Artikel Islami

Baca artikel Islami pilihan dari berbagai media terpercaya

Sepenggal Makna dalam Sebuah Balon
Atsar.id
Atsar.id

Sepenggal Makna dalam Sebuah Balon

SEPENGGAL MAKNA DALAM SEBUAH BALON.... “Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18) Kadangkala sepenggal makna dapat juga dilihat dari sebuah balon.... Setiap melihat balon,,sering terpikirkan barangkali komposisi balon gas dan sifat sombong itu sama,,mungkin sombong juga tersusun dari nitrogen,,hidrogen dan helium,,gas-gas yang sering ada di balon udara hingga membuat mereka yang mengidap sifat sombong seringkali besar kepala lalu hati melayang tinggi,,lupa menapaki tanah dan akhirnya meremehkan orang lain. Ah mungkin mereka lupa bahwa tak selamanya balon gas akan terus mengudara,,setinggi apa pun tak kan mampu menembus langit,,mereka lupa bahwa tanah adalah tempat peristirahatan terakhirnya. "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Sesungguhnya engkau sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali engkau tidak akan mencapai setinggi gunung. Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Rabb-mu.” (al-Isra’: 37—38) Semoga mereka yang saat ini merasa tinggi di awan-awan entah karena ILMU,,harta,,tahta juga PARAS YANG MENAWAN HINGGA BANGGA DIRI LALU MENOLAK KEBENARAN DAN MEREMEHKAN ORANG LAIN,MEMPERMAINKAN HATI ORANG LAIN hingga,,bisa merenungi peringatan Allah Ta'ala ini: “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash: 83) Lalu segera bertaubat dan mengenakan parasut "tawadhu" agar saat balon kesombongannya pecah di udara,,mereka bisa kembali ke bumi tanpa kehinaan. Dan rendahkanlah sayapmu (bertawadhu’lah) terhadap orang-orang yang beriman.” (al-Hijr: 88) “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas yang lain.” (Shahih, HR Muslim no. 2588). Disudut perenungan Ummu 'Abdillah Afiqah Dipublikasikan oleh: &nbsp.مفتاح دار السعادة Miftah Daaris Sa'adah Wa  💐Mar'atus Shalihah

Adab & Akhlak
Jul 14, 20162 min read
Nasehat Syaikh Rabi' bagi Segenap Salafiyyin - Ramadhan 1437 H
Atsar.id
Atsar.id

Nasehat Syaikh Rabi' bagi Segenap Salafiyyin - Ramadhan 1437 H

بسم الله الرحمن الرحيم Nasehat al-Allamah Rabi' Bin Hadi al-Madkhali حفظه الله bagi Segenap Kaum Muslimin secara Umum dan Salafiyyun secara Khusus, di Libya, dan di Negeri-negeri Islam Lainnya Malam Ahad 28 Ramadhan 1437 Hijriyah بسم الله و الحمد لله و الصلاه و السلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم Wa ba'd. Aku mewasiatkan kepada diriku, kaum muslimin secara umum, dan Salafiyyun secara khusus, di Saudi Arabia, Yaman, Libya, Maroko, Aljazair, India, Pakistan, dan negeri-negeri kaum muslimin yang lainnya, untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla baik ketika sendirian maupun ketika bersama manusia. &nbsp.Hendaknya mereka berpegang teguh dengan jalan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan manhaj beliau, dengan pemahaman salaful ummah. Aku menasehati salafiyyun seluruhnya untuk bersatu dan saling memaafkan di antara mereka. Hendaknya mereka membuang jauh berbagai perselisihan dan menjauh dari berbagai sebab perselisihan dan perpecahan. Hendaknya mereka meninggalkan semua perkara yang mengantarkan pada semua itu, karena perselisihan akan melemahkan barisan Salafiyyun dan menjadi sebab kehancuran dan robohnya dakwah Salafiyyah. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا "Hendaklah kalian semuanya berpegang dengan tali Allah dan janganlah kalian berpecah belah." Jadi Allah memerintahkan untuk berpegang teguh (dengan tali-Nya) dan mengikutkannya dengan larangan berpecah belah. Sehingga wajib bagi setiap Salafiyyun untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, meninggalkan semua perselisihan dan sebab-sebabnya, dan bersatu, menjadi satu barisan. Allah Azza wa Jalla berfirman, ولا تنازعوا فتفشلوا وتذهب ريحكم "Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu." Jadi berbantah-bantahan akan membawa kepada kegagalan dan hilangnya الريح, yaitu hilangnya kekuatan. Menjadi kewajiban Salafiyyun untuk berdakwah ke jalan Allah Tabaraka wa Ta'ala -baik para masyaikhnya, penuntut ilmunya, dan pemudanya- diatas pemahaman salaful ummah. Dan menjadi kewajiban Salafiyyun di Libia untuk menolong agama Allah ta'ala dan menjaganya dari al-Ikhwan al-Muslimun (IM) dan yang selain mereka. Al-Ikhwan al-Muslimun adalah kelompok yang paling berbahaya terhadap Islam  sejak berdirinya al-Ikhwan al-Muslimun ini. Mereka adalah golongan yang paling pendusta setelah Rafidhah. Mereka mempunyai pemikiran penyatuan seluruh agama, wihdatul wujud, dan mereka juga memiliki pemikiran sekuler. Sungguh telah berdiri pemerintahan yang berasal dari mereka di berbagai negeri, namun mereka tidak menerapkan syariat Islam, tidak di dalam permasalahan akidah, dan tidak pula di dalam permasalahan hukum yang mereka propagandakan (berhukum dengan undang-undang syariat ini) sejak tumbuhnya dakwah mereka, padahal mereka  mengafirkan pemerintah yang tidak berhukum dengan syariat. Apabila al-Ikhwan menyerang Benghazi, dan orang yang bernama ash-Shadiq al-Gharyani al-Ikhwani -orang yang bangga dengan Sayyid Quthb dan mengarahkan para pemuda untuk membaca kitab-kitabnya yang dipenuhi dengan berbagai kesesatan yang besar diantaranya celaannya terhadap Rasulullah dan Kalimullah Musa Alaihissalam,  celaannya terhadap sebagian sahabat yang mulia, pendapatnya yang berpegang pada wihdatul wujud dan menolak sifat-sifat Allah-- al-Gharyani ini telah mengancam Benghazi dengan peperangan; Dia tidaklah mengobarkan perlawanan melainkan untuk memerangi Salafiyyun! Jadi wajib bagi Salafiyyun  untuk bersatu hingga mereka bisa menghalangi permusuhan dari al-Ikhwan al-Muflisin (saudara-saudara yang merugi), sehingga mereka tidak menguatkan al-Ikhwan menguasai Benghazi. Al-Ikhwanul Muslimun  memakai baju Islam, namun mereka lebih keras permusuhannya terhadap Salafiyyun dibandingkan Yahudi dan Nashara. Sedangkan ISIS yang tumbuh di Iran, mereka ini merupakan salah satu faksi al-Ikhwan al-Muslimun. Mereka adalah kelompok yang paling keras terhadap Salafiyyun. Mereka suka mengkafirkan dan membunuhi Salafiyun. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Ditulis oleh Rabi' bin Hadi al-Madkhali 28 Ramadhan 1437                                                                                                                                                             bit.ly/majalahqonitah NASEHAT SYAIKH RABI TERHADAP PERKARA MANHAJIYAH DI INDONESIA قناة الشيخ ربيع بن هادي المدخلي: بسم الله الرحمن الرحيم نصيحة من العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله للمسلمين عمومًا والسلفيين خاصة، في ليبيا وغيرها من البلاد الإسلامية، وذلك ليلة الأحد 28 رمضان 1437هـ باسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم. وبعد: فأوصي نفسي والمسلمين عمومًا والسلفيين خصوصًا، في السعودية، واليمن، وليبيا، والمغرب، والجزائر، والهند، وباكستان وغيرها من بلاد المسلمين بتقوى الله عز وجل في السِّر والعلن، وأن يلتزموا طريق الرسول صلى الله عليه وسلم ونهجه، على فهم سلف الأمة. وأنصح السلفيين جميعًا أن يتآلفوا، ويتسامحوا فيما بينهم، وأن يطرحوا الخلافات جانبًا ويبتعدوا عن أسباب الخلاف والفرقة والشقاق، وترك كل ما يؤدي إليها؛ فإن الخلاف يُضعِف الصف السلفي ويكون سببًا لدمار وخراب الدعوة السلفية، يقول الله تعالى: (وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا) فأمر الله بالاعتصام وأعقبه بعدم التفرق. فعلى كل السلفيين أن يتقوا الله عز وجل ويتركوا كل الخلافات وأسبابها، وأن يجتمعوا ويكونوا صفًّا واحدًا ، قال الله عز وجل: (وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ) فالنزاع يؤدي إلى الفشل وذهاب الريح، أي: ذهاب القوة. وعلى السلفيين أن يدعوا إلى الله تبارك وتعالى -مشايخَ وطلابًا وشبابًا- على فهم سلف الأمة. وعلى السلفيين في ليبيا النصرة لدين الله تعالى وحمايته من الإخوان المسلمين وغيرهم؛ فالإخوان المسلمون أخطر الفِرق على الإسلام منذ قامت دعوة الإخوان المسلمين، وهم من أكذب الفرق بعد الروافض؛ عندهم وحدة أديان، ووحدة الوجود، وعندهم علمانية. وقد قامت لهم دولٌ في عدد من البلدان، فلم يطبقوا الشريعة الإسلامية لا في العقيدة ولا في الحاكمية التي يدندنون حولها منذ نشأت دعوتهم ويكفرون الحكام الذين لا يُحَكِّمُونَها. وإذا هجم الإخوان على بنغازي، وقد هدد المسمَّى بالصادق الغرياني الإخواني المعتز بسيد قطب والموجه للشباب إلى قراءة كتبه المليئة بالضلالات الكبرى، ومنها: طعنه في رسول الله وكليمه موسى عليه الصلاة والسلام وفي بعض الصحابة الكرام، والقول بوحدة الوجود، وتعطيل الصفات، هذا الغرياني يهدد بنغازي بالحرب، وهو لا يحاربها إلا من أجل محاربة السلفيين، فعلى السلفيين أن يلتفوا لصدِّ عدوان الإخوان المفلسين، ولا يُمكِّنوا الإخوان من بنغازي. الإخوان يلبسون لباس الإسلام وهم أشد على السلفيين من اليهود والنصارى، داعش تربت في إيران، وهم فصيل من فصائل الإخوان المسلمين، وهم أشد الأحزاب على السلفيين يكفرونهم ويقتلونهم. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه. كتبه ربيع بن هادي المدخلي 28 رمضان 1437هـ http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159721#entry733194

Nasehat
Jul 13, 20166 min read
Fatwa Ulama Tentang Al-Ma'tsurat Karya Hasan Al-Banna
Atsar.id
Atsar.id

Fatwa Ulama Tentang Al-Ma'tsurat Karya Hasan Al-Banna

FATWA ULAMA TENTANG KITAB "AL-MA'TSUROT" MILIK HASAN AL-BANNA (PENDIRI IKHWANUL MUSLIMIN) Pertanyaan : "Apa hukum dzikir berjama'ah dan kitab Al-Ma'tsurot karya Syaikh Hasan Al-Banna, dan apa komentar anda terhadap kitab Al-Ma'tsurot (tersebut) ?" Syaikh Muqbil bin Hadiy Al-Wadi'iy -rohimahulloh- menjawab : "Dzikir berjama'ah tidak shohih dari Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- dan para sahabat. Ini yang pertama. Adapun perkara berikutnya, yaitu "AL-MA'TSUROT" adalah nama kitab kumpulan dzikir. Sebagian dzikir yang ada dalam kitab tersebut dalilnya shohih, akan tetapi tidak tepat jika dibaca setelah sholat. Sebagian dzikir dalilnya lemah, dan yang lainnya tidak ada asalnya. Mengagumkan aku ucapan Syaikh Al-Albaniy -hafidhohullohu ta’ala- ketika beliau ditanya : "Wahai Syaikh, apakah tidak sebaiknya anda men-tahqiq (meniliti dan memberi komentar) kitab "Al-Ma'tsurot" milik Hasan Al-Banna?" Beliau menjawab : "Seandainya aku men-tahqiq-nya, niscaya aku sarankan agar kitab tersebut DIMUSNAHKAN saja." Perkaranya sebagaimana beliau katakan : seandainya kitab tersebut ditahqiq, niscaya beliau sarankan agar kitab tersebut dilenyapkan. Karena dari dzikir-dzikir yang ada dalam kitab tersebut, sebagiannya shohih namun salah tempat, (karena) dzikir-dzikir setelah sholat yang kita butuhkan telah dicontohkan oleh Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- seperti sabda beliau : "Barangsiapa yang bertasbih (mensucikan) Alloh, bertakbir (mengagungkan)-Nya serta bertahlil sebanyak 33 kali, diampunilah dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan." Rosul -shollallohu 'alaihi wasallam- bersabda : "Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap kali selesai sholat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." Beliau -shollallohu 'alaihi wasallam- bersabda : "Wahai Mu'adz, sesungguhnya aku mencintaimu, maka janganlah sekali-kali kamu meninggalkan do'a setiap kali selesai sholat : (( اللهم أعنّي على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك )) Beliau juga bersabda tentang do'a : (( لا إله إلا الله وحده لا شريك الله، له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير )) yang dibaca 10 kali setelah sholat maghrib dan setelah sholat shubuh, beliau menyebutkan pahalanya : "Seakan-akan dia membebaskan budak begini...dan begini..., aku tidak sebutkan lafadz haditsnya (secara lengkap). Maksudnya adalah, bahwa dzikir-dzikir setelah sholat telah mencukupi. Bahkan boleh jadi kamu tidak mampu (lalai) dari mengamalkannya. Wallohulmusta'aan." Sumber : Ghoorotul-asyrithoh 2/283-284). ما حكم الذكر الجماعي ، وخاصة المأثورات للشيخ حسن البنا؟ نص السؤال: ما حكم الذكر الجماعي وخاصة المأثورات للشيخ حسن البنا وما تعليقكم على كتاب المأثورات ؟ نص الإجابة: الذكر الجماعي لم يثبت عن النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - والصحابة ، هذا أمر . أمر آخر مسألة &lt. المأثورات > عبارة عن أذكار ، بعضها أذكار صحيحة ولكن ليس موضعها ذلك المكان - أي عقب الصلوات - ، وبعضها أذكار ضعيفة ، وبعضها أذكار لا أصل لها . وتعجبني كلمة الشيخ الألباني - حفظه الله تعالى - قيل له : يا شيخ ألا تحقق كتاب < المأثورات > لحسن البناء ؟ ، قال : لو حققتها لحكمت عليها بالإعدام . والأمر كما يقول : أنه لو حُققت لحكم عليها بالإعدام ، لأن صحيحها الذكر ليس بموضعه ، عقب الصلوات أذكار ما نحتاج إلى تلكم ، مثل النبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول : " من سبح الله وكبره وهلله ثلاث وثلاثين غفرت ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر " . ويقول الرسول - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - : " من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة لم يمنعه من دخول الجنة إلا الموت " . ويقول : " يا معاذ إني أحبك ، فلا تدعن دبر كل صلاة أن تقول : اللهم أعني على ذكرك ، وشكرك ، وحسن عبادتك " . ويقول أيضاً في : لا إله إلا الله وحدة لا شريك له ، له الملك ، وله الحمد ، وهو على كل شيئ قدير عشر مرات عقب المغرب ، وعقب الفجر يذكر ثواباً : " كأنما أعتق كذا وكذا " لا أذكر لفظ الحديث . فالقصد أن الأذكار عقب الصلوات كافية ، وربما لا تستطيع أن تأتي بها. والله المستعان . ------------- راجع كتاب : ( غارة الأشرطة 2 / 283 - 284 ) صفحات الشيخ أبي عبدالرحمن مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله | ما حكم الذكر الجماعي ، وخاصة المأثورات للشيخ حسن البنا؟ | فتاوى الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2450 Ustadz Syamsu Muhajir حفظه الله KEUTAMAAN ILMU, [30.06.16 16:46] 👉 Join Channel : @KEUTAMAANILMU ========================= 🌐 http://darulhijrahalhaq.salafymedia.com ------------------------------ 📮 http://tlgrm.me/KEUTAMAANILMU ========================= RAMADHAN 1437 H

Bantahan
Jul 12, 20164 min read
«»
HomeRadioArtikelPodcast