANG ISTRI WAJIB TAAT KEPADA SUAMINYA KETIKA SANG SUAMI MEMERINTAHKAN UNTUK MENGGUGURKAN KANDUNGANNYA Source : id.aliexpress.com Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, seorang laki-laki memerintahkan istrinya untuk menggugurkan kandungannya yang berusia kurang dari empat bulan, sehingga istrinya itu menggugurkannya. Maka bagaimanakah hukumnya? Jawaban: Jika (kandungan tersebut) belum ditiupkan ruh, maka kita lihat: Jika dikhawatirkan suatu madharat pada wanita itu, maka tidak mengapa untuk menggugurkannya. Jika tidak dikhawatirkan suatu madharat apapun pada wanita itu, maka tidak boleh untuk menggugurkannya meskipun sang suami memerintahkannya. Hal ini karena wanita itu juga memiliki hak pada kandungannya. Hanya saja sebagian manusia -wal 'iyadzu billah- hanyalah memperturutkan nalurinya semata. Mungkin ada niatan dari laki-laki itu untuk menceraikan istrinya dan dia khawatir jika istrinya mengandung akan ada masalah pada urusan thalaq. Maka kami katakan: jika seorang suami memerintahkan istrinya untuk menggugurkan kandungan/kehamilannya maka ini tidak mengharuskan wanita itu untuk menggugurkannya. Ini tidak mengharuskan wanita itu untuk menggugurkan kandungannya dalam keadaan apapun. Adapun jika telah ditiupkan ruh pada kandungan dan telah melewati empat bulan usia kandungan, maka tidak boleh menggugurkannya sama sekali. Tidak karena perintah suami, tidak karena perintah dokter, tidak juga karena alasan apapun. Sumber: Silsilah Al-Liqa` Asy-Syahri &gt. Al-Liqa` Asy-Syahri (56). WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Tanya jawab
Jan 25, 20162 min read
Sebab Matinya Qalbu - Oleh : Ibrahim bin Adham -
Atsar.id
Atsar.id

Sebab Matinya Qalbu - Oleh : Ibrahim bin Adham -

SEBAB MATINYA QALBU Suatu hari Ibrahim bin Adham rahimahullah melewati sebuah pasar di Kota Bashrah ( Iraq ), maka ketika itupun manusia mengerumuninya, seraya bertanya, "Wahai Abu Ishaq, mengapa kami telah berdo'a namun tidak kunjung dikabulkan?" Berkata Abu Ishaq, "Karena hati-hati kalian telah mati disebabkan 10 hal: Mereka bertanya, "Apa itu?" Beliau menjawab, ① Kalian mengenal Allah namun kalian tidak memberikan hak-hak Nya. ② Kalian telah mengaku cinta Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam namun kalian tinggalkan jalannya. ③ Kalian membaca Al-Qur'an namun tidak beramal dengan apa yang ada didalamnya. ④ Kalian memakan dari nikmat Allah namun kalian tidak mensyukurinya. ⑤ Kalian mengatakan bahwa syaiton itu musuh kalian namun kalian mencocoki amalannya. ⑥ Kalian mengatakan jannah itu ada namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya. ⑦ Kalian mengatakan neraka itu benar adanya namun kalian tidak lari darinya. ⑧ Kalian mengatakan bahwa kematian itu ada namun kalian tidak menyiapkan bekal untuk menghadapinya. ⑨ Kalian terjaga dari tidur namun kalian sibuk dengan aib manusia (ghibah yang haram) dan meninggalkan aib kalian sendiri. ⑩ Kalian memakamkan orang-orang yang wafat, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka. (Jami' Bayanil 'Ilmi Wa Fadhlihi, 12/2) [Abdurrahman Al-Bakasy] __________________________ 💠 [ قلـوبنا ماتت والـسبب ] !!! 🔖 مر إبراهيم بن أدهم - رحمه الله - بسوق البصرة ؛ فاجتمع الناس إليه ، ❒ &nbsp.وقالوا : يا أبا إسحاق : ما لنا ندعوا فلا يستجاب لنا ؟ ❍ قال : لأن قلوبكم ماتت بعشرة أشياء .!! ❒  قالوا : وما هي  ؟! 🔖 قال : 1⃣ - أنكم عرفتم الله ؛ فلم تؤدوا حقه . 2⃣ - زعمتم أنكم تحبون رسول الله ﷺ ، ثم تركتم سنته . 3⃣ -  قرأتم القرآن ، ولم تعملوا به . 4⃣ - أكلتم نعمة الله ، ولم تؤدوا شكرها . 5⃣ - قلتم إن الشيطان عدوكم ، ووافقتموه 6⃣ - قلتم إن الجنة حق ، فلم تعملوا لها. . 7⃣ - قلتم إن النار حق ، ولم تهربوا منها . 8⃣ - قلتم إن الموت حق ، فلم تستعدوا له . 9⃣ - انتبهتم من النوم ، واشتغلتم بعيوب الناس ، وتركتم عيوبكم . 0⃣1⃣ - دفنتم موتاكم ، ولم تعتبروا بهم. 📝 المصــدر : [ جامع بيان العلم وفضله (2/12) ] https://bit.ly/fawaidilmiyyah

