Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Sampai kapankah kita terlilit dalam jerat simpul ruwetnya dunia? Selalu terbelenggu dalam angan-angan kosong dan bayang-bayangnya yang semu. Tidak bisa lepas dari tawaran dan godaannya yang menipu. Hanya keyakinan kokoh dalam kalbu yang akan menyadarkan kita. Bahwa dunia ini hampa ibarat menjaring asap di udara. Seberapapun pencapaian yang dihasilkan, tetap saja sementara dan akan segera […]

Anak kecil itu duduk santai diteras masjid sembari memegang mushaf saku kesukaannya, dengan pelan ia buka lembaran demi lembaran Al Quran. Lantunan suaranya, subhanallah… syahdu dan merdu. Aku yang sudah dewasa inipun bisa begitu menikmati ayat-ayat Allah yang dibacanya. Barangkali sangat jarang ku temui anak seusianya yang seperti dia. Ada harapan baik yang kurasakan tentangnya.. […]

Kerasukan Jin Dan kelompok Pengingkarnya Sumber: Flickr Gangguan Jin Secara umum, gangguan jin merupakan sesuatu yang tidak diragukan lagi keberadaannya, baik menurut pemberitaan Al-Qur`an, As-Sunnah, maupun ijma’. Allah Ta'ala berfirman: “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Fushshilat: 36). Rasulullah Sholallohu 'alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya setan menampak-kan diri di hadapanku untuk memutus shalatku. Namun Allah memberikan kekuasaan kepadaku untuk menghadapinya. Maka aku pun membiarkannya. Sebenarnya aku ingin mengikatnya di sebuah tiang hingga kalian dapat menontonnya. Tapi aku teringat perkataan saudaraku Sulaiman 'Alaihissalam: ‘Ya Rabbi anugerahkanlah kepada-ku kerajaan yang tidak dimiliki seorang pun sesudahku’. Maka Allah mengusirnya dalam keadaan hina.” (HR. Al-Bukhari no. 4808, Muslim no. 541 dari Abu Hurairah Rodhiyallohu 'anhu). Suatu ketika Rasulullah Sholallohu 'alaihi Wasallam sedang mendirikan shalat, lalu didatangi setan. Beliau memegangnya dan mencekiknya. Beliau bersabda: “Hingga tanganku dapat merasakan lidahnya yang dingin yang menjulur di antara dua jariku: ibu jari dan yang setelahnya.” (HR. Ahmad, 3/82-83 dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallohu 'anhu). Diriwayatkan dari ‘Utsman bin Abil ‘Ash Rodhiyallohu 'anhu, ia berkata: “Wahai Rasulullah, setan telah menjadi penghalang antara diriku dan shalatku serta bacaanku.” Beliau Sholallohu 'alaihi Wasallam bersabda: “Itulah setan yang bernama Khanzab. Jika engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke arah kiri tiga kali.” Aku pun melakukannya dan Allah telah mengusirnya dari sisiku. (HR. Muslim no. 2203 dari Abul ’Ala`). Gangguan jin juga bisa berupa masuknya jin ke dalam tubuh manusia yang diistilahkan orang sekarang dengan kesurupan atau kerasukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rohimahullah berkata: “Keberadaan jin merupakan perkara yang benar menurut Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya serta kesepakatan salaful ummah dan para imamnya. Demikian pula masuknya jin ke dalam tubuh manusia adalah perkara yang benar dengan kesepakatan para imam Ahlus Sunnah wal Jamaah. Allah ta'ala berfirman: “Orang-orang yang makan (mengam-bil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275). Dan dalam hadits yang shahih dari Nabi Sholallohu 'alaihi Wasallam: “Sesungguhnya setan itu berjalan di dalam diri anak Adam melalui aliran darah.” Tidak ada imam kaum muslimin yang mengingkari masuknya jin ke dalam tubuh orang yang kesurupan. Siapa yang mengingkarinya dan menyatakan bahwa syariat telah mendustakannya, berarti dia telah mendustakan syariat itu sendiri. Tidak ada dalil-dalil syar’i yang menolaknya.” (Majmu’ul Fatawa, 24/276-277, diambil dari tulisan Asy-Syaikh Ibnu Baz, Idhahul Haq). Ibnul Qayyim juga telah panjang lebar menerangkan masalah ini. (Lihat Zadul Ma’ad, 4/66-69) Golongan yang Mengingkari Masuknya Jin ke dalam Tubuh Manusia (Kesurupan) 1⃣. Kaum orientalis, musuh-musuh Islam yang tidak percaya kecuali kepada hal-hal yang bisa diraba panca indra. 2⃣. Para ahli filsafat dan antek-anteknya, mereka mengingkari keberadaan jin. Maka secara otomatis merekapun mengingkari merasuknya jin ke dalam tubuh manusia. 3⃣. Kaum Mu’tazilah, mereka mengakui adanya jin tetapi menolak masuknya jin ke dalam tubuh manusia. 4⃣. Prof. Dr. ‘Ali Ath-Thanthawi, guru besar Universitas Al-Azhar, Kairo. Ia mengingkari dan mendustakan terjadinya kesurupan karena jin dan menganggap hal itu hanyalah sesuatu yang direkayasa (lihat artikel Idhahul Haq fi Dukhulil Jinni Fil Insi, Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz t) 5⃣. Dr. Muhammad Irfan. Dalam surat kabar An-Nadwah tanggal 14/10/1407 H, menyatakan bahwa: “Masuknya jin ke dalam tubuh manusia dan bicaranya jin lewat lisan manusia adalah pemahaman ilmiah yang salah 100%.” (Idhahul Haq) 6⃣. Persatuan Islam (PERSIS). Dalam Harian Pikiran Rakyat tanggal 5 September 2005, mengeluarkan beberapa pernyataan yang diwakili Dewan Hisbahnya, sebagai berikut: “Poin 7 …Tidak ada kesurupan jin, keyakinan dan pengobatan kesurupan jin adalah dusta dan syirik.” Semua pengingkaran atas kemampuan masuknya jin ke dalam tubuh manusia adalah batil. Hanya terlahir dari sedikitnya ilmu akan perkara-perkara yang syar’i dan terhadap apa yang ditetapkan ahlul ilmi dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Pendapat para Imam tentang Kesurupan Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata: “Aku pernah berkata pada ayahku: ‘Sesungguhnya ada sekumpulan kaum yang berkata bahwa jin tidak dapat masuk ke tubuh manusia yang kerasukan.’ Maka ayahku berkata: ‘Wahai anakku, tidak benar. Mereka itu berdusta. Bahkan jin dapat berbicara lewat lidahnya’.” (Idhahu Ad-Dilalah, atau lihat Majmu’ul Fatawa, 19/10). Berikut ini pernyataan para mufassir (ahli tafsir) berkenaan dengan firman Allah Ta'ala: “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275). Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari Rohimahullah mengatakan: “Yakni bahwa orang-orang yang menjalankan praktek riba ketika di dunia, maka pada hari kiamat nanti akan bangkit dari dalam kuburnya seperti bangkitnya orang yang kesurupan setan yang dirusak akalnya di dunia. Orang itu seakan kerasukan setan sehingga menjadi seperti orang gila.” (Jami’ Al-Bayan Fi Tafsir Al-Qur`an, 3/96). Al-Imam Al-Qurthubi Rohimahullah menegaskan: “Ayat ini adalah argumen yang mementahkan pendapat orang yang mengingkari adanya kesurupan jin dan menganggap yang terjadi hanyalah faktor proses alamiah dalam tubuh manusia serta bahwa setan sama sekali tidak dapat merasuki manusia.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, 3/355). Al-Imam Ibnu Katsir Rohimahullah berkata: “Yakni mereka tidak akan bangkit dari kuburnya pada hari kiamat melainkan seperti bangkitnya orang yang kesurupan setan saat setan itu merasukinya.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 1/359). Penyebab Kesurupan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rohimahullah menjelaskan bahwa masuknya jin pada tubuh manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu dan rasa cinta kepada manusia, sebagaimana yang terjadi antara manusia satu sama lainnya. Terkadang atau bahkan mayoritasnya juga karena dendam dan kemarahan atas apa yang dilakukan sebagian manusia seperti buang air kecil, menuangkan air panas yang mengenai sebagian mereka, serta membunuh sebagian mereka meskipun manusia tidak mengetahuinya. Kalangan jin juga banyak melakukan kedzaliman dan banyak pula yang bodoh, sehingga mereka melakukan pembalasan di luar batas. Masuknya jin ke tubuh manusia terkadang disebabkan keisengan sebagian mereka dan tindakan jahat yang dilakukan-nya. (Idhahu Ad-Dilalah Fi ‘Umumi Ar-Risalah, hal. 16). Bagaimana kita menghindari gangguan-gangguan itu? Ibnu Taimiyah Rohimahullah menjelaskan: “Adapun  .orang yang melawan permusuhan jin dengan cara yang adil sebagaimana Allah dan Rasul-Nya perintahkan, maka dia tidak mendzalimi jin. Bahkan ia taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam menolong orang yang terdzalimi, membantu orang yang kesusahan, dan menghilangkan musibah dari orang yang tertimpanya, dengan cara yang syar’i dan tidak mengandung syirik serta tidak mengandung kedzaliman terhadap makhluk. Yang seperti ini, jin tidak akan mengganggunya, mungkin karena jin tahu bahwa dia orang yang adil atau karena jin tidak mampu mengganggunya. Tapi bila jin itu dari kalangan yang sangat jahat, bisa jadi dia tetap mengganggunya, tetapi dia lemah. Untuk yang seperti ini, semestinya ia melindungi diri dengan membaca ayat Kursi, Al-Falaq, An-Nas (atau bacaan lain yang semakna), shalat, berdoa, dan semacam itu yang bisa menguatkan iman dan menjauhkan dari dosa-dosa…” (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 138). Pembaca, demikian yang dapat kami paparkan di sini, mudah-mudahan dapat mewakili apa yang belum lengkap penjelasannya. Wal’ilmu ’indallah Selesai... Sumber, Asy Syariah. 16 November 2011. Edisi 023. Dinukil dari Tulisan berinteraksi dengan jin oleh Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhohullohu. Judul Dari Admin Klik Join telegram 🔽 http://bit.ly/FadhlulIslam www.salafymedia.com Publikasi: WA Fadhlul Islam Bandung

TAHU KADAR DIRI, KUNCI KESELAMATAN DALAM BERAMAL DAN BERDAKWAH Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok حفظه الله Saya ingatkan buat diri saya sendiri dan segenap ikhwany dan akhwaty. Wasiat dari Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah : "Kita harus menyingkirkan dari diri kita ini segala …

BOLEHKAH MEMBERI ZAKAT MAL KEPADA ORANG YANG MAMPU Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin: Tanya: Apakah boleh bagi orang yang mampu mengambil shodaqoh dari orang kaya? Jawab: Apabila harta yang dibagikan yang dimaksud adalah zakat maal, maka tidak halal untuk memgambilnya KECUALI orang…

Ebook Edisi Khusus AWAS! KOMUNISME BANGKIT KEMBALI Komunisme belum mati. Ibarat ilalang, setiap kali dibabat, ia tetap saja tumbuh. Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai representasi komunisme di Indonesia, meski secara fisik sudah mati, tetapi tetap hidup sebagai ideologi. Di masa lalu, PKI pernah menjadi partai besar, bahkan disebut-sebut yang terbesar di luar Uni Soviet dan China. Wajar jika sisa kekuatannya tidak bisa dipandang remeh. Anak biologis mereka yang dididik secara komunis atau kader-kader militannya, akan melanjutkan “estafet” ideologinya, berupaya mengembalikan kejayaan PKI. Bermetamorfosa ke mana-mana, diiringi pemutarbalikan fakta sejarah, penyusupan/infiltrasi, agitasi dan propaganda, upaya untuk kembali menghidupkan paham komunisme tidak lagi hanya retorika. Reformasi yang kebablasan memberi peluang munculnya multiideologi, termasuk komunis yang terus unjuk gigi. Maraknya simbol palu arit di berbagai tempat dan peristiwa, kelompok-kelompok diskusi yang membela “HAM” PKI, konsolidasi kader PKI melalui kongres, temu raya, dll., hingga munculnya buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" menjadi bukti keberanian komunis untuk eksis. 〰〰〰〰〰 Selengkapnya.... silakan unduh dan simak *E-Book GRATIS* ini ! Link https://market.android.com/details?id=book-9t1CDAAAQBAJ ------------- 🚀 *SEBARKAN SEMAMPUNYA* 👍Jangan lupa beri komen dan rating ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

DO'A ISTIFTAH DALAM SHALAT TARAWIH al Lajnah ad Daimah lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta* ditanya: Apakah pada shalat-shalat sunnah, seperti tarawih. Apakah membaca do'a istifitah setiap dua raka'at atau cukup sekali di awal shalat? Jawaban: Tidak cukup seorang membaca do'a istiftah, hanya…

NUZULUL QUR`AN : AL-QUR`AN TURUN PADA MALAM LAILATUL QODR BUKAN PADA 17 RAMADHAN Allah turunkan al-Qur`an pertama kali di Lailatul Qodr (malam kemuliaan) pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan, إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ "Sesungguhnya Kami menurunkan (alQur`…

BENARKAH 10 HARI PERTAMA RAMADHAN ADALAH RAHMAT? SMS YANG TIDAK BENAR "HARI RABU (kemarin tanggal 10 Ramadhan, pen) 👉🏻 Telah berakhir sepuluh hari ''Rahmat" 👉🏻 Akan datang sepuluh hari "Ampunan" Aku meminta kepada Allah di hari yang mulia ini agar kita menjadi termasuk orang-orang …

HAKIKAT HIKMAH DARI PUASA Asy-Syaikh Al-Allamah Ibnu Baaz rahimahullah ditanya: Pertanyaan: Tidak ragu lagi, sesungguhnya puasa itu memiliki banyak makna yang tinggi lagi agung. Maka kami ingin bertanya Wahai Syaikh yang mulia:  .Apa hakikat tujuan dari Puasa itu? Jawaban: Tujuan…

Siapakah Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani? Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali ditanya, "Apakah Syaikh al-Albani adalah pemimpin ahlil hadits di zaman ini?" Jawab al-Allamah al-Muhadits Rabi' bin Hadi Umar al-Madkhali -semoga Allah angkat kemulian beliau di dunia dan akhirat-, "Dem…