Adab & Akhlak
Jan 25, 20163 min read
Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas
Atsar.id
Atsar.id

Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas

Akidah Para Sahabat Nabi tentang Allah Berada di Atas&nbsp. Sumber : Walcoo 1. Abu Bakr as-Shiddiq Radliyallaahu Anhu. Ketika Rasulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam Meninggal, Abu Bakr As-Shiddiq menyatakan : أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنْ كَانَ مُحَمَّدٌ إِلَهَكُمَ الَّذِي تَعْبُدُونَ ، فَإِنَّ إلَهَكُمْ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ ، وَإِنْ كَانَ إِلَهَكُمَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ ، فَإِنَّ إِلَهَكُمْ لَمْ يَمُتْ ، ثُمَّ تَلاَ : {وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ، أَفَإِنْ مَاتَ ، أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ} حَتَّى خَتَمَ الآيَةَ Wahai sekalian Manusia! Jika Muhammad adalah Sesembahan kalian yang kalian Sembah, Sesungguhnya Sesembahan kalian telah Mati. Jika Sesembahan kalian adalah Yang berada di Atas Langit, maka Sesungguhnya Sesembahan kalian tidak akan Mati. Kemudian Abu Bakr membaca Firman Allah : Dan tidaklah Muhammad kecuali seorang Rasul, telah berlalu sebelumnya para Rasul. Apakah jika ia Meninggal atau Terbunuh kalian akan Berbalik ke belakang (Murtad)(Q.S Ali Imran:144). Sampai Abu Bakar menyelesaikan bacaan ayat tersebut(diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Mushonnafnya pada Bab Maa Ja-a fii wafaatin Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam nomor Hadits 37021, al-Bazzar di dalam Musnadnya juz 1 halaman 183). Riwayat Perkataan Abu Bakr As-Shiddiq tersebut adalah Shahih. Abu Bakr bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Muhammad bin Fudhail dari Ayahnya dari Nafidari Ibnu Umar. Semua perawi tersebut (termasuk Abu Bakr bin Abi Syaibah yang merupakan guru Imam al-Bukhari) adalah rijal (perawi) al-Bukhari. 2. Abdullah bin Masud Radhiyallahu Anhu. Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud menyatakan : ما بين السماء الدنيا والتي تليها مسيرة خمسمائة عام ، وبين كل سماءين مسيرة خمسمائة عام ، وبين السماء السابعة وبين الكرسي خمسمائة عام ، وبين الكرسي إلى الماء خمسمائة عام ، والعرش على الماء ، والله تعالى فوق العرش ، وهو يعلم ما أنتم عليه Antara Langit dunia dengan (langit) berikutnya sejauh perjalanan 500 tahun, dan antara 2 Langit sejauh perjalanan 500 tahun, antara Langit ke-7 dengan al-Kursiy 500 tahun, antara al-Kursiy dengan air 500 tahun, dan ‘Arsy di atas air, dan Allah Ta'ala di atas Arsy dalam keadaan Dia Maha Mengetahui apa yang terjadi pada kalian (diriwayatkan oleh Ad-Daarimi dalam kitab ArRaddu alal Jahmiyyah bab Maa Bainas Samaa-id Dunya wallatii taliiha juz 1 halaman 38 riwayat nomor 34). Riwayat perkataan Ibnu Mas'ud ini shohih. AdDaarimi meriwayatkan dari jalur Musa bin Ismail dari Hammad bin Salamah dari Ashim dari Zir (bin Hubaisy) dari Ibnu Masud. Semua perawinya adalah rijaal al-Bukhari. 3. Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu Anha. عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ زَيْنَبَ بِنت جَحْشٍ كَانَتْ تَفْخَرُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم تَقُولُ: «زَوَّجَكُنَّ أَهَالِيكُنَّ وَزَوَّجَنِي اللهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سماوات» وفي لفظٍ: كانتْ تقولُ: «إِنَّ اللهَ أَنْكَحَنِي فِي السَّمَاءِ» Dari Anas –semoga Allah meridlainya- bahwa Zainab binti Jahsy Berbangga terhadap istri-istri Nabi yang lain, ia berkata: “Kalian dinikahkah oleh keluarga kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas tujuh Langit”. Dalam lafadz lain beliau berkata: Sesungguhnya Allah telah Menikahkan aku di atas Langit (H.R al-Bukhari). 4. Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) Radhiyallahu Anhu. Sahabat Nabi yang merupakan Penterjemah AlQur'an ini, ketika Menafsirkan Firman Allah tentang Ucapan Iblis yang akan Mengepung Manusia dari berbagai Penjuru. Iblis menyatakan sebagaimana diabadikan oleh Allah dalam AlQur'an : {ثُمَّ لآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ} [الأعراف: 17] Kemudian Sungguh-sungguh aku akan Mendatangi mereka dari Arah depan mereka dan dari belakang mereka dan dari kanan dan kiri mereka. (Q.S al-A’raaf:17). Abdullah bin Abbas menyatakan : لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يَقُوْلَ: مِنْ فَوْقِهِمْ؛ عَلِمَ أنَّ اللهَ مِنْ فَوْقِهِمْ Iblis tidak bisa mengatakan : (mendatangi mereka) dari Atas mereka, karena dia tahu bahwa Allah berada di Atas Mereka. (diriwayatkan oleh AlLaa-likaa-i dalam Syarh Ushulis Sunnah halaman 661 dengan sanad yang hasan). 5. Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu. عن زيدِ بنِ أَسْلَمٍ قالَ: م َرَّ ابنُ عمرُ براعٍ فقال: هلْ منْ جَزَرَةٍ؟ فقالَ: ليسَ هاهنا ربُّها، قالَ ابنُ عمر: تقولُ لهُ: أكلَهَا الذئبُ. قالَ: فرفَعَ رأسَهُ إلى السَّماءِ وقالَ: فَأَيْنَ اللهُ؟ فقالَ ابنُ عمر: أنا واللهُ أحقُّ أنْ أقولَ: أَيْنَ اللهُ؟ واشترى الراعي والغنمَ، فأعتقهُ، وأعطاهُ الغنمَ Dari Zaid bin Aslam Beliau berkata: Ibnu Umar melewati seorang Penggembala (kambing), kemudian Beliau bertanya: apakah ada kambing yang bisa disembelih? Penggembala itu menyatakan: Pemiliknya tidak ada di sini. Ibnu Umar menyatakan: Katakan saja bahwa kambing tersebut telah dimangsa serigala. Kemudian penggembala kambing tersebut menengadahkan pandangannya ke Langit dan berkata: Kalau demikian, di mana Allah? Maka Ibnu Umar Berkata: Aku, Demi Allah, lebih Berhak untuk berkata: Di mana Allah? Sehingga kemudian Ibnu Umar Pembeli Penggembala dan Kambingnya, Memerdekakan Penggembala tersebut dan Memberikan padanya satu Kambing itu (diriwayatkan oleh Adz-Dzahaby dalam kitab al-Uluw halaman 860, dan Syaikh Muhammad Nashiruddin menyatakan bahwa sanad Hadist ini jayyid (baik)). Selesai, Alhamdulillahi Robbil Aalamin. ~~~~~~~~~~~~~~~~ Dikutip dari Buku "Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)" Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah. ===================== http://telegram.me/alistiqomah

Aqidah
Jan 24, 20165 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast